Kamis, 18 Juni 2009

STRATEGI EVERYONE IS TEACHER HERE DAN INDEX CARD MATCH

A. EVERYONE IS A TEACHER HERE

Ini merupakan sebuah strategi yang mudah, guna memperoleh partisipasi kelas yang keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Prosedur dari strategi ini adalah:

  1. Guru membagikan kartu indeks kepada setiap siswa. Guru meminta para peserta menulis sebuah pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di dalam kelas atau topik khusus yang akan mereka diskusikan di kelas. Misalnya ketika materi pelajaran tentang zakat, maka mereka membuat pertanyaan yang berkaitan dengan zakat.
  2. Guru mengumpulkan kartu, mengocok dan membagikan satu pada setiap siswa. Guru meminta siswa membaca diam-diam pertanyaan atau topik pada kartu dan pikirkan satu jawaban.
  3. Guru memanggil sukarelawan yang akan membaca dengan keras kartu yang mereka dapat dan memberi respon.
  4. Setelah diberi respon, guru meminta pada yang lain di dalam kelas untuk menambahkan apa yang telah disumbang oleh sukarelawan tersebut.
  5. Guru melanjutkan proses itu selama masih ada sukarelawan.

Catatan:

Kumpulkan kertas tersebut. Siapkan panelis yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Bacakan setiap kertas dan diskusikan. Gaktikanlah panelis secara bergantian.

Minta peserta didik untuk menuliskan dalam kertas tersebut pendapat dan hasil pengamatan mereka tentang materi pelajaran yang diberikan.


B. INDEX CARD MATCH

Index Card Match atau Mencari Pasangan adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan (Hisyam Zaini, 2008: 32).

Langkah-langkah:

  1. Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.
  2. Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.
  3. Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.
  4. Pada separuh kertas lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.
  5. Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara kartu soal dan kartu jawaban.
  6. Beri setiap peserta didik satu kertas/kartu. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh peserta didik akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.
  7. Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
  8. Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan-pasangan yang lain.
  9. Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.


HURUF MAD, HUKUM SYAMSIAH DAN HUKUM QOMARIYAH

A. HURUF MAD
Mad menurut bahasa berarti “tambah”. Menurut istilah arti qiraatberarti: membaca sebuah huruf dengan panjang.
Huruf mad itu ada 3, yaitu:
1. Alif mati sesudah fathah (ﺄ )
2. Waw mati sesudah dhammah (ُوْ — )
3. Ya mati sesudah kasrah ( ِىْ— ِِِِِِِ)
Ketiga huruf diatas dikumpulkan dalam ﺁﺘﻭﻨﻰ, ﺍوْﺘﻳﻧﺎ, ﺍوْﺬﻴﻧﺎ, atau ﻧﻭﺤﻳﻧﺎ
Pembagian Baacaan Mad
Mad dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Mad Thobi’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻃﺑﻳﻌﻰ ) / Mad Ashliy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻻﺼﻟﻰ)
2. Mad Far’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻓﺭﻋﻰ)
1. MAD THOBI’I
Mad yang dibaca 1 alif (2 harakat), karena tidak menghadapi sebab (sukun/hamzah). Sebab dinamakan mad thobi’I karena orang yang mempunyai tabiat yang sehat dan normal tidak akan membacanya lebih atau kurang dari 1 alif (2 harakat), baik ketika washal (dibaca terus) atau waqaf.
Contoh-contoh Mad Thobi’i:

Mad Thobi’i dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
A. Mad Iwadh
Yaitu jika ada fathatain pada akhir kata yang diwaqafkan (dibaca berhenti), seperti (ﺍﻔﻭﺍﺠﺎ) maka tanwinnya diganti mad thobi’i.
Contoh:
Dibaca:َ ﺠﺎ
B. Mad Badal
Yaitu lafadh yang tadinya terdiri dari 2 hamzah, kemudian hamzah yang kedua diganti dengan mad. Menurut Rowi Hafs hanya boleh dibaca 1 alif (2 harakat).
Contoh:
ﺁﺪﻢ Asalnya ﺍَﺃْﺪﻢ
ﺍﻴﻤﺎﻥ Asalnya ﺍﺋﻣﺎﻥ
ﺍﻭﺘﻭﺍ Asalnya ﺍﺆﺘﻭﺍ
C. Mad Shilah Qoshirah
Yaitu Ha dhomir (kata ganti) seperti, ( ﻪِ, ﻪُ, هُ) yang diapit oleh harkat fathah, kasrah dan dhommahdan tidak bertemu denagn hamzah (۶).
Contoh
ﺍِﻨﻪُﺒﻌﺑﺎﺩِهﺨﺑﻳﺮٌ Dibaca ﺍﻨﻬﻭﺒﻌﺒﺎﺩﻫﻲﺨﺑﻳﺮٌ
ﻻﺘﺄﺨﺬﻩﺴﻧﺔٌ Dibaca ﻻﺘﺄﺨﺬﻫﻭﺴﻧﺔٌ
ﻠﻪﻤﺎﻔﻰﺍﺳﻣﻭﺕ Dibaca ﻠﻬﻭﻤﺎﻔﻰﺍﻠﺳﻣﻭﺕ
Catatan
Ha dhomir yang mendahului seperti ﻠﻪﺍﻠﻣﻠﻙ dibaca pendek, juga yang didahului sukun seperti ﻤﻨﻪ, ﻔﻳﻪ, ﻋﻨﻪ . Kecuali pada surat Al-Furqan: 69,yaitu
D. Mad Tamkin
Yaitu Ya yang bertasydid yang dibaca kasrah yang sesudahnya berupa Ya mati. Dinamakan Mad Tamkin karena ia keluar dengan kuat dikarenakan adanya syaddah (tasydid).
Contoh:
ﺤﻳﻳﺘﻡ - ﺍﻠﻧﺑﻴﻴﻥ
E. Lima Huruf Diawal Surat
Yaitu kelima huruf trsebut dirumuskan dalam ﺤﻲٌﻄﻬﺭ. Huruf-huruf tersebut dibaca satu alif (2 harokat).
Contoh:


2. MAD FAR’IY
Yaitu Mad yang dibaca lebih dari satu alif karena menghadap sebab baik berupa sukun atau hamzah. Mad mar’iy ini dibagi dua yaitu
A. Mad Yang Disebabkan Hamzah
1. Mad Wajib Muttasil
Yaitu mad yang bertemu hamzah dalam satu kata. Menurut hafs wajib dibaca 2/ 2 ½ alif.
Contoh:

2. Mad Jaiz Munfasil
Yaitu mad yang bertemu hamzah pada lain kata. menurut mad hafs harus dibaca 2/2 ½ alif
contoh:

3. Mad Sillah Towilah
Yaitu ha dhomir yang diapit harokat dan menghadapi hamzah. Maka harus dibaca 2/2 ½ alif.
contoh:


Keterangan
Setiap mad yang disebabkan hamzah, menurut hafs panjang madnya adalah empat/lima harakat dan menurut waroz panjang madnya adalah enem harakat sedangkan menurut imiam qolun ukuran panjang mad wajib mutasir adalah empat harakat dan mad jaiz munfasil dua harakat
B. Mad Yang Disebabkan Sukun
Mad ini ada dua macam yaitu:
1. Mad yang disebabkan karena sukun ashliy/lazim
Yaitu sebuah huruf mad terdapat huruf mati ashliy. Ia harus dibaca harus dibaca 3 alif ( 6 harakat ). Mad lazim ini dibagi menjadi empat yaitu:
a. Mad Lazim Kilmi Mutsaqqol
Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang di idhghomkan/ditasdid yang ada dalam satu perkataan.
Conton:

b. Mad Lazim Kilmi Mukhoffaf
Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang tidak di idhghomkan /tidak ditasydidkan yang ada dalam lain kata.
Contoh:


c. Mad Lazim Harfi Mutsqqol
Hanya terdapat pada awal surat yaitu yang berbentuk huruf yang di idghomkan/ditasdyd.
Contoh:
Lam pada:
d. Mad Lazim Harfi Mukhoffaf
Seperti diatas tetapi tidak di idghomkan / ditasdydkan.
Contoh:
Ra pada:
Mim pada:
Huruf –huruf mad lazim harfi yang ada pada pembukaan-pembukaan surat didalam al-qur’an ada 8 dikumpulkan dalam rumus ﺴﻧﻗﺺﻋﻟﻣﻚ
2. Mad Yang Disebabkan Karena Sukun Aridiy (Baru)
Yaitu sesudah huruf mad terdapat huruf mati baru (karena di wakafkan). Mad ini dua yaitu :
a. Mad Aridh Lissukun
Yaitu mad yang bertemu sukun karena diwaqofkan. Mad ini boleh dibaca satu alif, dua alif atau tiga alif.
Contoh:
--
b. Mad Lin
Jika ada huruf fat-hah bertemu waw mati atau Ya mati sesudah itu berahir pula dengan huruf mati lainnya karena diwakafkan seperti:

Hukumnya jawaz artinya boleh dibaca 1 alif, 2 alif atau 3 alif
B. HUKUM IDGHOM SYASIYYAH
Apabila adaﺍﻝbertemu dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam syair:
ﻄﺐﻜﻢﺜﻢﺼﻝﺮﺤﻣﺎﺘﻓﺰﻀﻒﺬﺍﻨﻌﻢ
ﺪﻉﺴﺆﻈﻦﺰﺮﺸﺮﻴﻓﺎﻟﻟﻛﺮﻢ
Maka hukum bacaannya disebut idghom syamsiyyah (lebur/kabur laksana matahari bila dipandang)
Contoh:

ﺍﻟﻄﻳﺑﺎﺕ:ﻁ
ﺙ: ﺍﻟﺛﻮﺍﺏ
ﺍﻟﺻﻠﻮﺓ:ﺺ
ﺍﻟﺮﺤﻣﻦ:ﺮ
ﺍﻟﺗﻮﺍﺏ:ﺕ
ﺍﻟﺿﻼﻝ:ﺽ
ﺬ: ﺍﻠﺫﻜﺮ
ﺍﻠﺪﺍﻋﻰ:ﺪ
ﺍﻠﻧﻌﻳﻢ:ﻥ
ﺍﻠﺳﻣﻳﻊ:ﺱ
ﺍﻠﻇﻬﻴﺮ:ﻈ
ﺍﻠﺯﻮﺭ:ﺯ
ﺍﻠﺷﻛﻮﺮ:ﺵ
ﺍﻠﻠﻴﻝ:ﻝ


C. HUKUM IZHAR QOMARIYYAH
Apabila ada ﺍﻝdirangkaikan dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam ﻋﻗﻳﻣﻪ ﻮﺨﻒ ﺤﺟﻙ ﺍﺒﻎ disebut bacaan izhar qomariyyah (terang laksana bulan)
Contoh:

ﺍﻻﻮﻝ:ﺍ
ﺏ:ﺍﻠﺑﺎﺴﻂ
ﻍ:ﺍﻠﻐﻓﻭﺭ
ﺡ:ﺍﻠﺣﻛﻳﻢ
ﺝ:ﺍﺍﻠﺟﻠﻳﻝ
ﺍﻠﻛﺮﻴﻢ:ﻙ
ﻮ:ﺍﻠﻮﺪﻮﺩ
ﺥ:ﺍﻠﺧﺑﻳﺮ
ﻑ:ﺍﻠﻓﺻﻝ
ﻉ:ﺍﻠﻌﻟﻳﻢ
ﻕ:ﻟﻘﺎﻫﺭ
ﻱ:ﺍﻠﻳﻗﻳﻥ
ﻡ:ﺍﻠﻣﻠﻚ
ﻫ:ﺍﻠﻫﺩﻯ

DAFTAR PUSTAKA
Wahyudi, Muhammad. 2006. Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur’an. Surabaya: Penerbit Indah Surabaya

Senin, 01 Juni 2009

NGETIK HURUF ARAB PAKAI ARABICPAD 1.30


Kita mungkin terkadang pusing apabila dihadapkan dengan tulisan Arab pada saat membuat Skripsi, Makalah atau karya ilmiah lainnya. Bila penulisan kita dilakukan dengan tulisan tangan tentu nampak tidak rapi dan bahkan jelek jadinya. Kali ini saya ada solusinya, kamu gak bakalan pusing lagi bila dihadapkan dengan penulisan huruf Arab karena ada aplikasi yang berkapasitas kecil tapi berkualitas besar, yakni Arabicpad. Kamu cukup download disini aja bila menginginkannya. Cara menggunakannya sangat mudah dan praktis. Kamu cukup mengetiknya di ARABICPAD ini dan langsung meng-copykan ketikan kamu tersebut kelembaran kerjamu (ex; Microsoft Office)