- Keluarnya sesuatu dari dua pintu
- Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan
- Menyentuh kemaluan.
Jumat, 02 Maret 2018
TANYA CIKGU INSPIRASI MELUCU
Senin, 16 Juli 2012
KATA KERJA OPERASIONAL (KKO) INDIKATOR SILABUS & RPP
Pengetahuan
Mengutip, Menyebutkan, Menjelaskan, Menggambar, Membilang, Mengidentifikasi, Mendaftar, Menunjukkan, Memberi label, Memberi indeks, Memasangkan, Menamai, Menandai, Membaca, Menyadari, Menghafal, Meniru, Mencatat, Mengulang, Mereproduksi, Meninjau, Memilih, Menyatakan, Mempelajari, Mentabulasi, Memberi kode, Menelusuri dan Menulis
Pemahaman
Memperkirakan, Menjelaskan, Mengkategorikan, Mencirikan, Merinci, Mengasosiasikan, Membandingkan, Menghitung, Mengkontraskan, Mengubah, Mempertahankan, Menguraikan, Menjalin, Membedakan, Mendiskusikan, Menggali, Mencontohkan, Menerangkan, Mengemukakan, Mempolakan, Memperluas, Menyimpulkan, Meramalkan, Merangkum dan Menjabarkan
Penerapan
Menugaskan, Mengurutkan, Menentukan, Menerapkan, Menyesuaikan, Mengkalkulasi, Memodifikasi, Mengklasifikasi, Menghitung, Membangun, Membiasakan, Mencegah, Menentukan, Menggambarkan, Menggunakan, Menilai, Melatih, Menggali, Mengemukakan, Mengadaptasi, Menyelidiki, Mengoperasikan, Mempersoalkan, Mengkonsepkan, Melaksanakan, Meramalkan, Memproduksi, Memproses, Mengaitkan, Menyusun, Mensimulasikan, Memecahkan, Melakukan, Mentabulasi, Memproses dan Meramalkan
Analisis
Menganalisis, Mengaudit, Memecahkan, Menegaskan, Mendeteksi, Mendiagnosis, Menyeleksi, Merinci, Menominasikan, Mendiagramkan, Megkorelasikan, Merasionalkan, Menguji, Mencerahkan, Menjelajah, Membagankan, Menyimpulkan, Menemukan, Menelaah, Memaksimalkan, Memerintahkan, Mengedit, Mengaitkan, Memilih, Mengukur, Melatih dan Mentransfer
Sintesis
Mengabstraksi, Mengatur, Menganimasi, Mengumpulkan, Mengkategorikan, Mengkode, Mengombinasikan, Menyusun, Mengarang, Membangun, Menanggulangi, Menghubungkan, Menciptakan, Mengkreasikan, Mengoreksi, Merancang, Merencanakan, Mendikte, Meningkatkan, Memperjelas, Memfasilitasi, Membentuk, Merumuskan, Menggeneralisasi, Menggabungkan, Memadukan, Membatas, Mereparasi, Menampilkan, Menyiapkan, Memproduksi, Merangkum dan Merekonstruksi
C.6
Penilaian
Membandingkan, Menyimpulkan, Menilai, Mengarahkan, Mengkritik, Menimbang, Memutuskan, Memisahkan, Memprediksi, Memperjelas, Menugaskan, Menafsirkan, Mempertahankan, Memerinci, Mengukur, Merangkum, Membuktikan, Memvalidasi, Mengetes, Mendukung, Memilih dan Memproyeksikan
Sabtu, 26 November 2011
SEJARAH SINGKAT IMAM BUKHARI
Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari
Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.
Keluarga dan Guru Imam Bukhari
Kejeniusan Imam Bukhari
Karya-karya Imam Bukhari
Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya.
Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: "Aku susun kitab Al Jami' ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun."
Penelitian Hadits
Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami' as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, "perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu" sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan "Haditsnya diingkari". Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata "Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan".
Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits."
Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.
Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits
Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.
Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami' as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab "Al-Jami 'as-Shahih".
Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. "Saya susun kitab Al-Jami' as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih". Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.
Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.
Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. "Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih", katanya suatu saat.
Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami' as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.
Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu'allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.
Terjadinya Fitnah
Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : "Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid'ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia." Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya.
Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur'an, makhluk ataukah bukan?" Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali.
Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: "Al-Qur'an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid'ah." Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : "Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah." Di lain kesempatan, ia berkata: "Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, ia adalah pendusta."
Wafatnya Imam Bukhari
Rabu, 12 Oktober 2011
DOWNLOAD REFERENSI SKRIPSI
- Gambaran Penerapan Quantum Learning Pada Mahasiswa Psikologi
- Hubungan Antara Motivasi dengan Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Aagama Islam
- Evaluasi Kinerja Bisnis Dengan Pendekatan Konsep Balanced Scorecard
- Implementasi Pembelajaran Akhlak
- Kemampuan Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Tahun Ajaran ... dalam Memahami Dan Menggunakan Paronim Dalam Kalimat Bahasa Prancis
- Kemampuan Membaca Pemahaman Dan Kemampuan Bercerita Siswa
- Multikulturalisme Dalam Pendidikan Islam
- Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Dan Efeknya Terhadap Pengamalan Ibadah Siswa
- Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menulis Karangan Melalui Penggunaan Media Gambar Seri
- Nilai-Nilai Antikorupsi Dalam Pendidikan Islam
- Pelaksanaan Pengajaran Kitab Kuning
- Pembentukan Kemampuan Berbahasa Arab Pada Anak Usia Prasekolah
- Pendidikan Pondok Pesantren Tradisonal Dalam Persepktif Pendidikan Islam Indonesia
- Pengaruh Minat Menonton Film Religi Terhadap Akhlak Siswa
- Pengaruh Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Terhadap Motivasi Belajar Siswa
- Pengaruh-PAI-Terhadap-Pembentukan-Akhlak-Siswa
- Peranan Keluarga Dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam
- Peranan Orang Tua Dalam Membina Kecerdasan Spiritual Anak Dalam Keluarga
- Perencanaan Penggunaaan Penguatan AMP OP Melalui E-Learning
- Persepsi Guru Mengenai Pelaksanaan KTSP
- Teaching Listening Comprehension To The Fourth Graders Of Elementary School Students By Using The Total Physical Response Method
- Efek Bantuan Operasional Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
- Pelaksanaan Penilaian Portofolio Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
- Aktivitas Gerwani Di Kota Semarang Tahun 1950-1965
- Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Disiplin Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa
- Studi Analisis Hukum Islam Terhadap Pendapat Satria Effendi M. Zein Mengenai Hukum Akad Nikah Melalui Telepon
- Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran
- Persepsi Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Terhadap Perintah Berjilbab Dalam Surat An-Nuur Ayat 31
- Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa
- Pengaruh pola kehidupan terhadap prestasi belajar siswa
- Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya
- Peningkatan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad
- Pengaruh Kegiatan Ekstra Kurikuler (Tartil Qur'an) Terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa
- Internet Sebagai Alternatif Sumber Belajar Pendidikan Islam
- Studi Komparatif Antara Hukum Islam Dan Hukum Positif Tentang Akibat Hukum Kelahiran Anak Diluar Nikah
- Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap Kemandirian Belajar Siswa
- Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran dalam Pembelajaran ... dan Aktivitas Belajar Siswa
- Peran FKMI Al-Ilham dalam menyiarkan agama Islam di Sekolah Tinggi
- Praktek Pertukaran Mata Uang dalam Perspektif Ekonomi Islam
- Penerimaan Tenaga Kerja Pada Usaha Warung Kopi
- Studi Perjanjian Baku dalam Hukum Islam
- Teknik Guru Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Pelajaran Agama Islam
- Kebijakan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Pemberian Kredit, Piutang, Dan Penerimaan Kas
- Pelaksanaan Supervisi Terhadap Guru PAI
- Evaluasi Kegiatan Pembinaan Agama Islam Di Panti Asuhan
- Pelaksanaan Ruqyah Syar’iyyah (Upaya Mencari Nilai-Nilai Pendidikan Islam)
- Analisa Kredit Macet pada Lembaga Keuangan Mikro
- Manajemen Kas Masjid
IDM atau Internet Download Manager Terbaru
Rabu, 10 Agustus 2011
SILABUS DAN RPP TULISAN ARAB MELAYU (TAM)
Contoh Silabus TAM:
Sekolah : SMP Negeri 1 Subi
Kelas : VIII (Delapan)
Semester : 1 (Satu)
Mata Pelajaran : TAM
Standar Kompetensi : 1. Membaca dan menulis dalam kalimat sastra I
Contoh RPP:
Sekolah : SMP Negeri 1 Subi
Kelas / Semester : VIII (Delapan)
Mata Pelajaran : TAM
Materi Pokok : Gurindam Dua Belas
II. Kompetensi Dasar
Membaca dan menulis kalimat gurindam dua belas
III. Indikator
Membaca sastra gurindam dua belas karangan Raja Ali Haji
IV. Alokasi Waktu : 2 x 40 menit
V. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat:
- Membaca gurindam dua belas dengan benar dan tepat
- Membaca dengan intonasi yang sesuai
- Meyimak bacaan siswa yang lain
VI. Metode Pembelajaran
A. Membaca
B. Menyimak
VII. Langkah Pembelajaran
A. Pendahuluan
- Guru memberi salam
- Guru mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa siap belajar
- Guru memberi motivasi
- Pre-Tes
Pernahkah kalian mendengar kalimat gurindam dua belas ? Apa pesan yang disampaikannya ?
B. Kegiatan Inti
- Guru memberi gambaran secara umum tentang gurindam dua belas
- Peserta didik diminta untuk membaca gurindam dua belas
- Guru membuat catatan kecil tentang peserta didik yang kurang bisa dalam membaca
- Sementara siswa yang mebaca, siswa yang lain diminta untuk mendenyimak dengan seksama bacaan temannya
- Setelah semua siswa mendapat giliran untuk membaca, guru membaca catatan kecil yang telah dibuat.
- Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang bacaan gurindam dua belas
C. Penutup
- Guru membuat kesimpulan bacaan gurindam
- Guru menutup pelajaran dan mengucap salam
VIII. Sumber
Pelajaran Tulisan Arab Melayu Untuk SLTP Kelas 2
IX. Penilaian
A. Teknik : Lisan
B. Bentuk : Tes Membaca
BACAAN
Gurindam Dua Belas
Selasa, 12 April 2011
HUKUM NEWTON
Contoh penerapan hukum I Newton adalah ketika kita berada dalam bus yang bergerak kemudian direm mendadak maka tubuh kita akan terdorong ke depan.
a : percepatan benda (m/s)
m : massa benda (kg)
Contoh penerapan hukum II Newton adalah ketika menggeser benda. Misalnya, sebuah lemari akan lebih mudah digeser atau didorong oleh 2 orang daripada hanya didorong oleh 1 orang saja.
BERLEBIHAN DALAM BERDO’A
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ادعوا ربكم تضرعا وخفية انه لا يحب المهتدين
Artinya : Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-A’raaf : 55]
Syaikh As-Sa’di berkata bahwa maksud firman Allah : Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” adalah melampaui batas dalam segala hal. Dan termasuk melampaui batas adalah meminta sesuatu yang tidak pantas, berhenti berdo’a atau mengeraskan suara dalam berdo’a. [Tafsir As-Sa’di 3/40]
Dari Abu Nu’amah bahwasanya Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu mendengar anaknya membaca doa : “Ya Allah berilah kami istana putih di sisi kanan Surga”. Maka dia berkata kepada anaknya : “Wahai anakku mintalah kepada Allah Surga dan berlindunglah kepadaNya dari api Neraka, sebab saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Akan muncul dari umatku sekelompok kaum yang berlebihan dalam berdoa dan bersuci” [1]
Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud berlebihan dalam berdoa adalah melampaui batas dalam mengajukan permohonan yaitu dengan cara meminta sesuatu yang tidak boleh atau mengeraskan suara pada waktu berdoa atau memaksakan lafazh bersajak dalam berdoa. Imam Turbusyti berkata bahwa yang dimaksud berlebihan dalam berdoa bisa memiliki banyak pengertian yang intinya tidak sungguh-sungguh dalam berdoa atau berlebihan dalam meminta baik untuk kebutuhan pribadinya atau kebutuhan orang lain.
Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu melarang anaknya berdoa seperti itu karena permintaan tersebut tidak sesuai dan tidak mungkin bisa diraih oleh amal perbuatannya, sebab permohonan tersebut hanya pantas untuk derajat para nabi dan wali. Sehingga permintaan seperti itu termasuk berlebihan dalam berdoa, serta tidak pantas karena menganggap sempurna terhadap diri sendiri. [Faidhul Qadir 4/130]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahwa berdoa memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan para nabi padahal dia bukan seorang nabi atau memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan Allah termasuk berlebihan dalam berdo’a, seperti memohon agar dia menjadi perantara untuk permohonan hamba kepada Allah atau memohon agar dia diberi kemampuan untuk bisa mengetahui segala sesuatu atau berkuasa atas segala sesuatu atau memohon agar diperlihatkan ilmu ghaib atau berdoa dengan berkeyakinan bahwa Allah membutuhkan doanya atau semua hamba Allah akan mendapat marabahaya bila dia tidak berdoa atau semisalnya. Semua itu akibat dari kebodohan terhadap hak Allah dan berlebihan dalam berdoa.[Majmu Fatawa 10/713-714]
Termasuk berlebihan dalam berdoa seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad dan janganlah Engkau memberi rahmatMu kepad selain kami, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : Siapa yang mengucapkan doa tersebut ? Orang tersebut berkata : “Saya !”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Kamu telah menghalangi kebaikan untuk orang banyak” [Musnad Imam Ahmad 2/170-171. Majma Az-Zawaid 10/150]
Imam Al-Albani berkata bahwa makna hadits tersebut adalah menghalangi rahmat Allah untuk para makhlukNya dan demikian itu tidak mungkin karena Allah berfirman :
ورحمتى وسعت كل شيءٍ
“Artinya : Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu” [Al-A’raaf : 156]
Do’a di atas diucapkan oleh seseorang baduwi karena kejahilan dan baru mengenal Islam. Seharusnya seseorang berdoa untuk dirinya dan teman-temannya agar pahalanya bertambah. [Fathur Rabbani 14/272]
Sabtu, 30 Oktober 2010
OLAHRAGA
Kamis, 05 Agustus 2010
HUKUM ISLAM TENTANG HALAL HARAMNYA BINATANG
Halal artinya boleh, maksudnya boleh dilakukan, boleh dikerjakan dan untuk makanan boleh dimakan menurut hukum Islam. Sedangkan haram artinya dilarang, maksudnya segala hal yang dilarang ajaran Islam untuk dilakukan, dikerjakan atau dimakan.
2. Binatang yang Halal
Binatang yang halal digolongkan menjadi lima bagian:
1. Binatang yang hidup di darat, atau binatang ternak seperti kerbau, sapi, unta, kambing, kuda dan sebagainya.
2. Semua jenis binatang unggas yang baik dan lezat untuk dimakan, seperti ayam, itik, bebek, angsa dan lain-lain.
3. Daging binatang halal yang dipotong atau disembelih dengan menyebut nama Allah.
4. Bangkai ikan air laut dan air tawar, bangkai belalang, hati dan limpa.
5. Semua binatang yang hidup didalam air, baik air laut maupun air tawar, kecuali binatang itu beracun.
3. Binatang yang Haram
Ada delapan golongan biantang-binatang yang haram dimakan dagingnya oleh umat Islam:
1. Semua makanan yang disebut didalam firman Allah swt Q.S Al-Maidah: 3 yaitu sebagai berikut:
a. Bangkai
b. Darah
c. Daging Babi
d. Daging hewan halal yang disembelih atas nama selain Allah.
e. Binatang yang mati tercekik
f. Binatang yang mati terpukul
g. Binatang yang mati terjatuh
h. Binatang yang mati ditanduk binatang lain
i. Binatang yang mati diterkam biantang buas
j. Binatang yang disembelih atas nama berhala
2. Semua binatang yang dapat hidup dan tahan lama didua muara (dua tempat), yaitu didarat dan didalam air, seperti buaya, penyu, katak dan sebagainya.
3. Semua binatang bertaring yang kaut, seperti harimau, singa, srigala, anjing, kera, gajah dan sebagainya.
4. Semua burung yang mempunyai kuku tajam, seperti elang, garuda, kakak tua, rajawali, burung hantu, kelelawar, burung gagak.
5. Binatang yang diperintahkan untuk dibunuh seperti ular, gagak, tikus, anjing galak, dan burung elang.
6. Binatang yang dilarang membunuhnya, yaitu binatang-bintang seperti semut, tawon dan lain sebagainya
7. Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup
8. Semua jenis binatang yang dapat mendatangkan mudarat (kerusakan)
4. Hikmah larangan-larangan Allah
Berikut ini manfaat makan-makanan atau binatabg yang halal.
a. Mendapat kebersihan jiwa dan kesehatan jasmani dan rohani serta terhindar dari penyakit
b. Menguji iman dan hawa nafsu orang yang beriman, apakah ia sanggup tetap mentaati hukum-hukum allah dengan menjauhi makanan yang haram atau tidak.
c. Terhindar dari dosa, karena menjauhkan diri dari hal-hal yang haram sama dengan menjauhi diri dari dosa
d. Mendapat amal dan pahala dari Allah, karena menjauhkan diri dari hal yang haram bearti menjalankan perintah Allah
e. Tergolong kedalam umat Allah yang saleh.
f. Semakin dekat dengan Allah swt. Orang yang makan makanan yang haram menjadi jauh dari allah dan dibencinya
