Jumat, 09 Mei 2008

Sunset di Pulau Subi

Panorama sunset di Pulau Subi, Kabupaten Natuna ketika dipotret disebuah Jembatan yang menhubungkan antara Subi Kecil dan Subi Besar


Merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan bila kita sempat melihat sunset pada sore hari di ufuk barat. Diatas terlihat betapa indahnya sunset yang terpotret. Di pulau ini (Pulau Subi), hampir setiap sore kita dapat menyaksikan sunset bila saja kita ingin menyegajakan atau tidak untuk melihatnya. Karena sunset akan terlihat ketika melintas di Jembatan yang menghubungkan antara Subi Kecil dan Subi Besar.

Selasa, 06 Mei 2008

Pelantikan BEM FAI Universitas Muahmmadiyah Pontianak

Sebagai wujud tempat penyaluran aspirasi mahasiswa secara legal, maka para calon BEM Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak, pada senin kemaren 5 Mei 2008 mengadakan pelantikan BEM yang dilantik langsung oleh Dekan Fakultas Agama Islam sendiri, Drs. Mawardi, MM. Meskipun hanya baru diakui secara de facto, semangat dari Pengurus BEM untuk lebih mengedepankan BEM FAI tersebut terlihat jelas. Dekan FAI berkata, “Mungkin dalam beberapa hari ini Surat Keputusan (SK) kepengurusan tersebut akan dikeluarkan sebagai pengesahan menurut hukum (de jure) dan peraturan yang ada”. Setelah acara pelantikan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muahmmadiyah Pontianak, lalu diikuti dengan acara Diskusi Publik yang mana Mahasiswa diberi kebebasan menanyai tentang seputar permasalahan yang ada baik dilingkungan fakultas maupun universitas. Acara tersebut diikuti oleh perwakilan dari setiap semester baik itu dari Mahasiswa PGTK, Mahasiswa Tarbiyah maupun pihak fakultas.

Jumat, 02 Mei 2008

Kalimat Adat Semesta



KEPINGAN SAJAK SEMESTA


Untaian ayat-ayat ini,
Ku ukir dengan paku berulir sya’ir
Ku alir rapih dirongga panca indera kaum semesta
Dan kan ku pajang didalam dinding dadanya yang terdepan
Biar singgah paham pada dirimu adapt semesta


Wahai insan budaya…!
Aku tahu ini dan selama ini,
Kau tak pernah mengukur nasib bayanganmu
Yang kau tahu hanya pengukur kakimu kakimu berpijak
Sekali pun tidak pernah pada dengus nafasmu
Yang tercipta dari hijaunya dedaunan bumi khatulistiwa


Dengan ulah jahilmu,
Kau jarah seisi tanah
Kau rubah semua yang kau jamah
Dan kau buat Tuhan-mu semakin marah.


Sadarlah…!!
Ini tingkah membunuh seribu asa mahabbah, sejuta angan marhamah.
Yang telah slalu menata ruang fana dengan permata


Bila mapan dikalbu
Ajarilah tanganmu untuk selalu ramah kepada alam ini
Tuang isi benakmu kepada mereka
Untuk slalu haus dan lapar kalimat adat semesta, lalu
Jemput kepingan sajakku,
nyanyikanlah lagu-lagu ayat ini kepada mereka
Tentang bumi yang mereka punya
Tentang buana yang mereka rasa
Bahwa ku kan selalu menyapa mereka
Dengan kalimat pujanggaku tuk mengenal adat semesta