Sabtu, 10 Juli 2010

CONTOH LAPORAN PPL

BAB I
PENDAHULUAN

A.LatarBelakang
Pendidikan merupakan suatu factor penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Hal ini dituangkan dalam ketetapan yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1983 yaitu“meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesehatan seluruh rakyat Indonesia yang adil dan merata serta meletakkan dasar yang semakin kokoh untuk membangun berikutnya”.
Pendidikan dapat diperoleh melalui lembaga formal maupun informal yang, terbagi atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Universitas Muhammadiyah Pontianak merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak (Kal-Bar).
Dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa ditempatkan pada sejumlah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Pontianak, salah satunya sekolahl atihan yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan PPL adalah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.

B. Tujuan
Tujuan yang diharapkan dan praktek pengalaman lapangan terbagi atas 2 (dua) tujuan, tujuan khusus dan tujuan umum sebagai mana tersebut dibawah ini:
1. Tujuan Umum
a. Memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 PAI untuk memperoleh pengalaman dalam memgaplikasi teori pengalaman kegiatan belajar mengajar.
b. Meningkatkan kompetisi profesional guru dalam hal pengolahan kegiatan belajar mengajar.
c. Mendorong mahasiswa S1 PAI UMP Pontianak untuk senantiasa mawas diri atas kegiatan professional sebagai tolak ukur peningkatan kemampuan profesional guru.
d. Menanamkan sikap keguruan dalam praktikan.

e. Memberikan pengalamann lapangan yang nyata sebagai usaha meningkatan ketrampilan mengelola kegiatan belajar mengajar.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dapat diklafikasikati atas 3 (tiga) kelompok yaitu :
a. Aspek Pengetahuan.
Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan dapat memiliki pengetahuan teoritisya itu berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.
b. Aspek Ketrampilan
Masiswa diharapkan memiliki ketrampilan untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis kedalam praktek lapangan (teaching dan non teaching).
c. Aspek Sikap
Mahasiswa diharap memiliki komitmen terhadap tugas-tugas potensial guru antara lain :
1. Melayani siswa
2. Meningkatkan keahlian
3. Menyesuaikan diri dengan tuntunan protesional yang semakin berkembang
4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat
5. Menerapkan keterampilan mengajar serta mampu menerapkan berbagai kemapuan keguruan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan para pembimbing
6. Melatih diri sampai dimana kemampuannya dalam mengauasai kelas dan berhadapan dengan lingkungan sekolah.


BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

A. Kegiatan Orientasi serta Observasi
Orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam PPL. Tujuannya adalah memperkenalkan mahasiswa dengan situasi dan lokasi sekolah melalui informasi lisan dan pengamatan langsung kesekolah. Baik itu mengenai tatatertib PPL, penilaian dalam PPL, bimbingan Dosen mata kuliah PPL, sekolah tujuan PPL, materi yang dijelaskan pihak sekolah secara terpadu dan lain sebagainya. Maksud kegiatan ini adalah supaya mahasiswa sudah mempunyai bekal dan tidak merasa canggung untuk melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa PPL di sekolah tujuan nantinya.
Obserevasi pada umumnya merupakan cara/teknik untuk mendapatkan data melalui pengamatan secara langsung oleh peniliti terhadap suatu objek. Berhubungan dengan itu, maka dalam PPL ini observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai sekolah dimana tempat mahasiswa PPL. Observasi yang dilakukan itu meliputi; observasi lingkungan, personalia sekolah, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling dan lain-lainnya.

B. Praktek Mengajar
1. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran disusun sebelum mengajar. Penyusunan rencana pembelajaran didiskusikan dengan guru pamong. Dalam laporan ini dilampirkan RPP latihan mengajar terbimbing, RPP latihan mengajar mandiri dan RPP ujian.
Dalam rangka praktek mengajar, seorang calon guru sebelum tampil di depan kelas terlebih dahulu hendaknya mempersiapkan diri sebaik dan seoptimal mungkin dan memperhatikan komponen-komponen profesionalitas dibawah ini:

a. Persiapan tertulis
1. Mampu merumuskan kompetensi dasar dengan baik dan benar
2. Mampu menyusun strategi belaja rmengajar
3. Mampu merancang alat dan metode pengajaran
4. Mampu memilih dan menggunakan metode yang tepat
5. Mampu menyusun lembar kerja dengan baik
6. Mampu menyusun dan mengembangkan alat evaluasi
7. Mampu memikirkan program atau rencana pengajaran
b. Persiapan mengajar
1. Kegiatan awal
2. Kegiatan inti
3. Kegiatan akhir (penutup)

2. Praktek Mengajar Terbimbing
Praktek mengajar terbimbing adalah tampilnya guru di depan kelas dengan diawasi oleh seorang pembimbing yang bertugas melihat serta memperhatikan dan memberikan penilaian terhadap calon pendidik yang mengajar di depan kelas tersebut.

3. Praktek Mengajar Tidak Terbimbing
Praktek mengajar tidak terbimbing yaitu guru tampil di depan kelas tanpa diawasi oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Hal ini untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menguasai kelas.

C. Pelaksanaan Praktek Persekolahan
a. Administrasi Sekolah
Keterlibatan mahasiswa dalam administrasi sekolah adalah sebatas sebagai guru piket yaitu mengganbtikan guru yang berhalangan hadir, mendata guru-guru yang tidak masuk, mengedarkan absen dan jurnal ke kelas-kelas, serta mengambil kembali jurnal dan absen siswa pada saat jam terakhir pelajaran. Jadwal pelaksanaan piket sekolah terlampir
b. Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan berkaitan dengan tugas piket yaitu mencatat siswa yang terlambat hadir, mencatat siswa yang melakukan pelanggaran, mendata siswa yang minta izin pulang. Administrasi siswa yang lain adalah merekap nilai siswa di kelas.
c. Mengikuti kegiatan ko kurikuler, dalam hal ini mahasiswa ikut membantu guru koordinator mengajar kegiatan calisa (Baca Tulis Al-Quran). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu.
d. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan sekolah. Dalam kegiatan ini mahasiswa ikut sebagagai guru pendamping disamping guru-guru lain. Seperti ikut sebagai guru pendamping kegiatan P-Man ke Singkawang,
e. Mengikuti upacara bendera hari senin dan kegiatan sekolah lainnya.


D. Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan merupakan semua runtutan kegiatan yang pernah mahasiswa lakukan di dalam maupun diluar kelas selama PPL. Adapun jadwal tersebut adalah sebagai berikut:
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) merupakan kegiatan lapangan yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa Fakultas Agama Islam Uiversitas Muhammadiyah Pontianak dengan tujuan untuk melatih, mendidik dan mempersiapkan mahasiswa sebgai calon guru agar memiliki kompetensi dan kinerja yang baik, sehingga mampu menciptakan guru-guru yang berkualitas dan profesional dimasa yang akan datang.
Setelah melakukan observasi kondisi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah I Pontianak secara umum, baik dari segi bangunan fisik, pelaksanaan kurikulum yang sesuai dengan sistem pendidikan nasional maupun dari segi sarana dan prasarana sudah lumayan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program kerja sekolah dan kurikulum yang berlaku.
Pengelolaan administrasi dan unit-unit usaha di SMA Muhammadiyah I Pontianak juga sudah berjalan sebagaimana mestinya. Dari pelaksanaan kegiata PPL telah banyak hal yang dapat kami pelajari dan mendapat pengalaman berharga yang nantinya akan menjadi bekal bagi kami untuk terjun kembali kemasyarakat setelah kami menyelesaiakan perkuliahan di kampus Uniersitas Muahammadiyah Pontianak.
Kami berharap semoga pengalaman dan bekal ilmu yang diperoleh dari pelaksanaan Paktek Pengalan Lapangan ( PPL ) di SMA Muhammadiyah I Pontianak bisa bermanfaat dan mendatangkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan membuahkan hasil yang memuaskan baik bagi mahasiswa PPL maupun rekan-rekan guru.

B. Saran
Setelah kurang lebih lima bulan kami melakukan kegiatan PPL dan melihat pelaksanaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, maka kami tidak berlebihan dan tidak mengurangi rasa hormat kepada pihak sekolah, sehingga kami memberikan saran yang berkaitan dengan proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Karena ruang perpustakaan sudah cukup baik, maka perlu ditingatkan administrasi perpustakaan agar siswa dapat memperkaya ilmu pengetahuannya diwaktu istirahat dengan penambahan buku-buku pengetahuan.
2. Perlu ditingkatkan lagi disiplin terhadap tata tertib siswa terutama tata tertib pakaian yang dikenakan oleh siswa dan tata tertib pada saat proses belajar mengajar berlangsung karena masih banyak siswa/i yang keluar masuk kelas dengan alasan buang air kecil, tetapi siswa mempunyai tujuan lain.
3. Apabila siswa ada yang trelambat guru piket memberikan sanksi yang lebih berat lagi, supaya siswa tidak ada yang mengulangi kebiasaan terlambat.
Khusus untuk pihak fakultas seharusnya lebih banyak lagi untuk meninjau ulang mahasiswa PPL di sekolah tujuan karena banyak sekali hal-hal yang perlu diperbaiki, sehingga mahasiswa dapat secara langsung berkonsultasi tentang masalah yang dihadapi mahasiswa.

Senin, 24 Mei 2010

Pocket Al-Quran Terjemahan Arab - Indonesia

Bukan hal yang aneh lagi, kalo Al-Quran bisa dimasukkan di saku. Lihat aza aplikasi yang satu ini, Quran Reader Pro. Ini merupakan Al-Quran terjemahan versi bahasa Arab - Indonesia yang sangat praktis karena mudah dibawa dan kapan pun kita bisa menggunakannya. Aplikasi ini hampir kompetibel untuk semua jenis dan tipe handphone yang mendukung aplikasi java, termasuk handphone buatan China yang sudang mendukung java. Meskipun berukuran mini, yang hanya 800 Kb tapi mampu memuat semua isi Al-Quran dari juz 1 sampai juz 30 + terjemahan dalam bahasa Indonesia + Tafsir + Doa. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan click disini. Selamat menggunakan...!!!! Sukses buat kamu, yang pengen jadi Qori, Hafizd dan lain-sebagainya. Semoga Allah meridhoi, Amin........

Download Quran Reader Pro

TRANSMIGRASI

A.Pengertian Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.
Transmigrasi di Indonesia biasanya diatur dan didanai oleh pemerintah kepada warga yang umumnya golongan menengah ke bawah. Sesampainya di tempat transmigrasi para transmigran akan diberikan sebidang tanah, rumah sederhana dan perangkat lain untuk penunjang hidup di lokasi tempat tinggal yang baru.

B.Tujuan Diadakan Transmigrasi
1.Untuk meratakan persebaran penduduk di seluruh wilayah nusantara
Karena sebagin besar penduduk terfokus di suatu wilayah seperti kota besar atau pulau yang memiliki kesempatan kerja atau kesempatan hidup besar. Sehingga agar di kota atau pulau yang dianggap maju tersebut tidak terjadi kepadatan penduduk yang tinggi maka perlu di lakukan penyebaran penduduk dengan cara transmigrasi.
2.Untuk pertahanan dan keamanan / hankam lokal nasional.
Karena pada umumnya di dearah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi banyak terjadi tindak kriminalitas yang tinggi pula.
3.Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan kesempatan merubah nasib.
Karena pada umumnya orang-orang diberikan kesempatan transmigrasi merupakan kalangan menengah kebawah maka dengan adanya program transmigrasi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup karena oleh pemerintah mereka diberikan fasilitas yang menunjang seperti rumah, lahan untuk digarap dan hasilnya dapat mereka nikmati, dan masih banyak lagi.

C. Pelaksanaan Transmigrasi
Program transmigrasi di Indonesia mulai dilaksankan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, sebagai salah satu program dalam usaha PELITA (Pembangunan Lima Tahun). Penduduk yang menjadi transmigran merupakan penduduk yang ada di pulau jawa dan mereka dipindahkan kepulau-pulau lain seperti Sumatra,Kalimantan,Sulawesi dam Irian karena dipulau jawa jumlah penduduk terkonsentasi di pulau jawa sehingga perlu dilakukan penyebara penduduk ke pulau-pulau tersebut.

D. Jenis-jenis Transmigrasi
1. Transmigrasi Umum
Transmigrasi umum adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibaiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah melalui depnakertrans (departemen tenaga kerja dan transmigrasi).
2. Transmigrasi Spontan / Swakarsa
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan diri sendiri namun masih mendapatkan bimbingan serta fasilitas penunjang dari pemerintah.
3. Transmigrasi Bedol Desa
Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan secara masal dan kolektif terhadap satu atau beberapa desa beserta aparatur desanya pindah ke pulau yang jarang penduduk. Biasanya transmigrasi bedol desa terjadi karena bencana alam yang merusak desa tempat asalnya.

E. Fasilitas Transmigran
Fasilitas yang harus ada dan disediakan bagi para transmigran antara lain, sarana pendidikan, tempat perdagangan, fasilitas informasi, kebersihan, dan sarana penunjang lainnya. Sarana-sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktifitas para transmigran. Dan diharapkan dengan adanya transmigrasi akan membuat kepadatan penduduk berkurang.

F. Dampak Transmigrasi
Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya membawa dampak yang buruk, tapi transmigrasi juga dapat membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Adapun keuntungan atau kerugian dari transmigrasi yaitu;
1. Keuntungan diadakannya transmigrasi adalah:

a. Terjadinya penyebaran penduduk.
b. Terciptanya lapangan pekerjaan.
c. Meningkatnya taraf hidup rakyat.
d. Terciptanya pengembangan kawasan baru.
e. Mengurangi angka kriminalitas

2. Keburukan diadakannya transmigrasi adalah:
a. Daerah tempat transmigrasi umumnya sangat jauh dari kota (pedalaman).
b. Minimnya Fasilitas Umum.
c. Pemberian fasilitas tidak dilakukan secara berkesinambungan.

G. Kesimpulan dan Saran
Transmigrasi merupakan suatu alternatif yang dapat mengatasi masalah kepadatan kependudukan dan pemerataan pembangunan. Tapi hendaknya hal ini juga diimbangi dengan pemberian fasilitas yang layak dan memadai bagi penduduk yang melakukan transmigrasi agar mereka merasa nyaman dalam mengelola tempat dan lahan yang mereka miliki. Transmigrasi terjadi umumnya merupakan kehendak diri sendiri atau pemerintah, dan bisa juga transmigrasi dilaksanakan karena keinginan pemerintah. Hal ini sesuai dengan Program PELITA pada masa orde baru. Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya berdapat negatif seperti apa yang menjadi persepsi kebanyakan masyarakat Indonesia, transmigrasi juga dapat membuat masyarakat setempat menjadi nyaman dan berkembang asalkan masyarakat dan transmigran bisa bekerja sama dalam membangun daerah tersebut.

Kamis, 09 Juli 2009

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI ADAB MAKAN DAN MINUM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMP
Kelas/Semester : VIII/II
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Materi : ADAB MAKAN DAN MINUM
Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (1x Pertemuan)
Kompetensi Dasar : Membiasaklan Prilaku Terpuji

Standar Kompetensi
Mampu menjelaskan konsep adab makan dan minum serta membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari

Indikator
Menjelaskan bertata krama makan dan minum, mengidentifikasi ciri serta menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tata krama Islam

Tujuan Pembelajaran
  1. Selesai mendengar penjelasan guru, siswa dapat menjelaskan kembali tentang adab makan dan minum dengan bahasanya sendiri.
  2. Setelah menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab makan dan minum, siswa dapat mengidentifikasi ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum dengan tepat.
  3. Melalui diskusi dengan teman sebangku, siswa dapat menjelaskan cara menumbuhkan adab makan dan minum yang baik menurut Islam.

Materi Pokok

Tata Krama Makan Dan Minum

Makan dan minum merupakan kebutuhan tubuh agar mampu beraktivitas. Islam menganjurkan kita untuk selalu memenuhi kebutuhan jasad kita, yaitu makan dan minum. Makan dan minum yang benar meruapkan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada pemberian Allah swt. Orang yang tidak mau memenuhi kebutuhan makan dan minum, padahal jasadnya membutuhkannya berarti ia tidak mensyukuri nikmat Allah.

Dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum, Islam mengatur tata caranya. Dengan memenuhi aturan itu kita berbeda dengan hewan. Bukankah manusia adalah makhluk yang paling mulia ?

Adapun tata krama makan dan minum sebagai berikut:

Makan dan minum yang kita nikamti itu benar-benar dari yang halal. Halal meliputi:

  1. Halal cara memperolehnya, misalnya makan dan minum itu diperoleh dari hasil kerja keras kita, bukan dari hasil merampok, korupsi atau manipualsi.
  2. Makanan dan minuman itu benar-benar makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi, bukan daging babi, bangkai, darah, minuman keras, narkoba atau sejenisnya.
  3. Makanan dan minuman itu memang sehat untuk dikonsumsi, tapi sebaiknya dimasak terlebih dahulu, agar dapat menyehatkan. Selain itu bila minuman dan makanan itu membahayakan bagi kita maka tinggalkanlah.
  4. Sebelum makan, cucilah tangan kita samapi benar-benar bersih
  5. Mulailah makan dan minumm dengan membaca basmalah dialnjutkan dengan membaca doa: Allahumma baariklnaa fi maa razaqtanaa wa qina adzaa bannar
  6. Apabila lupa membaca basmalah sebelum makan dan minum maka bacalah: Bismillahi awwalahu wa akhirahu
  7. Gunakanlah tangan kanan untuk makan dan minum.
  8. Ambillah makanan dan minuman yang ada didekat kita, terutama disaat makan bersama.
  9. Apabila kita makan bersama ayah dan ibu persilakan ayah dan ibu mengambil dahulu.
  10. Usaha makan dan minum dalam keadaan sambil duduk.
  11. Tidak menggunakan makanan dan minuman itu untuk mainan.
  12. Makanlah sedikit demi sedkit (lalu dikunyah), jangan sampai menjejal makanan dan pada mulut kita.
  13. Makan jangan sampai terlalu kenyang.
  14. Makanlah dengan menggunakn wadah. Tuangkanlah makanan pada wadah secukupnya, jangan terlalu banyak.
  15. Jangan menyisakan makana di dalam piring kita.
  16. Bila sudah selesai, maka bacalah doa: Alhamdulillhil ladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiin

Artinya:

Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum dan telah menjadikan kami orang-orang Islam.

Metode & Strategi Pembelajaran
· Ceramah, Tanya Jawab
· The Power of Two, Critical Incident

Langkah-Langkah

a. Kegiatan Awal

· Guru–siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah. Kemudian, berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.

· Siswa menyiapkan Al-Qur’an/buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2.

· Tadarus selama 5–10, sesuai dengan ayat Al-Quran tentang adab makan dan minum

· Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan kompetensi dasar yang akan dicapai.

· Untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang adab makan dan minum, guru melakukan tanya jawab dengan siswa sebagai pre test

b. Kegiatan Inti

· Guru menyuruh siswa untuk menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab/tata krama makan dan minum, untuk mengidentifikasi adab makan dan minum yang baik, dengan strategi critical incident. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Tunjuk beberapa orang siswa untuk menceritakan prilaku mereka ketika makan dan minum baik dirumah maupun luar rumah.

b. Siswa menceritakan pengalaman mereka secara bergantian di depan kelas

c. Kemudian Guru dan siswa membahas cerita tersebut secara klasikal dan melibatkan siswa lain yang tidak bercerita, untuk menemukan ciri-ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum

· Setelah itu, guru menjelaskan tentang adab makan dan minum. Siswa memerhatikannya dengan saksama.

· Guru menyuruh beberapa siswa untuk melafalkan doa sebelum dan sesudah makan. Kemudian, siswa melafalkannya.

· Guru menjelaskan doa yang harus dibaca ketika lupa membaca doa makan

· Lalu guru menyuruh siswa mendiskusikan bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum dengan menggunakan strategi the power of two, prosedurnya :

a. Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum ?

b. Setelah siswa merumuskan jawabannya, perintahkan mereka untuk mendiskusikan jawaban tersebut dengan teman sebangku

c. Bersama dengan teman sebangku, siswa merumuskan kembali jawaban mereka

d. Kemudian guru dan siswa membahas jawaban tersebut bersama-sama

e. Jika diskusi telah selesai, guru kemudian memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami oleh siswa

f. Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa

· Dengan mempelajari adab makan dan minum, diharapkan siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

c. Kegiatan Akhir

· Guru mengulang secara singkat tentang adab makan dan minum sebagai penekanan dengan cara melakukan post test.

· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang adab makan dan minum yang belum diketahui.

· Guru memberikan motivasi kepada para siswa untuk menerapkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari.

· Guru mengakhiri pelajaran dengan membaca hamdalah dan mengucapkan salam kepada para siswa.

Media & Sumber Belajar
· Chart
· Al-Qur’an dan terjemahannya
· Buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2
· Akidah Akhlak
· Etika Islam

Penilaian

· Prosedur :
a. Evaluasi Proses
b. Evaluasi Hasil

1) Pretest

2) Postest

· Bentuk Evaluasi : Subjektif

· Jenis Evaluasi : Lisan

· Alat Evaluasi

SOAL

  1. Apa yang kamu ketahui tentang adab dan tata krama makan dan minum. Jelaskan !
  2. Identifkasilah ciri-ciri dari orang yang bertata krama ketika makan dan minum ?
  3. Jelaskan cara menumbuhkan tata krama makan dan minum dengan baik dalam kehidupan sehari ?

KUNCI JAWABAN
  1. Tata krama makan dan minum yang sesuai dengan tata krama menurut Islam, baik makanan yang diamakan, adab terhadap makanan maupun cara-cara yang benar menurut Islam
  2. Makanan dan minuman yang dikonsumsi selalu baik dan halal, makan menggunakan tangan kanan, selalu berdoa, menghormati yang lebih tua, mengambil makanan secukup, tidak menyisakan makanan makan dalam keadaan duduk dll.
  3. Tata krama makan dan minum dapat ditumbuhkan dengan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyesuaikan dengan tata krama Islam

Kamis, 18 Juni 2009

STRATEGI EVERYONE IS TEACHER HERE DAN INDEX CARD MATCH

A. EVERYONE IS A TEACHER HERE

Ini merupakan sebuah strategi yang mudah, guna memperoleh partisipasi kelas yang keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Prosedur dari strategi ini adalah:

  1. Guru membagikan kartu indeks kepada setiap siswa. Guru meminta para peserta menulis sebuah pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di dalam kelas atau topik khusus yang akan mereka diskusikan di kelas. Misalnya ketika materi pelajaran tentang zakat, maka mereka membuat pertanyaan yang berkaitan dengan zakat.
  2. Guru mengumpulkan kartu, mengocok dan membagikan satu pada setiap siswa. Guru meminta siswa membaca diam-diam pertanyaan atau topik pada kartu dan pikirkan satu jawaban.
  3. Guru memanggil sukarelawan yang akan membaca dengan keras kartu yang mereka dapat dan memberi respon.
  4. Setelah diberi respon, guru meminta pada yang lain di dalam kelas untuk menambahkan apa yang telah disumbang oleh sukarelawan tersebut.
  5. Guru melanjutkan proses itu selama masih ada sukarelawan.

Catatan:

Kumpulkan kertas tersebut. Siapkan panelis yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Bacakan setiap kertas dan diskusikan. Gaktikanlah panelis secara bergantian.

Minta peserta didik untuk menuliskan dalam kertas tersebut pendapat dan hasil pengamatan mereka tentang materi pelajaran yang diberikan.


B. INDEX CARD MATCH

Index Card Match atau Mencari Pasangan adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan (Hisyam Zaini, 2008: 32).

Langkah-langkah:

  1. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.
  2. Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
  3. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
  4. Pada separuh kertas lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.
  5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara kartu soal dan kartu jawaban.
  6. Beri setiap peserta didik satu kertas/kartu. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh peserta didik akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.
  7. Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
  8. Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan-pasangan yang lain.
  9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.


HURUF MAD, HUKUM SYAMSIAH DAN HUKUM QOMARIYAH

A. HURUF MAD
Mad menurut bahasa berarti “tambah”. Menurut istilah arti qiraatberarti: membaca sebuah huruf dengan panjang.
Huruf mad itu ada 3, yaitu:
1. Alif mati sesudah fathah (ﺄ )
2. Waw mati sesudah dhammah (ُوْ — )
3. Ya mati sesudah kasrah ( ِىْ— ِِِِِِِ)
Ketiga huruf diatas dikumpulkan dalam ﺁﺘﻭﻨﻰ, ﺍوْﺘﻳﻧﺎ, ﺍوْﺬﻴﻧﺎ, atau ﻧﻭﺤﻳﻧﺎ
Pembagian Baacaan Mad
Mad dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Mad Thobi’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻃﺑﻳﻌﻰ ) / Mad Ashliy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻻﺼﻟﻰ)
2. Mad Far’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻓﺭﻋﻰ)
1. MAD THOBI’I
Mad yang dibaca 1 alif (2 harakat), karena tidak menghadapi sebab (sukun/hamzah). Sebab dinamakan mad thobi’I karena orang yang mempunyai tabiat yang sehat dan normal tidak akan membacanya lebih atau kurang dari 1 alif (2 harakat), baik ketika washal (dibaca terus) atau waqaf.
Contoh-contoh Mad Thobi’i:

Mad Thobi’i dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
A. Mad Iwadh
Yaitu jika ada fathatain pada akhir kata yang diwaqafkan (dibaca berhenti), seperti (ﺍﻔﻭﺍﺠﺎ) maka tanwinnya diganti mad thobi’i.
Contoh:
Dibaca:َ ﺠﺎ
B. Mad Badal
Yaitu lafadh yang tadinya terdiri dari 2 hamzah, kemudian hamzah yang kedua diganti dengan mad. Menurut Rowi Hafs hanya boleh dibaca 1 alif (2 harakat).
Contoh:
ﺁﺪﻢ Asalnya ﺍَﺃْﺪﻢ
ﺍﻴﻤﺎﻥ Asalnya ﺍﺋﻣﺎﻥ
ﺍﻭﺘﻭﺍ Asalnya ﺍﺆﺘﻭﺍ
C. Mad Shilah Qoshirah
Yaitu Ha dhomir (kata ganti) seperti, ( ﻪِ, ﻪُ, هُ) yang diapit oleh harkat fathah, kasrah dan dhommahdan tidak bertemu denagn hamzah (۶).
Contoh
ﺍِﻨﻪُﺒﻌﺑﺎﺩِهﺨﺑﻳﺮٌ Dibaca ﺍﻨﻬﻭﺒﻌﺒﺎﺩﻫﻲﺨﺑﻳﺮٌ
ﻻﺘﺄﺨﺬﻩﺴﻧﺔٌ Dibaca ﻻﺘﺄﺨﺬﻫﻭﺴﻧﺔٌ
ﻠﻪﻤﺎﻔﻰﺍﺳﻣﻭﺕ Dibaca ﻠﻬﻭﻤﺎﻔﻰﺍﻠﺳﻣﻭﺕ
Catatan
Ha dhomir yang mendahului seperti ﻠﻪﺍﻠﻣﻠﻙ dibaca pendek, juga yang didahului sukun seperti ﻤﻨﻪ, ﻔﻳﻪ, ﻋﻨﻪ . Kecuali pada surat Al-Furqan: 69,yaitu
D. Mad Tamkin
Yaitu Ya yang bertasydid yang dibaca kasrah yang sesudahnya berupa Ya mati. Dinamakan Mad Tamkin karena ia keluar dengan kuat dikarenakan adanya syaddah (tasydid).
Contoh:
ﺤﻳﻳﺘﻡ - ﺍﻠﻧﺑﻴﻴﻥ
E. Lima Huruf Diawal Surat
Yaitu kelima huruf trsebut dirumuskan dalam ﺤﻲٌﻄﻬﺭ. Huruf-huruf tersebut dibaca satu alif (2 harokat).
Contoh:


2. MAD FAR’IY
Yaitu Mad yang dibaca lebih dari satu alif karena menghadap sebab baik berupa sukun atau hamzah. Mad mar’iy ini dibagi dua yaitu
A. Mad Yang Disebabkan Hamzah
1. Mad Wajib Muttasil
Yaitu mad yang bertemu hamzah dalam satu kata. Menurut hafs wajib dibaca 2/ 2 ½ alif.
Contoh:

2. Mad Jaiz Munfasil
Yaitu mad yang bertemu hamzah pada lain kata. menurut mad hafs harus dibaca 2/2 ½ alif
contoh:

3. Mad Sillah Towilah
Yaitu ha dhomir yang diapit harokat dan menghadapi hamzah. Maka harus dibaca 2/2 ½ alif.
contoh:


Keterangan
Setiap mad yang disebabkan hamzah, menurut hafs panjang madnya adalah empat/lima harakat dan menurut waroz panjang madnya adalah enem harakat sedangkan menurut imiam qolun ukuran panjang mad wajib mutasir adalah empat harakat dan mad jaiz munfasil dua harakat
B. Mad Yang Disebabkan Sukun
Mad ini ada dua macam yaitu:
1. Mad yang disebabkan karena sukun ashliy/lazim
Yaitu sebuah huruf mad terdapat huruf mati ashliy. Ia harus dibaca harus dibaca 3 alif ( 6 harakat ). Mad lazim ini dibagi menjadi empat yaitu:
a. Mad Lazim Kilmi Mutsaqqol
Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang di idhghomkan/ditasdid yang ada dalam satu perkataan.
Conton:

b. Mad Lazim Kilmi Mukhoffaf
Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang tidak di idhghomkan /tidak ditasydidkan yang ada dalam lain kata.
Contoh:


c. Mad Lazim Harfi Mutsqqol
Hanya terdapat pada awal surat yaitu yang berbentuk huruf yang di idghomkan/ditasdyd.
Contoh:
Lam pada:
d. Mad Lazim Harfi Mukhoffaf
Seperti diatas tetapi tidak di idghomkan / ditasdydkan.
Contoh:
Ra pada:
Mim pada:
Huruf –huruf mad lazim harfi yang ada pada pembukaan-pembukaan surat didalam al-qur’an ada 8 dikumpulkan dalam rumus ﺴﻧﻗﺺﻋﻟﻣﻚ
2. Mad Yang Disebabkan Karena Sukun Aridiy (Baru)
Yaitu sesudah huruf mad terdapat huruf mati baru (karena di wakafkan). Mad ini dua yaitu :
a. Mad Aridh Lissukun
Yaitu mad yang bertemu sukun karena diwaqofkan. Mad ini boleh dibaca satu alif, dua alif atau tiga alif.
Contoh:
--
b. Mad Lin
Jika ada huruf fat-hah bertemu waw mati atau Ya mati sesudah itu berahir pula dengan huruf mati lainnya karena diwakafkan seperti:

Hukumnya jawaz artinya boleh dibaca 1 alif, 2 alif atau 3 alif
B. HUKUM IDGHOM SYASIYYAH
Apabila adaﺍﻝbertemu dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam syair:
ﻄﺐﻜﻢﺜﻢﺼﻝﺮﺤﻣﺎﺘﻓﺰﻀﻒﺬﺍﻨﻌﻢ
ﺪﻉﺴﺆﻈﻦﺰﺮﺸﺮﻴﻓﺎﻟﻟﻛﺮﻢ
Maka hukum bacaannya disebut idghom syamsiyyah (lebur/kabur laksana matahari bila dipandang)
Contoh:

ﺍﻟﻄﻳﺑﺎﺕ:ﻁ
ﺙ: ﺍﻟﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﺻﻠﻮﺓ:ﺺ
ﺍﻟﺮﺤﻣﻦ:ﺮ
ﺍﻟﺗﻮﺍﺏ:ﺕ
ﺍﻟﺿﻼﻝ:ﺽ
ﺬ: ﺍﻠﺫﻜﺮ
ﺍﻠﺪﺍﻋﻰ:ﺪ
ﺍﻠﻧﻌﻳﻢ:ﻥ
ﺍﻠﺳﻣﻳﻊ:ﺱ
ﺍﻠﻇﻬﻴﺮ:ﻈ
ﺍﻠﺯﻮﺭ:ﺯ
ﺍﻠﺷﻛﻮﺮ:ﺵ
ﺍﻠﻠﻴﻝ:ﻝ


C. HUKUM IZHAR QOMARIYYAH
Apabila ada ﺍﻝdirangkaikan dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam ﻋﻗﻳﻣﻪ ﻮﺨﻒ ﺤﺟﻙ ﺍﺒﻎ disebut bacaan izhar qomariyyah (terang laksana bulan)
Contoh:

ﺍﻻﻮﻝ:ﺍ
ﺏ:ﺍﻠﺑﺎﺴﻂ
ﻍ:ﺍﻠﻐﻓﻭﺭ
ﺡ:ﺍﻠﺣﻛﻳﻢ
ﺝ:ﺍﺍﻠﺟﻠﻳﻝ
ﺍﻠﻛﺮﻴﻢ:ﻙ
ﻮ:ﺍﻠﻮﺪﻮﺩ
ﺥ:ﺍﻠﺧﺑﻳﺮ
ﻑ:ﺍﻠﻓﺻﻝ
ﻉ:ﺍﻠﻌﻟﻳﻢ
ﻕ:ﻟﻘﺎﻫﺭ
ﻱ:ﺍﻠﻳﻗﻳﻥ
ﻡ:ﺍﻠﻣﻠﻚ
ﻫ:ﺍﻠﻫﺩﻯ

DAFTAR PUSTAKA
Wahyudi, Muhammad. 2006. Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur’an. Surabaya: Penerbit Indah Surabaya

Senin, 01 Juni 2009

NGETIK HURUF ARAB PAKAI ARABICPAD 1.30


Kita mungkin terkadang pusing apabila dihadapkan dengan tulisan Arab pada saat membuat Skripsi, Makalah atau karya ilmiah lainnya. Bila penulisan kita dilakukan dengan tulisan tangan tentu nampak tidak rapi dan bahkan jelek jadinya. Kali ini saya ada solusinya, kamu gak bakalan pusing lagi bila dihadapkan dengan penulisan huruf Arab karena ada aplikasi yang berkapasitas kecil tapi berkualitas besar, yakni Arabicpad. Kamu cukup download disini aja bila menginginkannya. Cara menggunakannya sangat mudah dan praktis. Kamu cukup mengetiknya di ARABICPAD ini dan langsung meng-copykan ketikan kamu tersebut kelembaran kerjamu (ex; Microsoft Office)
Powered By Blogger