Kamis, 05 Agustus 2010

HUKUM ISLAM TENTANG HALAL HARAMNYA BINATANG

1. Hukum Halal dan Haramnya Binatang

Halal artinya boleh, maksudnya boleh dilakukan, boleh dikerjakan dan untuk makanan boleh dimakan menurut hukum Islam. Sedangkan haram artinya dilarang, maksudnya segala hal yang dilarang ajaran Islam untuk dilakukan, dikerjakan atau dimakan.

2. Binatang yang Halal

Binatang yang halal digolongkan menjadi lima bagian:

1. Binatang yang hidup di darat, atau binatang ternak seperti kerbau, sapi, unta, kambing, kuda dan sebagainya.

2. Semua jenis binatang unggas yang baik dan lezat untuk dimakan, seperti ayam, itik, bebek, angsa dan lain-lain.

3. Daging binatang halal yang dipotong atau disembelih dengan menyebut nama Allah.

4. Bangkai ikan air laut dan air tawar, bangkai belalang, hati dan limpa.

5. Semua binatang yang hidup didalam air, baik air laut maupun air tawar, kecuali binatang itu beracun.

3. Binatang yang Haram

Ada delapan golongan biantang-binatang yang haram dimakan dagingnya oleh umat Islam:

1. Semua makanan yang disebut didalam firman Allah swt Q.S Al-Maidah: 3 yaitu sebagai berikut:

a. Bangkai

b. Darah

c. Daging Babi

d. Daging hewan halal yang disembelih atas nama selain Allah.

e. Binatang yang mati tercekik

f. Binatang yang mati terpukul

g. Binatang yang mati terjatuh

h. Binatang yang mati ditanduk binatang lain

i. Binatang yang mati diterkam biantang buas

j. Binatang yang disembelih atas nama berhala

2. Semua binatang yang dapat hidup dan tahan lama didua muara (dua tempat), yaitu didarat dan didalam air, seperti buaya, penyu, katak dan sebagainya.

3. Semua binatang bertaring yang kaut, seperti harimau, singa, srigala, anjing, kera, gajah dan sebagainya.

4. Semua burung yang mempunyai kuku tajam, seperti elang, garuda, kakak tua, rajawali, burung hantu, kelelawar, burung gagak.

5. Binatang yang diperintahkan untuk dibunuh seperti ular, gagak, tikus, anjing galak, dan burung elang.

6. Binatang yang dilarang membunuhnya, yaitu binatang-bintang seperti semut, tawon dan lain sebagainya

7. Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup

8. Semua jenis binatang yang dapat mendatangkan mudarat (kerusakan)

4. Hikmah larangan-larangan Allah

Berikut ini manfaat makan-makanan atau binatabg yang halal.

a. Mendapat kebersihan jiwa dan kesehatan jasmani dan rohani serta terhindar dari penyakit

b. Menguji iman dan hawa nafsu orang yang beriman, apakah ia sanggup tetap mentaati hukum-hukum allah dengan menjauhi makanan yang haram atau tidak.

c. Terhindar dari dosa, karena menjauhkan diri dari hal-hal yang haram sama dengan menjauhi diri dari dosa

d. Mendapat amal dan pahala dari Allah, karena menjauhkan diri dari hal yang haram bearti menjalankan perintah Allah

e. Tergolong kedalam umat Allah yang saleh.

f. Semakin dekat dengan Allah swt. Orang yang makan makanan yang haram menjadi jauh dari allah dan dibencinya

DOSA BESAR

A. Pengertian Dosa Besar

Perkataan dosa berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut al-zanbu, al-ismu dan al-jumru. Menurut ulama fukaha dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.

B. Contoh-contoh Perbuatan Dosa Besar

Ulama fikih sepakat mengatakan bahwa perbuatan-perbuatan yang termasuk dosa besar banyak jumlahnya. Segala pelaku yang diancam dengan hokum dunia, azab di akhirat dan dilaknat Allah swt dan Rasul-Nya termasuk dosa besar.

1. Dosa Besar terhadap Allah

a. Syirik

Dalam istilah ilmu tauhid, syirik adalah menyekutukan Allah swt dengan sesuatu selain-Nya, baik dalam zat-Nya, sifat-Nya, af’al-Nya, maupun dalam hal ketaatan yang seharusnya ditujukkan kepada-Nya. (Q.S 4 : 48)

b. Kufur

Yaitu mengingkari adanya Allah swt dan segala ajaran-Nya yang disampaikan nabi/rasul-Nya. (Q.S 14 : 7)

c. Nifak

Yaitu menampakkan sika, ucapan, dan perbuatan yang sesungguhnya bertentangan dengan apa yang tersembunyi dalam hatinya (Q.S 2 : 2).

d. Fasik

Yaitu melupakan Allah swt (Q.S 59 : 19).

2. Dosa Besar terhadap Diri Sendiri

Dosa besar terhadap diri sendiri adalah dosa besar yang objek atau sasarannya adalah dirinya sendiri. Seperti membunuh diri sendiri. Allah melarang membunuh diri apapun alasannya. (Q.S 4 : 9)

3. Dosa Besar dalam Keluarga

Salah satu contoh dosa besar dalam keluarga ialah durhaka kepada kedua orang tua. Contoh perbuatan durhaka pada kedua orang tua; melakukan penganiayaan fisik, mengancam kedua orang tua, menelantarkan kedua orang tua, menjauhi kedua orang tuanya dl.

4. Dosa Besar dalam Pemenuhan Seksual

a. Zina

Zina ialah hubungan kelamin (persetubuhan) antara laki-laki dan wanita diluar pernikahan yang sah, yakni pernikahan yang sesuai dengan ketentuan syara’. (Q.S 17 : 32)

b. Homoseksual

Homoseksual adalah pemuasan atau penyaluran nafsu seks antara sesame jenis.

c. Menuduh Zina (Qazaf)

Menurut istilah fiqih, qazaf adalah menuduh orang lain melakukan zina, tanpa adanya saksi-saksi yang dibenarkan oleh syara’. (Q.S 24 : 4-5)

5. Dosa Besar dalam Makan dan Minuman

a. Makanan

Makanan-makanan yang dengan tegas diharamkan syara’, para pemakannya dianggap melakukan dosa besar karena mereka diancam dengan sisksa. (Q.S 5 : 3)

b. Meminum Khamar

Perkataan khamar berasal dari kata kahmran yang artinya tertututp, terhalang dan tersembunyinya. Selanjutnya kata khamar digunakan sebagai sebutan bagi setiap yang memabukkan dan menutup atau menghalangi akal sehat peminumnya dari mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

6. Dosa Besar dalam Kehidupan Bermasyarkat

a. Pembunuhan

Pembunuhan adalah perbautan yang menyebabkan lenyapnya nyawa seseorang. (Q.S 4 : 93). Ditinjau dari perbuatannya, pembunuhan dapat dibagi menjadi 3 macam yakni sebagai berikut:

· Pembunuhan dengan sengaja atau direncanakan

· Pembunuhan seperti sengaja

· Pembunuhan yang tidak sengaja

b. Menganiaya Orang

Tindak pidana terhadap anggota tubuh manusia (menganiaya) ada yang dilakukan dengan sengaja dan adapula yang dilakukan dengan tidak sengaja (tersalah semata).

c. Mencuri

Menurut KBBI berarti mengambil barang milik orang lain dengan diam-diam. Sedangkan menurut istilah ilmu fiqih yakni mengambil harta milik orang lain dari tempat penyimpanannya secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi. (Q.S 5 : 38)

d. Merampok

Yakni mengambil harta orang lain dengan kekerasan atau ancaman senjata tajam, bahkan disertai dengan penganiayaan dan pembunuhan.

C. Menghidari Perbuatan Dosa Besar

1. Senantiasa mengingat firman Allah swt (Q.S 4 : 31, 42 : 37, 53 : 32) yang mewajibkan setiap umat manusia untuk menghindari dosa besar dan tidak melakukannya.

2. Setiap umat manusia, khususnya umat Islam menyadari bahwa melakukan dosa besar akibat buruknya terutama akan menimpa pelakunya itu sendiri. (Q.S 4 : 92-93)

3. Orang-orang beriman, dimana pun dan kapan pun ia berada tentu tidak akan melakukan dosa besar.

4. Muslim / muslimah yang berdisiplin mengerjakan shalat fardhu, apalagi kalau ditambah melaksanakan shalat sunah tentu mampu akan mengendalikan diri dari melakukan perbuatan keji dan munkar. (Q.S 29 : 45)

5. Orang-orang beriman akan berusaha agar senantiasa beramal shaleh dan mengendalikan diri untuk tidak berbuat dosa besar, karena mereka meyakini setiap amal baik dan perbuatan jahat dicatat oleh malaikat. (Q.S 50 : 18)

Sabtu, 10 Juli 2010

SHALAT JUMAT

1. Pengertian Shalat Jumat
Shalat jumat adalah yakni shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Zuhur pada hari jumat dengan berjamaah setelah dua khotbah.
Perintah Allah swt Q.S Al-Jumuah: 9 mengenai shalat jumat:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
2. Ketentuan Shalat Jumat
Ketentuan shalat Jumat meliputi hokum, syarat, wajib, syarat sah, sunah, halangan, hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang membatalkan shalat Jumat.
a. Hukum Shalat Jumat
Hukum shalat jumat adalah fardhu ain.
b. Syarat Wajib Shalat Jumat
1. Islam
2. Balig (dewasa)
3. Berakal
4. Laki-laki
5. Sehat, dan
6. Menetap
c. Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat
1. Diadakan ditempat yang disediakan untuk melaksankan shalat jumat.
2. Dialakukan dengan berjamaah.
3. Shalat jumat dilaksanakan pada waktu zuhur.
4. Shalat jumat dilaksanakan dengan didahului dua khutbah oleh khatib.
d. Rukum Shalat Jumat
Meliputi dua hal, yaitu: shalat dua rakaat dan dua khutbah jumat yang dilakukan sebelum shalat.
e. Sunat-sunat Shalat Jumat
1. Mandi
2. Berhias dan memaai pakaian yang sebaik-baiknya, diutamakan yang bewarna putih.
3. Memakai harum-haruman.
4. Merapikan diri dengan memotong kuku dan kumis dan menyisir rambut.
5. Bersegera pergi kemasjid.
6. Membaca Al-Quran dan berzikir sebelum Khotbah dimulai.
7. Memperbanyak doa dan bershalawat atas nabi.
8. Mengambil tempat yang dekat dengan imam.
9. Melakukan shalat tahyatul masjid.
10. Melakukan shalat sunah empat rakaat sebelum shalat jumat
11. Berpindah tempat bagi yang mengantuk.
f. Halangan Shalat Jumat
Ada empat halangan shalat jumat; hamba sahaya, wanita, anak-anak, dan orang yang sakit.
g. Hal-hal yang Tidok Boleh Dilakukan Sewaktu Shalat Jumat
1. Melaksanakan jual beli ketika imam telah menaiki mimbar dan memualai khotbahnya
2. Melangkahi orang lain didalam tempat mendirikan shalat.
3. Membangunkan orang yang sudah duduk hanya untuk memduduki tempat duduknya.
h. Hal-hal yang Membatalkan Shalat Jumat
1. Berakhirnya waktu zuhur pada saat melaksanakan shalat jumat.
2. Jamaah meninggalkan shalat jumat sebelum imam sebelum sampai pada sujud dirakaat pertama.
3. Khotbah Jumat
Khotbah Jumat harus memenuhi enam rukun khotbah, meliputi:
1. Mengucapkan hamdalah (memuji Allah)
2. Mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat
4. Berwasiat (memberi nasehat) untuk bertaqwa
5. Membaca Ayat Al-Quran
6. Berdoa

CONTOH LAPORAN PPL

BAB I
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Pendidikan merupakan suatu factor penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Hal ini dituangkan dalam ketetapan yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1983 yaitu“meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesehatan seluruh rakyat Indonesia yang adil dan merata serta meletakkan dasar yang semakin kokoh untuk membangun berikutnya”.
Pendidikan dapat diperoleh melalui lembaga formal maupun informal yang, terbagi atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Universitas Muhammadiyah Pontianak merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak (Kal-Bar).
Dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa ditempatkan pada sejumlah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Pontianak, salah satunya sekolahl atihan yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan PPL adalah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

B. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dan praktek pengalaman lapangan terbagi atas 2 (dua) tujuan, tujuan khusus dan tujuan umum sebagai mana tersebut dibawah ini:
1. Tujuan Umum
a. Memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 PAI untuk memperoleh pengalaman dalam memgaplikasi teori pengalaman kegiatan belajar mengajar.
b. Meningkatkan kompetisi profesional guru dalam hal pengolahan kegiatan belajar mengajar.
c. Mendorong mahasiswa S1 PAI UMP Pontianak untuk senantiasa mawas diri atas kegiatan professional sebagai tolak ukur peningkatan kemampuan profesional guru.
d. Menanamkan sikap keguruan dalam praktikan.

e. Memberikan pengalamann lapangan yang nyata sebagai usaha meningkatan ketrampilan mengelola kegiatan belajar mengajar.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dapat diklafikasikati atas 3 (tiga) kelompok yaitu :
a. Aspek Pengetahuan.
Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan dapat memiliki pengetahuan teoritisya itu berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
b. Aspek Ketrampilan
Masiswa diharapkan memiliki ketrampilan untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis kedalam praktek lapangan (teaching dan non teaching).
c. Aspek Sikap
Mahasiswa diharap memiliki komitmen terhadap tugas-tugas potensial guru antara lain :
1. Melayani siswa
2. Meningkatkan keahlian
3. Menyesuaikan diri dengan tuntunan protesional yang semakin berkembang
4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat
5. Menerapkan keterampilan mengajar serta mampu menerapkan berbagai kemapuan keguruan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan para pembimbing
6. Melatih diri sampai dimana kemampuannya dalam mengauasai kelas dan berhadapan dengan lingkungan sekolah.


BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

A. Kegiatan Orientasi serta Observasi
Orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam PPL. Tujuannya adalah memperkenalkan mahasiswa dengan situasi dan lokasi sekolah melalui informasi lisan dan pengamatan langsung kesekolah. Baik itu mengenai tatatertib PPL, penilaian dalam PPL, bimbingan Dosen mata kuliah PPL, sekolah tujuan PPL, materi yang dijelaskan pihak sekolah secara terpadu dan lain sebagainya. Maksud kegiatan ini adalah supaya mahasiswa sudah mempunyai bekal dan tidak merasa canggung untuk melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa PPL di sekolah tujuan nantinya.
Obserevasi pada umumnya merupakan cara/teknik untuk mendapatkan data melalui pengamatan secara langsung oleh peniliti terhadap suatu objek. Berhubungan dengan itu, maka dalam PPL ini observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai sekolah dimana tempat mahasiswa PPL. Observasi yang dilakukan itu meliputi; observasi lingkungan, personalia sekolah, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling dan lain-lainnya.

B. Praktek Mengajar
1. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun sebelum mengajar. Penyusunan rencana pembelajaran didiskusikan dengan guru pamong. Dalam laporan ini dilampirkan RPP latihan mengajar terbimbing, RPP latihan mengajar mandiri dan RPP ujian.
Dalam rangka praktek mengajar, seorang calon guru sebelum tampil di depan kelas terlebih dahulu hendaknya mempersiapkan diri sebaik dan seoptimal mungkin dan memperhatikan komponen-komponen profesionalitas dibawah ini:

a. Persiapan tertulis
1. Mampu merumuskan kompetensi dasar dengan baik dan benar
2. Mampu menyusun strategi belaja rmengajar
3. Mampu merancang alat dan metode pengajaran
4. Mampu memilih dan menggunakan metode yang tepat
5. Mampu menyusun lembar kerja dengan baik
6. Mampu menyusun dan mengembangkan alat evaluasi
7. Mampu memikirkan program atau rencana pengajaran
b. Persiapan mengajar
1. Kegiatan awal
2. Kegiatan inti
3. Kegiatan akhir (penutup)

2. Praktek Mengajar Terbimbing
Praktek mengajar terbimbing adalah tampilnya guru di depan kelas dengan diawasi oleh seorang pembimbing yang bertugas melihat serta memperhatikan dan memberikan penilaian terhadap calon pendidik yang mengajar di depan kelas tersebut.

3. Praktek Mengajar Tidak Terbimbing
Praktek mengajar tidak terbimbing yaitu guru tampil di depan kelas tanpa diawasi oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Hal ini untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menguasai kelas.

C. Pelaksanaan Praktek Persekolahan
a. Administrasi Sekolah
Keterlibatan mahasiswa dalam administrasi sekolah adalah sebatas sebagai guru piket yaitu mengganbtikan guru yang berhalangan hadir, mendata guru-guru yang tidak masuk, mengedarkan absen dan jurnal ke kelas-kelas, serta mengambil kembali jurnal dan absen siswa pada saat jam terakhir pelajaran. Jadwal pelaksanaan piket sekolah terlampir
b. Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan berkaitan dengan tugas piket yaitu mencatat siswa yang terlambat hadir, mencatat siswa yang melakukan pelanggaran, mendata siswa yang minta izin pulang. Administrasi siswa yang lain adalah merekap nilai siswa di kelas.
c. Mengikuti kegiatan ko kurikuler, dalam hal ini mahasiswa ikut membantu guru koordinator mengajar kegiatan calisa (Baca Tulis Al-Quran). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu.
d. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan sekolah. Dalam kegiatan ini mahasiswa ikut sebagagai guru pendamping disamping guru-guru lain. Seperti ikut sebagai guru pendamping kegiatan P-Man ke Singkawang,
e. Mengikuti upacara bendera hari senin dan kegiatan sekolah lainnya.


D. Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan merupakan semua runtutan kegiatan yang pernah mahasiswa lakukan di dalam maupun diluar kelas selama PPL. Adapun jadwal tersebut adalah sebagai berikut:
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) merupakan kegiatan lapangan yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa Fakultas Agama Islam Uiversitas Muhammadiyah Pontianak dengan tujuan untuk melatih, mendidik dan mempersiapkan mahasiswa sebgai calon guru agar memiliki kompetensi dan kinerja yang baik, sehingga mampu menciptakan guru-guru yang berkualitas dan profesional dimasa yang akan datang.
Setelah melakukan observasi kondisi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah I Pontianak secara umum, baik dari segi bangunan fisik, pelaksanaan kurikulum yang sesuai dengan sistem pendidikan nasional maupun dari segi sarana dan prasarana sudah lumayan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program kerja sekolah dan kurikulum yang berlaku.
Pengelolaan administrasi dan unit-unit usaha di SMA Muhammadiyah I Pontianak juga sudah berjalan sebagaimana mestinya. Dari pelaksanaan kegiata PPL telah banyak hal yang dapat kami pelajari dan mendapat pengalaman berharga yang nantinya akan menjadi bekal bagi kami untuk terjun kembali kemasyarakat setelah kami menyelesaiakan perkuliahan di kampus Uniersitas Muahammadiyah Pontianak.
Kami berharap semoga pengalaman dan bekal ilmu yang diperoleh dari pelaksanaan Paktek Pengalan Lapangan ( PPL ) di SMA Muhammadiyah I Pontianak bisa bermanfaat dan mendatangkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan membuahkan hasil yang memuaskan baik bagi mahasiswa PPL maupun rekan-rekan guru.

B. Saran
Setelah kurang lebih lima bulan kami melakukan kegiatan PPL dan melihat pelaksanaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, maka kami tidak berlebihan dan tidak mengurangi rasa hormat kepada pihak sekolah, sehingga kami memberikan saran yang berkaitan dengan proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Karena ruang perpustakaan sudah cukup baik, maka perlu ditingatkan administrasi perpustakaan agar siswa dapat memperkaya ilmu pengetahuannya diwaktu istirahat dengan penambahan buku-buku pengetahuan.
2. Perlu ditingkatkan lagi disiplin terhadap tata tertib siswa terutama tata tertib pakaian yang dikenakan oleh siswa dan tata tertib pada saat proses belajar mengajar berlangsung karena masih banyak siswa/i yang keluar masuk kelas dengan alasan buang air kecil, tetapi siswa mempunyai tujuan lain.
3. Apabila siswa ada yang trelambat guru piket memberikan sanksi yang lebih berat lagi, supaya siswa tidak ada yang mengulangi kebiasaan terlambat.
Khusus untuk pihak fakultas seharusnya lebih banyak lagi untuk meninjau ulang mahasiswa PPL di sekolah tujuan karena banyak sekali hal-hal yang perlu diperbaiki, sehingga mahasiswa dapat secara langsung berkonsultasi tentang masalah yang dihadapi mahasiswa.

Senin, 24 Mei 2010

Pocket Al-Quran Terjemahan Arab - Indonesia

Bukan hal yang aneh lagi, kalo Al-Quran bisa dimasukkan di saku. Lihat aza aplikasi yang satu ini, Quran Reader Pro. Ini merupakan Al-Quran terjemahan versi bahasa Arab - Indonesia yang sangat praktis karena mudah dibawa dan kapan pun kita bisa menggunakannya. Aplikasi ini hampir kompetibel untuk semua jenis dan tipe handphone yang mendukung aplikasi java, termasuk handphone buatan China yang sudang mendukung java. Meskipun berukuran mini, yang hanya 800 Kb tapi mampu memuat semua isi Al-Quran dari juz 1 sampai juz 30 + terjemahan dalam bahasa Indonesia + Tafsir + Doa. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan click disini. Selamat menggunakan...!!!! Sukses buat kamu, yang pengen jadi Qori, Hafizd dan lain-sebagainya. Semoga Allah meridhoi, Amin........

Download Quran Reader Pro

TRANSMIGRASI

A.Pengertian Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.
Transmigrasi di Indonesia biasanya diatur dan didanai oleh pemerintah kepada warga yang umumnya golongan menengah ke bawah. Sesampainya di tempat transmigrasi para transmigran akan diberikan sebidang tanah, rumah sederhana dan perangkat lain untuk penunjang hidup di lokasi tempat tinggal yang baru.

B.Tujuan Diadakan Transmigrasi
1.Untuk meratakan persebaran penduduk di seluruh wilayah nusantara
Karena sebagin besar penduduk terfokus di suatu wilayah seperti kota besar atau pulau yang memiliki kesempatan kerja atau kesempatan hidup besar. Sehingga agar di kota atau pulau yang dianggap maju tersebut tidak terjadi kepadatan penduduk yang tinggi maka perlu di lakukan penyebaran penduduk dengan cara transmigrasi.
2.Untuk pertahanan dan keamanan / hankam lokal nasional.
Karena pada umumnya di dearah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi banyak terjadi tindak kriminalitas yang tinggi pula.
3.Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan kesempatan merubah nasib.
Karena pada umumnya orang-orang diberikan kesempatan transmigrasi merupakan kalangan menengah kebawah maka dengan adanya program transmigrasi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup karena oleh pemerintah mereka diberikan fasilitas yang menunjang seperti rumah, lahan untuk digarap dan hasilnya dapat mereka nikmati, dan masih banyak lagi.

C. Pelaksanaan Transmigrasi
Program transmigrasi di Indonesia mulai dilaksankan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, sebagai salah satu program dalam usaha PELITA (Pembangunan Lima Tahun). Penduduk yang menjadi transmigran merupakan penduduk yang ada di pulau jawa dan mereka dipindahkan kepulau-pulau lain seperti Sumatra,Kalimantan,Sulawesi dam Irian karena dipulau jawa jumlah penduduk terkonsentasi di pulau jawa sehingga perlu dilakukan penyebara penduduk ke pulau-pulau tersebut.

D. Jenis-jenis Transmigrasi
1. Transmigrasi Umum
Transmigrasi umum adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibaiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah melalui depnakertrans (departemen tenaga kerja dan transmigrasi).
2. Transmigrasi Spontan / Swakarsa
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan diri sendiri namun masih mendapatkan bimbingan serta fasilitas penunjang dari pemerintah.
3. Transmigrasi Bedol Desa
Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan secara masal dan kolektif terhadap satu atau beberapa desa beserta aparatur desanya pindah ke pulau yang jarang penduduk. Biasanya transmigrasi bedol desa terjadi karena bencana alam yang merusak desa tempat asalnya.

E. Fasilitas Transmigran
Fasilitas yang harus ada dan disediakan bagi para transmigran antara lain, sarana pendidikan, tempat perdagangan, fasilitas informasi, kebersihan, dan sarana penunjang lainnya. Sarana-sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktifitas para transmigran. Dan diharapkan dengan adanya transmigrasi akan membuat kepadatan penduduk berkurang.

F. Dampak Transmigrasi
Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya membawa dampak yang buruk, tapi transmigrasi juga dapat membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Adapun keuntungan atau kerugian dari transmigrasi yaitu;
1. Keuntungan diadakannya transmigrasi adalah:

a. Terjadinya penyebaran penduduk.
b. Terciptanya lapangan pekerjaan.
c. Meningkatnya taraf hidup rakyat.
d. Terciptanya pengembangan kawasan baru.
e. Mengurangi angka kriminalitas

2. Keburukan diadakannya transmigrasi adalah:
a. Daerah tempat transmigrasi umumnya sangat jauh dari kota (pedalaman).
b. Minimnya Fasilitas Umum.
c. Pemberian fasilitas tidak dilakukan secara berkesinambungan.

G. Kesimpulan dan Saran
Transmigrasi merupakan suatu alternatif yang dapat mengatasi masalah kepadatan kependudukan dan pemerataan pembangunan. Tapi hendaknya hal ini juga diimbangi dengan pemberian fasilitas yang layak dan memadai bagi penduduk yang melakukan transmigrasi agar mereka merasa nyaman dalam mengelola tempat dan lahan yang mereka miliki. Transmigrasi terjadi umumnya merupakan kehendak diri sendiri atau pemerintah, dan bisa juga transmigrasi dilaksanakan karena keinginan pemerintah. Hal ini sesuai dengan Program PELITA pada masa orde baru. Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya berdapat negatif seperti apa yang menjadi persepsi kebanyakan masyarakat Indonesia, transmigrasi juga dapat membuat masyarakat setempat menjadi nyaman dan berkembang asalkan masyarakat dan transmigran bisa bekerja sama dalam membangun daerah tersebut.

Kamis, 09 Juli 2009

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI ADAB MAKAN DAN MINUM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP
Kelas/Semester : VIII/II
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Materi : ADAB MAKAN DAN MINUM
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (1x Pertemuan)
Kompetensi Dasar : Membiasaklan Prilaku Terpuji

Standar Kompetensi
Mampu menjelaskan konsep adab makan dan minum serta membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
Menjelaskan bertata krama makan dan minum, mengidentifikasi ciri serta menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tata krama Islam

Tujuan Pembelajaran
  1. Selesai mendengar penjelasan guru, siswa dapat menjelaskan kembali tentang adab makan dan minum dengan bahasanya sendiri.
  2. Setelah menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab makan dan minum, siswa dapat mengidentifikasi ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum dengan tepat.
  3. Melalui diskusi dengan teman sebangku, siswa dapat menjelaskan cara menumbuhkan adab makan dan minum yang baik menurut Islam.

Materi Pokok

Tata Krama Makan Dan Minum

Makan dan minum merupakan kebutuhan tubuh agar mampu beraktivitas. Islam menganjurkan kita untuk selalu memenuhi kebutuhan jasad kita, yaitu makan dan minum. Makan dan minum yang benar meruapkan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada pemberian Allah swt. Orang yang tidak mau memenuhi kebutuhan makan dan minum, padahal jasadnya membutuhkannya berarti ia tidak mensyukuri nikmat Allah.

Dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum, Islam mengatur tata caranya. Dengan memenuhi aturan itu kita berbeda dengan hewan. Bukankah manusia adalah makhluk yang paling mulia ?

Adapun tata krama makan dan minum sebagai berikut:

Makan dan minum yang kita nikamti itu benar-benar dari yang halal. Halal meliputi:

  1. Halal cara memperolehnya, misalnya makan dan minum itu diperoleh dari hasil kerja keras kita, bukan dari hasil merampok, korupsi atau manipualsi.
  2. Makanan dan minuman itu benar-benar makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi, bukan daging babi, bangkai, darah, minuman keras, narkoba atau sejenisnya.
  3. Makanan dan minuman itu memang sehat untuk dikonsumsi, tapi sebaiknya dimasak terlebih dahulu, agar dapat menyehatkan. Selain itu bila minuman dan makanan itu membahayakan bagi kita maka tinggalkanlah.
  4. Sebelum makan, cucilah tangan kita samapi benar-benar bersih
  5. Mulailah makan dan minumm dengan membaca basmalah dialnjutkan dengan membaca doa: Allahumma baariklnaa fi maa razaqtanaa wa qina adzaa bannar
  6. Apabila lupa membaca basmalah sebelum makan dan minum maka bacalah: Bismillahi awwalahu wa akhirahu
  7. Gunakanlah tangan kanan untuk makan dan minum.
  8. Ambillah makanan dan minuman yang ada didekat kita, terutama disaat makan bersama.
  9. Apabila kita makan bersama ayah dan ibu persilakan ayah dan ibu mengambil dahulu.
  10. Usaha makan dan minum dalam keadaan sambil duduk.
  11. Tidak menggunakan makanan dan minuman itu untuk mainan.
  12. Makanlah sedikit demi sedkit (lalu dikunyah), jangan sampai menjejal makanan dan pada mulut kita.
  13. Makan jangan sampai terlalu kenyang.
  14. Makanlah dengan menggunakn wadah. Tuangkanlah makanan pada wadah secukupnya, jangan terlalu banyak.
  15. Jangan menyisakan makana di dalam piring kita.
  16. Bila sudah selesai, maka bacalah doa: Alhamdulillhil ladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiin

Artinya:

Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum dan telah menjadikan kami orang-orang Islam.

Metode & Strategi Pembelajaran
· Ceramah, Tanya Jawab
· The Power of Two, Critical Incident

Langkah-Langkah

a. Kegiatan Awal

· Guru–siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah. Kemudian, berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.

· Siswa menyiapkan Al-Qur’an/buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2.

· Tadarus selama 5–10, sesuai dengan ayat Al-Quran tentang adab makan dan minum

· Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan kompetensi dasar yang akan dicapai.

· Untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang adab makan dan minum, guru melakukan tanya jawab dengan siswa sebagai pre test

b. Kegiatan Inti

· Guru menyuruh siswa untuk menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab/tata krama makan dan minum, untuk mengidentifikasi adab makan dan minum yang baik, dengan strategi critical incident. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Tunjuk beberapa orang siswa untuk menceritakan prilaku mereka ketika makan dan minum baik dirumah maupun luar rumah.

b. Siswa menceritakan pengalaman mereka secara bergantian di depan kelas

c. Kemudian Guru dan siswa membahas cerita tersebut secara klasikal dan melibatkan siswa lain yang tidak bercerita, untuk menemukan ciri-ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum

· Setelah itu, guru menjelaskan tentang adab makan dan minum. Siswa memerhatikannya dengan saksama.

· Guru menyuruh beberapa siswa untuk melafalkan doa sebelum dan sesudah makan. Kemudian, siswa melafalkannya.

· Guru menjelaskan doa yang harus dibaca ketika lupa membaca doa makan

· Lalu guru menyuruh siswa mendiskusikan bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum dengan menggunakan strategi the power of two, prosedurnya :

a. Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum ?

b. Setelah siswa merumuskan jawabannya, perintahkan mereka untuk mendiskusikan jawaban tersebut dengan teman sebangku

c. Bersama dengan teman sebangku, siswa merumuskan kembali jawaban mereka

d. Kemudian guru dan siswa membahas jawaban tersebut bersama-sama

e. Jika diskusi telah selesai, guru kemudian memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami oleh siswa

f. Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa

· Dengan mempelajari adab makan dan minum, diharapkan siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

c. Kegiatan Akhir

· Guru mengulang secara singkat tentang adab makan dan minum sebagai penekanan dengan cara melakukan post test.

· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang adab makan dan minum yang belum diketahui.

· Guru memberikan motivasi kepada para siswa untuk menerapkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari.

· Guru mengakhiri pelajaran dengan membaca hamdalah dan mengucapkan salam kepada para siswa.

Media & Sumber Belajar
· Chart
· Al-Qur’an dan terjemahannya
· Buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2
· Akidah Akhlak
· Etika Islam

Penilaian

· Prosedur :
a. Evaluasi Proses
b. Evaluasi Hasil

1) Pretest

2) Postest

· Bentuk Evaluasi : Subjektif

· Jenis Evaluasi : Lisan

· Alat Evaluasi

SOAL

  1. Apa yang kamu ketahui tentang adab dan tata krama makan dan minum. Jelaskan !
  2. Identifkasilah ciri-ciri dari orang yang bertata krama ketika makan dan minum ?
  3. Jelaskan cara menumbuhkan tata krama makan dan minum dengan baik dalam kehidupan sehari ?

KUNCI JAWABAN
  1. Tata krama makan dan minum yang sesuai dengan tata krama menurut Islam, baik makanan yang diamakan, adab terhadap makanan maupun cara-cara yang benar menurut Islam
  2. Makanan dan minuman yang dikonsumsi selalu baik dan halal, makan menggunakan tangan kanan, selalu berdoa, menghormati yang lebih tua, mengambil makanan secukup, tidak menyisakan makanan makan dalam keadaan duduk dll.
  3. Tata krama makan dan minum dapat ditumbuhkan dengan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyesuaikan dengan tata krama Islam
Powered By Blogger