Senin, 23 Juni 2008

Contoh Proposal Penelitian

PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENGAJIAN

AL-QUR’AN TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS 1 PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMA ISLAMIYAH PONTIANAK

OLEH

MAISURI

ZULFIKRI

KHOIRIYAH

A. Judul Penelitian

Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak

B. Latar Belakang

Belajar mengajar pada dasarnya merupakan proses interaksi edukatif antara guru dan siswa. Tujuan dari interaksi edukatif tersebut meliputi tiga aspek, yakni aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Untuk mencapai tujuan secara baik, diperlukan peran maksimal dari seorang guru, baik dalam penyampai materi, penggunaan metode, pengelolaan kelas dan sebagainya. Selain itu, diharapkan kepada guru untuk lebih kreatif untuk melakukan kegiatan pendukung pembelajaran didialam kelas salah satu kegiatan pendukung yang dimaksud adalah kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan “kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran” (Sahilun A Nasir, 1997:58). Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dilakukan disekolah maupun diluar sekolah tergantung dengan kebutuhan dan kesesuaian jenis kegiatan ekstrakurikuler.

Khusus untuk mata pelajaran PAI, jenis kegiatan ekstrakurikuler yang sering dilaksanakan disekolah maupun diluar sekolah. Seperti pesantren kilat, perkampungan muslim, santri ramadhan, peringatan maulid Nabi, pengajian Al-Qur’an, calisa dan sebagainya.

Dari paparan singkat diatas bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat menunjangkegiatan belajar siswa, termasuk kegiatan yang dapat menunjang aktivitas belajar siswa dikelas. Dugaan ini terbukti dari hasil prasurvey yang peneliti lakukan di SMA Islamiyah Pontianak tersebut. Dari prasurvey tersebut, peneliti menemukan sebagian siswa yang sering mengikuti kegiatan OSIS, pesantern kilat, pramuka, peringatan PHBI, dan sebagainya juga aktif berpartisifasi dalam keiatan belajar di kelas.

Berdasarkan hasil prasurvey diatas terlihat adanya pengaruh yang positif dari kegiatan ekstrakurikuler terhadap aktivitas belajar siswa dikelas. Untuk membuktikan dugaan dari prasurvey tersebut peneliti merasa tertrik untuk menelitinya dengan judul: Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajara Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islamiyah Pontianak.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dan prasurvey diatas, maka dapat dirumuskan permasalahannya dalam penelitian diatas sebagai berikut:

  1. Bagaimana Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak ?
  2. Bagaimana Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak ?
  3. Apakan terdapat Pengaruh yang Signifikant antara Kegiatan terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak ?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak. Namun secara spesifik tujuan penelitian ini bertujuan umtuk memperoleh informasi dan kejelasan tentang:

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiayh Pontianak.
  2. Aktivitas belajar siswa kelas 1 pada mata pelajaran PAI di SMA Islamiayh Pontianak.
  3. Pengaruh yang signifikant antara kegiatan terhadap aktivitas belajar siswa kelas 1 pada mata pelajaran PAI di SMA Islamiayh Pontianak.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini dapat peneliti rangkum kedalalam 2 bagian yaitu:

1. Manfaat Praktis

1. Memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pendidikan terutama dikaitkan dengan hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan belajar anak.

2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka penyempurnaan konsep maupun implementasi praktik pendidikan sebagai upaya yang strategis dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.

2. Manfaat Teoritis

Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan yang bermanfaat bagi guru PAI sebagai bahan evaluasi sekaligus sebagai masukan dalam meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mempengaruhi secara positif terhadap aktivitas belajar siswa di kelas.

E. Kerangka Teori

1. Kegiatan Ekstrakurikuler

a. Pengertian Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an (PAI)

Kegiatan ekstrakurikuler adalah “kegiatan yang dilaksanakan disekolah atau dilingkungan masyarakat untuk menunjang program pengajaran” (Sholihin A. Nasir, 1997:58). Selain itu, Suharsimi Arikunto (1988:57) mendefinisikan kegiatan ekstrakurikuler sebagai “kegiatan tambahan diluar struktur program yang pada umumnya merupakan program pilihan”.

Adapun pengertian pengajian Al-qur’an (PAI) adalah “usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam kerukunan antar umat beragama” (GBPP, 1996:1).

Berdasarkan pebgertian diatas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud kegiatan ekstrakurikuler pengajian Al-Qur’an adalah kegiatan tambahan yang dilaksankan diluar jam tambahan biasa dengan tujuan agar kegiatan tambhan tersebut dapat membantu manyiakan siswa yang meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama.

d. Prinsip-prinsip Program Ekstrakurikuler

Dengan berpedoman pada maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler disekolah maka dapat dikemukakan prinsip-prinsip kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Oteng Sutisna (dalam B Suryosubroto, 1997:272) prinsip kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut:

  1. Semua siswa, guru dan personil administrasi sekolah hendaknya ikut serta dalam usaha meningkatkan program.
  2. Kerjasama dalam team adalah fundamental.
  3. Perbuatan untuk partisipasi hendaknya dibatasi.
  4. Proses lebih penting daripada hasil.
  5. Program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah.

2. Aktivitas Belajar Siswa

a. Pengertian Aktivitas Belajar Siswa

Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubhan pengetahuan-pengetahua, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada siswa sebgai latihan yang dilaksanakan secara sengaja.

b. Jenis Aktivitas Belajar Siswa

Berdasarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip diatas, diharapkan kepada guru untuk dapat mengembangkan aktivitas siswa. Diatas jenis-jenis aktivitas yang dimaksud dapat digolongkan menjadi:

  1. Visual Activities, yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam melihat, mengamat, dan memperhatikan.
  2. Oral Activities, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam mengucapkan, melafazkan, dan berfikir.
  3. Listening Aktivities, aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa dalam berkonsentrasi menyimak pelajaran.
  4. Motor Activities, yakni segala keterampilan jasmani siswa untuk mengekspresikan bakat yang dimilikinya.

F Kerangka Fikir


Berdasarkan gambar diatas maka akan diketahui apakah ada pengaruh yang ditimbulkan kegiatan ekstrakurikuler mata pelajaran PAI (variabel x), terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI (variabel y). Lalu denagn diketahui pengaruhnya sehingga memungkinkan kemudahan bagi guru untuk menyusun rencana kerja yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

G. Hipotesis

Menurut Arikunto (1989:62) mendefinisikan hipotesis sebagai “suatu jawaban yang besifat sementara terhadap masalah penelitian sampai terbukti melalui data yang akan terkumpul”. Berdasarkan pendapat diatas maka akan peneliti rumuskan bahwa terdapat Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajar siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak.

H. Metode Penelitian

1. Metode/Jenis Penelitian

Untuk menemukan Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah Pontianak, dengan unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan butir-butir rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan jenis penelitian kuatitatif dengan pendekatan determinatif yaitu denagn mencari pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan ekstrakurikuler pengajian Al-Qur’an terhadap mata pelajaran PAI oleh siswa kelas 1 SMA Islamiyah Pontianak.

2. Variabel yang diteliti dan Definisi Operasional

1. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek pengamatanatau fenomena yang diteliti. Adapun variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat dengan rincian sebagai berikut:

a. Variabel Bebas

Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah kegiatan ekstrakurikuler pengajian Al-qur’an pada mata pelajaran PAI. Hal ini didasarkan pada pendapat Hadari Nawawi (1983:56)yang menyatakan variabel bebas adalah “sejumlah gejala atau faktor yang menetukan/mempengaruhi ada atau muncul gejala atau faktor yang kedua yang disebut variabel terikat”.

b. Variabel Terikat

Menurut Hadari Nawawi (1983: 57) variabel terikat adalah “sejumlah faktor atau gejala yang muncul karena dipengaruhi/ditentukan oleh adanya variabel bebas”. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PAI .

2. Definisi Operasional

Adapun istilah yang akan didefinisikan secara operasional dalam penelitian ini adalah:

  1. Kegiatan ekstrakurikuler PAI adalah kegiatan tambahan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran dengan tujuan dapat memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan serta kemampuan siswa khususnya pada mata pelajaran PAI.
  2. Aktivitas belajar siswa adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh siswa dikelas untuk mencapai tujuan belajar dan aktivitas yang dapat diukur. Misalnya, menyimak, bertanya, menjawab dan mengutarakan pendapat.

3. Teknik, Prosedur dan Alat Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler pada mata pelajaran PAI maka peneliti akan menggunkan teknik langsung terjun kelapangan yang berupa observasi. Karena dengan instrument pengumpulan data semacam ini peneliti rasa data yang akan dikumpulkan lebih akurat bila kita mengamati sendiri apa yang akan terjadi dilapangan tersebut.

4. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan subjek sebagai sumber data yang meminlki cirri-ciri/karakteristik tertentu dalam suatu penelitian. Karakteristik dalam penelitian ini adalah; (a) siswa kela 1A, 1B dan 1C, (b) bukan siswa pindahan, dan (c) bukan siswa tidak naik kelas. Berdasarkan karakteristik tersebut maka jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 146 orang.

Distribusi Siswa Kelas 1

Di SMA Islamiyah Pontianak

NO

KELAS

JUMLAH SISWA

1

1A

48

2

1B

49

3

1C

49

TOTAL

146

2. Sampel

Untuk menetapkan besarnya jumlah sampel, peneliti akan menggunakan Nomogran Hari King (Sugiyono, 1999:68) dengan tingkat kesalahan 5 %. Berdasarkan ketentuan tersebut, diperoleh sample sebesar 51 (0,35 x 146 = 51,1 dibulatkan menjadi 51). Un tuk menentukan sample pada masing-msing kelas peneliti menggunkan perhitungan persentase yang lebih lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut:

NO

KELAS

POPULASI

SAMPEL

KETERANGAN

1

1A

48

17

Sampel diperoleh dari hsil perkalian seperti contoh 48 x 51: 146 = 16,77 dibulatkan menjadi 17 orang

2

1B

49

17

3

1C

49

17

JUMLAH

146

51

Teknik sampling yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling maksudnya adalah “teknik yang memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unsure atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample” (Sugiyono, 1999:61). Selanjutnya untuk penentuan sample yang digunakan adalah teknik sistematik random sampling. Alasannya karena peneliti mengetahui nama atau identifikasi dari satuan-satuan individu populasi melalui daftar hadir siswa dimasing-masing kelas.

5. Waktu dan Tempat Penelitian

Rencana waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian ini selama 6 bulan, mulai dari bulan Agustus dan berakhir pada bulan Februari. Penelitian ini bertempat di SMA Islamiyah Pontianak

6. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data yang akan dipakai untuk menjawab masalah 1 dan 3 adalah analisis prosentase dengan rumus:

Keterangan:

Me : Mean (rata-rata)

: Epsilon (baca: jumlah)

Mengenai jenis kegiatan ekstrakurikuler dan jenis aktivitas belajar siswa akan dianalisis dengan memaparkan dalam bentuk kalimat. Sedangkan mengenai Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Pengajian Al-Qur’an terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas 1 pada Mata Pelajaran PAI di SMA Islamiyah akan digunakan rumus regresi sebagai berikut:






Keterangan:

n : Jumlah sampel

Xi : Jumlah score variabel X

Yi : Jumlah score variabel Y

I. Daftar Pustaka

Abror, Adurrahman. 1993. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.

An Nahlawi, Abdurrahman. 1996. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Gema Insani Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Tabrani, Sudirman. 1987. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya Offset.

Puisi "EMANG AKU APA !!!"

Puisi ini sengaja gue tulis karena gue gak tahu lagi kemana harus gue cari tempat curhat. And setelah gue fakir, disinilah tempat yang tepat bagi gue untuk menceritakan kegelisahan dan kerisauana hati gue. Mungkin dengan media seperti ini beban hati gue bisa berkurang. Puisi ini gue kasih judul “Emang Gue Apa”. Ini judul timbul karena gue merasa gue ada tempat dihati teman-teman gue bila gue dibutuhkan aza and saat bahagia doang. Tapi gak apalah, nama juga teman. Nah gini bunyi puisi gue:


Emang Aku Apa !!!

Sadar...
Aku butuh kau,
Bangunkanlah aku dari dulu, kini
Buat nanti.

Sadar, dengarlah...!!!

Aku butuh kau
Aku gerah pada diri ini
Oleh mereka terhadapku
(paparku sedih).

Sadar...!!!
Aku bingung berkata-kata,
Setiap mereka
Aku selalu bisa.
Tapi,
Setiap aku
Mereka berkata-kata.

Emang aku apa !!!
Bentakku sadar.

Minggu, 22 Juni 2008

CONTOH PROPOSAL

Lampiran : 1 (satu) berkas

Perihal : Permohonan Beasiswa

Kepada Yth:

Ka. Dinas Pendidikan Kab. Natuna

Dengan hormat,

Bersama ini saya sampaikan bahwa saya adalah salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Natuna yang sedang menunutut ilmu di Fakultas Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Pontianak- Kalimantan Barat semester empat (IV). Saat ini saya bertempat tinggal di Asrama Putra Natuna Jl. Ahmad Yani Gg Sepakat 2 No 178B.

Sehubungan kebutuhasn akan peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendidikan, maka saya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan beasiswa kepada bapak. Besar harapan saya agar bapak berkenan untuk memberikan bantuan. Atas perhatian bapak saya ucapkan terima kasih.
Pontianak 25 Juni 2008
Hormat Saya
ZULFIKRI


PROPOSAL

BANTUAN BEASISWA

A. Pendahuluan

Dalam undang-undang dasar tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan dari kemerdekaan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sejak beberapa dekade lewat tujuan itu telah mengalami pergeseran. Setidaknya terlihat dari agenda pembangunan yang telah digariskan oleh para pemimpin-pemimpin bangsa, dimana penciptaan sumber daya manusia melalui pendidikan masih sangat lemah jika di bandingkan dengan sektoe-sektor lainnya. Akibatnya dapat dirasakan sekarang diman mayoritas SDM anak bangsa ini lemah, apalagi mereka yang berada di luar daerah pulau jawa. Padahal potensi baik disektor manusia maupun potensi alamnya sangat besar, yang pada akhirnya menjadi terabaikan selain habis dieksploitasi oleh pihak lain, juga akibat SDM di daerah sendiri terlalu lemah.

Diantara posisi daerah yang besar sebagai cikal bakal daerah yang maju adalah memilliki sumber daya alam yang besar dan letaknya yang strategis. Begitu juga dengan kabupaten natuna yang sangat kaya akan kekeyaan alamnya serta letaknya yang strategis sangatlah berpotensi untuk menjadi daerah yang maju. Untuk mencapainya tidaklah mudah, suatu daerah haruslah memiliki sumber daya manusia yang handal dan profesional untuk mengelolanya agar bisa tercapai maksud dan tujuannya tersebut. Karena bagaimna pun melimpahnya sumber daya alam, tanpa adanya kemampuan sumber daya manusia unutk mengolahnya maka akan sia-sia.

Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu upaya untuk menembangkan kualitas atau kemampuan sumber day manusia, agar mampu mengolah dan mengelola sumber day alam, sehingga dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sebagai akhir dari tujuan pembangunan itu sendiri. Maka dari itu sebagai generasi penerus, unutk mengembangakan kabupaten natuna selanjutnya saya sangat mengharapkan peran pemerintah daerah kabupaten natuna selaku institusi yang diberi hak oleh rakyat haruslah melakukan tugasnya selain untuk mengembangkan kabupaten natuna itu sendiri juga membangun untuk mendidik putra-putri daerah agar menjadi generasi yang handal, profesional dan berkualitas untuk membangun daerahnya sendiri

Dilatar belakangi hal tersebut saya sangat berharap pemerintah kabupaten natuna dapat membantu mengurangi beban keuangan yang menjadi kendala dalam meningkatkan prestasi belajar. Dengan semakin dinamisnya perkembangan dunia pendidikan dan tuntutan peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi, maka perbaikan dan peningkatan sarana penunjang belajar adalah mutlak diperlukan.

Salah satu upaya yang saat ini saya harapkan dari pemerintah daerah kabupaten natuna adalah dapat memberikan bantuan beasiswa bagi beasiswa bagi mahasiswa asal natuna. Karena bantuan ini sangat berarti dalam menunujang kelancaran dan keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan masa belajarnya.

B. Tujuan

Tujuan dari pengajuan permohonan beasiswa ini dapat disebutkan sebagai berikut :

  • untuk meringankan beban orang tua dalam membiayai kuliah.
  • Memacu daya saing untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kemampuan dalam mengembnagkan potensi diri.
  • Perbaikan sarana penunjang belajar.
  • Sebagai salah satu wujud nyata kepedulian pemerintah kabupaten natuna terhadap peningkatan SDM di natuna.

C. Estimasi Biaya Pendidikan

No

Uraian

Jumlah

1

Pembayaran SPP / semester @ Rp 700.000,00

Rp 1.400.000,00


Pembelian buku penunjang belajar

Rp 900.000,00


Tugas terstruktur

Rp 500.000,00


Tranportasi

Rp 200.000,00

Jumlah

Rp 3.000.000,00

Terbilang : Dua Juta Rupiah

D. Lampiran

Dengan saya lampirkan beberapa persyaratan yaitu:

Ø Transkrip Nilai

Ø Surat Keterangan Aktif Kuliah

Ø Foto Copy KTM

Ø Foto Copy Kwitansi Pembayaran

Ø Foto Copy KTP

Ø Foto Copy KTP orang tua

Ø Foto Copy KK

E. Penutup

Demikian proposal ini saya ajukan dengan harapan dapat dipertimbangkan dan disikapi sebagai mana mestinya. Atas perhatian dan kebijaksanaan bapak, saya ucapkan terima kasih.

Pontianak, 25 Juni 2008

Hormat saya

ZULFIKRI

Kamis, 12 Juni 2008

KESESATAN AHMADIYAH

Maraknya kabar kesesatan Ahmadiyah akhir-akhir ini tak lepas dari perbincangan masyarakat. Bahkan menjadi konsumsi keseharian masyarakat Islam. Kerusuhan pun menjadi sarana aksi kekerasan masyarakat Anti-Ahmadiyah. Kita lihat saja pada insiden Monas oleh FPI kemaren, itu merupakan aksi kekecewaan masyarakat Islam yang tidak puas terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani problem Ahmadiyah.
Sekarang ini, Ahmadiyah sungguh merupakan organisasi perusak yang menodai citra Islam. Mereka sengaja menafikan ajaran Islam yang sudah jelas-jelas kesempurnaannya (Al-Maidah:3). Dengan menafikan ajaran yang sudah sempurna ini berarti mereka sudah dikatagorikan aliran sesat bahkan murtad. Kesesatannya mulai dari, misalnya adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad saw, adanya kitab baru setelah Al-Qur’an. Nah ini sungguh merupakan pelecehan bagi Islam. Seandainya mereka mengaku bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan Tazkirah sebagai kitab selain Al-Qur’an, Silahkan....!!! Tapi dengan satu syarat bahwa mereka harus keluar dari Islam yakni dengan membuat agama baru. Paham seperti itu berarti mereka jelas-jelas termasuk kedalam golongan musyrik dengan catatan telah mengaku nabi baru (tidak percaya kepada Rasulullah) dan tidak beriman kepada Kitab Allah yang keduanya itu merupakan atau bersumber kepada Allah...

Senin, 02 Juni 2008

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Dalam berbagai sumber tertentu “Administrasi Murid” termasuk dalam “Administrasi Personil” dengan pengertian bahwa kedua-duanya termasyk kedalam unsur manusia dalam administrasi. Dalam beberapa buku, bahasa Inggris akan kita temukan istilah “Pupil Personnel” dan “Teaching Personnel”. Dalam buku ini kita pisahkan unsur murid dari unsur personil (pegawai) disekolah.
Administrasi murid banyak sekali hubunganya dengan administrasi bidang-bidang lainnya. Kalau kita artikan administrasi sebagai bidang-bidang lainnya. Kalau kita artikan administrasi sebagai “pengaturan” dan “pendayagunaan”, maka dengan sendirinya mengatur dan mendayagunakan murid untuk tidak dapat lepas dari pengaturan kurikulum, dari pendayagunaan guru-guru, dari pengaturan alat pelengkapannuya, dan sebagainya. Karena itu dalam berbagai bidang administrasi sekolah hanya merupakan usaha untuk membeda-bedakan masalah yang sebenarnya sukar dipisahkan.

Apa tujuan administrasi murid
Dengan singkat dapar kita katakan bagwa tujuannya adalah agar murid-murid dapat memanfaatkan semua kesempatan dan fasolitas dusekolah dalam kegiatan belajarnya, agar tujuan yang ingin dicapai itu dapat diperolehnya seacra efektif dan efesien.
Sehubungan dengan tujuan itu beberapa masalah yang dapat kita pertanyakanm seperti:
•Murid yang bagaimana yang dapat dan boleh belajar ?
•Bagaimana mendapatkan/memilih murid-murid itu ?
•Kegiayan apa yang harus dapat dan boleh dilakukan oleh murid-murid itu disekolah ? Atas dasar apa kegiatan itu ditentukan, dan bagaimana pelanksanaan kegiatannya ?
•Bagaimana pengawasan, bimbingan dan penilaian yang harus dilakukan terhadap murid, supaya kegiatan-kegiatan mereka dapat berjalan tanpa hambatan ?
Masalah-masalah yang dipertanyakan diatas itu kegiatan-kegiatan administrasi murid sebagai berikut:
a. Pendaftaran murid.
Tiap sekolah setiap tahun menghadapi masalah murid yang akan diterimanya, yaitu yang dapat memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan belajar disekolah yang bersangkutan.
Persyaratan untuk mengikuti kegiatan belajar di suatu sekolah dalam hal ini bearti “persyaratan untuk mendaftar” persyaratan ini biasanya bersufat formal, berupa bukti-bukti mengenai:
•Umur tertentu
•Latar belakang pendidikan/pengalaman tertentu
•Keadaan fisik/jasmaniah
•Status tertentu (sosial, kewargaan, perkawinan dan sebagainya)
•Persyaratan administrasi (biasanya keuangan)
b. Seleksi murid
berdasarkan berbagai faktor pertimbangan seperti: kebutuhan, tempat yang tersedia, personil yang tersedia, dan mungkin juga biaya yang tersedia, diadakanlah seleksi untuk menentukan jumlah yang riil dapat diterima. Kriteria seleksi biasanya dititikberatkan pada kemampuan akademis, keadaan jasmani dan sikap/kepribadian. Biasanya disusun daftar secara berurut di mulai dari yang paling tinggi nilai, sebanyak jumlah yang dapat diterima. Dapat kita mengerti bahwa dalam masalah seleksi ini dari para anggota panitia diperlukan sifat-sifat jujur, adil dan objektif.
c. Penerimaan Murid
yang telah lulus seleksi belum menjadi murid, jika belum dipenuhi persyaratan-persyaratan selanjutnya; melaporkan/mendaftarkan diri sampai batas waktu yang ditentukan, dengan memenuhi beberapa persyaratan lagi; biasanya persyaratan administrastif keuangan. Barulah calon murid menjadi murid, dengan mendapat nomor penerimaan (nomor induk, nomor pokok) dan tanda bukti sebagai murid yang terdaftar (surat keterangan, kartu siswa dan sebagainya).
d. Penempatan Murid
Setelah diterima murid masih harus diatur/dikelompokkan agar dapat mengkuti kegiatan belajar dengan lebih efektif dan efesien.
e. Bimbingan Belajar
selanjutnya diadakan pengaturan kegiatan-kegiatan yang harus dan yang dapat dilakukan masing-masing murid. Pengaturan kegiatan ektrakurikuler/OSIS, pengaturan BP (Bimbingan dan Penyuluhan).
f. Pengembangan dan mutasi
Dengan kesempatan ikut sertanya dalam kegiatan belajar di sekolah, dan dengan bimbingan yang diberikan, maka murid akan mengalami kemajuan dan perkembangan. Hal ini perlu mendapat perhatian terus menerus dari pada guru.
Murid akan mengalami dalam perubahan status kemuridannya; pindah kelompok,ganti jurusan, naik kelas, sampai pindah meninggalkan sekolah, baik karena gagal, maupun karena sudah selesai dan berhasil, ini yang dimaksudkan dengan mutasi dalam status kemuridan.

Dengan demikian dapat kita katakan bahwa semua kegiatan administrasi murid ditujukan kepada pemeliharaan hak dan kewajiban murid disekolah; hak mendapatkan tempat dan fasilitas, mendapat bantuan, menerima pelajaran, dan sebaginya. Disamping hak, ada keajiban-kewajibannya seperti: wajib hadir pada waktunya, wajib mengikuti ulangan, wajib mentaati peraturan, dan sebagainya.
Laebih besar jumlah muridnya, lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam rangka administrasi murid ini, dan lebih teliti, teratur dan sistematis hendaknya, cara-cara pencatatan dan pelaporannya. Buku-buku, daftar-daftar, formulir-formulir yang diperlukan sebagai alat bantu dalam pengadministrasian ini haru dikejakan secara teratur, antara lain:
•Buku induk
•Klapper
•Daftar nilai dan daftar gabungan nilai (legger)
•Daftar kegiatan kurikuler dan daftar kegiatan ekstrakurikuler
•Daftar absen
•Buku rapor
•Daftar mutasi
•Daftar pribadi
Daftar terakhir ini mengumpulkan segala macam keterangan mengenai pribadi murid, yang dapat memberikan pengetahuan dan pengertian lebih dalam pada kita mengenai si anak; sifatnya, kelemahan dan kelebihannya, perkembanganya, bakatnya, dan sebagainya. Semua ini diperlukan dalam rangka pemberian bimbingan pada anak tersebut.
Jadi, administrasi murid meupakan segala macam pengaturan dan peraturan yang memungkinkan murid belajar secara efektif dan efesien, sejak diterima disekolah sampai ia lulus/tamat belajar atau karena sesuatu hal meninggalkan sekolah.