Rabu, 14 Januari 2009

MERTODE-METODE MENGAJAR, PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB

1. METODE CERAMAH
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Kelebihan
• Suasana kelas berjalan dengan lancar karena murid melakukan aktivitas yang sama,sehingga guru dapat mengawasi murd sekaligus secara komprehensif.
• Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yanglama,dengan waktu yang singkat murid dapat menerima pelajaran sekalligus secara bersamaan.
• Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat,karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.
• Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga mereka dapat menangkap dan menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat.
Kekurangan
• Interaksi bersifat centred (berpusat pada guru)
• Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah mengetahui bahan ceramah.
• Mungkin saja siswa memperoleh konsep-konsep lain yang berbeda dengan apa yang dimaksudkan guru.
• Siswa kurang menangkap apa yang dimaksudkan oleh guru,jika ceramah berisi istilah-istilah yang kurang/tidak dimengerti siswa dan akhirnya mengerah kepada verbalisme.
• Tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah . karena siswa hanyadiarahkan untuk mengikuti pemikiran guru.
• Kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecakapan dan kesempatan mengeluarkan pendapat.
• Guru lebih aktif sedangkan murid bersifat pasif.
2. METODE PEMBERIAN TUGAS
Pemberian tugas atau resitrasi adalah terjemahan dari bahasa inggris “to cite” yang artinya mengutip,yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu,lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana mestinya.pengertian lain dari metode resitrasi adalah cara menyajikan bahan pelajran dimana guru memberikan sejumlah tugas terhadap muridnya untuk mempelajari sesuatu ,kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaikai,memperdalam,mengecek,mencari infomasi atau menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.
Kelebihan
• Pengetahuan yang diperole murid baik dari hasil belajra,hasil eksperimen atau penyelididikan,bayak behubungan dengan mineat dan berguan untuk hidup mereka dan akan lebih lama diingat.
• Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.
• Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok maka murid dapat saling bekerjasama dan saling membantu.
• Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian berkreatif,berinisiatif,bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
Kekurangan
• Tugas rumah sering dikerjakan oleh orang lain,sehingga murid tidak tahu apa yang harus dikerjakan.
• Tugas yang sukar dapat mempengaruhi ketenangan mental murid.
• Sukar memberikan tugas sesuai dengan perbedaan individual dan murid suka menyalin pekerjaan teman.

3. METODE PENAMPILAN
Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari dekat oleh Pengajar.
Kelebihan
• Memberikan penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek
• Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan

Kekurangan
• Membutuhkan waktu yang lama
• Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus
• Membutuhkan pengajar yang lebih banyak
4. METODE PEMBIASAAN
Menurut terminologi,pembiasaan asal katanya adalah biasa. Dalam kamus besar bahasa indonesia adalah yang pertama lazim atau umum.yang kedua seperti sedia kala yang ketiga sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan adanya prefiks “pe” dan suffiks “an” menunjukkan arti proses. Sehingga pembiasaan dapat diartikan dengan proses membuat sesuatu / seseorang menjadi biasa atau terbiasa.
Kelebihan
• Dapaat menghemat tenaga dan waktu dengan baik.
• Pembiasaan tidak hanya berkaitan dengan lahiriyah aspek tetapi juga berhubungan dengan aspek bathiniyah.
• Pembiasaan tercatat dalam sejarah sebagai metode yang paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.

Kekurangan
a) membutuhkan tenaga pendidik yang benar-benar dapat dijadikan contoh tauladan didalam menanamkan sebuah nilai kepada anak didik. Pendidik yang mampu menyelaraskan antara pendekatan dengan perbuatan.

5. METODE PENEMUAN (DISCOVERY)
Proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan.
Kelebihan
• Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa
• Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa
• Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuannya masing-masing
• Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat
• Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri
• Berpusat pada siswa tiadk pada guru
Kelemahan
• Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal
• Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil
• Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini
• Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa
• Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif

6. METODE RESITASI (RECITATION METHOD)
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan
• Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
• Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kekurangan
• Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
• Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
• Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)


7. METODE KETELADANAN
Keteladanan berasal dari kata dasar teladan yan artinya 9perbuatan atau barang dsb) yang patut ditiru dan dicontoh. Oleh karena itu keteladanan adalah hal-hal yang dapat ditiru atau dicontoh.Kelebihan dan kekutrangan metode keteladanan
Kelebihan
• Akan memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajari nya di sekolah.
• Akan memudahkan guru dalam mengevakluasi hasil belajarnya.
• Agar tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai Dengan baik.
• Bila keteladanan dalam lingkunga sekolah keluarga dan masyarakat baik maka akan tercipta situasi yang baik.
• Terciota hubungan harmonis antara guru dan siswa.
• Secara tidak langsung guru dapat menerapkan ilmu yang diajarkan.
• Mendorong guru untuk seslallu berbuat baik karena akan di contoh oleh siswanya.
Kelemahan
• Jika figur yang mereka contoh tidak baik ,maka mereka cendderung untuk mengikuti tidak baik.
• Jika teori tanpa praktek akan menimbulkan verbalisme.

8. METODE SOCRATES
Metode Socrates (Socrates Method), yaitu suatu cara menyajikan bahan/amateri pelajaran, dimana anak didik/ siswa dihadapkan dengan suatu deretan pertanyaan-pertanyaan, yang dari serangkaian pertanyaan-pertanyaan itu diharapkan siswa mampu/ dapat menemukan jawabannya, atas dasar kecerdasannya dan kemampuannya sendiri
Pada setiap akhir pertanyaan selesai dijawab oleh siswa, guru dapat memberikan ulasan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pertanyaan yang terjawab itu.
Pada pelajaran agama, metode Socrates dapat diterapkan dalam menyajikan bahan pelajaran Sejarah Islam, Fiqih, yang memerlukan pemikiran dan penguasaan melalui dalil-dalil dan argumentasi yang kuat
Kebaikan
• Membimbing siswa berpikir rasional dan ilmiah
• Mendorong siswa untuk aktif belajar dan menguasai ilustrasi pengetahuan
• Menumbuhkan motivasi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan pikiran sendiri
• Memupuk rasa percaya pada diri sendiri
• Meningkatkan partisipasi siswa dan berlomba-lomba dalam belajar yang menimbulkan persaingan yang dinamis
• Menumbuhkan disiplin
Kekurangan
• Metode Socrates dalam pelaksanaannya masih sulit dilaksanakan, pada sekolah tingkat rendah. Sebab siswa belum mampu berpikir secara mandiri
• Metode Socrates terlalu bersifat mekanis, dimana anak didik dapat dipandang sebagai mesin, yang selalu siap untuk digerakkan
• Lebih menekankan dari segi efektif (aspek berfikir) daripada kognitif (penghayatan/perasaan). Padahal pengajaran agama sangat menonjolkan segi perasaan dan penghayatan ini
• Kadang-kadang tidak semua guru selalu siap memakai metode Socrates, karena metode Socrates menuntut dari semua pihak baik guru maupun siswa sama-sama aktif untuk belajar dan menguasai bahan/ilmu pengetahuan.

9. METODE PEMBERIAN GANJARAN
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan,bahwa ganjaran adalah 1.Hadiah (sebagai pembalas jasa);2.Hukuman ,balasan.dari definisi ini dapat dipahami bahwa ganjaran dalam bahasa indonesia bisa dipakai untuk balasan yang baik maupun balasan yang buruk.
Kelebihan
• Memberikan pengaruh yang cukup ber terhadap jiwa anak didik untuk melakukan perbuatn yang positif dan berssikap progresif.
• Dapat menjadikan pendorong bagi anak didik lainnya untuk mengikuti anak telah memperoleh pujian dari gurunya,baik dalam tingkah laku,sopan santun ataupun semangat dan motivasinya dalam berbuat yang baik. Proses ini sangat besar kontribusinya dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan.



Kelemahan
• Dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan,sehingga mungkin bisa mengakibatkan murid menjadi merasa bahwa dirinya lebih tinggi dari teman-temannya.
• Umumnya “ganjaran” membutuhkan alat-alat tertentu serta membutuhkan biaya.

10. UNIT TEACHING
Tehnik ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.
Keunggulan
• Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya
• Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis
• Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas
• Dapat direalisir prinsip-prinsip psikologi belajar modern
Kelemahan
• Untuk merencanakan unti tidak mudah
• Memerlukan seorang ahli yang betul-betul menguasai masalah
• Memerlukan kecakapan, ketekunan
• Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa
• Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang

11. METODE PEMBERIAN HUKUMAN
Hukuman dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan dengan :1. siksa dan sebagainya yang dikenakan kepada orang-orang yang melanggar undang-undang dsb.2. Keputusan yang dijatuhkan oleh hakim,3. hasil atau akibat menghukum.
Kelebihan
• Hukuman akan menjadikan perbaikan-perbaikan terhadap kesalahn murid
• Murid tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.
• Merasakan akibat perbuatannya sehingga ia akan menghormati dirinya.
Kekurangan
• Akan membangkitkan rasa rusuh,takut dan kurang percaya diri.
• Murid akan mersa selalu sempit hati,bersifat pemalas,serta akan meyebabkan ia suka berdusta (karena takut dihukum).
• Mengurangi keberanian anak untuk bertindak.

12. METODE STUDI KASUS
Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu , kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini
Kekurangan
• Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa
• Mengembangkan kasus sangat mahal
13. METODE HERBART
Metode Herbart yaitu suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan menghubung-hubungkan antara tanggapan lama dengan tanggapan yang baru sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari siswa
Keunggulan
• Pelajaran disajikan secara beruruta/sistematis
• Pengetahuan anak menjadi utuh dan fungsional
• Siswa dapat mengetahui hubungan dan kaitan dari masing-masing mata pelajaran. Sehingga dapat menentukan urutan stadia (tangga) pelajaran tersebut.
• Pelajaran bernilai praktis, dan dapat diaplikasikan tidak hanya teori
Kelemahan
• Pelajaran biasanya cenderung dipaksa-paksakan
• Pengajaran bersifat mekanik. Dan terlalu menganggap anak sebagai mesin yang siap dibawa dan digerakkan
• Fleksibelitas kurikulum kurang diperhatikan
• Untuk menyusun rencana pengajaran, memakan waktu agak panjang.

14. MICRO TEACHING
Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :
• Jumlah murid , 5 sampai 6 orang
• Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit
• Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana
• Keterampilan mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja
Kebaikan
• Pengalaman Laboratories
• Menunjang pelaksanaan praktek keguruan
• Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas
• Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti dan obyektif
• Mahaiswa dilatih bersifat kritis
• Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa
• Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab
• Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai
• Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung
• Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan serta mendorong untuk memperbaikinya
• Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar
• Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar
• Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru
• Merupakan arena pengabdian masyarakat
Kelemahan
• Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar
• Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar
• Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya
15. METODE TANYA JAWAB
Metode tanya jawab adalah penyampaian pelajran dengan cara guru mengajukan perrtanyaan dan murid menjwab;cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab,tertama dari guru kepada murid atau sebaliknya.
Kelebihan
• Situasi kelas hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikirannya denga berbicara /menjawab pertanyaan.
• Melatih anak agar berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
• Timbulnya perbedaan diantara anak didik akan menghangatkan proses diskusi dikelas.
• Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh ,dalam artian murid biasanya segan mencurahkan perhatian,maka dengan diskusi sia akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajran.
• Walau agak lambat guru dapat mengontrol pemahaman atau pengertian murid masalah-masalah yang idbicarakan.
• Pertanyaan dapat memusatkan perhatian siswbut,sekalipun ketika siswa sedang ribut,dll. Jadi metode tanya jawab bisa digunakan dalam berbagai kondisi khususnya dalam situasi dimana konsentrasi murid melemah.
• Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir,termasuk daya ingatan.
• Mengembangkan keberanian dan keterampialan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pedapatnya.
Kekurangan
• Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi,bisa memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.
• Kemungkinan akan terjadi penyimpangan terhadap anak didik,terutama apabila mendapat jawaban yang menarik perhatiannya.
• Tidak dapat secara tepat merangkum bahan-bahan pelajran.
• Siswa merasa takut apabila guru kurang mampu mendorongsiswanyauntuk berani menciptakan suasanay yanag santai dan bersahabat.
• Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa.
• Waktu seing terbuang apabila siswa tidak dapatmenjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.
• Dalam siswa yang banyak tidak mungkin melontarkan pertanyaan kepada setiap siswa.

16. METODE PRAKTIKUM
Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba petunjuk
17. METODE DISKUSI
Kata diskusi berasal dari bahasa latin,yaitu “discussus” yang berarti “to examine”.discussus terdiri dari kata dis” dan cutur.dis artinya terpisah,sementara cutur artinya menggoncang atau memukul. Secara etimilogi,discuture berarti suatu pukulan yang memisahkan sesuatu. Atau dengan kata lain membuat segala sesuatu menjadi jelas dengan cara memecahkan atau menguraikannya (to clear breaking up or cuturing). Dalam pengertian lain,metode diskusi adalahsuatu cara bahan penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan pembicaraan ilmiah.
Kelebihan
• Suasana kelas lebih hidup ,sebab siswa mengarahkan perthatian atau pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.
• Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu,seperi sikap toleransi ,demokrasi,berfikir kritis,sistematis,sabar dan sebagainya.
• Kesimpulan diskusi mudah dipahami siswa,karena mereka mengikuti proses berfikir sebelum sampai kepada suatu kesimpulan.
• Sisiwa latih untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib layaknya dalam suatu musyawarah.
• Membantu murid untuk mengambil keputusan yang lebih baik.
• Tidak terjebak kedalam fikiran individu yang kadang-kadang salah,penuh prasangka dan sempit.dengan diskusi seseorang dapat mempertimbangkan alasan-alasan/pikiran-pikiran orang lain.
Kekurangan
• Kemungkinan ada siswa yang tidak ikut aktif,sehingga diskusi baginya hanyalah merupakan kesempatan untuk melepaskan tanggung jawab.
• Sulit menduga hasil yang dicapai ,karena waktu yang dipergunakan untuk idskusi cukup panjang.

18. METODE INQUIRY
Inquiry yaitu salah satu metode pengajaran dengan cara guru menyuguhkan suatu peristiwa kepada siswa yang menimbulkan teka-teki, dan memotivasi siswa untuk mencari pemecahan masalah. Metode inquiry ditelusuri dari fakta menuju teori. Dengan harapan agar siswa terangsang untuk mencari dan meneliti, serta memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiriDalam pelaksanaannya metode inquiry dapat dilakukan dengan cara guru membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus diselesaikan. Kemudian tugas itu mereka pelajari, mereka teliti, serta dibahas bersama-sama dalam kelompoknya. Setelah dibahas, dan didiskusikan, kemudian masing-masing kelompok itu membuat laporan hasil kerja, dengan cara sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Keunggulan
• Dapat membentuk dan mengembangkan “self-concept’ pada diri siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik
• Membantu dalam menggunaka ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru
• Mendorong siswa untuk berpikirr dan bekerja atas inisiatif sendiri
• Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa sendiri
• Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang
• Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic
• Siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional
• Dapat memberi waktu siswa scukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi
Kekurangan
• Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yang terbiasa dengan cara tradisional, merupakan beban yang memberatkan
• Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watu yang cukup panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itu memerlukan pembuktian secara ilmiah
• Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswa telah terbiasa cara belajar “nrimo” tanpa kritik dan pasif apa yang diberikan oleh gurunya
• Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapi justru memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnya pada pengajaran agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak
• Metode inquiry ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA, Perguruan Tingi.

19. METODE INSIDEN
Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa

20. METODE SOSOROGAN
Sorogan artinya belajar secara individu dimana seseorang santri berhadapan dengan seorang guru,terjadi saling berinteraksi salingmengenal di antara keduanya. Sedangkan menurut wahyu utomo ,metode sorogan adalah sebuah sistem belajar dimana para santri meju satu persatu untuk membaca dan menguraikan isi kitab dihadapan seorang guru atau kiyai.
Kelebihan
• Terjadi hubunga yang erat dan harmonis antara guru dengan murid.
• Memungkinkan bagi seorang guru utnuk mengawasi,menilai dan membimbing secara maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai bahsa arab.
• Murid mendapatkan penjelasan yang pasti tanpa harus mereka-reka tentang interpretasi suatu kitab karena berhadapan dengan guru secara langsung yang memungkinkan terjadinya tanya jawab.
• Guru dapat mengetahui seacara pasti kualitas yang telah dicapai muridnya.
• Santri yang IQ-nya tinggi akan cepat menyelsaikan pelajaran (kitab),sedangkan yang IQ-nya rendah ia membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kelemahan
• Tidak efisien karena hanya menghadapi beberapa murid 9tidak lebih dari 5 orang),sehingga kalau manghadapi murid yang banyak metode kurang begitu tepat.
• Membuat murid ceapt bosan karena metode ini menuntut kesabaran,kerajinan,ketaatan dan kedisiplinan pribadi.
• Murid kadang hanya menangkap kesan verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan tertentu.
21. METODE INSERSI (SISIPAN)
Metode lampiran (insersi), merupakan metode yang baru diperkenalkan belakangan ini. Sehingga metode ini belum begitu dikenal dan populer, tetapi telah sering terlaksana dalam berbagai media dan berdaya guna. Metode lampiran (insersi), yaitu cara menyajjikan bahan/materi pelajaran dengan cara; inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius diselipkan/disisipkan di dalam mata pelajaran umum (ilmu-ilmu yang bersifat sekuler). Sifat penyisipan jiwa agama ke dalam mata pelajaran umum, seperti bidang studi hukum, ilmu sosial, ilmu pasti, ilmu sjarah dan bidang-bidang ilmu-ilmu lainnya itu hendaknya disajikan secara halus, sehingga hampir tidak terasa/kentara, bahwa sesungguhnya siswa/mahasiswa telah mendapat suntikan atau santapan rohaniah (agama).
Kebaikan
• Dalam pelaksanaannya, melalui metode ini, tidak banyak memakan waktu. Sebab dengancara menyisipkan secara halus terhadap jiwa agama dalam vak umum, guru hanya memerlukan waktu berkisar, 2 sampai 3 menit saja.
• Siswa dengan tanpa disadari, telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berupa agama berupa santapan rohaniah
• Merupakan selingan yang bermanfaat, dan bernilai ibadah.
• Tidak memerlukan saran/peralatan yang memadai
Kekurangan
• Penyajian pelajaran agama tidak mendalam, karena materi pelajaran agama hanya diberikan sambil lalu
• Dapat mengaburkan persepsi anak didik terhadap agama, bila guru tidak pandai membawa murid/siswa kepad pengertian yang jelas. Sebab guru tidak memiliki jiwa agama dan pengetahuan yang cukup. Semestinya sang guru memiliki jiwa agama/motivasi keagamaan yang kuat.
• Memerlukan kemahiran dan kejelian dalam membaca situasi kelas, jangan sampai kentara, namun mengena.
• Memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini merupakan tantangan bagi guru-guru umum, agar dapat memberi napas agama pada tugas-tugas mengajar mereka.
22. METODE BANDONGAN
Secara metodologi ,dalam kamus besar bahsa indonesia,bendongan diartikan dengan “pengajaran dalam bentuk kelas (pada sekolah agama)secara teminologi,metode bendongan adalah kiyai menggunakan bahasa daerah setempat,kiyai membaca ,membaca,menterjemahkan ,menerangkan kalimat-demi kalimat kitab yang dipelajarinya,santri secara cermat mengikuti penjelasan yang diberikan oleh kiyai dengan memberikan catatan-catatan tertentu pada kitabnya masing-masing sehingga kitabnya disebut kitab jenggot karena banyaknya catatan yang menyerupai jenggot seorang kiyai.

Kelebihan
• Lebih cepat dan praktis untuk mengajar santri yang jumlahnya banyak.
• Lebih efektif bagi murid yang telah mengikuti sistem sorogan secara intensif.
• Materi yang diajarkan sering di ulang-ulang sehingga memudahkan anak untuk memahaminya.
Kekurangan
• Metode ini dianggap lamban dan tradisional,karena dalam meeneyampaikan materi sering berulang-ulang.
• Guru lebih kreatif daripada siswa karena proses belajarnya berlangsung satu jalur.
• Dialog anatara guru dan murid tidak banyak terjadi sehingga murid cepat bosan.
• Kurang efektif bagi murid yang pintar karena materi yang disampaikan sering diulang-ulang sehingga terhalang kemajuannya.

23. METODE MUDZAKARAH
Secara umum,mudzakarah berarti suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas masalah diniyah seperti ibadah (ritual) dan Aqidah (teologi) sertamasalah agama pada umumnya. Metode mudzakarah ialah suatu cara yang dipergunakandalam menyampaikan bahan pelajaran dengan jalan mengadakan suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas persoalan-persoalan yang bersifat keagamaan. Metode ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah-masalahkemasyarakatan yang berhubungan dengan konteks masa sekarang ditinjau dari analisa kitab-kiatab islam klasik.tujuan penggunaan metode mudzakarah adalah untuk melatih santri agar lebih terlatih dalam memecahkan masalah dengan menggunakan kitab-kitab klasik yang yang ada.
Kelebihan
• Santri lebih terdorong untuk mempelajari kitab-kitab islam klasik secara lebih mendalam.
• Santri lebih terlatih dalam memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan kitab-kitab yang tersedia.
• Kemampuan santri dapat di ukur dan dinilai oleh seorang kiyai.
• Pemahaman santri terhadap kitab-kitab islam klasik dapat dievaluasi.
• Kiyai dapat mengetahui santri-santrinya yang dianggap kompeten sehingga santri tersebut dapat di angkat menjadi pengajar kitab-kitab islam klasik.
Kekurangan
• Pelaksanaan metode ini waktunya tidak tetap,disamping memang ada waktu-waktu tertentu yang telah ditetapkan.
• Bahan-bahan yang dijadikan acuan sangat terbatas pada kitab-kitab islam klasik.
• Sempitnya ruang lingkup yang dibahas ,hanya terbatas pada masalah-masalah keagamaan keagamaan saja.
• Adanya kecemburuan diantara santri-santri sebab hanya santri yang berkompeten saja yang diberikan keempatan untuk menjadi juru bicara.

24. METODE BERMAIN PERAN
Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.
25. METODE KISAH
Metode kisah mengandung arti secara dalam menyampaikan materi-materi pelajran dengan menuturkan secarakronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi dari dua sumber yang dapat dipercaya ,sehingga kisah yang disodorkan terjamin keshahehan dan keabsahannya.


Kelebihan
• Kisah dapat mengaktifkan dan membangkitkan semangat siswa. Karena setiap anak didik akan senang tiasa merenungkan makna dan mengikuti berbagia situasi kisah ,sehingga anak didik terpengaruh oleh toko-toko dan topik kisah tersebut.
• Mengarahkan semua emosi sehingga menyatu pada satu kesimpulan yang menjadi akhir cerita.
• Kisah selalu memikat,karena mengundang pendengaran untuk mengikuti peristiwanya dan merenugkan maknanya.
• Dapat mempengaruhi emosi,seperti takut,perasaan diawasi,rela,senang ,dungkan atau benci sehingga bergelora dalam lipatan cerita.
Kekurangan
• Pemahaman siswamenjadi sulit ketika kisah itu telah terakumulasi oleh masalah lain.
• Bersifat monolog dan dapat menjenuhkan siswa.
• Sering terjadi ketidak selaran isi ceritadengan konteks yang dimaksud sehingga pencapaian tujuan sulit diwujudkan.

26. METODE MENYELUBUNG (WRAPPING)
Metode membungkus (wrapping method) maksudnya ialah: cara menyajikan bahan/materi pelajaran agama atau hikmah keimanan dan sebagainya, sengaja dibungkus atau diselubungi dengan bentuk-bentuk lain, misalnya kisah cerita atau dengan ilmu-ilmu lain seperti sejarah, ilmu-ilmu skuler yakni vak umum yang ada disekolah atau diperguruan tinggi. Yakni nilai norma agama diselubungu vak umum.
Jadi, untuk menyampaikan pelajaran agama, sengaja dicari materi pelajaran lain bidang umum sebagai pembungkusnya sehingga agama disajikan terselubung dalam pelajaran umum itu. Hal ini dilakukan karena di lembaga sekolah umum tertentu sangat sulit dimasuki pelajaran agama. Maka seorang guru/dosen agama, hanya dapat menempuh dengan cara seperti ini.
Kebaikan
• Mealui metode membungkus/wrapping, ini berarti guru dituntut disamping menguasai vak agama, sebaga itugas pokkoknya, juga harus menguasai vak umum. Hal ini memungkinkan wawasan guru menjadi luas dan integral.
• Pengetahuan siswa menjadi luas, sebagai konsekuensi dari point pertama diatas
• Bila guru trampil dan simpatik dalam menyajikan materi pelajaran, dengan sendirinya citra agama dan guru agama yang tadinya dianggap remeh/rendah akan menjadi disenangi/dicintai, bahkan ada keinginan untuk memperdalam ajaran-ajaran agama tersebut.
Kekurangan
• Penyajian materi agama biasanya tidak jelas, bahkan tersamar dengan vak umum yang merupakan sandaran / pembungkusnya
• Kebanyakan guru agama Islam/dosen agama, lemah dalam menguasai pelajaran vak umum. Akibatnya kesulitan dalam meramu / menyajikan pelajaran agama itu kedalam vak umum.
• Memerlukan perencanaan yang matang. Disini setiap saat akan mengajar guru/dosen agama, bukan saja harus menyiapkan dan menguasai pelajaran agama. Akan tetapi juga harus menyiapkan dan menguasai pelajaran vak umum. Dan unu berarti tugas guru / dosen agama menjadi tidak ringan.
• Tidak semua pelajaran agama reliabel dengan pelajaran vak umum.

27. METODE SEMINAR
Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.

28. METODE KARYA WISATA
Menurut H.Zuhairini dkk.,metode karya wisata adalah suatu metode pengajaranyang dilaksanakan dengan jalan mengajak anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang berhubungan dengan pelajaran. Tim didaktif metodek kurikulum menjelaskanbahwa metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dimanasiswa dan guru pergi meniggalkan sekolah menuju kesuatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal tertentu.


Kelebihan
• Siswa dapat menyaksikan secara langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan ditempat kunjungan.
• Siswa mendapatkan pemantapan teori-teori yang pernah merekapelajari disekolah dengan kenyataan aplikasi yang diterapkan pada objek yang mereka kunjungi. Dalam hal ini bisa juga mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dan ikut serta atau mencoba dan membuktikan secara langsung.
• Siswa dapat menghayati pengalaman praktek suatu ilmu yang telah diperolehnyadi sekolah.
• Sisiwa bisa memperoleh informasi yang akurat dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkanceramah yanf diberikan oleh petugas setempat.
• Dalam karya wisata berbagai mata pelajaran dapat dipelajari sekaligus dan integral,dan tidak hanya terbatas pada satu mata pelajaran.
Kekurangan
• Waktu yang diperlukan cukup panjang apalagi persiapan ataupun pelaksanaan acara tersebut tidak diatur denganbaik.
• Pembiayaan dalam sebuah karya wisata merupakan beban tambahan yang akan memberatkan siswa yang orangtuanya kurang mampu.
• Karya wisata akan berubah jadi piknik karena persiapan yang tidak matang.
• Beberapa acara inti sering terabaikan karena pelaksanan acara tidak tepat pada waktunya.

29. METODE SIMPOSIUM
Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.
Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda
30. METODE EKSPERIMEN
Zakiyah Daradjat mendefinisikan bahwa metode eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya dilakukandalam mata pelajaran tertentu. Sedangkan menurut departemen agama,memberikan definisi bahwa metode eksperimen adalah praktek pengajaran yang melibatkan anak didik padapekerjaan akademis,latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti shalat,puasa,haji,pembangunan masyarakat dll.
Kelebihan
• Menambahkan keaktifan untuk berbuat dan memcahkan sendiri sebuah masalah.
• Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.
Kekurangan
• Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini.
• Murid yang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.

31. METODE LATIHAN (DRILL)
Metode drill adalah suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/ berikan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Kelebihan
• Dalam waktu yang relatif singkat,dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan.
• Para murid akan memiliki pengetahuan yang siap pakai.
• Akan tertanam pada setiap pribadi anak kebiasaanbelajar secara rutin dan disiplin.
Kekurangan
• Bisa menghambat perkembangan daya inisiatif murid.
• Kurang memperhaitkan relevansinya dengan lingkungan.
• Membentuk pengetahuan verbalis dan mekanis.
• Membentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kaku.

32. METODE AUDIO VISUAL
Metode audio visual yaitu : suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat-alat media pengajaran yang dapat memperdengarkan, atau memperagakan bahan-bahan tersebut sehingga siswa / murid-murid dapat menyaksikan secara langsung, mengamat-amati secara cermat, memegang / merasakan bahan-bahan peragaan itu. Pada setiap kali penyajian bahan pelajaran semestinya guru menggunakan media pengajaran, seperti lembaran balik, papan planel, proyektor, dan lain sebagainya.
Metode audio visual dikenal dengan keharusan penggunaan audio visual aids atau audio visual material
Kebaikan
• Siswa dapat menyaksikan, mengamati serta mengucapkan langsung sekaligus
• Dengan memeragakan bendanya secara langsung tersebut, hal ini sangat menarik perhatian siswa
• Pengetahuan siswa menjadi inegral, fungsional dan dapat terhindar dari pengajaran verbalisme
• Pengajaran menarik minat dan perhatian siswa
Kekurangan
• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang
• Tugas guru menjadi berat, sebab disamping harus merencanakan materi pelajaran yang akan disajikan juga harus menguasai berbagai alat sarana peragaan / media pengajaran berbagai alat sarana peragaan serta alat komunikasi lainnya.
• Pengadaan alat sarana peragaan memerlukan biaya dan pemeliharaan yang cukup memadai
• Kecenderungan menganggap bahwa pengajaran melalui berbagai macam alat / media pengajaran bersifat pemborosan, bahkan memakan / menyita waktu yang banyak.

33. METODE TUTORIAL
Merupakan cara menyapaikan bahan pelajaarn yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikantentang masalh-masalah dan kemajuan yang ditemui secara periodik.

34. METODE DEDUKTIF
Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atu contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teori ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.
Metode ini tepat dipergunakan :
• Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari
• Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis,
• Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicara yang baik
• Waktu yang tersedia sedikit

35. METODE INDUKTIF
Metode induktif dimulai dengan pemberan berbagai kasus , fakta , contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian sswa dibimbing untuk berusaha keras mensitesiskan, merumuskan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajarn tersebut . Metode ini disebut metode discovery atau Socratic
Metode ini tepat digunakan:
• Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan , terampil mengulang pertanyaan dan sabar
• Waktu yang tersedia cukup panjang
36. METEODE SOSIODRAMA
Sosio drama terdiri dari dua kata,yaitu “sosio” yang artinya masyarakat dan “drama” artinya keadaan seseorang. Metode sosio drama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memerankan tingkah laku didalam hubungan sosial. Prinsip dasar metode ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 27-31.
Keuntungan
• Melatih anak untuk mendaramatisasikan sesuatu serta melat h keberanian.
• Metode ini akan lebih menarik perhatian anak,sehingga suasana kelas lebih hidup.suati
• Anak-anak dapat menhayati suatu peristiwa,sehinggam udah mengambil kesimpulan berdasaran penghayatan sendiri.
• Penyaluran perasaanperasaan atau keinginan-keinginan yang terpendam karena memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan (mencurahkan) penghayatan mereka mengenai suatu problem didepan orang banyak (murid-murid).
• Untuk mengajar anaknya supaya ia bisa menempatkan dirinya diantara orang lain.
Kelemahan
• Situasi sosial yamg diciptakan dalam suatu lakon teretntu,tetap hanya merupakan situasi yang memilki kekurangan kualitas emosional dengan situasi sosia; sebenarnya.
• Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak cemerlang untuk memecahkan sebuah masalah.
• Perbedaan adat istiadat kebiasaan dan kehidupan dalam masyarakat akan mempersulit mengaplikasikan setode ini.
• Kadang-kadang anak-anak tidak mau memerankan sesuatu adegan karena malu.
• Metode ini memerlukan waktu cukup panjang.
• Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjadi pasif.

37. METODE BERCERITA
Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain
Kelebihan
• Guru mudah menguasai kelas
• Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a
• Mudah menyiapkannya
• Mudah melaksanakannya
• Dapat diikuti oleh siswa dalam jumlah banyak
Kekurangan
• Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya
• Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat
• Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif
• Siswa lebih cenderung hafal isi ceita daripada sari cerita yang dituturkan

38. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)
Problem solving, adalah uatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan dimana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang sederhana, menuju kepada masalah yang sulit/muskil. Pada pelajaran agama melalui penerapan metode problem solving ini, misalnya menyajikan bahan pelajaran fiqh, yakni masalah yang mengandung problematik dan khilafiah para ulama, serta topik lain yang justru mengandung problem bagi siswa untuk kemudian dipecahkan. Tujuan metode ini adalah agar anak-anak terbiasa berlatih menghadapi berbagai masalah, sebagai calon pemimpin ia berkemampua tinggi dan siap mental menghadapi / memecahkan berbagai masalah.
Kebaikan
• Mendorong siswa untuk berfikir aktif dan kreatif dalam mencari bentuk-bentuk pemecahan masalah sepenuh hati dan teliti. Meskipun harus melalui trial and error (terus mencoba, meskipun mengalami kesalahan).
• Mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja (learning by doing)
• Memupuk rasa tanggung jawab
• Mendorong siswa untuk tidak berfikir sempit, fanatik.
Kekurangan
• Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah / problem, yang justru harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain
• Kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa
• Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam agama.
• Kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan masalah yang ditempuh siswa.
• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang

39. METODE SIMULASI
Simulasi berasal dari kata “simulate” yang memiliki arti pura-pura atau seolah-olah. Pengertian operasional dari metode simulasi adalah suatu usaha untuk memperoleh pamahaman akan hakikat dari suatu konsep atau prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan.
Kelebihan
• Aktivitas simulasi menyenangkan siswa sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi.
• Mengglakkan guru untuk mengembangkan aktivitas-aktivitas semulasi sendiri tanpa bantuan siswa.
• Memungkinkan eksperimen tanpa memerlukan lingkungan sebenarnya.
• Mengurangi hal-hal yang terlalu abstrak sebab dikerjakan dalam bentuk aktivitas.
• Tidak memelukan skill komunikasi yang pelik dalam hal banya ksiswa dapat berbuat dengan pengarahan yang simple.
• Interaksi antara siswa memungkinkan timbulnya keakraban.
• Strategi ini menimbulkan respon yang positif bagi siswa yang lamban,kurang cakap dan kurang motivasinya.
• Simullasi melatih siswa agar berfikir kritis.
Kekurangan
• Efektivitasnya dalam memajukan proses belajar mengajar belum terbuktikan oleh riset.
• Terlalu mahal,misalnya ;membuat simulasi hanya untuk memotivasinya.
• Dalam simulasi sering tidak terikutkan elemendapatkan kritik dari orang tua karena aktivitas ini melibatkan permainanan-eleman penting.
• Simulasi menhendaki hubungan yang inovatif antar guru dan murid.
• Simulasi menghendaki imaginasi dari guru dan siswa.
• Simulasi menghendaki hubungan yang inovatif antara guru dan murid.
• Sering mendapatkan kritik dari orang tua karena ktivitas ini melibatkan permainan.

40. METODE KERJA LAPANGAN
Metode kerja lapangan merupakan suatu cara mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi anak didik diluarkelas (dimana saja bisa). Secara pedagogis ini merupakan latihan untuk membiasakan anak didik dengan suatu kegiatan ilmia dan melatih mereka agar selalu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
Kelebihan
• Kemungkinan siswa melihat kegiatan secara langsung.Siswa akhirnya akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih mampu menjawab permasalahan dengan jalan melihat ,mendengar mencoba,dan membuktikan secara langsung,dan ini tak pernah mengenal akta final.
• Siswa lwbih mudah mengangkap pelajaran karena ditempuh dengan langsung bertanya ( wawancara) dengan tutor ataupun staf ahli.
• Dengan metodce ini memungkinkan menggabungkan bebrapa mata pelajaran .
Kekurangan
• Siswa yang mempunmyai kemampuan kurang akan semakin jauh tertinggal.
• Diluar pendidikan kejuruan,dengan metode ini siswa mustahil untuk mendapatkan /memperoleh pengalaman yang mendalam.

41. METODE DEMONSTRASI
Yang dimaksud dengan metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaa ntunuk memperjelas suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana jalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa. Metode demonstrasi dapat digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fiqih,misalnya bagaimana caraberwudlu yang benar.
Kelebihan
• Dapat merangsang siswwa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pelajaran.
• Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama tentang materi pelajran yang disampaikan karena siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat bahkan mempraktekkannya secara langsung.
• Dapat memfokkuskan pengertian siswa terhadap materi pelajran dalam waktu yang relatif singkat.
• Dapat memusatkan perhatian anak didik.
• Dapat menambah pengalaman anak didik.
• Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit.
• Dapat menjawab semua masalah yang timbul didalam fikiran setiap siswa karena merekas ikut serta berperan langsung.
Kekurangan
• Memerlukan waktu yang cukup banyak. Namun hal ini dapat ditanggulangi dengan menyediakan waktu yang khusus yang cukup memadai untuk melaksanakan metode demonstrasi.
• Apabila terjadi kekurangan media,metode demonstrasi menjadi kurang efektif. Oleh karena itu perlu melengkapi semua alat yang diperlukan dalam menggunakan metode ini.
• Memerlukan biaya yang cukup mahal,terutama untuk pembelian alat-alat.oleh karena itu,pihak sekolah perlku merencanakan pembelian alat-alat tersebut.
• Memerlukan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu guru dan siswa perlu persiapan fisik,disamping penguasaan teori.
• Bila siswa tidak aktif maka metode demoinstrasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu setiap siswa harus diikutsertakan dan melarang mereka berbuat kegaduhan.

42. METODE MENGAJAR SESAMA TEMAN (PEER TEACHING METHOD)
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri

43. METODE BAGIAN (TEILEREN METHOD)
Yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.

44. METODE BAGHDADIYAH.
Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara merata di tanah air. Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci (khusus). Secara garis besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkan
secara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan berbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode ini diajarkan secara klasikal maupun privat.
Kelebihan
• Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.
• 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema sentral.
• Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.
• Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri.
• Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah.
Kekurangan
• Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi kecil.
• Penyajian materi terkesan menjemukan.
• Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa.
• Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an

45. METODE GLOBAL (GANZE METHOD)
Yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.

46. METODE KERJA KELOMPOK
Metode kerja kelompok adalah penyajian materi dengan cara pembegian tugas-tugas untuk mempelajari suatu keadaan kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan.
Kelebihan
• Melatih dan menumbuhkan rasa kebersaman,toleransi dalam sikap dan perbuatan.
• Ditinjau dari segi didaktik,bahwa anak-anak yang pandai dalam kelompoknya dfapat membantu teman-temannya yang kurang pandai terutama dalam rangka memenagkan kompetensi dalam ke4lompok.
• Menumbuhkan rasa ingin maju dan mendorong anggota kelompok untuk tampil sebagai kelompok yang terbaik.
• Timbul rasa kesetiakawanan sosial antar kelompok yang dilandasi motivasi kerja sama utnuk kepentingan dan kebaikan bersama.
• Anak-anak yang pemalu akan lebih aktif.
Kekurangan
• Metode kelompok memerlukan persiapan yang agak rumit dan perencanaan yang matang.
• Persaingan tidak sehat akan terjadi manakala guru tidak dapat memberikan pengertian kepada siswa. Behwa tugas yang diberikan bukanlah untuk membedakan antara satu sama lain dalam arti luas. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya persaingan negatif antar kelompok hendaknya seorang guru lebih cekatan dan ltransparan dalam menjelaskan maksud pembelajrana ini.
• Bagi siswa yang tidak mempunyai disiplin diri atau malas teruka kemungkinan untuk tetap pasif dan kemungkinan besar bisa mempengaruhi dan menggangu kelompoknya sehingga kelompok tersebut mengalami kegagalan.
• Sifat dan individualitas kadang-kadang terasa terabaikan.
• Tugas guru akan menjadi lebih berat.
• Jika tugas yang diberikan kepada siswa masinh-masing kelompok tidak dibatasi dengan waktu tertentu maka tugas tersebut cenderung terabaikan.
• Tugas akan terbankalai jika tidak memperhatikan timbangan segi psikologis dan didaktris anak didik.

47. METODE MENGAJAR BEREGU (TEAM TEACHING METHOD)
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut

48. METODE PROYEK (PROJECT METHOD)
Kata proyek berasal dari bahasa latin, yaitu proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti : merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik (planning) di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya. Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.
Keunggulan
• Dengan pengajaran royek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri
• Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari
• Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa
• Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik
• Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya
Kekurangan
• Memerlukan perencanaan yang matang
• Tidak smua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana
• Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa
Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih siulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri
• Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana. Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial

PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB
Dalam memberikan pelajaran baik itu diawal (evaluasi awal) maupun diakhir (evaluasi akhir) sering kita jumpai bentuk pertanyaan yang dilontakan guru kepada muridnya ataupun sebaliknya. Adapun pertanyaan itu dapat dikelompokkan dalam beberapa domain utama yang menunjukkan perbedaan penggunaannya, baik itu pre test, appersepsi, post test maupun tanya jawab. Perbedaannya dapat dilihat dengan ciri dan penjelasan sebagai berikut;
A. PRE TEST
Yaitu suatu bentuk pertanyaan, yang dilontarkan guru kepada muridnya sebelem memulai suatu pelajaran. Pertanyaan yang ditanya adalah materi yang akan diajar pada hari itu (materi baru). Pertanyaan itu biasanya dilakukan guru diawal pembukaan pelajaran. Pre test diberikan dengan maksud apakah ada diantara murid yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajar.

B. APPERSEPSI
Appersepsi mempunayi kemiripan arti lebih dekat dengan pre test. Appesrsepsi juga merupakan pertanyaan guru kepada muridnya, hanya saja appersepsi penggunaannya dalam bentuk pertanyaan materi ajar yang telah diberikan sebelumnya (telah diajar). Dengan appersepsi seorang guru bisa mengetahui sejauh mana pemahaman murid-murid mengenai mataeri yang telah diajar sebelumnya.

C. POST TEST
Post test merupakan bentuk pertanyaan yang diberikan setelah pelajaran/materi telah disampaikan. Singkatnya, post test adalah evalausi akhir saat materi ajar pada hari itu telah diberikan yangmana seorang guru memberikan post test dengan maksud apakah murid sudah mengerti dan memahami mengenai materi ajar yang baru saja diberikan pada hari itu.

D. TANYA JAWAB
Yaitu semua bentuk pertanyaan antara murid dan guru maupun sebaliknya, baik itu diwal, ditengah maupun diakhir pelajaran. Tanya jawab mencakup semua materi ajar bab, sub bab ataupun lainnya yang telah diberikan maupun yang sedang berlangsung. Tanya jawab diberikan untuk meliahat seberapa jauh pemahaman murid tanggap terhadap materi yang telah diberikan.

Jumat, 05 Desember 2008

EPISTEMOLOGI DAN AL-WAHDAH AL-WUJUD

1. Epistemologi.

Ibn Arabi nama lengkapnya Muhyiddin Ibn Arabi, lahir di Murcia, Spanyol ( 560/1164 M ) dari suku al-Taiy, serumpun Arab al-Hatimi yang pada umumnya terdiri dari keluarga yang saleh. Ornga tuangnya adalah seorang Sufis yang gemar berkelana. Pada usia 8 tahun Ibn Arabi sudah merantau ke Lissabon unutk belajar agama dari seorang ulama, Syekh Abu Bakar bin Khalafselesai belajar Ulumul Qur'an dan Hukum Islam. Kemudia pindah ke Sevilla tempat pertemuan para sufi di Spanyol dan menetap selama 30 tahununtuk memperdalam hukum Islam dan Ilmu Kalam serta belajar Ilmu Tasawuf

Yang di makasud dengan Epistemologi dalam pandangan Ibn Arabi menurutnya Epistemologi harus diartikan sebagai tiori tentang bagaimana ia memperoleh ilmu pengetahuan didalam dan melalui mistik, bagaiman isi pengetahuan itu serta bagaimana gambaran jiwanya yang mengahayati pengalaman seperti itu.

Ibn Arabi membedakan pengetahuan dalam dua tipe:

1 . Al-Ma'rifat artinya pengetahuan dengan pengenalan

2. Al-Ilmu artinya sebagai pengetahuan intelektual atau pemahaman luas.

Dalam Epistemologi Ibn Arabi penilaian dikelompokkan kepada dua kelas utama yaitu:

1. Proposisi wajib meliputi :

a. Semua penilaan knseptual tampa dimasuki unsur pemahaman

b. Penilaian Apriori dari logika formal

c. Penilaian Esoterik ( Berawal dari indra )

2. Proposisi kontingensi yaitu penilaian yang berdasarkan pemahaman dan indra-indra secara serempak.

Dengan demikian nampaknya agak mudah untuk memahami al-Wahdatul Wujud menurut Ibn Arabi penyatuan mistik dengan Tuhan.

2. Al-Wahdah Al-Wujud

Al-Wahdah al-Wujud artinya kesatuan wujud faham ini adalah lanjutan dari faham Hulul ( pada pembahasan kelompok 6 ) dan dibawa oleh Muhyiddin Ibn Arabi, menurut Ahmad Amin dalam kitab Zubr al-Islam, 1969:162. arti istilah wahdah al-Wujud adalah sesungguhnya alam dan Allah adalah sesuatu yang satu.

Kemudian Ibrahim Hilal, Hlm 203. mengatakan arti dari wahdah al-wujud ialah sesungguhnya yang ada ini hanyalah satu, meskipun banyak ragam dan bentuknya. Alam dan Allah adalah dua bentuk dalam satu hakikat, Allah SWT. Alam adalah Allah dan Allah adalah alam. Dan Muhammad Yusuf Musa membuat batasan wahdah al-wujud dengan, "tidak ada yang wujud selain wujud Allah dan sesungguhnya sekalian yang mungkin adalah manifestasi-Nya yang terdapat padanya sekalian yang mungkin adalah manifestasi-Nya yang terdapat pada seluruh alam ini tidak pada bagian atau sebagian yang lain. Maka tidaklah ada sekalian yang mungkin ini melainkan manifestasi Allah SWT. Seandainya Dia tidak ada. Maka tidaklah ada alam ini.

Dari keterangan ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa wahdah al-wujud adalah suatu faham yang mengakui hanya ada satu wujud dalam semesta ini yaitu satu wujud Tuhan. Tuhan adalah alam dan alam adalah Tuhan.

Dalam faham Wahdah al-Wujud yang ada dalam faham hulul diubah oleh Ibn Arabi menjadi Khalq / ciptaan ( makhluk dan alam ) dan al-Haqq/ kebenaran ( Tuhan ) adalah dua aspek bagi tiap-tiap sesuatu. Aspek yang luar disebut al-Haqq. Dan aspek dalam Khalq

Faham ini timbul dari kenyakinan bahwa Allah – sebagaiman dterangkan dalam urian tentang hulul ingin melihat diri-Nya diluar diri-Nya, untuk itu dijadika-Nya alam ini, untuk itu. Alam ini adalah cermin bagi Tuhan. Kala Ia ingin melihat diri-Nya. Dia melihat pada alam, pada benda-benda yang ada pada alam, karena yang ada pada tiap-tiap benda itu terdapat sifat ketuhan. Dari sinilah timbul faham kesatuan atau al-wahdah al-wujud. Hal ini tak ubahnya sebagai orang yang melihat dirinya dalam beberapa cermin yang diletakkan disekelilingnya. Didalam tiap cermin itu ia melihat dirinya kelihatan banyak tetapi dirinya yang sebenarnya hamya satu, Ibn Arabi sebagaimana digambarkan tersebut didalam kitabnya Fusus al-Hikam,1967:68. mengatakan: "Wajah sebenarnya satu tetapi jika engkau perbanyak cermin ia menjadi banyak. " dalam bentuk keterangan lain, faham ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Makhluk dijadikan dan dan wujudnya tergantung pada wujud Tuhan sebagai sebab dari segala yang berwujud selain Allah. Yang berwujud selain Allah tidak akan mempunyai berwujud sekirany Allah tidak ada. Allahlah yang sebenarnya yang mempunyai wujud yang hakiki, ynag dijadikan hanya mempunyai wujud yang bergantung pada wujud diluar diri-Nya, yaitu Allah. Dengan demikian yang mempunyai wujud yang sebenarnya hanyalah Allah sedangkan wujud yang dijadikan ini pada hakikatnya tergantung pada wujud Allah, jadi yang dijadikan sebanarnya tidak mempunyai wujud dan yang mempunyai wujud mempunyai wujud senarnya hanyalah Allah. Dengan demikian pada hakikatnya hanya ada satu wujud yaitu wujud Allah.

Ringkasnya kata Taftazani, Ibn Arabi berpendapat bahwa wujud " hal yang wajib " adalah wujud Allah semata sedangkan keanekaragaman dan pluralisme hal yang ada tidak lain hanyalah hasil indera-indera lahiriyah dan akal budi manusia yang terbatas yang tidak mampu memahami ketunggalan zat segala sesuatu. Sebenarnya, substansi dan esensi segala sesuatu itu satu, yang menyebabkan jama' dalam sifat dan nama-Nya tampa bilangan ( yang tidak terhitung ) hanyalah karena wawasan, pandangan dan kecenderungan karena itu jika dipandang dari sudut esensinya, maka hal itu adalah Tuhan jika dipandang dari sudut sifat-sifatnya, maka hal itu adalah makhluk ( alam ) atau faham ini juga di kenal sebagain faham Al-Wahdah Al-Syuhud ( Kesatuan Penyaksian )

METODE TAZKIYAH AN-NAFS, NAFS MUTHMAINNAH DAN PROSES PEMBUDAYAAN

METODE TAZKIYAH AN-NAFS

Seperti di uraikan terdahulu, bahwa esensi ibadah dalam islam bertujuan peningkatan kualitas rohaniyah secara gradual dan kumulatif. Dalam hal ini masyarakat sufi memiliki pandangan yang khas, dimana mereka memiliki kesadaran yang lebih dalam tentang betapa pentingnya kesucian rohaniyah bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran yang demikian, maka dalam upaya “tazkiyah an-nafs” ini, dalam sufisme dikenal berbagai teori dan system sesuai dengan aliran dan tujuan masing-masing antara lain adalah apa yang disebut dengan takhalli-tahalli meningkat pada tahap tajalli.

1. Takhali

Dalam proses penyucian jiwa, decara psikologis ada dua macam ketidaksadaran, yang pertama berasal dari hawa nafsu atau “nafs ammarah” . ketidaksadaran dalam hati manusia, menurut sufisme adalah cermin ilahi yang didalamnya termuat rahmat. Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dua materi, sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya kebenaran. Sedangkan yang berasal dari ”nafs al-ammarah” yang berisi segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia, harus ditransformasikan menjadi ”nafs al-lawwamah” yang pada gilirannya meningkat menjadi ”nafs al-muthmainnah”. Proses transforasi ”nafs” yang rendah ketingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut ”takhalli”, proses pengosongan jiwa dari segala kecenderungan yang jelek.

Berangkat dari paradigma sufisme, adalah yang maha suci, maka agar dapat berada dekat atau bersama-sama dengan-Nya haruslah yang suci pula. Minyak tidak bisa meyatu dengan air, demikian pula dengan jiwa manusia yang kotor tidak mungkin bisa bersama dengan . Maka langkah awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasyikan kehidupan duniawi, yang disebut sebagai zuhd, duniawi. Untuk dapatnya tercapainya sikap ”zuhd”, menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan bila mungkin mengunci mati ”nafs al-ammarah”. Sebab, ”nafs al-ammarah” adalah sumber dari segala ketikbaikanm, sehingga ia menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqqarub) dengan .

Seberapa jauh sikap ”zuhd duniawi” itu, terdapat beda penafsiran dalam sufisme, ada yang moderat dan ada yang ekstrim. Aliran moderat berpendapat, bahwa ”zuhd duniawi” itu adalah sebatas tidak sampai lupa terhadap tujuan hakiki dari hidupnya, tidak perlu meninggalkan kehidupan duniawi secara total. Persoalan kehidupan sosial kemasyarakatan tetap dapat digeluti secara aktif, asal jangan mengurangi perhatian terhadap tujuan akhir kehidupan. Demikian juga halnya dengan masalah ”hawa nafsu”, tidak harus dikunci mati, tetapi sudah cukup apabila dapat dikendalikan melalui disiplin kehidupan. Oleh karena itu, manusia harus bersikap hati-hati (wara’) dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawi dalam memanfaankan karunia . Melalui pola hidup serasi-sederhana, menurut aturan ini akan dapat ditemukan kebebasan untuk merealisir tujuan hidup yang hakiki, yakni agar selalu berada bersama dengan dalam hal segala situasi. Berbeda dengan aturan sufisme yang bersikap ekstrim dalam ”zuhud duniawi” berpendapat, bahwa kehidupan duniawi ini benar-benar menjadi penghalang bagi perjalanan spritual menuju tuhan. Oleh karena itu, ”nafs” yang selalu cenderung pada kenikmatan hidup duniawi, dimatikan agar perjalanan taqqarub illa ’llah tidak terganggu.

Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu atau ”nafs al-ammarah” bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh sebab itu perlu didukung oleh berbagai sikap mental yang disebut sebagai al-maqomat, seperti al-faqr, al-shabr, al-wara’, al-ridha, dan lain-lain. Al-faqr adalah satu sikap yang paling mendukung dalam upaya pengendalian hawa nafsu, karena dengan sikap ini orang akan merasa tidak memiliki harta dan tidak memiliki siapapun, sekalipun ia memiliki harta kekayaan. Artinya, walaupun ia memiliki sesuatu yang bersifat bendawi, tetapi dianggapnya sebagai titipan dari , bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang cenderung merusak. Untuk itu seorang harus memiliki kekuatan dan kemantapan batin (al shabr) dalam menapaki risiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya. Dengan dukungan sikap sifat dasar tadi yang dilakukan secara lonsekuen dan konsisten, maka seseorang itu akan mampu membebaskan dirinya dari semua instink yang selalu mengarahkan kejahatan. Sebab, induk dari segala sifat jelek adalah ”nafsu”, karenanya harus dikendalikan dan kalau mungkin dimatikan. Inilah yang dimaksud dengan ”takhalli”, yaitu membersihkan diri dari sikap dan sifat memperturutkan dorongan ”nafsu”.

2. Tahalli

Dengan selesainya proses pembersihan diri dari cengkraman ”hawa nafsu”, maka tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu dengan sifat-sifat terpuji. Kebiasaan lama yang telah lama ditinggalkan, diganti dengan kebiasaan baru yang baik melalui latihan yang berkesinambungan, sehingga terciptanya kepribadian baru. Salah satu yang disukai sufi dalam rangka tahalli ini adalah melalui dzikir yang disebut Al Ghazali sebagai ”pelarutan qalb dengan selalu mengingat Alla”. Dzikir adalah gerbang utama menuju perjumpaan dengan . Bahkan menurut Al-Qusyair, tidak ada jalan terbaik bagi orang yang ingin berjumpa dengan kecuali melalui dzikir. Sebab, dzikir adalah tiang utama dan sekaligus gerbang utama menuju .

Menurut Athaillah, dzikir dapat dibedakan kepada 3 macam, yakni:

  1. Dzikri lisan atau dzikir jali, yaitu yang diucapkan secara lisan dan terdengar dengan jelas sesuai lafazyang disukai, apakah nafi-isbat atau tahlil tasybih, tahmid dan lain-lain.
  2. Dzikir qalbi atau dzikir khafi, yakni yang dilakukan dalam hati saja, tanpa lisan dan tanpa suara.
  3. Dzikir haqiqi, yakni dzikir yang dilakukan seluruh jiwa dan raga, dzikir yang disatukan dengan segenap ekspresi manusia sehingga seluruhnya terpusat hanay kepada semata.

Apabila di kaiatkan dengan orang yang berzikir, maka dzikir dibedakan kepada tiga kualias, yakni :

  1. dzikir mubtadi, dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih. Secara teknis pelaksanaannya adalah, pada saat mengucapkan lafaz dzikir secara lisan, maka hati mengiringnya dengan kalimat ”ia ma’bud illa’llah”;
  2. dzikir mutawassith, dzikir tingkat menengah, yakni dzikir lisan dengan iringan dzikir qalb dengan bacaan ”la maksud illa’llah”, tiada yang ku cari kecuali semata;
  3. dzikir muntahi, dzikir pemucak yaitu dzikir yang dilakukan secara simultan oleh seluruh daya dan ekspresi manusia.

Tiada detik tanpa dzikir, tiada denyut nadi dan nafas tanpa dzikir. Seluruh gerak hidupnya sudah terkondisi hanya untuk dzikiru’llah, tiada yang dirasakan kesuali kebersamaan dengan alllah. Situasi yang demikian, dalam bahasa sudisme diisebut fana fi’llah, sehingga kualitas kepahamannya mengenai tuhan disebut ma’rifat, yakni pengetahuan yang diperoleh melalui ”mata hati” (ainul bashirah).

Dzikir memilki dua fungsi uatama, yakni memperdalam dan memperluas penghayatan keimanan, dan merupakan perisai dri dari pengaruh ”nafs al-ammarah”. Dengan membudayakan dzikir dalam kepribadian seseorang, maka akan tercipta rasa keakraban dan kebersamaan dengan , yang pada gilirannya melahirkan sikap sabiqun bi’ikhairat, keranjingan berbuat kebaikan.

Untuk sekedar contoh tentang teknik dzikir yanglebih rinci, dapat dilihat dari apa yang biasa dilakukan oleh tharekat naqsyabandiyah. Menurut tharekat ini, pelaksanaan dzikir sebagai metode ”tazkiyah an-nafs” banyak ragamnya, sesuai dengan kualitas dan sasaran yang ingin di capai. Secara keseluruhan ada tujuh belas macam pelajaran dzikir. Pelajaran pertama sampai pelajaran keenam belas dilakukan secara sirr secara rohaniyah saja, sedangkan pelajaran ketujuh belas dilakukan secara simultan dzikir lisan dan dzikir rohaniyah dengan lafaz la ilaha illa’llah. Dalam pendangan tarejat ini, bahwa secara ana tomi tubunh manusia memiliki fungsi ganda, yakni fungsi biologis dan fungsi spritual. Atas dasar paradigma ini, maka pengucapan kalimat dzikir harus disejajarkan serta disesuaikan dengan fungsi masing-masing organ tubuh, yang mereka sebut sebagai daerah dzikir. Misalnya, pada saat mengucapkan kalimat ”la illaha illa’llah” nafas dihimpun dan ditahan dalam perut persis dibawah pusat, dan disinilah dimulai ucapan ”la”. Sambil mengucapkan dan menghayati kata ”la” nafas diangkat lurus ke ubun-ubun, kemudian dilepas ke arah bahu kanan diarahkan lurus ka hati (qalb) seraya menyebut ”illa’llah”, tetapi kata ”illa” diletakan di ulu hati dan ”” ’ditembakan ’ kedalam qalb sehingga menimbulkan getaran diseluruh tubuh dan darah terasa panas.

Dzikir yang paling di gemari dalam tharekat naqsyabandiyah adalah apa yang mereka sebut DZIKIT LATHIFAH TUJUH . disebut lathifah tujuh karena dziir ini terdiri dari tujuh macam dan tujuh lapisan, dengan kalimat dzikirnya ””.

  1. lathifah qalb, dzikir hati nurani yang dilakukan sebanyak 5.000 kali dalam sehari semalam. Lathifah qalb ini adalah fungsi spritual jantung, karena itu dzikir disini merupakan iringan denyut jantung. Apabila lathifah ini telah bersih dari pengaruh ” nafs al-ammarah” , maka seseorang akan dapat menerima ilham dari , bahkan akan dapat melihat melalui ”ain al-bashirah” atau mata hati. Oleh karena itu, lathifah ini juga disebut ” lathifah rabbaniyah”, induk dari semua lathifah. Apabila seseorang telah berhsil dalam lathifah ini, maka ia akan bisa menghubungkan langsung dengan alllah, seperti halnya yang pernah dialami para nabi, terutama nabi musa As.
  2. lathifah ruh, tempatnya berada diparu-paru yang dilambangkan sebagai wadah ”nafs al-hayawaniyah” dengan simbol cahaya merah. Tujuan dzikir pada lathifah ini adalah untuk melenyapkan pengeruh nafsu hayawani sehingga manusia ia terbebas dari sifat-sifat kebinatangan. Dzikir lathifah ini sebanyak 1000 kali dan disebut sunnah ibrahim-nuh.
  3. lathifah sirr, yang bertempat dihati biologis dan merupakan wadah ” sifat sabi ’iyah” atau sifat binatang buas. Oleh karena itu, fungsi dzikir pada lathifah ini adalah untuk melumpuhkan segala sifat yang mirip dengan kekerasan binatang buas, yang diucapkan sebanyak 1000 kali dan disimbolkan dengan warna cahaya putih. Manfaat dzikir lathifah ini adalah membukakan jalan untuk dapat merasakan kebersamaan dengan , tidak ada lagi yang dilihat dan dirasakan selain . Dzikir ini disebut sebagai sunnah nabi musa.
  4. lathifah khafi, yang bertempat pada limpa jasmani dengan lambang warna hitam sebagai simbol sifat-sifat syaithoniyah dan sifat-sifat destruktif lainnya. Dengan demikian maka dzikir lathifah ini bertujuan utama untuk mengikis habis pengaruh-pengaruh syetan dari dir manusia, dengan mewiridkan dzikir sebanyak 1000 kali. Apabila dzikr lathifah ini telah berhasil dilaksanakan, maka seseorang akan merasakan ”fana fi’s-shifat assalbiyah” yang menumbuhkan sifat sabar, ridha dan tawakal.lathifah ini disebut sebagai sunnah nabi isa As
  5. lathifah ahkfa, yang bertempat diempedu dengan lambang cahaya hijau. Dalam lathifah ini bersarang sifat ”rabbaniyah”, yakni sifat-sifat yang menyebabkan seseorang berlagak hebat seperti tuhan, seprti sifat sombong, takabur, mau menang sendiri, dan lain-lain. Kearah sifat-sifat ”rabbaniyah” inilah dzikir lathifah diarahkan sejumlah 1000 kali. Lathifah ini disebut sebagai sunnah nabi mahammad SAW.
  6. lathifah nafs an-natiqah, bertempat di otak dengan lambang cahay gilang-gemilang sebagai simbol ”nafs al-ammarah” atau ”instik”, yang merupakan penghalang yang amat kuat bagi orang yang ingin mencari keridhaan ilahi. Nafs ini selalu merangsang orang untuk berbuat jahat, karena itu kearah benak inilah dzikir diarahkan sebanyak 1.000 kali sampai sifat jahat itu terbakar dan berganti dengan tumbuhnya ketentraman dan ketenangan fikiran.
  7. lathifah kullu jasad, yakni lathifah yang meliputi seluruh tubuh ragawi, dengan lambang cahaya yang indah gemilang. Dalam lathifah ini bersarang sifat ”jahil” dari sifat ”ghaflat” , sifat kebodohan dan kelalaian. Apabila seseorang mengamalakan dzikir lathifah ini secara terus menerus, mengalirlah jiwa dzikir pada seluruh tubuhnya, menyelusup keseluruh badannya,menyirami sekujur ragawinya sehingga berbaurlah dzkir itu dengan darah dagingnya, mencair bersama nafasnya. Inilah kebahagiaan yang tiada taranya, karena itu telah berada di ”hadirat illahi rabbi”. Oleh karena itu, dalam bahasa sufisme lathifah ini disebut sulthan al-azkar, maharajanya dzikir.

Dalam pelaksanaannya bukan berarti harus berturut sesuai dengan nomor urut diatas, kecuali nomor tujuh memang harus merupakan tahapan terkhir atau dzikir muntahi. Sebab, apabila telah dapat diselesaikan lathifah yang enam, maka lathifah kullu jasad adalah semacam pengintegrasian seluruh lathifah yang dilaksanakan secara simultan.

3. Tajalli

Dari seramgkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh pada dua tahap terdahulu, diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari pengaruh ”nafs al-ammarah” dan telah mengisi ”nafs al-lawwmah” dengan sifat-sifat kesempurnaan, sehingga orang itu telah berada setidaknya diambang gerbang ”nafs al-muthmainah”. Kalau tahap takhalli dan tajalli dapat disebut sebagi tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi pengembangan spritual ketingkat perfection, maka tahap tajalli adalah tahap penghalusan dan penyuburan rasa ketuhanan melelui pendalaman spritual dengan pendekatan esoteris. Untuk tujuan itu diperlukan pemeliharaan kontak langsung dengan secar terus menerus, sehingga segala perhatian dak aktivitas diorentasikan untuk mencapai tujuan dasr tadi, yakni ” dziki ru ’llah ’ala’ddawana”, selalu bersama dengan semasa di dunia dan akhirat nanti. Suatu pengalaman hidup ”bersama” , tidak substansial apabila tidak dilandasi oleh keyakina akan adanya perjumpaan yanglebih riil dan hakiki dengan dalam kehidupan sesudah mati, sesuai dengan grand design tuhan bagi segenap ciptaannya. Oleh karena itu, salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli ini adalah dzikrul maut, selalu ingat kematian

Munajat, juga adalah metode lain dalam rangka tajalli, mengisi diri dengan sifat-sifat kesempurnaan ilahi. Munajat peling baik dilakukan pada keheningan malam sesuai shalat malam atau shalat tahajud. Inti dari munajat pelaporan diri kehadirat atas segala laku perbuatan, baik yang diyakini sebagai amal saleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Dengan demikian munujat pada hakikat adalah pengakuan dan penyerahan diri seraya mohon hidayah dan taufiknya, diiringi do’a dan tasbih –tahmid kepada .

Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela, berarti manusia telah kembali pada kemanisiaannya yang hakiki sehingga ia akan merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya. Situasi yang demikian ini sering seseorang bicara hal-hal yang irasional dan bahkan seakan ”diluar” etika teologis, yang disebut sathahat. Tetapi karena telah terjadi transperensi, maka yang berbicara itu pada hakikatnya adalah tuhan melalui lisan orang yang munajat itu.

NAFS MUTHMAINAH, PROSES PEMBUDAYAAN

Semua aliran sufisme sepakat, bahwa dzikir yang dilaksanakan secara teratur dan benar akan membuahkan rasa ketenangan dan kebahagian. Tampaknya pendapat ini sesuai dengan penegasan al-qur’an yang menyatakan,”......hendaklah kamu terus dzikru llah agar kamu falah (bahagia). Sikap lalai dzikir kepada dapat mengakibatkan keimanan seseorang melemah, dan akan memperkuat pengaruh hawa nafsu. Dzikir dalam bahasa sufi seperti telah diupayakan menjelaskannya –yakni, melenyapkan kebiasaan lupa dan lalai dengan selalu ingat kepada , dapat meningkatkan daya nalar dan meluruskan runtut fikir yang pada gilirannya akan mempertajam rasionalits seseorang dalam membaca sunnatullah di alam semesta ini, sehingga dziir merupkan sifat dasar dari cendikiawan muslim yang disebut ulul albab”. Untuk membudayakan sikap dan perilaku dalam kondisi dzkru’llah dapat dimulai dari tafakur atau kotemplasi saat-saat tertentu dengan konsentrasi terhadap tiga hal :

  1. adalah yang maha kuasa dan mengtur segala ciptaannya.
  2. Manusia diciptakan adalah untuk mengabdi kepada-Nya.
  3. adalah tuhan yang maha pengasih dan penyayang.
  4. Kotemplasi dengan meresapi makna ketiga hal ini, akan memperkuat optimisme dalam upaya pencapaian tujuan.

Dzikir akan memperpendek jarak antara hamba dengan khalik, maka melalaikan dzikir berarti akan menjauhkan manusia dari karunia-Nya. Dzikir memberikan pengaruh positif bagi orang yang terbiasa melakukannya, akan menghidupkan rasa kenikmatan yanghakiki, karenanya memerintahkan hambanya agar selalu dalam keadaan dzikir. Ketenangan dan ketentraman jiwa memenuhi segenap relung kehidupan, badan ragawi terasa ringan, pikiran bebas merdeka tiada beban. Kenikmatan spiritual seperti ini tidak dapat diinformasikan secara rasional, karena itu bersifat amr al illahiya. Dalam suasana kebatinan yang demikian, terbuka sudah hubungan langsung antara hanba dan khalik sehingga ia merasa yakin telah bersua dengan .

Dalam rangka upaya menjadikan dzikir sebagai kebutuhan hidup dan kehidupan dn pembinaan suasana yang kondusif untuk mengabdikan ”nafs muthmainah” dalam diri, maka diperlukan sikap disiplin dan istiqamah dalam lima hal, yakni :

a. Mu’ahadat

Yakni selalu ingat dan sadar akan janji yang telah diikrarkan kepada . Setiap muslim berulang kali mengucapkan janji dirinya pribadi pada atas berbagai hal. Sejak dalam arwah, manusia telah mengikat janji bahwa ia akan taat dan setia kepada sebagai stu-satunya tuhan yang layak dan dan wajib disembah. Dalam setiap shalat, janji yang sama diulang-ulang lagi atas kesiapan dan kesediaanya menempatkan sebagai motif tujuan akhir dari segala pikir dan kreatifitas aktifnya. Kesadaran dan penghayatan terhadapa janji-janji itu akan memperkuat kotivasi untuk menepati setiap kewajiban kepada sebagai konsekuensi dari pengakuan dan janji itu.

b. Muhasabah

Yakni memikirkan, menganalisis dan memperhitungkan secara teliti dan jujur segala apa yang sudah dan akan dilakukan. Membiasakan dengan sikap teliti, menilai diri, menimbang dan mengukur apa yang telah dan akan dilakukan, adalah sikap yang akan menghindarkan orang dari kelalaian akan hak dan tanggungjawabnya.

c. Mu’aqabah

Yakni pemberian sanksi kepada diri sendiri apabila muhasabah menunjukan nilai kurang walau sekecil apapun. Keberanain menghukum diri sendiri tidak cukup dengan taubat atau penyesalan diri, tetapi harus dalam bentuk nyata. Misalnya saja, seorang yang sudah berpuasa senin kamis satu hari terlupa karena keasyikan duniawi, maka ia harus mengganti kelalainnya itu dengan berpuasa seminggu penuh.

d. Muraqabah

Adalah kesadaran rohaniayah tentang ”kebersamaan” dengan dalam segala suasana. Artinya diamana saja berasda, dalam suasana dan kondisi yang bagimanapun, ”kebersamaan” dengan harus dihidupkan dalam hati.

e. Mujahadah

Yakni kemauan dan kemampuan menggerakkan segala daya dan upaya secara sungguh-sungguh untuk melawan goadaan hawa nafsu. Dalam sufisme mujahadah dibedakan dalam dua kualitas, yakni mujahadah orang awan dan mujahadah khawas. Mujahadah awam adalah dalam rangka meningkatkan kualitasdan kuantitas amal saleh sehingga tercapai tingkatan muttaqin. Sedangkan mujahadah khawas atau istimewa adalah rangkaian upaya meningkatkan atau menyempurnakan kualitas muttaqin.

Seperti telah diupayakan pencerahannya dalah pembahasan terdahulu, bahwa proses penyucian jiwa itu panjang dan berat, jauh lebih berat dari kelahiran pertama. Sebab, apabila kelahiran pertama justru menyongsong kehidupan yang asyik dan serba bebas, tetapi pada kelahiran kedua ini justru meninggalkan kehidupan duniawi. Oleh karena sulit dan beratnya perjalanan safari itu dibutuhkan mental pejuang, yakni mujahadah fii sabiilillah.

Sabtu, 22 November 2008

Goresan Hati (Puisi)

Duduk ku sendiri dengan suasana sunyi

Menenangkan hati yang begitu sedih.

Apa yang aku pikirkan hanya untuk masa depan

Yang selalu ku impikan dan yang akan ku banggakan.

Harus................!!!

Aku harus melangkah...............

Lihatlah malam yang cerah

seakan memberikan kehidupan yang lebih indah.............

By: Sandra (Cacha)

Rabu, 12 November 2008

AQIDAH


A. Pengertian Aqidah

Aqidah berasal dari kata “’aqada-ya’-qidu-aqdan yang berarti simpul, ikatan, dan perjanjian yang kokoh. Secara terminologis terdapat beberapa definsi aqidah antara lain:

  • Menurut Hasan Al-Banna

‘Aqaid (bentuk jama’ dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, medatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keraguan.

  • Menurut Abu Bakar Jabir Al-Jazairy

’Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu (yang didengar), dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan didalah hati. Dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memahami aqidah:

  1. Setiap manusia memilki fitrah untuk mengakui kebenaran dengan potensi yang dimilikinya. Maksudnya setiap manusia memiliki akal yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
  2. Keyakinan itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan.
  3. Aqidah harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya.
  4. Apabila seseorang telah meyakini kebenaran, maka konsekuensinya ia harus sanggup membuang jauh-jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang diyakininya itu.


B. Istilah Aqidah dalam Al-Qur’an

1. Iman

Ada yang menyamakan istilah iman dengan aqidah dan adapula yang membedakannya. Bagi yang membedakannya, beralasan bahwa aqidah hanyalah bagian dalam/aspek hati berupa keyakinan, sebab iman menyangkut aspek dalam dan luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal.

2. Tauhid

Tauhid artinya mengesakan Allah. Ajaran tauhid adalah tema sentral aqidah Islam. Aqidah dengan iman juga diidentikkan dengan tauhid.

C. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah

Menurut Hasan Al-Banna ruang lingkup pembahsan aqidah meliputi:

  • Ilahi (berhubungan dengan ilah/Tuhan)
  • Nubuwwah (berhubungan dengan nabi, rasul, kitab-kitab Allah dan mu’jizat)
  • Ruhaniyah (berhubungan dengan alam metafisik)
  • Sam’iyah (dapat diketahaui melalui sami’, yakni Al-Qur’an dan As-Sunah)

Sebagaian ulama berpendapat bahwa pembahasan pokok aqidah Islam harus terumus dalam rukun iman yang enam. Yaitu iman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada nabi dan rasul-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada akhir dan iman kepada qada dan qadar.

D. Sumber Aqidah

Sumber aqidah Islam adalah Al-Quran dan As-Sunah. Sedangkan akal fikiran bukanlah merupakan sumber Aqidah. Firman Allah:

”...dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) sebagai penjelas atas segala sesuatu petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl,16:89)

E. Tingkatan Aqidah

Tingkatan taqlid berarti menerima sesuatu kepercayaan dari orang lain tanpa diketahui alasan-alasanya. Tingkatan ini dapat diibaratkan tingkatan orang awam. Sikap ini dilarang agama Islam.

Tingkat ’ilmu al-yaqin maksudnya suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu yang bersifat teoritis.

Tingkat ’ainul yaqin maksudnya suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara.

Tingkat haqq al-yaqin maksudnya suatu keyakinan yang dipeoleh melalui pengamatan dan penghayatan, pengalaman (empiris).

Rabu, 29 Oktober 2008

TUJUAN PENGAJARAN AGAMA ISLAM

1. Pengertian

Tujuan artinya suatu yang dituju, yaitu yang akan dicapai dengan suatu kegiatan atau usaha. Sesuatu kegiatan akan berakhir, bila suatu tujuan telah dicapai. Kalau tujuan itu bukan tujuan akhir, kegiatan berikutnya akan langsung dimulai untuk mencapai tujuan tujuan selanjutnya dan terus begitu sampai tujuan akhir.

Tujuan pendidikan Islam adalah keribadian muslim, yaitu suatu kepribadianyang seluruh aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam. Orang yang berkepribadian Islam dalam Al-Qur’an disebut juga “muttaqin”. Karena itu Pendidikana Islam berarti juga pembentukan manusia yang bertaqwa. Ini sesuai benar dengar pendidikan nasional kita yang dituangkan dalam tujuan pendidikan nasional yang akan membentuk manusia Pancasilais yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Meskipun lingkungan umum dan alam sekitar yang tidak diorganisir dapat mendidik orang, namun orang sangat membutuhkan pendidikan formal melalui sekolah, karena pendidikan formallah yang mempunyai tujuan yang jelas. Dalam pendidikan formal direncanakan dan diatur segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan, cara dan alat utnuk mencapai tujuan itu, waktu dan tempat mencapai tujuan itu. Karena itu tujuan pendidikan Islam dapat dicapai dengan pendidikan formal. Sedangkan pendidikan formal itu dicapai dengan pengajaran. Ini berarti bahwa tujuan pengajaran adalah untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pengajaran Islam adalah untuk mencapai tujuan pendidikan Islam, yaitu kepribadian muslim. Membicarakan pengajaran Islam berarti juga membicarakan pendidikan Islam. Pendidikan Islam itu sulit dicapai kalau bukan dengan pengajaran Islam. Sedangkan Pendidikan Islam tidak ada artinya kalau tidak mencapai tujuan pendidikan Islam.

2. Fungsi Tujuan

Kegiatan pengajaran harus mempunyai tujuan, karena setiap kegiatan yang tidak mempunyai tujuan akan berjalan meraba-raba, tak tahu arah tujuan. Tujuan yang jelas dan berguna akan membuat orang lebih giat, terarah dan sungguh-sungguh. Semua kegiatan harus berorientasi pada tujuannya. Segala daya dan upaya pengajaran harus dipusatkan pada pencapaian tujuan itu. Karena itu tujuan pengajaran harus berfungsi sebagai:

  1. Titik pusat perhatian dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengajaran,
  2. Penentu arah kegiatan pengajaran,
  3. Titik pusat latihan dan pedoman dalam menyusun rencana kegiatan pengajaran,
  4. Bahan pokok yang akan dikembngkan dalam memperdalam dan memperluas ruang lingkup pengajaran,
  5. Pedoman untuk mencegah atau menghindari penyimpangan kegiatan.

3. Sumber Tujuan Pengajaran

Tujuan pengajaran ialah rumusan keinginan yang akan dicapai dengan pengajaran. Rumusan ini bukanlah didapat sambil lau, tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan kepentingan. Yang jelas tujuan pengajaran ini ialah pengembangan dan penjabaran dari tujuan pendidikan; dalam tulisan ini tentu tujuan pendidikan Islam. Ini berarti bahwa tujuan pendidikan Islam itu bersumber pada ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunah Nabi. Pengertian sumber disini juga mengandung arti sesuai dengan. Bagi orang Islam, ajaran Islam merupakan filsafat dan pandangan hidup. Selaku warga negara Indonesia, maka pancasilalah yang menjadi filsafat dan pandangan hidup itu dan dari sinilah bersumber tujuan pendidikan nasional kita yang dirumuskan dalam TAP MPR dan UU Pendidikan. Dengan demikian berarti bahwa secara tegas tujuan pengajaran agama Islam di negara kita ini bersumber pada Al-Qur’an dan Sunah Nabi yang didukung oleh Pancasila.

4. Prinsip dan Ciri Tujuan Pengajaran Agama Islam

Berbagai jenis lembaga pendidikan Islam dengan tingkat yang berbeda, dapat merumuskan tujuan pendidikan dan pengajarannya dengan berpedoman kepada kedua filsafat dan pedoman hidup tadi. Dalam merumuskan tujuan pendidikan pengajaran itu orang tidak boleh menyimpang atau menentang prinsip pokok ajaran Islam yang terkandung dalam maksud-maksud syari’at yang dalam istilah syari’at Islam ”muqashid as syari’ah” . Muqashid as syari’ah itu ialah:

  1. Memelihara kebutuhan pokok hidup yang daruri (vital); yaitu sesuatu yang mestia ada dalam kehidupan yang normal; dalam arti bila semua atau salah satunya saja tidak ada atau rusak, akan rusaklah kehidupan. Sesuatu yang harus itu ialah; agama, jiwa raga, keturunan, harta serta akal dan kehormatan.
  2. Menyempurnakan dan melengkapi kebutuhan hidup, sehingga yang diperlukan mudah didapa, kesulitan dapat diatasi dan dihilangkan. Untuk itu digunakan istilah haji (haji, hajat = kebutuhan).
  3. Mewujudkan keindahan, keberesan dan kesempurnaandalam suatu kebutuhan. Untuk itu digunkan istilah tahsini (tahsini = membuat lebih baik, lebih indah).

Demikianlah prinsip pokok ajaran Islamyang juga harus menjadi prinsip tujuan pendidikan dan pengajaran Islam. Ini berarti bahwa dalam tujuan pengajaran agama Islam harus berisi pemeliharaan yang daruri mewujudkan yang haji dan tahsini. Tujuan ini harus berisi sesuatu yang menumbuhkan, menyuburkan dan mengmbngkan keyakinan beragam, mengamalkan ajarannya, memelihara dan menyalurkan pertumbuhan dan perkembangan rohani dan jasmani, membina dan menjaga kesejahteraan jiwa dan raga menurut norma-norma yang digariskan oleh ajaran Islam.

Adapun ciri tujuan pendidikan dan pengajaran secara pada umumnya adalah;

  1. Mudah dipahami, dapat dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memperkuat iman, isi dan caranya harus bersifat manusiawi; sesuai dengan kodrat manusia menurut umur dan tingkatannya,
  2. Tidak bertentangan dengan logika dan pertumbuhan rasa keimanan seseorang,
  3. Sesuai dengan umur dan kecerdasan dan tingkat perkembangan keyakinan terhadap ajaran Islam.
  4. Mendukung terlaksananya ajaran Islam yang amaliah,
  5. Untuk mencapai tujuan itu tidak menggunkan alat atau penjelasan yang merusak atau mengurangi citra kesucian Islam.

5. Kandungan Tujuan

Tujuan pengajaran agama Islam harus berisi hal-hal yang dapat menumbuhkan dan memperkuat iman serta mendorang pada kesenangan mengamalkan ajaran agama Islam. Proses pencapaian itu hendaknya sekaligus membina keterampilan mengamalkan ajaran islam itu. Untuk itu diperlukan usaha pembentukan materiil yang akan memperkaya murid dengan sejumlah pengetahuan, membaut mereka dapat menghayatidan mengembangkan ilmu itu, juga membuat ilmu yang mereka pelajarai itu berguna bagi mereka. Tujuan ini hendaknya mengandung sifat pemberian dan penanaman ilmu agama (kognitif) dan keterampilan mengamalkan ajaran agama (psikomotor). Untuk itu tujuan pengajaran agama Islam itu harus mengandung bahan pelajaran yang bersifat;

  1. Menumbuh dan memperkuat iman,
  2. Membekali dan memperkaya ilmu agama,
  3. Membina keterampilan beramal,
  4. Menuntun dan mengembangkan potensi yang dibawa sejak lahir sebagai manusia secara utuh (individual),
  5. Menumbuhkan dan memupuk rasa sosial dan sifat-sifat terpuji,
  6. Pemberian pengetahuan dan keterampilan yang dapat diamalakan dan dikembangkandalam berbagai lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah (tenaga profesional).

Secara umum dan ringkas dapat dikatakan bahwa tujuan pengajaran agama Islam itu harus mengandung berbagai aspek pembinaan manusia seutuhnya, sehingga nantinya ia dapat hidup dengan baik sebagai manusia Pancasilaias yang bertaqwa kepada Allah dalam ajaran Islam.

6. Jenjang Tujuan

Tujuan dan pengajaran itu secara utuh dan lengkap tidak dapat dicapai dengan dengan pengajaran sekaligus dalam waktu yang singkat, tetapi harus melalui tahap-tahap periodisasi, sesuai dengan kondisi, situasi dan umur kecerdasan, yang perwujudannya dikembangkan dalam tingkatan-tingkatan pendidikan (pra-sekolah, rendah (dasar), menengah, tinggi).

Penjenjangan tujuan ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan formal yang berlaku dinegara kita. Setiap tahap dari jenjang tujuan itu harus berisi unsur yang meliputi kandungan tujuan secara penuh dengan bobot dan mutu yang semakin meningkat sesuai dengan tingkatan pengajaran. Setiap orang yang telah menyelesaikan satu tahap tingkatan pengajaran, hendaknya ia dapat hidup di tengah masyarakat dengan baik, sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah menurut ajaran Islam, sebagai warga negara yang Pancasilais, punya pekerjaan yang pantas untuk tingkatan dengan penghasilan yang cukup. Untuk itu ia harus berilmu, harus punya keterampilan, baik untuk mencari nafkah atau untuk mengabdi kepada Allah sebagai hamba Allah yang taat, punya sikap mental setia kepada negara dan yakin kepada ajaran Islam yang dianutnya.


7. Tujuan Bidang Studi

Tujuan bidang studi artinya sesuatu yang akan dicapai setelah mempelajari sejumlah materi pelajaran yang tergabung dalam satu bidang studi itu. Agama Islam itu sebenarnya bukanlah suatu mata pelajaran, bukan suatu bidang studi. Agama Islam itu adalah suatu kepercayaan. Dari segi ini kita lihat bahwa agama Islam itu bukan suatu ilmu yang materinya dikelompokan dalam bidang studi; tetapi ajaran itu dapat dipelajari dan diamalkan. Karena itu pengajaran agama Islam itu berarti kegiatan mempelajari ajaran agama Islam. Tujuannya tentu saja supaya orang mempunya pengetahuan tentang ajaran Islam itu untuk diyakini dan diamalkan sehingga ia menjadi seorang muslim dan selanjutnya berkepribadian muslim.

Untuk memudahkan mempelajarinya, orang membagi dan memperinci pelajaran agama itu kedalam beberapa bidang studi, sesuai dengan sifat dan ruang lingkup bahan (materi) yang akan dipelajari. Materi pelajaran yang berisi ajaran tentang tingkah laku atau adab sopan santun dirumuskan dalam bidang studi akhlak. Materi pelajaran yang berisi ajaran tentang ibadah; bila digabungkan dengan masalah muamalat, munakahat, jinayat dan sebagainya, dikumpulkan dalam bidang studi ibadah-syari’ah atau Fiqih. Begitulah selanjutnya pengembangan kelompok bahan mata pelajaran itu disusun dalam berbagai bidang studi yang sesuai dengan materi pelajarannya. Masing-masing bidang studi itu mempunyai tujuan pengajaran tersendiri. Tujuan ini merupakan pengembangan dan penjabaran dari butir-butir tujuan pengajaran agama secara umum yang dituangkan dalam rumusan tujuan instruksional khusus, inilah yang harus dicapai dengan proses kegiatan belajar mengajar dalam satu pokok bahasan. Perpaduan keseluruhan dari tujuan instruksional khusus inilah yang diusahakan untuk mencapai tujuan bidang studi. Bila tujuan bidang studi tidak tercapai, sebab utamanya mungkin kekeliruan merumuskan tujuan instruksional khusus atau ketidakmampuan pengajar melaksanakan proses belajar-mengajarnya; dan juga mungkin disebabkan kondisi dan situasi proses pelaksanaan kegiatan itu dan mungkin juga lingkungan hidup anak dan sekolah.

Powered By Blogger