<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340</id><updated>2012-01-19T19:41:17.276+07:00</updated><category term='Musim Hati'/><category term='dkk'/><category term='Dikutip dari Buku IPA Kelas VIII Karangan M. Agus Krisno'/><category term='Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a hal. 52-55 Darul Haq'/><category term='Dikutip dari Hadits Web 5.0'/><category term='Skripsi Si Tugas Akhir'/><category term='Agama Islam'/><title type='text'>FIKRI SUBI, NATUNA</title><subtitle type='html'>Pastikan diri ANDA dalam keadaan WAJAR ketika memasuki Blog ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-8822246270987219126</id><published>2011-11-26T12:44:00.001+07:00</published><updated>2011-11-26T12:52:56.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dikutip dari Hadits Web 5.0'/><title type='text'>SEJARAH SINGKAT IMAM BUKHARI</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.&lt;br /&gt;Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluarga dan Guru Imam Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara' dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), terlebih lebih terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Perhatiannya kepada ilmu hadits yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti "al-Mubarak" dan "al-Waki". Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma'in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kejeniusan Imam Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat. &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja "diputar-balikkan" untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karya-karya Imam Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Karyanya yang pertama berjudul "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah beliau menulis kitab "At-Tarikh" (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, "Saya menulis buku "At-Tarikh" di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama".&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami' ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al 'Ilal, Raf'ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du'afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami' as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama &lt;b&gt;Shahih Bukhari&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dalam sebuah riwayat diceritakan, Imam Bukhari berkata: "Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta'bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami' As-Sahih."&lt;br /&gt;Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya. &lt;br /&gt;Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: "Aku susun kitab Al Jami' ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun."&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya, diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim&amp;nbsp; menceritakan : "Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisabur, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya." Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua atau tiga marhalah (100 km), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru Imam Bukhari) berkata : "Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail besok pagi, lakukanlah, sebab aku sendiri akan ikut menyambutnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penelitian Hadits&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.&lt;br /&gt;Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami' as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, "perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu" sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan "Haditsnya diingkari". Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata "Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan".&lt;br /&gt;Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits."&lt;br /&gt;Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi, Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.&lt;br /&gt;Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.&lt;br /&gt;Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami' as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab "Al-Jami 'as-Shahih".&lt;br /&gt;Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. "Saya susun kitab Al-Jami' as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih". Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.&lt;br /&gt;Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.&lt;br /&gt;Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. "Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih", katanya suatu saat.&lt;br /&gt;Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami' as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.&lt;br /&gt;Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu'allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terjadinya Fitnah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Muhammad bin Yahya Az-Zihli berpesan kepada para penduduk agar menghadiri dan mengikuti pengajian yang diberikannya. Ia berkata: "Pergilah kalian kepada orang alim dan saleh itu, ikuti dan dengarkan pengajiannya." Namun tak lama kemudian ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa "Al-Qur'an adalah makhluk". &lt;br /&gt;Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : "Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid'ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia." Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya. &lt;br /&gt;Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur'an, makhluk ataukah bukan?" Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali. &lt;br /&gt;Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: "Al-Qur'an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid'ah." Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : "Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah." Di lain kesempatan, ia berkata: "Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, ia adalah pendusta." &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 align="justify" style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wafatnya Imam Bukhari&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu ketika penduduk Samarkand mengirim surat kepada Imam Bukhari. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (Samarkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanannya sampai di Khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10 Km) sebelum Samarkand, ia singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.&lt;a href="http://trendmuslim.com/index.php?main_page=page&amp;amp;id=22" title="Info TrendMuslim.com"&gt;&lt;img class="style_gambar" name="refresh" src="http://trendmuslim.com/info_trendmuslim.gif?1322286023992" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-8822246270987219126?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/8822246270987219126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-bukhari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8822246270987219126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8822246270987219126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/11/sejarah-singkat-imam-bukhari.html' title='SEJARAH SINGKAT IMAM BUKHARI'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-7787187886153440120</id><published>2011-10-12T23:44:00.001+07:00</published><updated>2011-10-16T19:00:50.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Skripsi Si Tugas Akhir'/><title type='text'>DOWNLOAD REFERENSI SKRIPSI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulilah kalau Anda sudah berminat berkunjugn ke blog saya. Tentu datangnya Anda disini dengan tujuan yang sama dengan tujuan saya menge&lt;i&gt;post&lt;/i&gt;kan halaman ini. Disini saya menyediakan berbagai macam referensi skripsi &amp;nbsp;yang barangkali berguna bagi Anda yang ingin menyelesaikan study S1-nya. Skripsi yang saya &lt;i&gt;post&lt;/i&gt;kan ini hanyalah semata sebagai bahan referensi, perbandingan, pembelajaran bagi Anda yang akan sedang menyelesaikan skripsinya dan bukan untuk dijiplak. Karena bila Anda menjiplak berarti Anda sudah melanggar Hak Cipta dan sama saja Anda mencampakkan S1 Anda secara percuma bila diketahui pihak Universitas/Akademi. Skripsi ini saya himpun dari berbagai situs, mulai dari situs berbayar sampai situs gratis. Jadi bagi Anda yang berminat tidak perlu berkeliling lagi untuk mencari referensi. Sudahlah...........! Tetapkan hati Anda berhenti disini untuk memilah-milih skripsi saya sesuai dengan jurusan Anda, terutama jika Anda sedang membutuhkan skripsi untuk Fakultas Agama Islam. Untuk mendownload skripsi pilihan Anda silahkan &lt;i&gt;click&lt;/i&gt; judulnya !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16788815/aranPenerapanQuantumLearningPadaMahasiswaPsikologi.zip.html"&gt;Gambaran Penerapan Quantum Learning Pada Mahasiswa Psikologi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16788921/NGANPRESTASIBELAJARBIDANGSTUDIPENDIDIKANAGAMAISLAM.zip.html"&gt;Hubungan Antara Motivasi dengan Prestasi Belajar Bidang Studi Pendidikan Aagama Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796083/nerjaBisnisDenganPendekatanKonsepBalancedScorecard.zip.html"&gt;Evaluasi Kinerja Bisnis Dengan Pendekatan Konsep Balanced Scorecard&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796152/IMPLEMENTASIPEMBELAJARANAKHLAK.zip.html"&gt;Implementasi Pembelajaran Akhlak&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796364/HAMIDANMENGGUNAKANPARONIMDALAMKALIMATBAHASAPRANCIS.zip.html"&gt;Kemampuan Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Tahun Ajaran ... dalam Memahami Dan Menggunakan Paronim Dalam Kalimat Bahasa Prancis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796467/SOKECAMATANUNDAANKABUPATENKUDUSTAHUNAJARAN20072008.zip.html"&gt;Kemampuan Membaca Pemahaman Dan Kemampuan Bercerita Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796567/MULTIKULTURALISMEDALAMPENDIDIKANISLAM.zip.html"&gt;Multikulturalisme Dalam Pendidikan Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16796658/BADAHSISWA_StudiKasusdiSMPISLAMAL-IHSANJakarta.zip.html"&gt;Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Dan Efeknya Terhadap Pengamalan Ibadah Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16830940/IDESACIBULANKECAMATANLEMAHSUGIHKABUPATENMAJALENGKA.zip.html"&gt;Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menulis Karangan Melalui Penggunaan Media Gambar Seri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16831025/NILAI-NILAIANTIKORUPSIDALAMPENDIDIKANISLAM.zip.html"&gt;Nilai-Nilai Antikorupsi Dalam Pendidikan Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16833582/PelaksanaanPengajaranKitabKuning.zip.html"&gt;Pelaksanaan Pengajaran Kitab Kuning&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16833619/ntukanKemampuanBerbahasaArabPadaAnakUsiaPrasekolah.zip.html"&gt;Pembentukan Kemampuan Berbahasa Arab Pada Anak Usia Prasekolah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://pendidikan%20pondok%20pesantren%20tradisonal%20dalam%20persepktif%20pendidikan%20islam%20indonesia/"&gt;Pendidikan Pondok Pesantren Tradisonal Dalam Persepktif Pendidikan Islam Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16833726/PengaruhMinatMenontonFilmReligiTerhadapAkhlakSiswa.zip.html"&gt;Pengaruh Minat Menonton Film Religi Terhadap Akhlak Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838485/IKANTERHADAPMOTIVASIBELAJARSISWADISMPDUAMEICIPUTAT.zip.html"&gt;Pengaruh Pemanfaatan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Terhadap Motivasi Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838484/Pengaruh-PAI-Terhadap-Pembentukan-Akhlak-Siswa.zip.html"&gt;Pengaruh-PAI-Terhadap-Pembentukan-Akhlak-Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838483/ERANANKELUARGADALAMPELAKSANAANPENDIDIKANAGAMAISLAM.zip.html"&gt;Peranan Keluarga Dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838482/Peranan-Orang-Tua-Dalam-Membina-Kecerdasan.zip.html"&gt;Peranan Orang Tua Dalam Membina Kecerdasan Spiritual Anak Dalam Keluarga&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838480/encanaanPenggunaaanPenguatanAMPOPMelaluiE-Learning.zip.html"&gt;Perencanaan Penggunaaan Penguatan AMP OP Melalui E-Learning&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838486/PersepsiGuruMengenaiPelaksanaanKTSP.zip.html"&gt;Persepsi Guru Mengenai Pelaksanaan KTSP&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16838481/choolStudentsByUsingTheTotalPhysicalResponseMethod.zip.html"&gt;Teaching Listening Comprehension To The Fourth Graders Of Elementary School Students By Using The Total Physical Response Method&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848922/sionalSekolahdalamMeningkatkanPrestasiBelajarSiswa.zip.html"&gt;Efek Bantuan Operasional Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848923/SkripsiPelaksanaanPenilaianPortofolio.zip.html"&gt;Pelaksanaan Penilaian Portofolio Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848920/SkripsiAktivitasGerwani.zip.html"&gt;Aktivitas Gerwani Di Kota Semarang Tahun 1950-1965&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848917/swaTerhadapdisipslinGurudenganMotivasiBelajarSiswa.zip.html"&gt;Hubungan Persepsi Siswa Terhadap Disiplin Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848919/STUDIANALISISHUKUMISLAM.zip.html"&gt;Studi Analisis Hukum Islam Terhadap Pendapat Satria Effendi M. Zein Mengenai Hukum Akad Nikah Melalui Telepon&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848954/STUDIKOMPETENSIGURUPENDIDIKANAGAMAISLAM.zip.html"&gt;Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848635/KeguruanUINtdpPerintahBerjilbabdalamSuratAnNuurAya.zip.html"&gt;Persepsi Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Terhadap Perintah Berjilbab Dalam Surat An-Nuur Ayat 31&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848630/PengaruhBimbinganBelajarthdPrestasiBelajar.zip.html"&gt;Pengaruh Bimbingan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848636/pengaruhpolakehidupanterhadapprestasibelajarsiswa.zip.html"&gt;Pengaruh pola kehidupan terhadap prestasi belajar siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848464/AnakPutusSekolahdanCarapembinaannya.zip.html"&gt;Anak Putus Sekolah dan Cara pembinaannya&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848639/APELAJARANPKnMELALUIPEMBELAJARANKOOPERATIFTIPESTAD.zip.html"&gt;Peningkatan &amp;nbsp;Pemahaman &amp;nbsp;Siswa &amp;nbsp;Pada &amp;nbsp;Mata Pelajaran &amp;nbsp;PKn &amp;nbsp;Melalui &amp;nbsp;Pembelajaran Kooperatif &amp;nbsp;Tipe &amp;nbsp;Stad&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848632/ikulerTartilQurAnTerhadapPrestasiBelajarPAISiswa.zip.html"&gt;Pengaruh Kegiatan Ekstra Kurikuler (Tartil Qur'an) Terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848466/ernetSebagaiAlternatifSumberBelajarPendidikanIslam.zip.html"&gt;Internet Sebagai Alternatif Sumber Belajar Pendidikan Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848916/mPositifTentangAkibatHukumKelahiranAnakDiluarNikah.zip.html"&gt;Studi Komparatif Antara Hukum Islam Dan Hukum Positif Tentang Akibat Hukum Kelahiran Anak Diluar Nikah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848634/erhadapKemandirianBelajarSiswaPadaMataPelajaranPAI.zip.html"&gt;Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) terhadap Kemandirian Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848468/alamPembelajaranMatematikaDanAktivitasBelajarSiswa.zip.html"&gt;Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran dalam Pembelajaran ... dan Aktivitas Belajar Siswa&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848637/MIAl-IlhamdalammenyiarkanagamaIslamdiSekolahTinggi.zip.html"&gt;Peran FKMI Al-Ilham dalam menyiarkan agama Islam di Sekolah Tinggi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadlink/16848638/aktekPertukaranMataUangdalamPerspektifEkonomiIslam.zip.html"&gt;Praktek Pertukaran Mata Uang dalam Perspektif &amp;nbsp;Ekonomi Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848469/PenerimaanTenagaKerjaPadaUsahaWarungKopi.zip.html"&gt;Penerimaan Tenaga Kerja Pada Usaha Warung Kopi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848918/StudiPerjanjianBakudalamHukumIslam.zip.html"&gt;Studi Perjanjian Baku dalam Hukum Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848921/ntukanKriteriaKetuntasanMinimalPelajaranAgamaIslam.zip.html"&gt;Teknik Guru Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Pelajaran Agama Islam&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848463/RNTERHADAPPEMBERIANKREDITPIUTANGDANPENERIMAANKAS.zip.html"&gt;Kebijakan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Pemberian Kredit, Piutang, Dan Penerimaan Kas&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848470/PelaksanaanSupervisiTerhadapGuruPAI.zip.html"&gt;Pelaksanaan Supervisi Terhadap Guru PAI&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848465/EvaluasiKegiatanPembinaanAgamaIslamDiPantiAsuhan.zip.html"&gt;Evaluasi &amp;nbsp;Kegiatan &amp;nbsp;Pembinaan &amp;nbsp;Agama &amp;nbsp;Islam &amp;nbsp;Di &amp;nbsp;Panti &amp;nbsp;Asuhan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848461/ariyyahUpayaMencariNilai-NilaiPendidikanIslam.zip.html"&gt;Pelaksanaan Ruqyah Syar’iyyah (Upaya Mencari Nilai-Nilai Pendidikan Islam)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848462/AnalisaKreditMacetpadaLembagaKeuanganMikro.zip.html"&gt;Analisa Kredit Macet pada Lembaga Keuangan Mikro&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16848467/ManajemenKasMasjid.zip.html"&gt;Manajemen Kas Masjid&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-7787187886153440120?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/7787187886153440120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/10/skripsi-referensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7787187886153440120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7787187886153440120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/10/skripsi-referensi.html' title='DOWNLOAD REFERENSI SKRIPSI'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5242879146166533377</id><published>2011-10-12T22:32:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T22:32:44.863+07:00</updated><title type='text'>IDM atau Internet Download Manager Terbaru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OGinxiF_oQ4/TpWxqsWcC8I/AAAAAAAAASg/dIZRz6xK5Jo/s1600/IDM.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://2.bp.blogspot.com/-OGinxiF_oQ4/TpWxqsWcC8I/AAAAAAAAASg/dIZRz6xK5Jo/s320/IDM.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang IDM meluncurkan versi terbarunya yaitu IDM 6.07 Build 12. Nah, saya pikir semua peminat sudah tahu apa itu IDM atau Internet Download Manager ? Tepat sekali !!! IDM merupakan aplikasi yang digunakan untuk mempercepat proses download. Tidak perlu penjelasan yang panjang lagi ya, langsung saja download bagi yang membutuhkannya. Off tunggu dulu, bagi pemula yang bingung cara memasukan Serial Number 'n menggunakan Patch bisa dibaca petunjuknya di downloadan di patchnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download: &lt;a href="http://www.internetdownloadmanager.com/download.html"&gt;Internet Download Manager (IDM)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Download: &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16787927/KeyPatchIDM.zip.html"&gt;Serial Number (SN) + Patch&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5242879146166533377?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5242879146166533377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/10/idm-atau-internet-download-manager.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5242879146166533377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5242879146166533377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/10/idm-atau-internet-download-manager.html' title='IDM atau Internet Download Manager Terbaru'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OGinxiF_oQ4/TpWxqsWcC8I/AAAAAAAAASg/dIZRz6xK5Jo/s72-c/IDM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-8527302802720110087</id><published>2011-08-10T15:30:00.010+07:00</published><updated>2011-09-25T09:23:51.437+07:00</updated><title type='text'>SILABUS DAN RPP TULISAN ARAB MELAYU (TAM)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan Arab Melayu merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang ada di Kepulauan Riau. Karena merupakan sebuah mata pelajaran, sudah tentu mata pelajaran ini memerlukan perangkat untuk pengajarannya. Disini saya mencoba sharing kepada teman-teman khususnya Guru/Tutor yang menghandle mata pelajaran tersebut. Hal ini saya lakukan karena saya belum menemukan Perangkat Mengajar (Silabus/RPP) TAM tersebut saat searching di Google.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Silabus TAM:&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:enableopentypekerning/&gt;    &lt;w:dontflipmirrorindents/&gt;    &lt;w:overridetablestylehps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Sekolah            &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                                                                           &lt;/span&gt;: SMP Negeri 1 Subi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Kelas                                  &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                                                                                  &lt;/span&gt;: VIII (Delapan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Semester                           &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                                           &lt;/span&gt;: 1 (Satu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Mata&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Pelajaran&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;TAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: -7.1pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Standar Kompetensi : 1. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language: INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Membaca dan menulis dalam kalimat sastra I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vk--eCxeI8s/TkJIe3CbKJI/AAAAAAAAAQY/ayuo7pcya6c/s1600/TAM.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vk--eCxeI8s/TkJIe3CbKJI/AAAAAAAAAQY/ayuo7pcya6c/s320/TAM.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639149378428676242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh RPP:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Sekolah&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                                                                                                         &lt;/span&gt;: SMP Negeri 1 Subi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Kelas&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt; / Semester                                                                      &lt;/span&gt;: VIII (Delapan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Mata&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Pelajaran              &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-ansi-language:FIfont-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;TAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="IN"&gt;Materi Pokok                              : Gurindam Dua Belas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;I. Standar Kompetensi  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca dan menulis dalam kalimat sastra 1   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Kompetensi Dasar&lt;br /&gt;Membaca dan menulis kalimat gurindam dua belas                                                                          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Indikator&lt;br /&gt;Membaca sastra gurindam dua belas karangan Raja Ali Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Alokasi Waktu  : 2 x 40 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;Siswa dapat:&lt;br /&gt;- Membaca gurindam dua belas dengan benar dan tepat&lt;br /&gt;- Membaca dengan intonasi yang sesuai&lt;br /&gt;- Meyimak bacaan siswa yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Metode Pembelajaran&lt;br /&gt;A. Membaca&lt;br /&gt;B. Menyimak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. Langkah Pembelajaran&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;- Guru memberi salam&lt;br /&gt;- Guru mengabsen siswa dan mengkondisikan siswa siap belajar&lt;br /&gt;- Guru memberi motivasi&lt;br /&gt;- Pre-Tes&lt;br /&gt;Pernahkah kalian mendengar kalimat gurindam dua belas ? Apa pesan yang disampaikannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kegiatan Inti&lt;br /&gt;- Guru memberi gambaran secara umum tentang gurindam dua belas&lt;br /&gt;- Peserta didik diminta untuk membaca gurindam dua belas&lt;br /&gt;- Guru membuat catatan kecil tentang peserta didik yang kurang bisa dalam  membaca&lt;br /&gt;- Sementara siswa yang mebaca, siswa yang lain diminta untuk mendenyimak dengan seksama bacaan temannya&lt;br /&gt;- Setelah semua siswa mendapat giliran untuk membaca, guru membaca catatan kecil yang telah dibuat.&lt;br /&gt;- Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang bacaan gurindam dua belas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penutup&lt;br /&gt;- Guru membuat kesimpulan bacaan gurindam&lt;br /&gt;- Guru menutup pelajaran dan mengucap salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. Sumber&lt;br /&gt;Pelajaran Tulisan Arab Melayu Untuk SLTP Kelas 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. Penilaian&lt;br /&gt;A. Teknik        : Lisan&lt;br /&gt;B. Bentuk        : Tes Membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN&lt;br /&gt;Gurindam Dua Belas&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 21.3pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=" line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;; mso-ansi-language:INfont-family:&amp;quot;;font-size:11.0pt;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-twIo0kdUFiE/TkKdwvd-dFI/AAAAAAAAAQg/GoBb-42fmhI/s1600/TAM%2BS.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 80px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-twIo0kdUFiE/TkKdwvd-dFI/AAAAAAAAAQg/GoBb-42fmhI/s320/TAM%2BS.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639243144122758226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-8527302802720110087?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/8527302802720110087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/08/silabus-dan-rpp-tulisan-arab-melayu-tam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8527302802720110087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8527302802720110087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/08/silabus-dan-rpp-tulisan-arab-melayu-tam.html' title='SILABUS DAN RPP TULISAN ARAB MELAYU (TAM)'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vk--eCxeI8s/TkJIe3CbKJI/AAAAAAAAAQY/ayuo7pcya6c/s72-c/TAM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5648288494735349051</id><published>2011-04-12T18:43:00.014+07:00</published><updated>2011-04-12T19:15:02.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dkk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dikutip dari Buku IPA Kelas VIII Karangan M. Agus Krisno'/><title type='text'>HUKUM NEWTON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.Hukum I Newton berbunyi: ”Jika resultan gaya yang bekerja pada benda  sama dengan nol maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam dan benda  yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus  beraturan”. Secara matematis, hukum I Newton dapat dituliskan sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ce5q1oKJp0w/TaRARbbUA2I/AAAAAAAAAPk/t4TrxZ60C5o/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 69px; height: 27px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ce5q1oKJp0w/TaRARbbUA2I/AAAAAAAAAPk/t4TrxZ60C5o/s200/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594667305265267554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Contoh penerapan hukum I Newton adalah ketika kita berada dalam bus yang bergerak kemudian direm mendadak maka tubuh kita akan terdorong ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Hukum II Newton yang berbunyi: ”Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan massa benda”. Secara matematis, hukum II Newton dapat dirumuskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1Q05EyrRQE0/TaQ_-PqdntI/AAAAAAAAAPc/ZgGGOPdRry0/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 194px; height: 51px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1Q05EyrRQE0/TaQ_-PqdntI/AAAAAAAAAPc/ZgGGOPdRry0/s200/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594666975690071762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;a    : percepatan benda (m/s)&lt;br /&gt;m  : massa benda (kg)&lt;br /&gt;Contoh penerapan hukum II Newton adalah ketika menggeser benda. Misalnya, sebuah lemari akan lebih mudah digeser atau didorong oleh 2 orang daripada hanya didorong oleh 1 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Hukum III Newton bunyinya: ”Jika benda pertama memberikan gaya pada benda kedua maka benda kedua akan memberikan gaya balasan yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan”. Secara matematis, hukum III Newton dirumuskan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--K_dkAQlzCE/TaRA4nIHrtI/AAAAAAAAAP0/HqQpJknpN6g/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 109px; height: 36px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--K_dkAQlzCE/TaRA4nIHrtI/AAAAAAAAAP0/HqQpJknpN6g/s200/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594667978420891346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh penerapan hukum III Newton adalah ketika kita menekan benda. Misalnya, kita menekan meja. Semakin keras kita menekan meja, tangan kita akan semakin sakit. Hal ini dikarenakan meja memberikan gaya dorong yang besarnya sama dengan gaya tekan yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5648288494735349051?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5648288494735349051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/04/hukum-newton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5648288494735349051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5648288494735349051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/04/hukum-newton.html' title='HUKUM NEWTON'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ce5q1oKJp0w/TaRARbbUA2I/AAAAAAAAAPk/t4TrxZ60C5o/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-6539327915884529679</id><published>2011-04-12T18:09:00.007+07:00</published><updated>2011-04-12T18:33:16.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Disalin dari buku Jahalatun Nas Fid Du’a edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdo’a hal. 52-55 Darul Haq'/><title type='text'>BERLEBIHAN DALAM BERDO’A</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih&lt;br /&gt;'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ادعوا ربكم تضرعا وخفية انه لا يحب المهتدين&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artinya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-A’raaf : 55]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh As-Sa’di berkata bahwa maksud firman Allah : Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” adalah melampaui batas dalam segala hal. Dan termasuk melampaui batas adalah meminta sesuatu yang tidak pantas, berhenti berdo’a atau mengeraskan suara dalam berdo’a. [Tafsir As-Sa’di 3/40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Nu’amah bahwasanya Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu mendengar anaknya membaca doa : “Ya Allah berilah kami istana putih di sisi kanan Surga”. Maka dia berkata kepada anaknya : “Wahai anakku mintalah kepada Allah Surga dan berlindunglah kepadaNya dari api Neraka, sebab saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akan muncul dari umatku sekelompok kaum yang berlebihan dalam berdoa dan bersuci” [1] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Manawi berkata bahwa yang dimaksud berlebihan dalam berdoa adalah melampaui batas dalam mengajukan permohonan yaitu dengan cara meminta sesuatu yang tidak boleh atau mengeraskan suara pada waktu berdoa atau memaksakan lafazh bersajak dalam berdoa. Imam Turbusyti berkata bahwa yang dimaksud berlebihan dalam berdoa bisa memiliki banyak pengertian yang intinya tidak sungguh-sungguh dalam berdoa atau berlebihan dalam meminta baik untuk kebutuhan pribadinya atau kebutuhan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu melarang anaknya berdoa seperti itu karena permintaan tersebut tidak sesuai dan tidak mungkin bisa diraih oleh amal perbuatannya, sebab permohonan tersebut hanya pantas untuk derajat para nabi dan wali. Sehingga permintaan seperti itu termasuk berlebihan dalam berdoa, serta tidak pantas karena menganggap sempurna terhadap diri sendiri. [Faidhul Qadir 4/130]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata bahwa berdoa memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan para nabi padahal dia bukan seorang nabi atau memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan Allah termasuk berlebihan dalam berdo’a, seperti memohon agar dia menjadi perantara untuk permohonan hamba kepada Allah atau memohon agar dia diberi kemampuan untuk bisa mengetahui segala sesuatu atau berkuasa atas segala sesuatu atau memohon agar diperlihatkan ilmu ghaib atau berdoa dengan berkeyakinan bahwa Allah membutuhkan doanya atau semua hamba Allah akan mendapat marabahaya bila dia tidak berdoa atau semisalnya. Semua itu akibat dari kebodohan terhadap hak Allah dan berlebihan dalam berdoa.[Majmu Fatawa 10/713-714]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk berlebihan dalam berdoa seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata : “Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad dan janganlah Engkau memberi rahmatMu kepad selain kami, lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya : Siapa yang mengucapkan doa tersebut ? Orang tersebut berkata : “Saya !”. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kamu telah menghalangi kebaikan untuk orang banyak” [Musnad Imam Ahmad 2/170-171. Majma Az-Zawaid 10/150]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Albani berkata bahwa makna hadits tersebut adalah menghalangi rahmat Allah untuk para makhlukNya dan demikian itu tidak mungkin karena Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;ورحمتى وسعت كل شيءٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu” [Al-A’raaf : 156]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a di atas diucapkan oleh seseorang baduwi karena kejahilan dan baru mengenal Islam. Seharusnya seseorang berdoa untuk dirinya dan teman-temannya agar pahalanya bertambah. [Fathur Rabbani 14/272]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-6539327915884529679?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/6539327915884529679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/04/berlebihan-dalam-berdoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6539327915884529679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6539327915884529679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2011/04/berlebihan-dalam-berdoa.html' title='BERLEBIHAN DALAM BERDO’A'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-6625762660767975055</id><published>2010-10-30T07:30:00.004+07:00</published><updated>2010-10-30T07:36:17.819+07:00</updated><title type='text'>OLAHRAGA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TENIS MEJA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Sejarah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada mulanya tenis meja dianggap sebagai permainan yang lucu dan kurang menarik, karena mulanya seorang gadis dan seorang pemuda memukul bola plastik kecil melintas di atas net (yang selanjutnya disebut pingpong). Pada perkembangan selanjutnya dari hasil latihan sampai terampil dalam bermain bola pingpong itu dapatlah ditentukan bahwa tubuh merupakan subjek yang harus melewati latihan khusus dan intensif, serta harus mampu memukul bola lebih dari 100 mph dan harus dapat menguasai bola itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat tenis meja merupakan ukuran olahraga prestasi internasional, selebih bertahun selama 30 tahun menjadi ukuran prestasi nasional. Pertandingan tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-mata merupakan kompetisi antara 7 negara dan selanjutnya diikuti oleh 34 negara. Tahun 1930 Inggris mampu mendapat unggulan, yakni Fred Derry yang memenangkan kejuaran tunggal Wimbolden pada tahun 1928 – 1929. Sukses yang diperoleh Eropa Timur, membuat nama Viktor Barna dari Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan setengah dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslawakia menghasilkan pemain–pemain kaliber dunia serta memperkenalkan teknik permainan yang maju dan lebih maju.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Perlengkapan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Bet atau Raket&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bet merupakan alat utama untuk memukul bola pada tenis meja. Pada mulanya dipakai busa atau spon, kemudian mengalami perubahan pada masa 30 tahun terakhir. Alat pemukul bola pada tenis meja (bet atau raket) semakin disederhanakan. Bet terbuat dari bahan lunak dengan postur bundar, dan terbuat dari karet. Dengan adanya karet sintetis tersebut didapatkan bet seperti yang dipakai Barna, Bergmann dan Leach. Bet yang dilapisi karet tidak saja memberi kecepatan penuh, tetapi juga memberi kesempatan kepada para pemain mengembangkan gaya permainannya yang akurat, penuh kehalusan dan teknik yang meliputi segalanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Bola&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara tradisional bola dibuat dari bahan celluloid dan pada perkembangan selanjutnya bola disempurnakan menjadi superbal yang terbuat dari serpihan plastik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.  Pakaian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihlah kaos yang sesuai dengan postur tubuh anda, sehingga memberi kenyamanan. Jangan memilih kaos yang menyebabkan suasana panas dan dingin, pakailah kaos yang benar-benar sesuai dan memberi kenyamanan bagi tubuh..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Meja Tenis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meja yang baik adalah meja yang mempunyai ukuran sebagai berikut ;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Panjang : 2,74 meter&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Lebar : 1,52 meter&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Panjang net : 1,83 meter&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Tinggi : 76 cm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Warna meja yang ideal adalah hijau dengan garis-garis batas berwarna putih dan lebar 2 cm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Net&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Net ini berfungsi sebagai pembagi mesin menjadi dua bagian yang sama luasnya. Di kiri kanan meja dipasang dua tiang penyangga ukuran 15 sampai 25 cm, tingginya dan berjarak 15 sampai 25 dari garis pinggir. Tiang penyangga ini berguna untuk mengikatkan tali penopang net tersebut. Tinggi net berkisar antara 15 sampai 25 cm di atas permukiman meja, sedangkan bagian bawahnya harus dipasang sedekat mungkin dengan permulaan meja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Peraturan Peralatan Tenis Meja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  Meja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Permukaan atas meja yang secara umum diistilahkan sebagai “Playing surface” harus berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2,74 meter dan lebar 15,25 meter. Permukaan ini harus terletak horisontal pada ketinggian 760 mm di atas lantai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Permukaan atas meja dapat terbuat dari material apapun juga, asalkan kemungkinan pantulan bola setinggi 220 sampai 250 mm dengan menggunakan bola standar (sebaiknya yang jenis medium) dan dijatuhkan dari ketinggian 305 mm dari atas permukaan meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Permukaan meja ini harus berwarna gelap, kalau mungkin hijau tua. Permukaan meja ini tidak boleh berkilat dan dibatasi dengan garis putih sebesar 20 mm di semua sisinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) Garis putih yang membatasi lebar permukaan meja sepanjang 1,525 meter akan diberi nama ” batas akhir” (endlines)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) Garis putih yang membatasi panjang permukaan meja sepanjang 2,74 meter akan diberi nama ” batas sisi” (side lines)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Bagi permainan ganda, permukaan meja ini akan dibagi menjadi dua bagian dengan garis putih selebar 3 mm. Garis tengah ini pararel dengan batas sisi dan akan diberi nama ” batas tengah” (centre line). Batas tengah yang sudah digambarkan secara permanen ini tak perlu dihapus apabila meja hendak dipakai untuk permainan tunggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Net&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Permukaan meja akan dibagi menjadi dua sisi dengan ukuran yang sama dengan perantaraan sebuah ” jaring” (net) yang pararel dengan batas akhir meja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Net ini akan ditegangkan oleh tali yang diikat pada kedua belah sisi pada sebuah tiang penyangga setinggi 152,5 mm, sedangkan batas sisi dari kedua tiang penyangga harus berjarak 152,5 mm dari batas sisi permukaan meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Panjang net itu, beserta perpanjangnya di sisi kanan dan kiri harus berukuran: panjang 1.83 m sedangkan seluruh panjang tersebut, terhitung dari ujung atas net, harus berjarak 152,2 mm di atas permukaan meja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.  Bola&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Bola harus berbentuk bulat, dengan diameter minimum 37,2 mm dan maksimum 28.2 mm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Berat bola minimum harus 240 gram dan maksimum 2.54 gram.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Bola ini harus terbuat dari selulosa atau plastik lainnya yang sejenis dan harus berwarna putih atau king tanpa ada efek berkilat ( harus suram).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.  Bet atau raket&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Ukuran raket bebas, demikian juga bentuk dan beratnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. ”Blade” ( bagian raket yang bundar, dengan maka kita memukul bola) harus terbuat dari kayu seluruhnya, rata tebalnya , datar dan kaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Bagian permukaan dari setiap sisi black tersebut, dipakai ataupun tidak dipakai untuk memukul bola, harus berwarna gelap suram setiap pinggiran atas hiasan dipinggir blade tidak berwarna putih atau berrefleksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.  Peraturan Tenis Meja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pada saat serve, bola harus dilepas. Apabila bola terkena net dan bola masuk ke daerah lawan, maka harus di ulang sampai 3 (tiga) kali dan apabila masih terkena net juga maka point untuk lawan. Sedangkan apabila bola menyentuh net dan masuk ke daerah kita, maka point untuk lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pada saat mau serve dan bola lepas dari tangan dan belum/tidak sempat dipukul, maka serven boleh diulang selama bola tidak menyentuh meja pertandingan. Kalau bola menyentuh meja pertandingan, maka point untuk lawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pada saat pertandingan, pergantian serve (pindah bola) dilakukan setelah 2 (dua) point.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pertandingan dilakukan sebanyak 3 (lima) game dan apabila menang dalam 2 game maka dinyatakan sebagai pemenang. Dalam setiap game-nya perolehan point sebanyak 21 point/angka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Selama pertandingan apabila tangan atau anggota tubuh lainnya menyentuh meja pertandingan, pertandingan tetap dilanjutkan. Dan apabila bola menyentuh tangan (tidak disengaja) dan bola jatuh ke meja lawan, maka pertandingan tetap dilanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Apabila bet menyentuh meja atau bet menyentuh badan, pertandingan tetap dilanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Untuk menentukan siapa yang berhak melakukan serve lebih dulu pada setiap pertandingan, dilakukan dengan menebak keberadaan bola dibawa meja yang disembunyikan oleh wasit. Sedangkan untuk game ke-2 dan selanjutnya, yang berhak melakukan serve lebih dulu adalah orang yang menerima bola (bukan yang serve) pada akhir game sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E. Induk Organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Induk organisasi tenis meja Indonesia adalah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Sedangkan di lingkup dunia induk organisasinya dikenal dengan International Table Tennis Federation (ITTF).&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RENANG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Sejarah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlombaan berenang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang berenang dengan memakai gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya Trudgen di lomba-romba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Hindia Belanda, Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) didirikan pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada 1936, perenang Hindia Belanda bernama Pet Stam mencatat rekor 59,9 detik untuk nomor 100 meter gaya bebas di kolam renang Cihampelas Bandung. Pet Stam dikirim sebagai wakil Belanda di Olimpiade Berlin 1936. Persatuan Berenang Seluruh Indonesia didirikan 21 Maret 1951, dan sebagai anggota Federasi Renang Internasional sejak tahun berikutnya. Perenang Indonesia ikut berlomba dalam Olimpiade Helsinki 1952.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Gaya Renang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Gaya bebas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  Gaya dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Gaya punggung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Gaya kupu-kupu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya kupu-kupu atau gaya dolfin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Fasilitas dan peralatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kolam renang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panjang kolam renang lintasan panjang adalah 50 m sementara lintasan pendek adalah 25 m. Dalam spesifikasi Federasi Renang Internasional untuk kolam ukuran Olimpiade ditetapkan panjang kolam 50 m dan lebar kolam 25 m. Kedalaman kolam minimum 1,35 meter, dimulai dari 1,0 m pertama lintasan hingga paling sedikit 6,0 m dihitung dari dinding kolam yang dilengkapi balok start. Kedalaman minimum di bagian lainnya adalah 1,0 m.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Lintasan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebar lintasan paling sedikit 2,5 m dengan jarak paling sedikit 0,2 m di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.Masing-masing lintasan dipisahkan dengan tali lintasan yang sama panjang dengan panjang lintasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. Pelampung pada tali lintasan dapat berputar-putar bila terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasan 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6, dan 7, dan kuning untuk lintasan 4 dan 5.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perenang diletakkan di lintasan berdasarkan catatan waktu dalam babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Di kolam 8 lintasan, perenang tercepat ditempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam 6 lintasan). Perenang-perenang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1, dan 8.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Pengukur waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam perlombaan internasional atau perlombaan yang penting, papan sentuh pengukur waktu otomatis dipasang di kedua sisi dinding kolam. Tebal papan sentuh ini hanya 1 cm.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perenang mencatatkan waktunya di papan sentuh sewaktu pembalikan dan finis. Papan sentuh pengukur waktu produksi Omega mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Balok Start&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di setiap balok start terdapat pengeras suara untuk menyuarakan tembakan pistol start dan sensor pengukur waktu yang memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tinggi balok start antara 0,5 m hingga 0,75 dari permukaan air. Ukuran balok start adalah 0,5 x 0,5 m, dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Kemiringan balok start tidak melebihi 10°.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Peraturan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, perenang melakukan posisi start di atas balok start. Badan dibungkukkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada nomor gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara kaki bertumpu di dinding kolam, dan kedua lutut ditekuk di antara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gaya ganti estafet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wasit start memanggil para perenang dengan tiupan peluit panjang untuk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air untuk gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks) diteriakkan oleh wasit start. Start dinyatakan tidak sah bila perenang meloncat dari balok start sebelum ada aba-aba. Hingga tembakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E. Nomor perlombaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor perlombaan menurut jarak tempuh, jenis kelamin, dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada). Nomor-nomor renang putra dan putri yang diperlombakan dalam Olimpiade:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m (putri), 1500 m (putra)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Gaya kupu-kupu: 100 m, 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Gaya punggung: 100 m, 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Gaya dada: 100 m, 200 m.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Gaya ganti perorangan: 200 m dan 400 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Gaya ganti estafet: 4 x 100 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Gaya bebas estafet: 4 x 100 m, 4 x 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Marathon 10 km.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra/putri untuk nomor-nomor renang:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Gaya ganti estafet: 4×100 m.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang perenang memakai keempat gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan urutan: gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 m, perlombaan diadakan di kolam renang lintasan pendek 25 m.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada nomor 4 x 100 m gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing berenang 100 m. Perenang pertama memulai dengan renang gaya punggung, dilanjutkan perenang gaya dada, perenang gaya kupu-kupu, dan diakhiri oleh perenang gaya bebas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;F. Pakaian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Federasi Renang Internasional memiliki daftar merek dan tipe pakaian renang yang disetujui dalam perlombaan renang. Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Perenang berkacamata dapat memilih untuk mengenakan kacamata renang minus, atau mengenakan lensa kontak bersama kacamata renang normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perenang tidak dibolehkan memakai alat atau pakaian renang yang dapat mempengaruhi kecepatan, daya apung, atau ketahanan selama berlomba, misalnya sarung tangan berselaput, kaki katak, sirip, dan sebagainya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G. Induk Organisasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Federasi Renang Internasional (Fédération Internationale de Natation, disingkat FINA) adalah induk organisasi internasional olahraga renang. Organisasi ini diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC). Selain renang, FINA juga merupakan induk organisasi internasional polo air, selam, renang indah, dan renang perairan terbuka. Markas besar FINA berada di Lausanne, Swiss. Induk organisasi olahraga renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah di setiap negara dan teritori berhak menjadi anggota FINA.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain mengadakan kejuaraan internasional dan regional, FINA berusaha memajukan olahraga renang di seluruh dunia, antara lain dengan menambah jumlah fasilitas olahraga renang. FINA bertugas membuat peraturan internasional untuk kejuaraan renang, renang perairan terbuka, selam, polo air, dan renang indah. Adapun induk organisasi Indonesia di kenal dengan nama PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-6625762660767975055?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/6625762660767975055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/10/olahraga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6625762660767975055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6625762660767975055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/10/olahraga.html' title='OLAHRAGA'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5499478522996146862</id><published>2010-08-05T12:03:00.002+07:00</published><updated>2010-08-05T12:07:34.780+07:00</updated><title type='text'>HUKUM ISLAM TENTANG HALAL HARAMNYA BINATANG</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;1. Hukum Halal dan Haramnya Binatang&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Halal artinya boleh, maksudnya boleh dilakukan, boleh dikerjakan dan untuk makanan boleh dimakan menurut hukum Islam. Sedangkan haram artinya dilarang, maksudnya segala hal yang dilarang ajaran Islam untuk dilakukan, dikerjakan atau dimakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang Halal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang halal digolongkan menjadi lima bagian:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang hidup di darat, atau binatang ternak seperti kerbau, sapi, unta, kambing, kuda dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua jenis binatang unggas yang baik dan lezat untuk dimakan, seperti ayam, itik, bebek, angsa dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Daging binatang halal yang dipotong atau disembelih dengan menyebut nama Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Bangkai ikan air laut dan air tawar, bangkai belalang, hati dan limpa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua binatang yang hidup didalam air, baik air laut maupun air tawar, kecuali binatang itu beracun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang Haram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Ada delapan golongan biantang-binatang yang haram dimakan dagingnya oleh umat Islam:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua makanan yang disebut didalam firman Allah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;swt&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Q.S Al-Maidah: 3 yaitu sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Bangkai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Daging Babi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;d.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Daging hewan halal yang disembelih atas nama selain Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;e.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang mati tercekik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;f.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Binatang yang mati terpukul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;g.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang mati terjatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;h.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang mati ditanduk binatang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;i.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Binatang yang mati diterkam biantang buas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;j.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Binatang yang disembelih atas nama berhala&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua binatang yang dapat hidup dan tahan lama didua muara (dua tempat), yaitu didarat dan didalam air, seperti buaya, penyu, katak dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua binatang bertaring yang kaut, seperti harimau, singa, srigala, anjing, kera, gajah dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua burung yang mempunyai kuku tajam, seperti elang, garuda, kakak tua, rajawali, burung hantu, kelelawar, burung gagak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang diperintahkan untuk dibunuh seperti ular, gagak, tikus, anjing galak, dan burung elang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Binatang yang dilarang membunuhnya, yaitu binatang-bintang seperti semut, tawon dan lain sebagainya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;7.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Bagian yang dipotong dari binatang yang masih hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;8.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Semua jenis binatang yang dapat mendatangkan mudarat (kerusakan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Hikmah larangan-larangan Allah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 36pt; "&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Berikut ini manfaat makan-makanan atau binatabg yang halal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Mendapat kebersihan jiwa dan kesehatan jasmani dan rohani serta terhindar dari penyakit &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Menguji iman dan hawa nafsu orang yang beriman, apakah ia sanggup tetap mentaati hukum-hukum allah dengan menjauhi makanan yang haram atau tidak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Terhindar dari dosa, karena menjauhkan diri dari hal-hal yang haram sama dengan menjauhi diri dari dosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;d.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Mendapat amal dan pahala dari Allah, karena menjauhkan diri dari&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;hal yang haram bearti menjalankan perintah Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;e.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language:EN-US"&gt;Tergolong kedalam umat Allah yang saleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;margin-left: 54pt; text-indent: -18pt; "&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family:Calibri; mso-ansi-language:EN-US"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;f.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-ansi-language: EN-US"&gt;Semakin dekat dengan Allah swt. Orang yang makan makanan yang haram menjadi jauh dari allah dan dibencinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5499478522996146862?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5499478522996146862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/08/hukum-islam-tentang-halal-haramnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5499478522996146862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5499478522996146862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/08/hukum-islam-tentang-halal-haramnya.html' title='HUKUM ISLAM TENTANG HALAL HARAMNYA BINATANG'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-4608324445788370874</id><published>2010-08-05T11:40:00.001+07:00</published><updated>2010-08-05T11:50:49.245+07:00</updated><title type='text'>DOSA BESAR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;      A.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pengertian Dosa Besar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.5pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Perkataan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;dosa &lt;/i&gt;berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Arab disebut &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;al-zanbu, al-ismu &lt;/i&gt;dan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;al-jumru. &lt;/i&gt;Menurut ulama fukaha dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah yang hukumnya wajib dan mengerjakan hukum Allah yang hukumnya haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l4 level1 lfo1"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;B.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Contoh-contoh Perbuatan Dosa Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.5pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Ulama fikih sepakat mengatakan bahwa perbuatan-perbuatan yang termasuk dosa besar banyak jumlahnya. Segala pelaku yang diancam dengan hokum dunia, azab di akhirat dan dilaknat Allah swt dan Rasul-Nya termasuk dosa besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar terhadap Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Syirik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dalam istilah ilmu tauhid, syirik adalah menyekutukan Allah swt dengan sesuatu selain-Nya, baik dalam zat-Nya, sifat-Nya, &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;af’al&lt;/i&gt;-Nya, maupun dalam hal ketaatan yang seharusnya ditujukkan kepada-Nya. (Q.S 4 : 48)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Kufur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Yaitu mengingkari adanya Allah swt dan segala ajaran-Nya yang disampaikan nabi/rasul-Nya. (Q.S 14 : 7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Nifak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Yaitu menampakkan sika, ucapan, dan perbuatan yang sesungguhnya bertentangan dengan apa yang tersembunyi&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;dalam hatinya (Q.S 2 : 2). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l0 level1 lfo3"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;d.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Fasik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Yaitu melupakan Allah swt (Q.S 59 : 19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar terhadap Diri Sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa besar terhadap diri sendiri adalah dosa besar yang objek atau sasarannya adalah dirinya sendiri. Seperti membunuh diri sendiri. Allah melarang membunuh diri apapun alasannya. (Q.S 4 : 9)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar dalam Keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Salah satu contoh dosa besar dalam keluarga ialah durhaka kepada kedua orang tua. Contoh perbuatan durhaka pada kedua orang tua; melakukan penganiayaan fisik, mengancam kedua orang tua, menelantarkan kedua orang tua, menjauhi kedua orang tuanya dl.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar dalam Pemenuhan Seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l1 level1 lfo4"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Zina&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Zina ialah hubungan kelamin (persetubuhan) antara laki-laki dan wanita diluar pernikahan yang sah, yakni pernikahan yang sesuai dengan ketentuan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;syara’. &lt;/i&gt;(Q.S 17 : 32)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l1 level1 lfo4"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Homoseksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Homoseksual adalah pemuasan atau penyaluran nafsu seks antara sesame jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l1 level1 lfo4"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menuduh Zina (&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Qazaf&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menurut istilah fiqih, qazaf adalah menuduh orang lain melakukan zina, tanpa adanya saksi-saksi yang dibenarkan oleh &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;syara’&lt;/i&gt;. (Q.S 24 : 4-5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar dalam Makan dan Minuman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l7 level1 lfo5"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Makanan-makanan yang dengan tegas diharamkan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;syara’,&lt;/i&gt; para pemakannya dianggap melakukan dosa besar karena mereka diancam dengan sisksa. (Q.S 5 : 3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l7 level1 lfo5"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Meminum Khamar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Perkataan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;khamar &lt;/i&gt;berasal dari kata &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;kahmran &lt;/i&gt;yang artinya tertututp, terhalang dan tersembunyinya. Selanjutnya kata &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;khamar &lt;/i&gt;digunakan sebagai sebutan bagi setiap yang memabukkan dan menutup atau menghalangi akal sehat peminumnya dari mengerjakan perintah Allah dan Rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l6 level1 lfo2"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;6.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Dosa Besar dalam Kehidupan Bermasyarkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo6"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;a.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pembunuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pembunuhan adalah perbautan yang menyebabkan lenyapnya nyawa seseorang. (Q.S 4 : 93). Ditinjau dari perbuatannya, pembunuhan dapat dibagi menjadi 3 macam yakni sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:72.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l3 level1 lfo7"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pembunuhan dengan sengaja atau direncanakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:72.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l3 level1 lfo7"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pembunuhan seperti sengaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:72.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l3 level1 lfo7"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:Symbol;mso-fareast-font-family: Symbol;mso-bidi-font-family:Symbol"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Pembunuhan yang tidak sengaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo6"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;b.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menganiaya Orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Tindak pidana terhadap anggota tubuh manusia (menganiaya) ada yang dilakukan dengan sengaja dan adapula yang dilakukan dengan tidak sengaja (tersalah semata).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo6"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;c.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Mencuri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menurut KBBI berarti mengambil barang milik orang lain dengan diam-diam. Sedangkan menurut istilah ilmu fiqih yakni mengambil harta milik orang lain dari tempat penyimpanannya secara diam-diam atau sembunyi-sembunyi. (Q.S 5 : 38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l2 level1 lfo6"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;d.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Merampok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: 18.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%; font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Yakni mengambil harta orang lain dengan kekerasan atau ancaman senjata tajam, bahkan disertai dengan penganiayaan dan pembunuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:36.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l4 level1 lfo1"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height: 150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;C.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Menghidari Perbuatan Dosa Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l5 level1 lfo8"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Senantiasa mengingat firman Allah swt (Q.S 4 : 31, 42 : 37, 53 : 32) yang mewajibkan setiap umat manusia untuk menghindari dosa besar dan tidak melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l5 level1 lfo8"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Setiap umat manusia, khususnya umat Islam menyadari bahwa melakukan dosa besar akibat buruknya terutama akan menimpa pelakunya itu sendiri. (Q.S 4 : 92-93)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l5 level1 lfo8"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;3.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Orang-orang beriman, dimana pun dan kapan pun ia berada tentu tidak akan melakukan dosa besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l5 level1 lfo8"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;4.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Muslim / muslimah yang berdisiplin mengerjakan shalat fardhu, apalagi kalau ditambah melaksanakan shalat sunah tentu mampu akan mengendalikan diri dari melakukan perbuatan keji dan munkar. (Q.S 29 : 45)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="margin-left:54.0pt;text-align:justify;text-indent: -18.0pt;line-height:150%;mso-list:l5 level1 lfo8"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;5.&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;Orang-orang beriman akan berusaha agar senantiasa beramal shaleh dan mengendalikan diri untuk tidak berbuat dosa besar, karena mereka meyakini setiap amal baik dan perbuatan jahat dicatat oleh malaikat. (Q.S 50 : 18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-4608324445788370874?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/4608324445788370874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/08/dosa-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4608324445788370874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4608324445788370874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/08/dosa-besar.html' title='DOSA BESAR'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-7951276504145859034</id><published>2010-07-10T22:11:00.002+07:00</published><updated>2010-07-10T22:16:04.625+07:00</updated><title type='text'>SHALAT JUMAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Pengertian Shalat Jumat&lt;br /&gt;Shalat jumat adalah yakni shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada waktu Zuhur pada hari jumat dengan berjamaah setelah dua khotbah.&lt;br /&gt;Perintah Allah swt Q.S Al-Jumuah: 9 mengenai shalat jumat:&lt;br /&gt;Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.&lt;br /&gt;2. Ketentuan Shalat Jumat&lt;br /&gt;Ketentuan shalat Jumat meliputi hokum, syarat, wajib, syarat sah, sunah, halangan, hal-hal yang boleh dilakukan dan hal-hal yang membatalkan shalat Jumat.&lt;br /&gt;a. Hukum Shalat Jumat&lt;br /&gt;Hukum shalat jumat adalah fardhu ain.&lt;br /&gt;b. Syarat Wajib Shalat Jumat&lt;br /&gt;1. Islam&lt;br /&gt;2. Balig (dewasa)&lt;br /&gt;3. Berakal&lt;br /&gt;4. Laki-laki&lt;br /&gt;5. Sehat, dan&lt;br /&gt;6. Menetap&lt;br /&gt;c. Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat&lt;br /&gt;1. Diadakan ditempat yang disediakan untuk melaksankan shalat jumat.&lt;br /&gt;2. Dialakukan dengan berjamaah.&lt;br /&gt;3. Shalat jumat dilaksanakan pada waktu zuhur.&lt;br /&gt;4. Shalat jumat dilaksanakan dengan didahului dua khutbah oleh khatib.&lt;br /&gt;d. Rukum Shalat Jumat&lt;br /&gt;Meliputi dua hal, yaitu: shalat dua rakaat dan dua khutbah jumat yang dilakukan sebelum shalat.&lt;br /&gt;e. Sunat-sunat Shalat Jumat&lt;br /&gt;1. Mandi&lt;br /&gt;2. Berhias dan memaai pakaian yang sebaik-baiknya, diutamakan yang bewarna putih.&lt;br /&gt;3. Memakai harum-haruman.&lt;br /&gt;4. Merapikan diri dengan memotong kuku dan kumis dan menyisir rambut.&lt;br /&gt;5. Bersegera pergi kemasjid.&lt;br /&gt;6. Membaca Al-Quran dan berzikir sebelum Khotbah dimulai.&lt;br /&gt;7. Memperbanyak doa dan bershalawat atas nabi.&lt;br /&gt;8. Mengambil tempat yang dekat dengan imam.&lt;br /&gt;9. Melakukan shalat tahyatul masjid.&lt;br /&gt;10. Melakukan shalat sunah empat rakaat sebelum shalat jumat&lt;br /&gt;11. Berpindah tempat bagi yang mengantuk.&lt;br /&gt;f. Halangan Shalat Jumat&lt;br /&gt;Ada empat halangan shalat jumat; hamba sahaya, wanita, anak-anak, dan orang yang sakit.&lt;br /&gt;g. Hal-hal yang Tidok Boleh Dilakukan Sewaktu Shalat Jumat&lt;br /&gt;1. Melaksanakan jual beli ketika imam telah menaiki mimbar dan memualai khotbahnya&lt;br /&gt;2. Melangkahi orang lain didalam tempat mendirikan shalat.&lt;br /&gt;3. Membangunkan orang yang sudah duduk hanya untuk memduduki tempat duduknya.&lt;br /&gt;h. Hal-hal yang Membatalkan Shalat Jumat&lt;br /&gt;1. Berakhirnya waktu zuhur pada saat melaksanakan shalat jumat.&lt;br /&gt;2. Jamaah meninggalkan shalat jumat sebelum imam sebelum sampai pada sujud dirakaat pertama.&lt;br /&gt;3. Khotbah Jumat&lt;br /&gt;Khotbah Jumat harus memenuhi enam rukun khotbah, meliputi:&lt;br /&gt;1. Mengucapkan hamdalah (memuji Allah)&lt;br /&gt;2. Mengucapkan shalawat atas Rasulullah saw&lt;br /&gt;3. Mengucapkan dua kalimat syahadat&lt;br /&gt;4. Berwasiat (memberi nasehat) untuk bertaqwa&lt;br /&gt;5. Membaca Ayat Al-Quran&lt;br /&gt;6. Berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-7951276504145859034?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/7951276504145859034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/07/shalat-jumat-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7951276504145859034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7951276504145859034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/07/shalat-jumat-1.html' title='SHALAT JUMAT'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-6169496455009661321</id><published>2010-07-10T22:01:00.003+07:00</published><updated>2010-12-24T06:59:58.981+07:00</updated><title type='text'>CONTOH LAPORAN PPL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.LatarBelakang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan merupakan suatu factor penting dalam menunjang kelangsungan hidup manusia. Hal ini dituangkan dalam ketetapan yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1983 yaitu“meningkatkan taraf hidup, kecerdasan dan kesehatan seluruh rakyat Indonesia yang adil dan merata serta meletakkan dasar yang semakin kokoh untuk membangun berikutnya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan dapat diperoleh melalui lembaga formal maupun informal yang, terbagi atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Universitas Muhammadiyah  Pontianak merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Pontianak (Kal-Bar).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pelaksanaan praktek pengalaman lapangan (PPL) mahasiswa ditempatkan pada sejumlah sekolah-sekolah  Muhammadiyah yang ada di Pontianak, salah satunya sekolahl atihan yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan PPL adalah SMA Muhammadiyah 1 Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Tujuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan yang diharapkan dan praktek pengalaman lapangan terbagi atas 2 (dua) tujuan, tujuan khusus dan tujuan umum sebagai mana tersebut dibawah ini: &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Tujuan Umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 PAI untuk memperoleh pengalaman dalam memgaplikasi teori pengalaman kegiatan belajar mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Meningkatkan kompetisi profesional guru dalam hal pengolahan kegiatan belajar mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Mendorong mahasiswa S1 PAI UMP Pontianak untuk senantiasa mawas diri atas kegiatan professional sebagai tolak ukur peningkatan kemampuan profesional guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Menanamkan sikap keguruan dalam praktikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Memberikan pengalamann lapangan yang nyata sebagai usaha meningkatan ketrampilan mengelola kegiatan belajar mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Tujuan Khusus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan khusus dapat diklafikasikati atas 3 (tiga) kelompok yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Aspek Pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa sebagai calon guru diharapkan dapat memiliki pengetahuan teoritisya itu berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Aspek Ketrampilan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masiswa diharapkan memiliki ketrampilan untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis kedalam praktek lapangan (teaching dan non teaching).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Aspek Sikap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa diharap memiliki komitmen terhadap tugas-tugas potensial guru antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Melayani siswa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Meningkatkan keahlian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menyesuaikan diri dengan tuntunan protesional yang semakin berkembang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Menerapkan keterampilan mengajar serta mampu menerapkan berbagai kemapuan keguruan secara utuh dan terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan para pembimbing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Melatih diri sampai dimana kemampuannya dalam mengauasai kelas dan berhadapan dengan lingkungan sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB II&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PELAKSANAAN KEGIATAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Kegiatan Orientasi serta Observasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orientasi merupakan kegiatan awal yang dilakukan dalam PPL. Tujuannya adalah memperkenalkan mahasiswa dengan situasi dan lokasi sekolah melalui informasi lisan dan pengamatan langsung kesekolah. Baik itu mengenai tatatertib PPL, penilaian dalam PPL, bimbingan Dosen mata kuliah PPL, sekolah tujuan PPL, materi yang dijelaskan pihak sekolah secara terpadu dan lain sebagainya. Maksud kegiatan ini adalah supaya mahasiswa sudah mempunyai bekal dan tidak merasa canggung untuk melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa PPL di sekolah tujuan nantinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obserevasi pada umumnya merupakan cara/teknik untuk mendapatkan data melalui pengamatan secara langsung oleh peniliti terhadap suatu objek. Berhubungan dengan itu, maka dalam PPL ini observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai sekolah dimana tempat mahasiswa PPL. Observasi yang dilakukan itu meliputi; observasi lingkungan, personalia sekolah, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, bimbingan konseling dan lain-lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Praktek Mengajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Penyusunan Rencana Pembelajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencana pembelajaran disusun sebelum mengajar. Penyusunan rencana pembelajaran didiskusikan dengan guru pamong. Dalam laporan ini dilampirkan RPP latihan mengajar terbimbing, RPP latihan mengajar mandiri dan RPP ujian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka praktek mengajar, seorang calon guru sebelum tampil di depan kelas terlebih dahulu hendaknya mempersiapkan diri sebaik dan seoptimal mungkin dan memperhatikan komponen-komponen profesionalitas dibawah ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Persiapan tertulis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Mampu merumuskan kompetensi dasar dengan baik dan benar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Mampu menyusun strategi belaja rmengajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Mampu merancang alat dan metode pengajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Mampu memilih dan menggunakan metode yang tepat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Mampu menyusun lembar kerja dengan baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Mampu menyusun dan mengembangkan alat evaluasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Mampu memikirkan program atau rencana pengajaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Persiapan mengajar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kegiatan awal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kegiatan inti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kegiatan akhir (penutup)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Praktek Mengajar Terbimbing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktek mengajar terbimbing adalah tampilnya guru di depan kelas dengan diawasi oleh seorang pembimbing yang bertugas melihat serta memperhatikan dan memberikan penilaian terhadap calon pendidik yang mengajar di depan kelas tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Praktek Mengajar Tidak Terbimbing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktek mengajar tidak terbimbing yaitu guru tampil di depan kelas tanpa diawasi oleh guru pamong dan dosen pembimbing. Hal ini untuk melihat kemampuan mahasiswa dalam menguasai kelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C. Pelaksanaan Praktek Persekolahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Administrasi Sekolah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterlibatan mahasiswa dalam administrasi sekolah adalah sebatas sebagai guru piket yaitu mengganbtikan guru yang berhalangan hadir, mendata guru-guru yang tidak masuk, mengedarkan absen dan jurnal ke kelas-kelas, serta mengambil kembali jurnal dan absen siswa pada saat jam terakhir pelajaran.  Jadwal pelaksanaan piket sekolah terlampir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Administrasi Kesiswaan &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Administrasi kesiswaan berkaitan dengan tugas piket yaitu mencatat siswa yang terlambat hadir, mencatat siswa yang melakukan pelanggaran, mendata siswa yang minta izin pulang. Administrasi siswa yang lain adalah merekap nilai siswa di kelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Mengikuti kegiatan ko kurikuler, dalam hal ini mahasiswa ikut membantu guru koordinator mengajar kegiatan calisa (Baca Tulis Al-Quran). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan sekolah. Dalam kegiatan ini mahasiswa ikut sebagagai guru pendamping disamping guru-guru lain. Seperti ikut sebagai guru pendamping kegiatan P-Man ke Singkawang,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Mengikuti upacara bendera hari senin dan kegiatan sekolah lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D. Laporan Kegiatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Laporan kegiatan merupakan semua runtutan kegiatan yang pernah mahasiswa lakukan di dalam maupun diluar kelas selama PPL. Adapun jadwal tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENUTUP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) merupakan kegiatan lapangan yang wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa Fakultas Agama Islam Uiversitas Muhammadiyah Pontianak dengan tujuan untuk melatih, mendidik dan mempersiapkan mahasiswa sebgai calon guru agar memiliki kompetensi dan kinerja yang baik, sehingga mampu menciptakan guru-guru yang berkualitas dan profesional dimasa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melakukan observasi kondisi Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah I Pontianak secara umum, baik dari segi bangunan fisik, pelaksanaan kurikulum yang sesuai dengan sistem pendidikan nasional maupun dari segi sarana dan prasarana sudah lumayan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program kerja sekolah dan kurikulum yang berlaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelolaan administrasi dan unit-unit usaha di SMA Muhammadiyah I Pontianak juga sudah berjalan sebagaimana mestinya. Dari pelaksanaan kegiata PPL telah banyak hal yang dapat kami pelajari dan mendapat pengalaman berharga yang nantinya akan menjadi bekal bagi kami untuk terjun kembali kemasyarakat setelah kami menyelesaiakan perkuliahan di kampus Uniersitas Muahammadiyah Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami  berharap semoga pengalaman dan bekal ilmu yang diperoleh dari pelaksanaan Paktek Pengalan Lapangan ( PPL ) di SMA Muhammadiyah I Pontianak bisa bermanfaat dan mendatangkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan membuahkan hasil yang memuaskan baik bagi mahasiswa PPL maupun rekan-rekan guru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B. Saran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kurang lebih lima bulan kami melakukan kegiatan PPL dan melihat pelaksanaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, maka kami tidak berlebihan dan tidak mengurangi rasa hormat kepada pihak sekolah, sehingga kami memberikan saran yang berkaitan dengan proses belajar mengajar sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Karena ruang perpustakaan sudah cukup baik, maka perlu ditingatkan administrasi perpustakaan agar siswa dapat memperkaya ilmu pengetahuannya diwaktu istirahat dengan penambahan buku-buku pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Perlu ditingkatkan lagi disiplin terhadap tata tertib siswa terutama tata tertib pakaian yang dikenakan oleh siswa dan tata tertib pada saat proses belajar mengajar berlangsung karena masih banyak siswa/i yang keluar masuk kelas dengan alasan buang air kecil, tetapi siswa mempunyai tujuan lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Apabila siswa ada yang trelambat guru piket memberikan sanksi yang lebih berat lagi, supaya siswa tidak ada yang mengulangi kebiasaan terlambat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khusus untuk pihak fakultas seharusnya lebih banyak lagi untuk meninjau ulang mahasiswa PPL di sekolah tujuan karena banyak sekali hal-hal yang perlu diperbaiki, sehingga mahasiswa dapat secara langsung berkonsultasi tentang masalah yang dihadapi mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-6169496455009661321?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/6169496455009661321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/07/contoh-laporan-ppl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6169496455009661321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6169496455009661321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/07/contoh-laporan-ppl.html' title='CONTOH LAPORAN PPL'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-3317767365753606623</id><published>2010-05-24T17:04:00.004+07:00</published><updated>2011-10-12T22:42:38.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Pocket Al-Quran Terjemahan Arab - Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/S_pTjqVUruI/AAAAAAAAANA/QfdH7bQjLzc/s1600/Al-Quran.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5474780169146511074" src="http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/S_pTjqVUruI/AAAAAAAAANA/QfdH7bQjLzc/s200/Al-Quran.jpg" style="cursor: pointer; float: right; height: 200px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 164px;" /&gt;&lt;/a&gt;Bukan hal yang aneh lagi, kalo Al-Quran bisa dimasukkan di saku. Lihat aza aplikasi yang satu ini, Quran Reader Pro. Ini merupakan Al-Quran terjemahan versi bahasa Arab - Indonesia yang sangat praktis karena mudah dibawa dan kapan pun kita bisa menggunakannya. Aplikasi ini hampir kompetibel untuk semua jenis dan tipe handphone yang mendukung aplikasi java, termasuk handphone buatan China yang sudang mendukung java. Meskipun berukuran mini, yang hanya 800 Kb tapi mampu memuat semua isi Al-Quran dari juz 1 sampai juz 30 + terjemahan dalam bahasa Indonesia + Tafsir + Doa. Untuk mendownload aplikasi ini, silahkan click &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16788308/QuranReaderProIndonesia.jar.html"&gt;disini&lt;/a&gt;. Selamat menggunakan...!!!! Sukses buat kamu, yang pengen jadi Qori, Hafizd dan lain-sebagainya. Semoga Allah meridhoi, Amin........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/16788308/QuranReaderProIndonesia.jar.html"&gt;Download Quran Reader Pro&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-3317767365753606623?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/3317767365753606623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/05/pocket-al-quran-terjemahan-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3317767365753606623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3317767365753606623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/05/pocket-al-quran-terjemahan-arab.html' title='Pocket Al-Quran Terjemahan Arab - Indonesia'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/S_pTjqVUruI/AAAAAAAAANA/QfdH7bQjLzc/s72-c/Al-Quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-3456784939284651144</id><published>2010-05-24T16:43:00.001+07:00</published><updated>2010-05-24T16:49:43.110+07:00</updated><title type='text'>TRANSMIGRASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A.Pengertian Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.&lt;br /&gt;Transmigrasi di Indonesia biasanya diatur dan didanai oleh pemerintah kepada warga yang umumnya golongan menengah ke bawah. Sesampainya di tempat transmigrasi para transmigran akan diberikan sebidang tanah, rumah sederhana dan perangkat lain untuk penunjang hidup di lokasi tempat tinggal yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B.Tujuan Diadakan Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.Untuk meratakan persebaran penduduk di seluruh wilayah nusantara&lt;br /&gt;Karena sebagin besar penduduk terfokus di suatu wilayah seperti kota besar atau pulau yang memiliki kesempatan kerja atau kesempatan hidup besar. Sehingga agar di kota atau pulau yang dianggap maju tersebut tidak terjadi kepadatan penduduk yang tinggi maka perlu di lakukan penyebaran penduduk dengan cara transmigrasi.&lt;br /&gt;2.Untuk pertahanan dan keamanan / hankam lokal nasional.&lt;br /&gt;Karena pada umumnya di dearah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi banyak terjadi tindak kriminalitas yang tinggi pula.&lt;br /&gt;3.Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memberikan kesempatan merubah nasib.&lt;br /&gt;Karena pada umumnya orang-orang diberikan kesempatan transmigrasi merupakan kalangan menengah kebawah maka dengan adanya program transmigrasi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup karena oleh pemerintah mereka diberikan fasilitas yang menunjang seperti rumah, lahan untuk digarap dan hasilnya dapat mereka nikmati, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pelaksanaan Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program transmigrasi di Indonesia mulai dilaksankan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, sebagai salah satu program dalam usaha PELITA (Pembangunan Lima Tahun). Penduduk yang menjadi transmigran merupakan penduduk yang ada di pulau jawa dan mereka dipindahkan kepulau-pulau lain seperti Sumatra,Kalimantan,Sulawesi dam Irian karena dipulau jawa jumlah penduduk terkonsentasi di pulau jawa sehingga perlu dilakukan penyebara penduduk ke pulau-pulau tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Jenis-jenis Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Transmigrasi Umum&lt;br /&gt;Transmigrasi umum adalah program transmigrasi yang disponsori dan dibaiayai secara keseluruhan oleh pihak pemerintah melalui depnakertrans (departemen tenaga kerja dan transmigrasi).&lt;br /&gt;2. Transmigrasi Spontan / Swakarsa&lt;br /&gt;Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah padat ke pulau baru sepi penduduk yang didorong oleh keinginan diri sendiri namun masih mendapatkan bimbingan serta fasilitas penunjang dari pemerintah.&lt;br /&gt;3. Transmigrasi Bedol Desa&lt;br /&gt;Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang dilakukan secara masal dan kolektif terhadap satu atau beberapa desa beserta aparatur desanya pindah ke pulau yang jarang penduduk. Biasanya transmigrasi bedol desa terjadi karena bencana alam yang merusak desa tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Fasilitas Transmigran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas yang harus ada dan disediakan bagi para transmigran antara lain, sarana pendidikan, tempat perdagangan, fasilitas informasi, kebersihan, dan sarana penunjang lainnya. Sarana-sarana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktifitas para transmigran. Dan diharapkan dengan adanya transmigrasi akan membuat kepadatan penduduk berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Dampak Transmigrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya membawa dampak yang buruk, tapi transmigrasi juga dapat membawa dampak yang baik bagi masyarakat. Adapun keuntungan atau kerugian dari transmigrasi yaitu;&lt;br /&gt;1. Keuntungan diadakannya transmigrasi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Terjadinya penyebaran penduduk.&lt;br /&gt;b. Terciptanya lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;c. Meningkatnya taraf hidup rakyat.&lt;br /&gt;d. Terciptanya pengembangan kawasan baru.&lt;br /&gt;e. Mengurangi angka kriminalitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keburukan diadakannya transmigrasi adalah:&lt;br /&gt;a. Daerah tempat transmigrasi umumnya sangat jauh dari kota (pedalaman).&lt;br /&gt;b. Minimnya Fasilitas Umum.&lt;br /&gt;c. Pemberian fasilitas tidak dilakukan secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Kesimpulan dan Saran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Transmigrasi merupakan suatu alternatif yang dapat mengatasi masalah kepadatan kependudukan dan pemerataan pembangunan. Tapi hendaknya hal ini juga diimbangi dengan pemberian fasilitas yang layak dan memadai bagi penduduk yang melakukan transmigrasi agar mereka merasa nyaman dalam mengelola tempat dan lahan yang mereka miliki. Transmigrasi terjadi umumnya merupakan kehendak diri sendiri atau pemerintah, dan bisa juga transmigrasi dilaksanakan karena keinginan pemerintah. Hal ini sesuai dengan Program PELITA pada masa orde baru. Transmigrasi yang dilakukan tidak selamanya berdapat negatif seperti apa yang menjadi persepsi kebanyakan masyarakat Indonesia, transmigrasi juga dapat membuat masyarakat setempat menjadi nyaman dan berkembang asalkan masyarakat dan transmigran bisa bekerja sama dalam membangun daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-3456784939284651144?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/3456784939284651144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/05/transmigrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3456784939284651144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3456784939284651144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2010/05/transmigrasi.html' title='TRANSMIGRASI'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-7785702086209981732</id><published>2009-07-09T09:56:00.003+07:00</published><updated>2009-07-09T10:27:47.119+07:00</updated><title type='text'>CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI ADAB MAKAN DAN MINUM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Satuan Pendidikan   : SMP&lt;br /&gt;Kelas/Semester      : VIII/II&lt;br /&gt;Mata Pelajaran      : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;Materi              : ADAB MAKAN DAN MINUM&lt;br /&gt;Alokasi Waktu       : 2 x 40 Menit (1x Pertemuan)&lt;br /&gt;Kompetensi Dasar    : Membiasaklan Prilaku Terpuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Standar Kompetensi&lt;br /&gt;Mampu menjelaskan konsep adab makan dan minum serta membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator&lt;br /&gt;Menjelaskan bertata krama makan dan minum, mengidentifikasi ciri serta menumbuhkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tata krama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Selesai mendengar penjelasan guru, siswa dapat menjelaskan kembali tentang adab makan dan minum dengan bahasanya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab makan dan minum, siswa dapat mengidentifikasi ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum dengan tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melalui diskusi dengan teman sebangku, siswa dapat menjelaskan cara menumbuhkan adab makan dan minum yang baik menurut Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Materi Pokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata Krama Makan Dan Minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum merupakan kebutuhan tubuh agar mampu beraktivitas. Islam menganjurkan kita untuk selalu memenuhi kebutuhan jasad kita, yaitu makan dan minum. Makan dan minum yang benar meruapkan salah satu bentuk rasa syukur kita kepada pemberian Allah swt. Orang yang tidak mau memenuhi kebutuhan makan dan minum, padahal jasadnya membutuhkannya berarti ia tidak mensyukuri nikmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum, Islam mengatur tata caranya. Dengan memenuhi aturan itu kita berbeda dengan hewan. Bukankah manusia adalah makhluk yang paling mulia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tata krama makan dan minum sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum yang kita nikamti itu benar-benar dari yang halal. Halal meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Halal cara memperolehnya, misalnya makan dan minum itu diperoleh dari hasil kerja keras kita, bukan dari hasil merampok, korupsi atau manipualsi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan dan minuman itu benar-benar makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi, bukan daging babi, bangkai, darah, minuman keras, narkoba atau sejenisnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan dan minuman itu memang sehat untuk dikonsumsi, tapi sebaiknya dimasak terlebih dahulu, agar dapat menyehatkan. Selain itu bila minuman dan makanan itu membahayakan bagi kita maka tinggalkanlah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelum makan, cucilah tangan kita samapi benar-benar bersih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulailah makan dan minumm dengan membaca basmalah dialnjutkan dengan membaca doa: &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Allahumma baariklnaa fi maa razaqtanaa wa qina adzaa bannar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila lupa membaca basmalah sebelum makan dan minum maka bacalah: B&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;ismillahi awwalahu wa akhirahu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakanlah tangan kanan untuk makan dan minum.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ambillah makanan dan minuman yang ada didekat kita, terutama disaat makan bersama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila kita makan bersama ayah dan ibu persilakan ayah dan ibu mengambil dahulu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usaha makan dan minum dalam keadaan sambil duduk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak menggunakan makanan dan minuman itu untuk mainan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanlah sedikit demi sedkit (lalu dikunyah), jangan sampai menjejal makanan dan pada mulut kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makan jangan sampai terlalu kenyang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanlah dengan menggunakn wadah. Tuangkanlah makanan pada wadah secukupnya, jangan terlalu banyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan menyisakan makana di dalam piring kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila sudah selesai, maka bacalah doa:&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Alhamdulillhil ladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum dan telah menjadikan kami orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode &amp;amp; Strategi Pembelajaran&lt;br /&gt;· Ceramah, Tanya Jawab&lt;br /&gt;· The Power of Two, Critical Incident&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-Langkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kegiatan Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru–siswa memberi salam dan memulai pelajaran dengan mengucapkan basmalah. Kemudian, berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Siswa menyiapkan Al-Qur’an/buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tadarus selama 5–10, sesuai dengan ayat Al-Quran tentang adab makan dan minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan dan kompetensi dasar yang akan dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang adab makan dan minum, guru melakukan tanya jawab dengan siswa sebagai pre test&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kegiatan Inti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru menyuruh siswa untuk menceritakan pengalaman mereka yang berhubungan dengan adab/tata krama makan dan minum, untuk mengidentifikasi adab makan dan minum yang baik, dengan strategi critical incident. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tunjuk beberapa orang siswa untuk menceritakan prilaku mereka ketika makan dan minum baik dirumah maupun luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Siswa menceritakan pengalaman mereka secara bergantian di depan kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kemudian Guru dan siswa membahas cerita tersebut secara klasikal dan melibatkan siswa lain yang tidak bercerita, untuk menemukan ciri-ciri dari orang yang bertata krama dalam makan dan minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Setelah itu, guru menjelaskan tentang adab makan dan minum. Siswa memerhatikannya dengan saksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru menyuruh beberapa siswa untuk melafalkan doa sebelum dan sesudah makan. Kemudian, siswa melafalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru menjelaskan doa yang harus dibaca ketika lupa membaca doa makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Lalu guru menyuruh siswa mendiskusikan bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum dengan menggunakan strategi the power of two, prosedurnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan: Bagaimana cara menumbuhkan adab makan dan minum ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Setelah siswa merumuskan jawabannya, perintahkan mereka untuk mendiskusikan jawaban tersebut dengan teman sebangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bersama dengan teman sebangku, siswa merumuskan kembali jawaban mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kemudian guru dan siswa membahas jawaban tersebut bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jika diskusi telah selesai, guru kemudian memberi kesempatan bertanya kepada siswa mengenai hal-hal yang belum dipahami oleh siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Guru menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dengan mempelajari adab makan dan minum, diharapkan siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kegiatan Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru mengulang secara singkat tentang adab makan dan minum sebagai penekanan dengan cara melakukan post test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang adab makan dan minum yang belum diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru memberikan motivasi kepada para siswa untuk menerapkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru mengakhiri pelajaran dengan membaca hamdalah dan mengucapkan salam kepada para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media &amp;amp; Sumber Belajar&lt;br /&gt;· Chart&lt;br /&gt;· Al-Qur’an dan terjemahannya&lt;br /&gt;· Buku Ayo Belajar Agama Islam SMP 2&lt;br /&gt;· Akidah Akhlak&lt;br /&gt;· Etika Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Prosedur :&lt;br /&gt;a. Evaluasi Proses&lt;br /&gt;b. Evaluasi Hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pretest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Postest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bentuk Evaluasi : Subjektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jenis Evaluasi : Lisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Alat Evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Apa yang kamu ketahui tentang adab dan tata krama makan dan minum. Jelaskan !&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Identifkasilah ciri-ciri dari orang yang bertata krama ketika makan dan minum ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jelaskan cara menumbuhkan tata krama makan dan minum dengan baik dalam kehidupan sehari ?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;KUNCI JAWABAN&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tata krama makan dan minum yang sesuai dengan tata krama menurut Islam, baik makanan yang diamakan, adab terhadap makanan maupun cara-cara yang benar menurut Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makanan dan minuman yang dikonsumsi selalu baik dan halal, makan menggunakan tangan kanan, selalu berdoa, menghormati yang lebih tua, mengambil makanan secukup, tidak menyisakan makanan makan dalam keadaan duduk dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tata krama makan dan minum dapat ditumbuhkan dengan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyesuaikan dengan tata krama Islam&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-7785702086209981732?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/7785702086209981732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/07/v-behaviorurldefaultvml-o.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7785702086209981732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/7785702086209981732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/07/v-behaviorurldefaultvml-o.html' title='CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI ADAB MAKAN DAN MINUM'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5331237663497212831</id><published>2009-06-18T10:27:00.003+07:00</published><updated>2009-06-18T10:51:31.552+07:00</updated><title type='text'>STRATEGI  EVERYONE IS TEACHER HERE DAN INDEX CARD MATCH</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;A. EVERYONE IS A TEACHER HERE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Ini merupakan sebuah strategi yang mudah, guna memperoleh partisipasi kelas yang keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Prosedur dari strategi ini adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Guru membagikan kartu indeks kepada setiap siswa. Guru meminta para peserta menulis sebuah pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di dalam kelas atau topik khusus yang akan mereka diskusikan di kelas. Misalnya ketika materi pelajaran tentang zakat, maka mereka membuat pertanyaan yang berkaitan dengan zakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Guru mengumpulkan kartu, mengocok dan membagikan satu pada setiap siswa. Guru meminta siswa membaca diam-diam pertanyaan atau topik pada kartu dan pikirkan satu jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Guru memanggil sukarelawan yang akan membaca dengan keras kartu yang mereka dapat dan memberi respon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Setelah diberi respon, guru meminta pada yang lain di dalam kelas untuk menambahkan apa yang telah disumbang oleh sukarelawan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Guru melanjutkan proses itu selama masih ada sukarelawan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Catatan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Kumpulkan kertas tersebut. Siapkan panelis yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Bacakan setiap kertas dan diskusikan. Gaktikanlah panelis secara bergantian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Minta peserta didik untuk menuliskan dalam kertas tersebut pendapat dan hasil pengamatan mereka tentang materi pelajaran yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;B. INDEX CARD MATCH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Index Card Match atau Mencari Pasangan adalah strategi yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Namun demikian, materi baru pun tetap bisa diajarkan dengan strategi ini dengan catatan, peserta didik diberi tugas mempelajari topik yang akan diajarkan terlebih dahulu, sehingga ketika masuk kelas mereka sudah memiliki bekal pengetahuan (Hisyam Zaini, 2008: 32).&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah peserta didik yang ada dalam kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Bagi jumlah kertas-kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Pada separuh kertas lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Kocoklah semua kertas sehingga akan tercampur antara kartu soal dan kartu jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Beri setiap peserta didik satu kertas/kartu. Jelaskan bahwa ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan. Separuh peserta didik akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Minta peserta didik untuk menemukan pasangan mereka. Jika ada yang sudah menemukan pasangan, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Setelah semua peserta didik menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman yang lain. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangan-pasangan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="Left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:8;"  lang="X-NONE" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5331237663497212831?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5331237663497212831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/strategi-everyone-is-teacher-here-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5331237663497212831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5331237663497212831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/strategi-everyone-is-teacher-here-dan.html' title='STRATEGI  EVERYONE IS TEACHER HERE DAN INDEX CARD MATCH'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-2145573881491286025</id><published>2009-06-18T08:43:00.000+07:00</published><updated>2009-06-18T08:44:56.334+07:00</updated><title type='text'>HURUF MAD, HUKUM SYAMSIAH DAN HUKUM QOMARIYAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A. HURUF MAD&lt;br /&gt;Mad menurut bahasa berarti “tambah”. Menurut istilah arti qiraatberarti: membaca sebuah huruf dengan panjang.&lt;br /&gt;Huruf mad itu ada 3, yaitu:&lt;br /&gt;1. Alif mati sesudah fathah (ﺄ )&lt;br /&gt;2. Waw mati sesudah dhammah (ُوْ — )&lt;br /&gt;3. Ya mati sesudah kasrah ( ِىْ— ِِِِِِِ)&lt;br /&gt;Ketiga huruf diatas dikumpulkan dalam ﺁﺘﻭﻨﻰ, ﺍوْﺘﻳﻧﺎ, ﺍوْﺬﻴﻧﺎ, atau ﻧﻭﺤﻳﻧﺎ&lt;br /&gt;Pembagian Baacaan Mad&lt;br /&gt;Mad dibagi menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mad Thobi’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻃﺑﻳﻌﻰ ) / Mad Ashliy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻻﺼﻟﻰ)&lt;br /&gt;2. Mad Far’iy ( ﺍﻠﻣﺪﺍﻠﻓﺭﻋﻰ)&lt;br /&gt;1. MAD THOBI’I&lt;br /&gt;Mad yang dibaca 1 alif (2 harakat), karena tidak menghadapi sebab (sukun/hamzah). Sebab dinamakan mad thobi’I karena orang yang mempunyai tabiat yang sehat dan normal tidak akan membacanya lebih atau kurang dari 1 alif (2 harakat), baik ketika washal (dibaca terus) atau waqaf.&lt;br /&gt;Contoh-contoh Mad Thobi’i:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mad Thobi’i dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:&lt;br /&gt;A. Mad Iwadh&lt;br /&gt;Yaitu jika ada fathatain pada akhir kata yang diwaqafkan (dibaca berhenti), seperti (ﺍﻔﻭﺍﺠﺎ) maka tanwinnya diganti mad thobi’i.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Dibaca:َ ﺠﺎ &lt;br /&gt;B. Mad Badal&lt;br /&gt;Yaitu lafadh yang tadinya terdiri dari 2 hamzah, kemudian hamzah yang kedua diganti dengan mad. Menurut Rowi Hafs hanya boleh dibaca 1 alif (2 harakat).&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;ﺁﺪﻢ Asalnya ﺍَﺃْﺪﻢ&lt;br /&gt;ﺍﻴﻤﺎﻥ Asalnya ﺍﺋﻣﺎﻥ&lt;br /&gt;ﺍﻭﺘﻭﺍ Asalnya ﺍﺆﺘﻭﺍ&lt;br /&gt;C. Mad Shilah Qoshirah&lt;br /&gt;Yaitu Ha dhomir (kata ganti) seperti, ( ﻪِ, ﻪُ, هُ) yang diapit oleh harkat fathah, kasrah dan dhommahdan tidak bertemu denagn hamzah (۶).&lt;br /&gt;Contoh&lt;br /&gt;ﺍِﻨﻪُﺒﻌﺑﺎﺩِهﺨﺑﻳﺮٌ Dibaca ﺍﻨﻬﻭﺒﻌﺒﺎﺩﻫﻲﺨﺑﻳﺮٌ&lt;br /&gt;ﻻﺘﺄﺨﺬﻩﺴﻧﺔٌ Dibaca ﻻﺘﺄﺨﺬﻫﻭﺴﻧﺔٌ&lt;br /&gt;ﻠﻪﻤﺎﻔﻰﺍﺳﻣﻭﺕ Dibaca ﻠﻬﻭﻤﺎﻔﻰﺍﻠﺳﻣﻭﺕ&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;Ha dhomir yang mendahului seperti ﻠﻪﺍﻠﻣﻠﻙ dibaca pendek, juga yang didahului sukun seperti ﻤﻨﻪ, ﻔﻳﻪ, ﻋﻨﻪ . Kecuali pada surat Al-Furqan: 69,yaitu&lt;br /&gt;D. Mad Tamkin&lt;br /&gt;Yaitu Ya yang bertasydid yang dibaca kasrah yang sesudahnya berupa Ya mati. Dinamakan Mad Tamkin karena ia keluar dengan kuat dikarenakan adanya syaddah (tasydid).&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;ﺤﻳﻳﺘﻡ - ﺍﻠﻧﺑﻴﻴﻥ&lt;br /&gt;E. Lima Huruf Diawal Surat&lt;br /&gt;Yaitu kelima huruf trsebut dirumuskan dalam ﺤﻲٌﻄﻬﺭ. Huruf-huruf tersebut dibaca satu alif (2 harokat).&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MAD FAR’IY&lt;br /&gt;Yaitu Mad yang dibaca lebih dari satu alif karena menghadap sebab baik berupa sukun atau hamzah. Mad mar’iy ini dibagi dua yaitu&lt;br /&gt;A. Mad Yang Disebabkan Hamzah&lt;br /&gt;1. Mad Wajib Muttasil&lt;br /&gt;Yaitu mad yang bertemu hamzah dalam satu kata. Menurut hafs wajib dibaca 2/ 2 ½ alif.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mad Jaiz Munfasil&lt;br /&gt;Yaitu mad yang bertemu hamzah pada lain kata. menurut mad hafs harus dibaca 2/2 ½ alif&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mad Sillah Towilah&lt;br /&gt;Yaitu ha dhomir yang diapit harokat dan menghadapi hamzah. Maka harus dibaca 2/2 ½ alif.&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan&lt;br /&gt;Setiap mad yang disebabkan hamzah, menurut hafs panjang madnya adalah empat/lima harakat dan menurut waroz panjang madnya adalah enem harakat sedangkan menurut imiam qolun ukuran panjang mad wajib mutasir adalah empat harakat dan mad jaiz munfasil dua harakat&lt;br /&gt;B. Mad Yang Disebabkan Sukun&lt;br /&gt;Mad ini ada dua macam yaitu:&lt;br /&gt;1. Mad yang disebabkan karena sukun ashliy/lazim&lt;br /&gt;Yaitu sebuah huruf mad terdapat huruf mati ashliy. Ia harus dibaca harus dibaca 3 alif ( 6 harakat ). Mad lazim ini dibagi menjadi empat yaitu:&lt;br /&gt;a. Mad Lazim Kilmi Mutsaqqol&lt;br /&gt;Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang di idhghomkan/ditasdid yang ada dalam satu perkataan.&lt;br /&gt;Conton:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mad Lazim Kilmi Mukhoffaf&lt;br /&gt;Adalah mad yang bertemu dengan sukun tetap yang tidak di idhghomkan /tidak ditasydidkan yang ada dalam lain kata.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mad Lazim Harfi Mutsqqol&lt;br /&gt;Hanya terdapat pada awal surat yaitu yang berbentuk huruf yang di idghomkan/ditasdyd.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Lam pada: &lt;br /&gt;d. Mad Lazim Harfi Mukhoffaf&lt;br /&gt;Seperti diatas tetapi tidak di idghomkan / ditasdydkan.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Ra pada: &lt;br /&gt;Mim pada: &lt;br /&gt;Huruf –huruf mad lazim harfi yang ada pada pembukaan-pembukaan surat didalam al-qur’an ada 8 dikumpulkan dalam rumus ﺴﻧﻗﺺﻋﻟﻣﻚ&lt;br /&gt;2. Mad Yang Disebabkan Karena Sukun Aridiy (Baru)&lt;br /&gt;Yaitu sesudah huruf mad terdapat huruf mati baru (karena di wakafkan). Mad ini dua yaitu :&lt;br /&gt;a. Mad Aridh Lissukun&lt;br /&gt;Yaitu mad yang bertemu sukun karena diwaqofkan. Mad ini boleh dibaca satu alif, dua alif atau tiga alif.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;b. Mad Lin&lt;br /&gt;Jika ada huruf fat-hah bertemu waw mati atau Ya mati sesudah itu berahir pula dengan huruf mati lainnya karena diwakafkan seperti:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hukumnya jawaz artinya boleh dibaca 1 alif, 2 alif atau 3 alif&lt;br /&gt;B. HUKUM IDGHOM SYASIYYAH&lt;br /&gt;Apabila adaﺍﻝbertemu dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam syair:&lt;br /&gt;ﻄﺐﻜﻢﺜﻢﺼﻝﺮﺤﻣﺎﺘﻓﺰﻀﻒﺬﺍﻨﻌﻢ&lt;br /&gt;ﺪﻉﺴﺆﻈﻦﺰﺮﺸﺮﻴﻓﺎﻟﻟﻛﺮﻢ&lt;br /&gt;Maka hukum bacaannya disebut idghom syamsiyyah (lebur/kabur laksana matahari bila dipandang)&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺍﻟﻄﻳﺑﺎﺕ:ﻁ&lt;br /&gt;ﺙ: ﺍﻟﺛﻮﺍﺏ&lt;br /&gt;ﺍﻟﺻﻠﻮﺓ:ﺺ&lt;br /&gt;ﺍﻟﺮﺤﻣﻦ:ﺮ&lt;br /&gt;ﺍﻟﺗﻮﺍﺏ:ﺕ&lt;br /&gt;ﺍﻟﺿﻼﻝ:ﺽ&lt;br /&gt;ﺬ: ﺍﻠﺫﻜﺮ&lt;br /&gt;ﺍﻠﺪﺍﻋﻰ:ﺪ&lt;br /&gt;ﺍﻠﻧﻌﻳﻢ:ﻥ&lt;br /&gt;ﺍﻠﺳﻣﻳﻊ:ﺱ&lt;br /&gt;ﺍﻠﻇﻬﻴﺮ:ﻈ&lt;br /&gt;ﺍﻠﺯﻮﺭ:ﺯ&lt;br /&gt;ﺍﻠﺷﻛﻮﺮ:ﺵ&lt;br /&gt;ﺍﻠﻠﻴﻝ:ﻝ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺍ&lt;br /&gt;C. HUKUM IZHAR QOMARIYYAH&lt;br /&gt;Apabila ada ﺍﻝdirangkaikan dengan salah satu huruf empat belas yang terkumpul dalam ﻋﻗﻳﻣﻪ ﻮﺨﻒ ﺤﺟﻙ ﺍﺒﻎ disebut bacaan izhar qomariyyah (terang laksana bulan)&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ﺍﻻﻮﻝ:ﺍ&lt;br /&gt;ﺏ:ﺍﻠﺑﺎﺴﻂ&lt;br /&gt;ﻍ:ﺍﻠﻐﻓﻭﺭ&lt;br /&gt;ﺡ:ﺍﻠﺣﻛﻳﻢ&lt;br /&gt;ﺝ:ﺍﺍﻠﺟﻠﻳﻝ&lt;br /&gt;ﺍﻠﻛﺮﻴﻢ:ﻙ&lt;br /&gt;ﻮ:ﺍﻠﻮﺪﻮﺩ&lt;br /&gt;ﺥ:ﺍﻠﺧﺑﻳﺮ&lt;br /&gt;ﻑ:ﺍﻠﻓﺻﻝ&lt;br /&gt;ﻉ:ﺍﻠﻌﻟﻳﻢ&lt;br /&gt;ﻕ:ﻟﻘﺎﻫﺭ&lt;br /&gt;ﻱ:ﺍﻠﻳﻗﻳﻥ&lt;br /&gt;ﻡ:ﺍﻠﻣﻠﻚ&lt;br /&gt;ﻫ:ﺍﻠﻫﺩﻯ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Wahyudi, Muhammad. 2006. Hukum-Hukum Bacaan Al-Qur’an. Surabaya: Penerbit Indah Surabaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-2145573881491286025?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/2145573881491286025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/huruf-mad-hukum-syamsiah-dan-hukum.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2145573881491286025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2145573881491286025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/huruf-mad-hukum-syamsiah-dan-hukum.html' title='HURUF MAD, HUKUM SYAMSIAH DAN HUKUM QOMARIYAH'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-4964366695312492393</id><published>2009-06-01T18:00:00.003+07:00</published><updated>2009-06-01T18:21:17.666+07:00</updated><title type='text'>NGETIK HURUF ARAB PAKAI ARABICPAD 1.30</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SiO5e3RXI1I/AAAAAAAAAKM/9kkxjpuc59k/s1600-h/ARABICPAD...bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 243px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SiO5e3RXI1I/AAAAAAAAAKM/9kkxjpuc59k/s320/ARABICPAD...bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342317522875523922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin terkadang pusing apabila dihadapkan dengan tulisan Arab pada saat membuat Skripsi, Makalah atau karya ilmiah lainnya. Bila penulisan kita dilakukan dengan tulisan tangan tentu nampak tidak rapi dan bahkan jelek jadinya. Kali ini saya ada solusinya, kamu gak bakalan pusing lagi bila dihadapkan dengan penulisan huruf Arab karena ada aplikasi yang berkapasitas kecil tapi berkualitas besar, yakni Arabicpad. Kamu cukup &lt;a href="http://www.4shared.com/file/109124647/967dca07/ARABICPAD_103.html"&gt;download disini&lt;/a&gt; aja bila menginginkannya. Cara menggunakannya sangat mudah dan praktis. Kamu cukup mengetiknya di ARABICPAD ini dan langsung meng-copykan ketikan kamu tersebut kelembaran kerjamu (ex; Microsoft Office)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-4964366695312492393?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/4964366695312492393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/ngetik-huruf-arab-pakai-arabicpad-130.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4964366695312492393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4964366695312492393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/06/ngetik-huruf-arab-pakai-arabicpad-130.html' title='NGETIK HURUF ARAB PAKAI ARABICPAD 1.30'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SiO5e3RXI1I/AAAAAAAAAKM/9kkxjpuc59k/s72-c/ARABICPAD...bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-4061381935679149909</id><published>2009-05-04T10:05:00.000+07:00</published><updated>2009-05-04T10:08:33.319+07:00</updated><title type='text'>CONTOH MATERI KHUTBAH JUMAT</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 115%;" lang="IN"&gt;KERJA &amp;amp; KEMERDEKAAN MANUSIA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hadirin tamu Allah yang berbahgia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hidup tidak sepi dari persoalan dan problematika. Dengan tantangan manusia akan teruji sejauh mana kualitas dan mentalitas prestatif. Demikian dalam semua jenjang karir manusai harus dilalui dengan susah payah dan banting tulang untuk membentuk mental juara. Silih berganti problema diselelsaikan akan muncul problema yang lain, tergantung kemampuan internal dan keterampilannya mengatasi dengan cepat keluar dari kemelut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demikian juga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dari belenggu penjajah berkat mobilitas vertikal rakyatnya menggalang persatuan dan kesatuan utnuk membebaskan diri dari kungkungan cengkraman kaki tangan penjajah. Kita sadar sebagai bangsa bahwa kemerdekaan merupakan karunia yang tak terhingga dari Allah swt dengan perjuangan yang keras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka kemerdekaan merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hak bagi setiap individu dan bangsa yang paling mendasar. Apalagi kita telah merasakan betapa pedihnya penindasan yang dilaksankan atas nama – eksploitasi manusia atas manusia – sangat dikutuk dan melanggar nilai-nilai ketahuhidandan kemanusiaan yang beradab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebab penjajahan dan penindasan nilai-nilai kemanusiaan berakibat fatal terhadap kehidupan yang harmonis, terbukti terjad kerusakan dimuka bumi telah menjadi bumerang bagi kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidak lepas dari upaya manusia untuk mengeksploitasi manusia atas manusia lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam senantiasa menganjurkan kepada umat manusia untuk selalu optimis dalam menghadapi segala hal. Optimisme yang harus diiringi dengan usaha dan kerja keras secara profesional, yang pada akhir optimismenya menjadi kenikmatan yang nyata. Sebab tidak ada suatu keberhasilan tanpa adanya usaha yang sesuai dengan hukum keberhasilan, sehingga mampu merupah kenyataan menjadi kenyataan yang lebih produktif dan bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hadirin Jemaaah Jumat yang mulia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam persoalan dunia usaha, Islam sangat menganjurkan umat manusia mendaya-upayakan potensinya guna kemakmuran masyarakat. Sehingga Allah memberi rizqi kepada hamba-Nya yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh sesuai sunatullah yang berlaku. Rizqi tidak akan datang dengan berpangku tangan . namun rizqi itu harus diupayakan dengan kerja keras. Sebab bila rizqi itu datang tanpa diusahakan, akan mengakibatkan kerusakan dimuka bumi. Karena tidak sesuai dengan hukum keseimbangan (sunatullah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Andaikan Allah memberikan rizqi tanpa usaha niscaya manusia kan lebih rusak dan lebih banyak kesempatan berbuat kejahatan. Tetapi kebijaksanaan Allah menghibur manusia dengan usaha kasab, supaya tidak merajalela untuk merusak. Kerusakan dimuka bumi banyak terbukti dilakukan manusia yang tidak punya pekerjaan, sehingga dia mengisi kehidupannya dengan kegiatan yang merusak diri sendiri maupun masyarakat pada umumnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bila pengangguran meningkat akan menyebabkan peluang tindak kriminal/kejahatan. Karena hakikat manusia adalah bergerak, maka jika fikiran manusia kosong dan tidak punya aktivitas dia akan berusaha untuk mencari kesibukan kesibukan inilah yang menentukan apakah kesibukan itu untuk kebaikan (hal yang produktif) atau sebaliknya membuat kemaksiatan/kejahatan (hal yang destruktif), hal tersebut bergantung pada mentalitas dan moralitas pribadinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh karena itu manusia membutuhkan kerja. Bekerja itu sebetulnya keperluan manusia dan jika manusia tidak bekerja akan menjadi linglung. Kerja adalah kebutuhan untuk mengisi hidup dan menopong ibadah. Oleh sebab itu naluri manusia, jika orang tidak bekerja ia akan mencari pekerjaan sampai dapat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Al-Quran mengatakn “Bekerjalah engkau didunia untuk mengantarkan engkau keakhirat”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam surat Ali-Imran: 200 Allah menegaskan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:375.75pt;" filled="t"&gt;  &lt;v:fill color2="black"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\am2\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;”Hai orang yang berima, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu)dan bertaqwalah kepada Alla, supaya kamu beruntung”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayat yang lain, surat Ar-Ra’d: 11 Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keaadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hukum Allahyang demikian itu dikarenakan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada suatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah dalam surat Al-Anfal: 53&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" style="'width:377.25pt;height:55.5pt'" filled="t"&gt;  &lt;v:fill color2="black"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\am2\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang demikian(siksaan) itu karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidaka kan merubah suatu nikmat yang telah dianugrahkan kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pernyataan Allah bahwa nikmat yang sejak awal yang telah dianugrahkan kepada suatu kaum, bangsa atau umat manusia, tidak akan diubah atau dicabut oleh Allah swt selama bangsa atau umat manusia itu sendiri tidak mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan kata lain, perubahan dari nikmat keazab Allah terhadap suatu bangsa berkaitan dengan sikap dan prilaku bangsa itu sendiri. Kenikmatan akan terus dianugrahkan kepada manusia sebagai hamba Allah dan tidak akan dicabut atau diubah menjadi azab selama ia tetap sebgai manusia hamba Allah; tidak merubah menjadi binatang apalagi sebagai hamba setan yang menuruti hawa nafsunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hadirin yang berbahagia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesengsaraan yang menimpa kita sekarang adalah akibat dari kufur nikmat, umat manusia, baik sebagai suatu bangsa secara keseluruhan maupun sebagian dari manusia yang melakukannya. Maka untuk menghindari dari kefatalan yang lebih jauh dari kesalahan pengelolaan kehidupan manusia sebagai individu maupun sebagai bangsa sudah seharusnya berusaha semaksimal mungkin untuk mengubah kemelut ekonomi ni dengan berbagai pendekatan ekonomi yang rasional maupun pendekatan spiritual dengan setiap individu warga negara untuk membersihkan diri dari prilaku tamak dan serakah serta memperbaiki kinerja hidup yang lebih arif dan produktif untuk kesejahteraan bersama yang &lt;i style=""&gt;rahmatan lil ‘aalamin&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan cara inilah (&lt;i style=""&gt;maghfirah&lt;/i&gt;) ampunan dari Allah akan dikabulkan dan (&lt;i style=""&gt;mau’nah&lt;/i&gt;) nikmat pertolongan Allah akan kembali dianugrahkan kepada hamba-Nya yang berusaha menjadi yang terdepan dan unggul prestasi amal shalehnya (&lt;i style=""&gt;at-qoqum&lt;/i&gt;). Amin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-4061381935679149909?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/4061381935679149909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/05/contoh-materi-khutbah-jumat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4061381935679149909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4061381935679149909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/05/contoh-materi-khutbah-jumat.html' title='CONTOH MATERI KHUTBAH JUMAT'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5165274148262899587</id><published>2009-04-24T11:15:00.001+07:00</published><updated>2009-04-24T11:17:24.781+07:00</updated><title type='text'>MERTODE-METODE MENGAJAR, PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/mertode-metode-mengajar-pre-test.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   1. METODE CERAMAH&lt;br /&gt;Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Suasana kelas berjalan dengan lancar karena murid melakukan aktivitas yang sama,sehingga guru dapat mengawasi murd sekaligus secara komprehensif.&lt;br /&gt;• Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yanglama,dengan waktu yang singkat murid dapat menerima pelajaran sekalligus secara bersamaan.&lt;br /&gt;• Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat,karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.&lt;br /&gt;• Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga mereka dapat menangkap dan menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Interaksi bersifat centred (berpusat pada guru)&lt;br /&gt;• Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah mengetahui bahan ceramah.&lt;br /&gt;• Mungkin saja siswa memperoleh konsep-konsep  lain yang berbeda dengan apa yang dimaksudkan guru.&lt;br /&gt;• Siswa kurang menangkap apa yang dimaksudkan oleh guru,jika ceramah berisi istilah-istilah yang kurang/tidak dimengerti siswa dan akhirnya mengerah kepada verbalisme.&lt;br /&gt;• Tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah . karena siswa hanyadiarahkan untuk mengikuti pemikiran guru.&lt;br /&gt;• Kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecakapan dan kesempatan mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;• Guru lebih aktif sedangkan murid bersifat pasif.&lt;br /&gt;2. METODE PEMBERIAN TUGAS&lt;br /&gt;Pemberian tugas atau resitrasi adalah terjemahan dari bahasa inggris “to cite” yang artinya mengutip,yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu,lalu belajar sendiri dan berlatih hingga siap sebagaimana mestinya.pengertian lain dari metode resitrasi adalah cara menyajikan bahan pelajran dimana guru memberikan sejumlah tugas terhadap muridnya untuk mempelajari sesuatu ,kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaikai,memperdalam,mengecek,mencari infomasi atau menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Pengetahuan yang diperole murid baik dari hasil belajra,hasil eksperimen atau penyelididikan,bayak behubungan dengan mineat dan berguan untuk hidup mereka dan akan lebih lama diingat.&lt;br /&gt;• Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.&lt;br /&gt;• Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok  maka murid dapat saling bekerjasama dan saling membantu.&lt;br /&gt;• Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian berkreatif,berinisiatif,bertanggung jawab dan berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Tugas rumah sering dikerjakan oleh orang lain,sehingga murid tidak tahu apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;• Tugas yang sukar dapat mempengaruhi ketenangan mental murid.&lt;br /&gt;• Sukar memberikan tugas sesuai dengan perbedaan individual dan murid suka menyalin pekerjaan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. METODE PENAMPILAN&lt;br /&gt;Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari  dekat oleh  Pengajar.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Memberikan  penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek&lt;br /&gt;• Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Membutuhkan waktu yang lama&lt;br /&gt;• Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus&lt;br /&gt;• Membutuhkan pengajar yang lebih banyak&lt;br /&gt;4. METODE PEMBIASAAN&lt;br /&gt;Menurut terminologi,pembiasaan asal katanya adalah biasa. Dalam kamus besar bahasa indonesia adalah yang pertama lazim atau umum.yang kedua seperti sedia kala yang ketiga sudah merupakan hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan adanya prefiks “pe” dan suffiks “an” menunjukkan arti proses. Sehingga pembiasaan dapat diartikan dengan proses membuat sesuatu / seseorang menjadi biasa atau terbiasa.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Dapaat menghemat tenaga dan waktu dengan baik.&lt;br /&gt;• Pembiasaan tidak hanya berkaitan dengan lahiriyah  aspek tetapi juga berhubungan dengan aspek bathiniyah.&lt;br /&gt;• Pembiasaan tercatat dalam sejarah sebagai metode yang paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;a) membutuhkan tenaga pendidik yang benar-benar dapat dijadikan contoh tauladan didalam menanamkan sebuah nilai kepada anak didik. Pendidik yang mampu menyelaraskan antara pendekatan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. METODE PENEMUAN (DISCOVERY)&lt;br /&gt;Proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa&lt;br /&gt;• Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa&lt;br /&gt;• Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan  kemampuannya masing-masing&lt;br /&gt;• Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat&lt;br /&gt;• Membantu siswa untuk memperkuat  dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri&lt;br /&gt;• Berpusat pada siswa tiadk pada guru&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal&lt;br /&gt;• Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil&lt;br /&gt;• Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini&lt;br /&gt;• Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa&lt;br /&gt;• Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. METODE RESITASI (RECITATION METHOD)&lt;br /&gt;Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.&lt;br /&gt;• Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.&lt;br /&gt;• Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.&lt;br /&gt;• Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. METODE KETELADANAN&lt;br /&gt;Keteladanan berasal dari kata dasar teladan yan artinya 9perbuatan atau barang dsb) yang patut ditiru dan dicontoh. Oleh karena itu keteladanan adalah hal-hal yang dapat ditiru atau dicontoh.Kelebihan dan kekutrangan metode keteladanan&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Akan memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajari nya di sekolah.&lt;br /&gt;• Akan memudahkan guru dalam mengevakluasi hasil belajarnya.&lt;br /&gt;• Agar tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai Dengan baik.&lt;br /&gt;• Bila keteladanan dalam lingkunga sekolah keluarga dan masyarakat baik maka akan tercipta situasi yang baik.&lt;br /&gt;• Terciota hubungan harmonis antara guru dan siswa.&lt;br /&gt;• Secara tidak langsung guru dapat menerapkan ilmu yang diajarkan.&lt;br /&gt;• Mendorong guru untuk seslallu berbuat baik karena akan di contoh oleh siswanya.&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Jika figur yang mereka contoh tidak baik ,maka mereka cendderung untuk mengikuti tidak baik.&lt;br /&gt;• Jika teori tanpa praktek akan menimbulkan verbalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. METODE SOCRATES&lt;br /&gt;Metode Socrates (Socrates Method), yaitu suatu cara menyajikan bahan/amateri pelajaran, dimana anak didik/ siswa dihadapkan dengan suatu deretan pertanyaan-pertanyaan, yang dari serangkaian pertanyaan-pertanyaan itu diharapkan siswa mampu/ dapat menemukan jawabannya, atas dasar kecerdasannya dan kemampuannya sendiri&lt;br /&gt;Pada setiap akhir pertanyaan selesai dijawab oleh siswa, guru dapat memberikan ulasan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pertanyaan yang terjawab itu.&lt;br /&gt;Pada pelajaran agama, metode Socrates dapat diterapkan dalam menyajikan bahan pelajaran Sejarah Islam, Fiqih, yang memerlukan pemikiran dan penguasaan melalui dalil-dalil dan argumentasi yang kuat&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Membimbing siswa berpikir rasional dan ilmiah&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk aktif belajar dan menguasai ilustrasi pengetahuan&lt;br /&gt;• Menumbuhkan motivasi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan pikiran sendiri&lt;br /&gt;• Memupuk rasa percaya pada diri sendiri&lt;br /&gt;• Meningkatkan partisipasi siswa dan berlomba-lomba dalam belajar yang menimbulkan persaingan yang dinamis&lt;br /&gt;• Menumbuhkan disiplin&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Metode Socrates dalam pelaksanaannya masih sulit dilaksanakan, pada sekolah tingkat rendah. Sebab siswa belum mampu berpikir secara mandiri&lt;br /&gt;• Metode Socrates terlalu bersifat mekanis, dimana anak didik dapat dipandang sebagai mesin, yang selalu siap untuk digerakkan&lt;br /&gt;• Lebih menekankan dari segi efektif (aspek berfikir) daripada kognitif (penghayatan/perasaan). Padahal pengajaran agama sangat menonjolkan segi perasaan dan penghayatan ini&lt;br /&gt;• Kadang-kadang tidak semua guru selalu siap memakai metode Socrates, karena metode Socrates menuntut dari semua pihak baik guru maupun siswa sama-sama aktif untuk belajar dan menguasai bahan/ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. METODE PEMBERIAN GANJARAN&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan,bahwa ganjaran adalah 1.Hadiah (sebagai pembalas jasa);2.Hukuman ,balasan.dari definisi ini dapat dipahami bahwa ganjaran dalam bahasa indonesia bisa dipakai untuk balasan yang baik maupun balasan yang buruk.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Memberikan pengaruh yang cukup ber terhadap jiwa anak didik untuk melakukan perbuatn yang positif dan berssikap progresif.&lt;br /&gt;• Dapat menjadikan pendorong bagi anak didik lainnya untuk mengikuti anak telah memperoleh pujian dari gurunya,baik dalam tingkah laku,sopan santun ataupun semangat dan motivasinya dalam berbuat yang baik. Proses ini sangat besar kontribusinya dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan,sehingga mungkin bisa mengakibatkan murid menjadi merasa bahwa dirinya lebih tinggi dari teman-temannya.&lt;br /&gt;• Umumnya “ganjaran” membutuhkan alat-alat tertentu serta membutuhkan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. UNIT TEACHING&lt;br /&gt;Tehnik ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya&lt;br /&gt;• Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis&lt;br /&gt;• Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas&lt;br /&gt;• Dapat direalisir  prinsip-prinsip psikologi belajar modern&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Untuk merencanakan unti tidak mudah&lt;br /&gt;• Memerlukan seorang ahli  yang betul-betul menguasai masalah&lt;br /&gt;• Memerlukan kecakapan, ketekunan&lt;br /&gt;• Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa&lt;br /&gt;• Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. METODE PEMBERIAN HUKUMAN&lt;br /&gt;Hukuman dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan dengan :1. siksa dan sebagainya yang dikenakan kepada orang-orang yang melanggar undang-undang dsb.2. Keputusan yang dijatuhkan oleh hakim,3. hasil atau akibat menghukum.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Hukuman akan menjadikan perbaikan-perbaikan terhadap kesalahn murid&lt;br /&gt;• Murid tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;• Merasakan akibat perbuatannya sehingga ia akan menghormati dirinya.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Akan membangkitkan rasa rusuh,takut dan kurang percaya diri.&lt;br /&gt;• Murid akan mersa selalu sempit hati,bersifat pemalas,serta akan meyebabkan ia suka berdusta (karena  takut dihukum).&lt;br /&gt;• Mengurangi keberanian anak untuk  bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. METODE STUDI KASUS&lt;br /&gt;Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu , kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa&lt;br /&gt;• Mengembangkan kasus sangat mahal&lt;br /&gt;13. METODE HERBART&lt;br /&gt;Metode Herbart yaitu suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan menghubung-hubungkan antara tanggapan lama dengan tanggapan yang baru sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari siswa&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Pelajaran disajikan secara beruruta/sistematis&lt;br /&gt;• Pengetahuan anak menjadi utuh dan fungsional&lt;br /&gt;• Siswa dapat mengetahui hubungan dan kaitan dari masing-masing mata pelajaran. Sehingga dapat menentukan urutan stadia (tangga) pelajaran tersebut.&lt;br /&gt;• Pelajaran bernilai praktis, dan dapat diaplikasikan tidak hanya teori&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Pelajaran biasanya cenderung dipaksa-paksakan&lt;br /&gt;• Pengajaran bersifat mekanik. Dan terlalu menganggap anak sebagai mesin yang siap dibawa dan digerakkan&lt;br /&gt;• Fleksibelitas kurikulum kurang diperhatikan&lt;br /&gt;• Untuk menyusun rencana pengajaran, memakan waktu agak panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. MICRO TEACHING&lt;br /&gt;Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :&lt;br /&gt;• Jumlah murid , 5 sampai 6 orang&lt;br /&gt;• Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit&lt;br /&gt;• Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana&lt;br /&gt;• Keterampilan  mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Pengalaman Laboratories&lt;br /&gt;• Menunjang pelaksanaan praktek keguruan&lt;br /&gt;• Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas&lt;br /&gt;• Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan  yang ketat dan evaluasi  yang mantap, teliti dan obyektif&lt;br /&gt;• Mahaiswa dilatih bersifat kritis&lt;br /&gt;• Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa&lt;br /&gt;• Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab&lt;br /&gt;• Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai&lt;br /&gt;• Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung&lt;br /&gt;• Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan  serta mendorong untuk memperbaikinya&lt;br /&gt;• Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar&lt;br /&gt;• Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar&lt;br /&gt;• Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru&lt;br /&gt;• Merupakan arena pengabdian masyarakat&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar&lt;br /&gt;• Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar&lt;br /&gt;• Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya&lt;br /&gt;15. METODE TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Metode tanya jawab adalah penyampaian pelajran dengan cara guru mengajukan perrtanyaan dan murid menjwab;cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab,tertama dari guru kepada murid atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Situasi kelas hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikirannya denga berbicara /menjawab pertanyaan.&lt;br /&gt;• Melatih anak agar berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan secara teratur.&lt;br /&gt;• Timbulnya perbedaan diantara anak didik  akan menghangatkan proses diskusi dikelas.&lt;br /&gt;• Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh ,dalam artian murid biasanya segan mencurahkan perhatian,maka dengan diskusi sia akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajran.&lt;br /&gt;• Walau agak lambat guru dapat mengontrol pemahaman atau pengertian murid masalah-masalah yang idbicarakan.&lt;br /&gt;• Pertanyaan dapat memusatkan perhatian siswbut,sekalipun ketika siswa sedang ribut,dll. Jadi metode tanya jawab bisa digunakan dalam berbagai kondisi khususnya dalam situasi dimana konsentrasi murid melemah.&lt;br /&gt;• Merangsang  siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir,termasuk daya ingatan.&lt;br /&gt;• Mengembangkan keberanian dan keterampialan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pedapatnya.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi,bisa memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;• Kemungkinan akan terjadi penyimpangan terhadap anak didik,terutama apabila mendapat jawaban yang menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;• Tidak dapat secara tepat merangkum bahan-bahan pelajran.&lt;br /&gt;• Siswa merasa takut apabila guru kurang mampu mendorongsiswanyauntuk berani menciptakan suasanay yanag santai  dan bersahabat.&lt;br /&gt;• Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa.&lt;br /&gt;• Waktu seing terbuang apabila siswa tidak dapatmenjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.&lt;br /&gt;• Dalam siswa yang banyak tidak mungkin melontarkan pertanyaan kepada setiap siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. METODE PRAKTIKUM&lt;br /&gt;Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba petunjuk&lt;br /&gt;17. METODE DISKUSI&lt;br /&gt;Kata diskusi berasal dari bahasa latin,yaitu “discussus” yang berarti “to examine”.discussus terdiri dari kata dis” dan cutur.dis artinya terpisah,sementara cutur artinya menggoncang atau memukul. Secara etimilogi,discuture berarti suatu pukulan yang memisahkan sesuatu. Atau dengan kata lain membuat segala sesuatu menjadi jelas dengan cara memecahkan atau menguraikannya (to clear breaking up or cuturing). Dalam pengertian lain,metode diskusi adalahsuatu cara bahan penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengadakan pembicaraan ilmiah.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Suasana kelas lebih hidup ,sebab siswa mengarahkan perthatian atau pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.&lt;br /&gt;• Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu,seperi sikap toleransi ,demokrasi,berfikir kritis,sistematis,sabar dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Kesimpulan diskusi mudah dipahami siswa,karena mereka mengikuti proses berfikir sebelum sampai kepada suatu kesimpulan.&lt;br /&gt;• Sisiwa latih untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib layaknya dalam suatu musyawarah.&lt;br /&gt;• Membantu murid untuk mengambil keputusan yang lebih baik.&lt;br /&gt;• Tidak terjebak kedalam fikiran individu yang kadang-kadang salah,penuh prasangka dan sempit.dengan diskusi seseorang dapat mempertimbangkan alasan-alasan/pikiran-pikiran orang lain.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Kemungkinan ada siswa yang tidak ikut aktif,sehingga diskusi baginya hanyalah merupakan kesempatan untuk melepaskan tanggung jawab.&lt;br /&gt;• Sulit menduga hasil yang dicapai ,karena waktu yang dipergunakan untuk idskusi cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. METODE INQUIRY&lt;br /&gt;Inquiry yaitu salah satu metode pengajaran dengan cara guru menyuguhkan suatu peristiwa kepada siswa yang menimbulkan teka-teki, dan memotivasi siswa untuk mencari pemecahan masalah. Metode inquiry ditelusuri dari fakta menuju teori. Dengan harapan agar siswa terangsang untuk mencari dan meneliti, serta memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiriDalam pelaksanaannya metode inquiry dapat dilakukan dengan cara guru membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus diselesaikan. Kemudian tugas itu mereka pelajari, mereka teliti, serta dibahas bersama-sama dalam kelompoknya. Setelah dibahas, dan didiskusikan, kemudian masing-masing kelompok itu membuat laporan hasil kerja, dengan cara sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Dapat membentuk dan mengembangkan “self-concept’ pada diri siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik&lt;br /&gt;• Membantu dalam menggunaka ingatan dan transfer  pada situasi proses belajar yang baru&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berpikirr dan bekerja atas inisiatif sendiri&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa sendiri&lt;br /&gt;• Situasi  proses belajar menjadi lebih terangsang&lt;br /&gt;• Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic&lt;br /&gt;• Siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional&lt;br /&gt;• Dapat memberi waktu siswa scukupnya sehingga  mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yang terbiasa dengan cara tradisional, merupakan beban yang memberatkan&lt;br /&gt;• Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watu yang cukup panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itu memerlukan pembuktian secara ilmiah&lt;br /&gt;• Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswa telah terbiasa cara belajar “nrimo” tanpa kritik dan pasif apa yang diberikan oleh gurunya&lt;br /&gt;• Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapi justru memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnya pada pengajaran agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak&lt;br /&gt;• Metode inquiry ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA, Perguruan Tingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. METODE INSIDEN&lt;br /&gt;Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. METODE SOSOROGAN&lt;br /&gt;Sorogan artinya belajar secara individu dimana seseorang santri berhadapan dengan seorang guru,terjadi saling berinteraksi salingmengenal di antara keduanya. Sedangkan menurut wahyu utomo ,metode sorogan adalah sebuah sistem belajar dimana para santri meju satu persatu untuk membaca dan menguraikan isi kitab dihadapan seorang guru atau kiyai.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Terjadi hubunga yang erat dan harmonis antara guru dengan murid.&lt;br /&gt;• Memungkinkan bagi seorang guru utnuk mengawasi,menilai dan membimbing secara maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai bahsa arab.&lt;br /&gt;• Murid mendapatkan penjelasan yang pasti tanpa harus mereka-reka tentang interpretasi suatu kitab karena berhadapan dengan guru secara langsung yang memungkinkan terjadinya tanya jawab.&lt;br /&gt;• Guru dapat mengetahui seacara pasti kualitas yang telah dicapai muridnya.&lt;br /&gt;• Santri yang IQ-nya tinggi akan cepat menyelsaikan pelajaran (kitab),sedangkan yang IQ-nya rendah ia membutuhkan waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Tidak efisien karena hanya menghadapi beberapa murid 9tidak lebih dari 5 orang),sehingga kalau manghadapi murid yang banyak metode kurang begitu tepat.&lt;br /&gt;• Membuat murid ceapt bosan karena metode ini menuntut  kesabaran,kerajinan,ketaatan dan kedisiplinan pribadi.&lt;br /&gt;• Murid kadang hanya menangkap kesan verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan tertentu.&lt;br /&gt;21. METODE INSERSI (SISIPAN)&lt;br /&gt;Metode lampiran (insersi), merupakan metode yang baru diperkenalkan belakangan ini. Sehingga metode ini belum begitu dikenal dan populer, tetapi telah sering terlaksana dalam berbagai media dan berdaya guna. Metode lampiran (insersi), yaitu cara menyajjikan bahan/materi pelajaran dengan cara; inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius diselipkan/disisipkan di dalam mata pelajaran umum (ilmu-ilmu yang bersifat sekuler). Sifat penyisipan jiwa agama ke dalam mata pelajaran umum, seperti bidang studi hukum, ilmu sosial, ilmu pasti, ilmu sjarah dan bidang-bidang ilmu-ilmu lainnya itu hendaknya disajikan secara halus, sehingga hampir tidak terasa/kentara, bahwa sesungguhnya siswa/mahasiswa telah mendapat suntikan atau santapan rohaniah (agama).&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Dalam pelaksanaannya, melalui metode ini, tidak banyak memakan waktu. Sebab dengancara menyisipkan secara halus terhadap jiwa agama dalam vak umum, guru hanya memerlukan waktu berkisar, 2 sampai 3 menit saja.&lt;br /&gt;• Siswa dengan tanpa disadari, telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berupa agama berupa santapan rohaniah&lt;br /&gt;• Merupakan selingan yang bermanfaat, dan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;• Tidak memerlukan saran/peralatan yang memadai&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Penyajian pelajaran agama tidak mendalam, karena materi pelajaran agama hanya diberikan sambil lalu&lt;br /&gt;• Dapat mengaburkan persepsi anak didik terhadap agama, bila guru tidak pandai membawa murid/siswa kepad pengertian yang jelas. Sebab guru tidak memiliki jiwa agama dan pengetahuan yang cukup. Semestinya sang guru memiliki jiwa agama/motivasi keagamaan yang kuat.&lt;br /&gt;• Memerlukan kemahiran dan kejelian dalam membaca situasi kelas, jangan sampai kentara, namun mengena.&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini merupakan tantangan bagi guru-guru umum, agar dapat memberi napas agama pada tugas-tugas mengajar mereka.&lt;br /&gt;22. METODE BANDONGAN&lt;br /&gt;Secara metodologi ,dalam kamus besar bahsa indonesia,bendongan diartikan dengan “pengajaran dalam bentuk kelas (pada sekolah agama)secara teminologi,metode bendongan adalah kiyai menggunakan bahasa daerah setempat,kiyai membaca ,membaca,menterjemahkan ,menerangkan kalimat-demi kalimat kitab yang dipelajarinya,santri secara cermat mengikuti penjelasan yang diberikan oleh kiyai dengan memberikan catatan-catatan tertentu pada kitabnya masing-masing sehingga kitabnya disebut kitab jenggot karena banyaknya catatan yang menyerupai jenggot seorang kiyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Lebih cepat dan praktis untuk mengajar santri yang jumlahnya banyak.&lt;br /&gt;• Lebih efektif bagi murid yang telah mengikuti sistem sorogan secara intensif.&lt;br /&gt;• Materi yang diajarkan sering di ulang-ulang sehingga memudahkan anak untuk memahaminya.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Metode ini dianggap lamban dan tradisional,karena dalam meeneyampaikan materi sering berulang-ulang.&lt;br /&gt;• Guru lebih kreatif daripada siswa karena proses belajarnya berlangsung satu jalur.&lt;br /&gt;• Dialog anatara guru dan murid tidak banyak terjadi sehingga murid cepat bosan.&lt;br /&gt;• Kurang efektif bagi murid yang pintar karena materi yang disampaikan sering diulang-ulang  sehingga terhalang kemajuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. METODE MUDZAKARAH&lt;br /&gt;Secara umum,mudzakarah berarti suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas masalah diniyah seperti ibadah (ritual) dan Aqidah (teologi) sertamasalah agama pada umumnya. Metode mudzakarah ialah suatu cara yang dipergunakandalam menyampaikan bahan pelajaran dengan jalan mengadakan suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas persoalan-persoalan yang bersifat keagamaan. Metode ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah-masalahkemasyarakatan yang berhubungan dengan konteks masa sekarang ditinjau dari analisa kitab-kiatab islam klasik.tujuan penggunaan metode mudzakarah adalah untuk melatih santri agar lebih terlatih dalam memecahkan masalah dengan menggunakan kitab-kitab klasik yang yang ada.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Santri lebih terdorong untuk mempelajari kitab-kitab islam klasik secara lebih mendalam.&lt;br /&gt;• Santri lebih terlatih dalam memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan kitab-kitab yang tersedia.&lt;br /&gt;• Kemampuan santri dapat di ukur dan dinilai oleh seorang kiyai.&lt;br /&gt;• Pemahaman santri terhadap kitab-kitab islam klasik dapat dievaluasi.&lt;br /&gt;• Kiyai dapat mengetahui santri-santrinya yang dianggap kompeten sehingga santri tersebut dapat di angkat menjadi pengajar kitab-kitab islam klasik.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Pelaksanaan metode ini waktunya tidak tetap,disamping memang ada waktu-waktu  tertentu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;• Bahan-bahan yang dijadikan acuan  sangat terbatas pada kitab-kitab islam klasik.&lt;br /&gt;• Sempitnya ruang lingkup yang dibahas ,hanya terbatas pada masalah-masalah keagamaan keagamaan saja.&lt;br /&gt;• Adanya kecemburuan diantara santri-santri sebab hanya santri yang berkompeten saja yang diberikan keempatan untuk menjadi juru bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. METODE BERMAIN PERAN&lt;br /&gt;Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.&lt;br /&gt;25. METODE KISAH&lt;br /&gt;Metode kisah mengandung arti secara dalam menyampaikan materi-materi pelajran dengan menuturkan secarakronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi dari dua sumber yang dapat dipercaya ,sehingga kisah yang disodorkan terjamin keshahehan dan keabsahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Kisah dapat mengaktifkan dan membangkitkan semangat siswa. Karena setiap anak didik akan senang tiasa merenungkan makna dan mengikuti berbagia situasi kisah ,sehingga anak didik terpengaruh oleh toko-toko dan topik kisah tersebut.&lt;br /&gt;• Mengarahkan semua emosi sehingga menyatu pada satu kesimpulan yang menjadi akhir cerita.&lt;br /&gt;• Kisah selalu memikat,karena mengundang pendengaran untuk mengikuti peristiwanya dan merenugkan maknanya.&lt;br /&gt;• Dapat mempengaruhi emosi,seperti takut,perasaan diawasi,rela,senang ,dungkan atau benci sehingga bergelora dalam lipatan cerita.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Pemahaman siswamenjadi sulit ketika kisah itu telah terakumulasi oleh masalah lain.&lt;br /&gt;• Bersifat monolog dan dapat menjenuhkan siswa.&lt;br /&gt;• Sering terjadi ketidak selaran isi ceritadengan konteks yang dimaksud sehingga pencapaian tujuan sulit diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. METODE MENYELUBUNG (WRAPPING)&lt;br /&gt;Metode membungkus (wrapping method) maksudnya ialah: cara menyajikan bahan/materi pelajaran agama atau hikmah keimanan dan sebagainya, sengaja dibungkus atau diselubungi dengan bentuk-bentuk lain, misalnya kisah cerita atau dengan ilmu-ilmu lain seperti sejarah, ilmu-ilmu skuler yakni vak umum yang ada disekolah atau diperguruan tinggi. Yakni nilai norma agama diselubungu vak umum.&lt;br /&gt;Jadi, untuk menyampaikan pelajaran agama, sengaja dicari materi pelajaran lain bidang umum sebagai pembungkusnya sehingga agama disajikan terselubung dalam pelajaran umum itu. Hal ini dilakukan karena di lembaga sekolah umum tertentu sangat sulit dimasuki pelajaran agama. Maka seorang guru/dosen agama, hanya dapat menempuh dengan cara seperti ini.&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Mealui metode membungkus/wrapping, ini berarti guru dituntut disamping menguasai vak agama, sebaga itugas pokkoknya, juga harus menguasai vak umum. Hal ini memungkinkan wawasan guru menjadi luas dan integral.&lt;br /&gt;• Pengetahuan siswa menjadi luas, sebagai konsekuensi dari point pertama diatas&lt;br /&gt;• Bila guru trampil dan simpatik dalam menyajikan materi pelajaran, dengan sendirinya citra agama dan guru agama yang tadinya dianggap remeh/rendah akan menjadi disenangi/dicintai, bahkan ada keinginan untuk memperdalam ajaran-ajaran agama tersebut.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Penyajian materi agama biasanya tidak jelas, bahkan tersamar dengan vak umum yang merupakan sandaran / pembungkusnya&lt;br /&gt;• Kebanyakan guru agama Islam/dosen agama, lemah dalam menguasai pelajaran vak umum. Akibatnya kesulitan dalam meramu / menyajikan pelajaran agama itu kedalam vak umum.&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang. Disini setiap saat akan mengajar guru/dosen agama, bukan saja harus menyiapkan dan menguasai pelajaran agama. Akan tetapi juga harus menyiapkan dan menguasai pelajaran vak umum. Dan unu berarti tugas guru / dosen agama menjadi tidak ringan.&lt;br /&gt;• Tidak semua pelajaran agama reliabel dengan pelajaran vak umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. METODE SEMINAR&lt;br /&gt;Merupakan kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. METODE KARYA WISATA&lt;br /&gt;Menurut H.Zuhairini dkk.,metode karya wisata adalah suatu metode pengajaranyang dilaksanakan dengan jalan mengajak anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang berhubungan dengan pelajaran. Tim didaktif metodek kurikulum menjelaskanbahwa metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dimanasiswa dan guru pergi meniggalkan sekolah menuju kesuatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Siswa dapat menyaksikan secara langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan ditempat kunjungan.&lt;br /&gt;• Siswa mendapatkan pemantapan teori-teori yang pernah merekapelajari disekolah dengan kenyataan aplikasi yang diterapkan pada objek yang mereka kunjungi. Dalam hal ini bisa juga mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dan ikut serta atau mencoba dan membuktikan secara langsung.&lt;br /&gt;• Siswa dapat menghayati pengalaman praktek suatu ilmu yang telah diperolehnyadi sekolah.&lt;br /&gt;• Sisiwa bisa memperoleh informasi yang akurat dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkanceramah yanf diberikan oleh petugas setempat.&lt;br /&gt;• Dalam karya wisata berbagai mata pelajaran dapat dipelajari sekaligus dan integral,dan tidak hanya terbatas pada satu mata pelajaran.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Waktu yang diperlukan cukup panjang apalagi persiapan ataupun pelaksanaan acara tersebut tidak diatur denganbaik.&lt;br /&gt;• Pembiayaan dalam sebuah karya wisata merupakan beban tambahan yang akan memberatkan siswa yang orangtuanya kurang mampu.&lt;br /&gt;• Karya wisata akan berubah jadi piknik karena persiapan yang tidak matang.&lt;br /&gt;• Beberapa acara inti sering terabaikan karena pelaksanan acara tidak tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. METODE SIMPOSIUM&lt;br /&gt;Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.&lt;br /&gt;Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda&lt;br /&gt;30. METODE EKSPERIMEN&lt;br /&gt;Zakiyah Daradjat mendefinisikan bahwa metode eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya dilakukandalam mata pelajaran tertentu. Sedangkan menurut departemen agama,memberikan definisi bahwa metode eksperimen adalah praktek pengajaran yang melibatkan anak didik padapekerjaan akademis,latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti shalat,puasa,haji,pembangunan masyarakat dll.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Menambahkan keaktifan untuk berbuat dan memcahkan sendiri sebuah masalah.&lt;br /&gt;• Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;• Murid yang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. METODE LATIHAN (DRILL)&lt;br /&gt;Metode drill adalah suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/ berikan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Dalam waktu yang relatif singkat,dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan.&lt;br /&gt;• Para murid akan memiliki pengetahuan yang siap pakai.&lt;br /&gt;• Akan tertanam pada setiap pribadi anak kebiasaanbelajar secara rutin dan disiplin.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Bisa menghambat perkembangan daya inisiatif  murid.&lt;br /&gt;• Kurang memperhaitkan relevansinya dengan lingkungan.&lt;br /&gt;• Membentuk pengetahuan verbalis dan mekanis.&lt;br /&gt;• Membentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. METODE AUDIO VISUAL&lt;br /&gt;Metode audio visual yaitu : suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat-alat media pengajaran yang dapat memperdengarkan, atau memperagakan bahan-bahan tersebut sehingga siswa / murid-murid dapat menyaksikan secara langsung, mengamat-amati secara cermat, memegang / merasakan bahan-bahan peragaan itu. Pada setiap kali penyajian bahan pelajaran semestinya guru menggunakan media pengajaran, seperti lembaran balik, papan planel, proyektor, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Metode audio visual dikenal dengan keharusan penggunaan audio visual aids atau audio visual material&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Siswa dapat menyaksikan, mengamati serta mengucapkan langsung sekaligus&lt;br /&gt;• Dengan memeragakan bendanya secara langsung tersebut, hal ini sangat menarik perhatian siswa&lt;br /&gt;• Pengetahuan siswa menjadi inegral, fungsional dan dapat terhindar dari pengajaran verbalisme&lt;br /&gt;• Pengajaran menarik minat dan perhatian siswa&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang&lt;br /&gt;• Tugas guru menjadi berat, sebab disamping harus merencanakan materi pelajaran yang akan disajikan juga harus menguasai berbagai alat sarana peragaan / media pengajaran berbagai alat sarana peragaan serta alat komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;• Pengadaan alat sarana peragaan memerlukan biaya dan pemeliharaan yang cukup memadai&lt;br /&gt;• Kecenderungan menganggap bahwa pengajaran melalui berbagai macam alat / media pengajaran bersifat pemborosan, bahkan memakan / menyita waktu yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. METODE TUTORIAL&lt;br /&gt;Merupakan cara menyapaikan bahan pelajaarn yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikantentang masalh-masalah dan kemajuan yang ditemui secara periodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. METODE DEDUKTIF&lt;br /&gt;Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atu contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teori ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.&lt;br /&gt;Metode ini tepat dipergunakan :&lt;br /&gt;• Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari&lt;br /&gt;• Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis,&lt;br /&gt;• Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicara yang baik&lt;br /&gt;• Waktu yang tersedia sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. METODE INDUKTIF&lt;br /&gt;Metode induktif dimulai dengan pemberan berbagai kasus , fakta , contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian sswa dibimbing untuk berusaha keras mensitesiskan, merumuskan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajarn tersebut . Metode ini disebut metode discovery atau Socratic&lt;br /&gt;Metode ini tepat digunakan:&lt;br /&gt;• Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan , terampil mengulang pertanyaan dan sabar&lt;br /&gt;• Waktu yang tersedia cukup panjang&lt;br /&gt;36. METEODE SOSIODRAMA&lt;br /&gt;Sosio drama terdiri dari dua kata,yaitu “sosio” yang artinya masyarakat dan “drama” artinya keadaan seseorang. Metode sosio drama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memerankan tingkah laku didalam hubungan sosial. Prinsip dasar metode ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 27-31.&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;• Melatih anak untuk mendaramatisasikan sesuatu serta melat h keberanian.&lt;br /&gt;• Metode ini akan lebih menarik perhatian anak,sehingga suasana kelas lebih hidup.suati&lt;br /&gt;• Anak-anak dapat menhayati suatu peristiwa,sehinggam udah mengambil kesimpulan berdasaran penghayatan sendiri.&lt;br /&gt;• Penyaluran perasaanperasaan atau keinginan-keinginan yang terpendam karena memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan (mencurahkan) penghayatan mereka mengenai suatu problem didepan orang banyak (murid-murid).&lt;br /&gt;• Untuk mengajar anaknya supaya ia bisa menempatkan dirinya diantara orang lain.&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Situasi sosial yamg diciptakan dalam suatu lakon teretntu,tetap hanya merupakan situasi yang memilki kekurangan kualitas emosional dengan situasi sosia; sebenarnya.&lt;br /&gt;• Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak cemerlang untuk memecahkan sebuah masalah.&lt;br /&gt;• Perbedaan adat istiadat kebiasaan dan kehidupan dalam masyarakat akan mempersulit mengaplikasikan setode ini.&lt;br /&gt;• Kadang-kadang anak-anak tidak mau memerankan sesuatu adegan karena malu.&lt;br /&gt;• Metode ini memerlukan waktu cukup panjang.&lt;br /&gt;• Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjadi pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. METODE BERCERITA&lt;br /&gt;Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Guru mudah menguasai kelas&lt;br /&gt;• Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a&lt;br /&gt;• Mudah menyiapkannya&lt;br /&gt;• Mudah melaksanakannya&lt;br /&gt;• Dapat diikuti  oleh siswa dalam jumlah banyak&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya&lt;br /&gt;• Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat&lt;br /&gt;• Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif&lt;br /&gt;• Siswa lebih cenderung  hafal isi ceita daripada sari cerita yang dituturkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)&lt;br /&gt;Problem solving, adalah uatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan dimana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang sederhana, menuju kepada masalah yang sulit/muskil. Pada pelajaran agama melalui penerapan metode problem solving ini, misalnya menyajikan bahan pelajaran fiqh, yakni masalah yang mengandung problematik dan khilafiah para ulama, serta topik lain yang justru mengandung problem bagi siswa untuk kemudian dipecahkan. Tujuan metode ini adalah agar anak-anak terbiasa berlatih menghadapi berbagai masalah, sebagai calon pemimpin ia berkemampua tinggi dan siap mental menghadapi / memecahkan berbagai masalah.&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berfikir aktif dan kreatif dalam mencari bentuk-bentuk pemecahan masalah sepenuh hati dan teliti. Meskipun harus melalui trial and error (terus mencoba, meskipun mengalami kesalahan).&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja (learning by doing)&lt;br /&gt;• Memupuk rasa tanggung jawab&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk tidak berfikir sempit, fanatik.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah / problem, yang justru harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain&lt;br /&gt;• Kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa&lt;br /&gt;• Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam agama.&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan masalah yang ditempuh siswa.&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. METODE SIMULASI&lt;br /&gt;Simulasi berasal dari kata “simulate” yang memiliki arti pura-pura atau seolah-olah. Pengertian operasional dari metode simulasi adalah suatu usaha untuk memperoleh pamahaman akan hakikat dari suatu konsep atau prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Aktivitas simulasi menyenangkan siswa sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi.&lt;br /&gt;• Mengglakkan guru untuk mengembangkan aktivitas-aktivitas semulasi sendiri tanpa bantuan siswa.&lt;br /&gt;• Memungkinkan eksperimen  tanpa memerlukan lingkungan sebenarnya.&lt;br /&gt;• Mengurangi hal-hal yang terlalu abstrak sebab dikerjakan dalam bentuk aktivitas.&lt;br /&gt;• Tidak memelukan skill komunikasi yang pelik dalam hal banya ksiswa dapat berbuat dengan pengarahan yang simple.&lt;br /&gt;• Interaksi antara siswa memungkinkan timbulnya keakraban.&lt;br /&gt;• Strategi ini menimbulkan respon yang positif bagi siswa yang lamban,kurang cakap dan kurang motivasinya.&lt;br /&gt;• Simullasi melatih siswa agar berfikir kritis.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Efektivitasnya dalam memajukan proses belajar mengajar belum terbuktikan oleh riset.&lt;br /&gt;• Terlalu mahal,misalnya ;membuat simulasi hanya untuk memotivasinya.&lt;br /&gt;• Dalam simulasi sering tidak terikutkan elemendapatkan kritik dari orang tua karena aktivitas ini melibatkan permainanan-eleman penting.&lt;br /&gt;• Simulasi menhendaki hubungan yang inovatif antar guru dan murid.&lt;br /&gt;• Simulasi menghendaki imaginasi dari guru dan siswa.&lt;br /&gt;• Simulasi menghendaki hubungan yang inovatif antara guru dan murid.&lt;br /&gt;• Sering mendapatkan kritik dari orang tua karena ktivitas ini melibatkan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. METODE KERJA LAPANGAN&lt;br /&gt;Metode kerja lapangan merupakan suatu cara mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi anak didik diluarkelas (dimana saja bisa). Secara pedagogis ini merupakan latihan untuk membiasakan anak didik dengan suatu kegiatan ilmia dan melatih mereka agar selalu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Kemungkinan siswa melihat kegiatan secara langsung.Siswa akhirnya akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih mampu menjawab permasalahan dengan jalan melihat ,mendengar mencoba,dan membuktikan secara langsung,dan ini tak pernah mengenal akta final.&lt;br /&gt;• Siswa lwbih mudah mengangkap pelajaran karena ditempuh dengan langsung bertanya ( wawancara) dengan tutor ataupun staf ahli.&lt;br /&gt;• Dengan metodce ini memungkinkan menggabungkan bebrapa mata pelajaran .&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Siswa yang mempunmyai kemampuan kurang akan semakin jauh tertinggal.&lt;br /&gt;• Diluar pendidikan kejuruan,dengan metode ini siswa mustahil untuk mendapatkan /memperoleh pengalaman  yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. METODE DEMONSTRASI&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaa ntunuk memperjelas suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana jalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa. Metode demonstrasi dapat digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fiqih,misalnya bagaimana caraberwudlu yang benar.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Dapat merangsang siswwa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pelajaran.&lt;br /&gt;• Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama tentang materi pelajran yang disampaikan karena siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat bahkan mempraktekkannya secara langsung.&lt;br /&gt;• Dapat memfokkuskan pengertian siswa terhadap materi pelajran dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br /&gt;• Dapat memusatkan perhatian anak didik.&lt;br /&gt;• Dapat menambah pengalaman anak didik.&lt;br /&gt;• Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit.&lt;br /&gt;• Dapat menjawab semua masalah yang timbul didalam fikiran setiap siswa karena merekas ikut serta berperan langsung.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu yang cukup banyak. Namun hal ini dapat ditanggulangi dengan menyediakan waktu yang khusus yang cukup memadai untuk melaksanakan metode demonstrasi.&lt;br /&gt;• Apabila terjadi kekurangan media,metode demonstrasi menjadi kurang efektif. Oleh karena itu perlu melengkapi semua alat yang diperlukan dalam menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;• Memerlukan biaya yang cukup mahal,terutama untuk pembelian alat-alat.oleh karena itu,pihak sekolah perlku merencanakan pembelian alat-alat tersebut.&lt;br /&gt;• Memerlukan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu guru dan siswa perlu persiapan fisik,disamping penguasaan teori.&lt;br /&gt;• Bila siswa tidak aktif maka metode demoinstrasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu setiap siswa harus diikutsertakan dan melarang mereka berbuat kegaduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. METODE MENGAJAR SESAMA TEMAN (PEER TEACHING METHOD)&lt;br /&gt;Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. METODE BAGIAN (TEILEREN METHOD)&lt;br /&gt;Yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. METODE BAGHDADIYAH.&lt;br /&gt;Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara merata di tanah air. Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci (khusus). Secara garis besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkan&lt;br /&gt;secara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan berbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode ini diajarkan secara klasikal maupun privat.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif.&lt;br /&gt;• 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema  sentral.&lt;br /&gt;• Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi.&lt;br /&gt;• Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;• Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi  kecil.&lt;br /&gt;• Penyajian materi terkesan menjemukan.&lt;br /&gt;• Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa.&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. METODE GLOBAL (GANZE METHOD)&lt;br /&gt;Yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. METODE KERJA KELOMPOK&lt;br /&gt;Metode kerja kelompok adalah penyajian materi dengan cara pembegian tugas-tugas untuk mempelajari suatu keadaan kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Melatih dan menumbuhkan rasa kebersaman,toleransi dalam sikap dan perbuatan.&lt;br /&gt;• Ditinjau dari segi didaktik,bahwa anak-anak yang pandai dalam kelompoknya dfapat membantu teman-temannya yang kurang pandai terutama dalam rangka memenagkan kompetensi dalam ke4lompok.&lt;br /&gt;• Menumbuhkan rasa ingin maju dan mendorong anggota kelompok untuk tampil  sebagai kelompok yang terbaik.&lt;br /&gt;• Timbul rasa kesetiakawanan sosial antar kelompok yang dilandasi motivasi kerja sama utnuk kepentingan dan kebaikan bersama.&lt;br /&gt;• Anak-anak yang pemalu akan lebih aktif.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Metode kelompok memerlukan persiapan yang agak rumit dan perencanaan yang matang.&lt;br /&gt;• Persaingan tidak sehat akan terjadi manakala guru tidak dapat memberikan pengertian kepada siswa. Behwa tugas yang diberikan bukanlah untuk membedakan antara satu sama lain dalam arti luas. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya persaingan negatif antar kelompok hendaknya seorang guru lebih cekatan dan ltransparan dalam menjelaskan maksud pembelajrana ini.&lt;br /&gt;• Bagi siswa yang tidak mempunyai disiplin diri atau malas teruka kemungkinan untuk tetap pasif dan kemungkinan besar bisa mempengaruhi dan menggangu kelompoknya sehingga kelompok tersebut mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;• Sifat dan individualitas kadang-kadang terasa terabaikan.&lt;br /&gt;• Tugas guru akan menjadi lebih berat.&lt;br /&gt;• Jika tugas yang diberikan kepada siswa masinh-masing kelompok tidak dibatasi dengan waktu tertentu maka tugas tersebut cenderung terabaikan.&lt;br /&gt;• Tugas akan terbankalai jika tidak memperhatikan timbangan segi psikologis dan didaktris anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. METODE MENGAJAR BEREGU (TEAM TEACHING METHOD)&lt;br /&gt;Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. METODE PROYEK (PROJECT METHOD)&lt;br /&gt;Kata proyek berasal dari bahasa latin, yaitu proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti : merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik (planning) di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya. Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Dengan pengajaran royek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri&lt;br /&gt;• Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari&lt;br /&gt;• Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa&lt;br /&gt;• Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik&lt;br /&gt;• Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang&lt;br /&gt;• Tidak smua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana&lt;br /&gt;• Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa&lt;br /&gt;Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih siulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri&lt;br /&gt;• Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana. Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Dalam memberikan pelajaran baik itu diawal (evaluasi awal) maupun diakhir (evaluasi akhir) sering kita jumpai bentuk pertanyaan yang dilontakan guru kepada muridnya ataupun sebaliknya. Adapun pertanyaan itu dapat dikelompokkan dalam beberapa domain utama yang menunjukkan perbedaan penggunaannya, baik itu pre test, appersepsi, post test maupun tanya jawab. Perbedaannya dapat dilihat dengan ciri dan penjelasan sebagai berikut;&lt;br /&gt;A. PRE TEST&lt;br /&gt;Yaitu suatu bentuk pertanyaan, yang dilontarkan guru kepada muridnya sebelem memulai suatu pelajaran. Pertanyaan yang ditanya adalah materi yang akan diajar pada hari itu (materi baru). Pertanyaan itu biasanya dilakukan guru diawal pembukaan pelajaran. Pre test diberikan dengan maksud apakah ada diantara murid yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. APPERSEPSI&lt;br /&gt;Appersepsi mempunayi kemiripan arti lebih dekat dengan pre test. Appesrsepsi juga merupakan pertanyaan guru kepada muridnya, hanya saja appersepsi penggunaannya dalam bentuk pertanyaan materi ajar yang telah diberikan sebelumnya (telah diajar). Dengan appersepsi seorang guru bisa mengetahui sejauh mana pemahaman murid-murid mengenai mataeri yang telah diajar sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. POST TEST&lt;br /&gt;Post test merupakan bentuk pertanyaan yang diberikan setelah pelajaran/materi telah disampaikan. Singkatnya, post test adalah evalausi akhir saat materi ajar pada hari itu telah diberikan yangmana seorang guru memberikan post test dengan maksud apakah murid sudah mengerti dan memahami mengenai materi ajar yang baru saja diberikan pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Yaitu semua bentuk pertanyaan antara murid dan guru maupun sebaliknya, baik itu diwal, ditengah maupun diakhir pelajaran. Tanya jawab mencakup semua materi ajar bab, sub bab ataupun lainnya yang telah diberikan maupun yang sedang berlangsung. Tanya jawab diberikan untuk meliahat seberapa jauh pemahaman murid tanggap terhadap materi yang telah diberikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5165274148262899587?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5165274148262899587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/mertode-metode-mengajar-pre-test.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5165274148262899587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5165274148262899587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/mertode-metode-mengajar-pre-test.html' title='MERTODE-METODE MENGAJAR, PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-3359308530561564541</id><published>2009-04-24T11:13:00.002+07:00</published><updated>2009-04-24T11:14:06.450+07:00</updated><title type='text'>KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas pembelajaran dilingkungan pendidikan, khususnya di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terus ditingkatkan. Hal itu ditandai dengan adanya tantangan cukup berat yang sedang dihadapi bangsa ini yaitu 1. Adanya kebijaksanaan otonomi daerah (desentralisasi) yang mulai digulirkan; 2. Adanya AFTA dan ALFA mulai berlaku tahun 2003; dan 3. Dan tantangan globalisasi yang akan terjadi pada tahun 2020. Ketiga tanntangan terasebut merupakan ujian yang harus dihadappi, maka perlu peningkatan kualitas sumber daya mansuia (SDM) sebagai langakah yang harus direncqanakan secara strategis. Strategi peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan berbagai strategi diantaranya adalah dengan penggunaan media.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan media segala hal yang sulit didalam pembelaajran akan terasa lebih mudah jika menggunakan media. Setiap media tidak bisa digunakan dalam satu studi maka dari itu perlu kiranya kita mengetahui kapan dan bila sutu media dapat dipakai. Untuk dapat menggunakan media tersebut kita terlebih dahulu harus mengetahui dan paham karakteristik dari setiap media. Berangkat dari hal itu, kiranya suatu materi akan lebih efektif disampaikan bila menggunkan media dan waktu penyampaian akan lebih efesien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masalah&lt;br /&gt;Pada umumnya pada makalah ini mempermasalahkan:&lt;br /&gt;1. Apa-apa saja karakteristik (ciri khas) dari masing-masing media ?&lt;br /&gt;2. Bagaimana cara pemilihan media agar tepat guna ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari penulisan ini bukanlah semata sebagai informasi. Disini dapat dikemukankan beberapa point utama, yakni;&lt;br /&gt;1. Memberikan gamabaran ringkas tentang karakteristik dan kriteria dari suatu media.&lt;br /&gt;2. Memudahkan kepada para guru untuk memilih media yang sesuai dengan bidang studi setelah mengetahui karakteristik tiap-tiap media.&lt;br /&gt;3. Dapat menggunakan media secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manfaat&lt;br /&gt;Secara teoritis, manfaat yang bisa diambil dari media ini adalah agar bisa menambah wawasan dan pengetahuan pemahaman terhadap media. Secara praktis adalah agar guru bisa menggunakan media secara tepat guna denagn melihat karakteristik yang dirunjukan setiap medai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KRAKTERISTIK DAN KRITERIA MEDIA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pengklasifikasian media dapat mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri suatu media berbeda menurut tujuan atau maksudnya pengelompokannya. Dari contoh pengelompokan yang diadakan oleh para ahli (Schramm), kita dapat melihat media karakteristik ekonomisnya, lingkup sasarannya yang dapat diliput, dan kemudahan kontrol pemakai. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan maupun penciuman atau kesesuaiannya dengan tingkat hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Karakteristik media inisebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Dia mengatakan “The question of what media attributesare necessary for a given learnign for situation becomes the basis for media selection”. Jadi klasifikasi media, karakteristik media, dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.&lt;br /&gt;Untuk tujuan-tujuan praktis dibawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Media Grafis&lt;br /&gt;Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Selain itu media grafis juga berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.&lt;br /&gt;Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Beberapa media grafis dengan ciri-cirinya adalah sebagai berkut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Gambar/Foto&lt;br /&gt;Diantara media pendidikan, gambar/foto adalah media yang paling mudah dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana.&lt;br /&gt;Kelebihan media gambar/foto&lt;br /&gt;1. Sifatnya konkret; lebih realistis menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.&lt;br /&gt;2. Gambar dapat mengatasi ruang dan waktu.&lt;br /&gt;3. Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.&lt;br /&gt;4. Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;5. Foto harganay murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.&lt;br /&gt;Kelemahan media gambar/foto&lt;br /&gt;1. Gamabr/foto hanya menekankan persepsi indera mata.&lt;br /&gt;2. Gamar/fota benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besa.&lt;br /&gt;Untuk dijadikan sebagai media pembelajaran baik, media foto setidaknya mempunyai beberapa syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Autentik&lt;br /&gt;2. Sederhana&lt;br /&gt;3. Ukuran relatif&lt;br /&gt;4. Gamabar/foto sebaiknya mengandung gerak dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sketsa&lt;br /&gt;Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagaian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal bisa belajar menggambar, seorang guru haruslah dapat menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Sketsa selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini langsung dibuat guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diagram&lt;br /&gt;Sebagai suatu gambar yang sedrhana yang menggunkan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukan hubungan yang ada antara komponen dan sifat-sifat proses yang ada disitu.&lt;br /&gt;Kriteria diagram yang baik untuk dijadkan sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Benar, digambar rapi, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu.&lt;br /&gt;2. Cukup besar dan ditempatkan secara strategis, dan&lt;br /&gt;3. Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas kebawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bagan/Chart&lt;br /&gt;Seperti halnya media grafis yang lain, chart termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyampaikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu presentasi.&lt;br /&gt;Sebagai media yang baik, bagan haruslah:&lt;br /&gt;1. Dapat dimengerti anak&lt;br /&gt;2. Sederhana dan lugas, tidak rumit dan berbelit-belit.&lt;br /&gt;3. Diganti pada waktu tertentu agar selain tetap termasa juga tak kehilangan daya tarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Grafik (Grafhs)&lt;br /&gt;Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan pula dsitu.&lt;br /&gt;Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.&lt;br /&gt;Sebagai media pendidikan yang baik, media grafik harus mampu memenuhi beberapa kriteria-kriteria, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas&lt;br /&gt;2. Hanya menyajikan satu ide setiap grafik&lt;br /&gt;3. Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya.&lt;br /&gt;4. Warna yang digunakan kontras dan harmonis.&lt;br /&gt;5. Berjudul dan ringkas&lt;br /&gt;6. Sederhana (simplicity)&lt;br /&gt;7. Mudah dibaca (legibility)&lt;br /&gt;8. Praktis, mudah (manageability)&lt;br /&gt;9. Menggambarkan kenyataan (realisme)&lt;br /&gt;10. Menarik (attractiveness&lt;br /&gt;11. Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan (appropiateness&lt;br /&gt;12. Telioti (accuracy))&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah grafik gari (line graphs), grafik batang (bargraphs), grafik lengkaran (circle atau pie graphs) dan grafik gambar (pictorial graphs).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kartun&lt;br /&gt;Kartun merupakan salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Poster&lt;br /&gt;Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang untuk membeli produk baru darei sesuatu perusahaan, untuk mengikuti program keluarga berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster.&lt;br /&gt;Kriteria poster yang baik hendaklah;&lt;br /&gt;1. Sedehana&lt;br /&gt;2. Menyajikan satu ide dan untuk mencapai suatu tujuan yang pokok&lt;br /&gt;3. Bewarna&lt;br /&gt;4. Slogannya ringkas dan jitu&lt;br /&gt;5. Tulisannya jelas&lt;br /&gt;6. Motif dan disain bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Peta dan Globe&lt;br /&gt;Peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Alasan kenapa peta dipakai sebagai media dalam KBM:&lt;br /&gt;1. Memungkinkan siswa mengerti tentang suatu posisi daerah.&lt;br /&gt;2. Dapat merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis.&lt;br /&gt;3. Memungkinkan siswa memperoleh gamabaran tentangimigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tunbuhan dan kehidupan hewan serta bentuk muka bumi sebenarnya.&lt;br /&gt;i. Papan Flanel/Flannel Board&lt;br /&gt;Papan Flannel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentukepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudahse hingga dapat dipakai berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Papan Buletin (Bulletin Board)&lt;br /&gt;Berbeda dengan papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian-kejadian dalam waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Media Audio&lt;br /&gt;Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan didalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Beberapa jenis media audio:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Radio&lt;br /&gt;Sebagai suatu media, radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain:&lt;br /&gt;1. Harga realtif murah dan program yang variatif&lt;br /&gt;2. Sifatnya mudah dipindahkan (mobile)&lt;br /&gt;3. Jika digunakan dengan alat perekan radio bisa mengatasi problem jadwal&lt;br /&gt;4. Radio mengembangkan daya imajinasi anak&lt;br /&gt;5. Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar&lt;br /&gt;6. Radio dapat memperhatikan siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya.&lt;br /&gt;7. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok mengajarkan musik dan bahasa.&lt;br /&gt;8. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan denagn jika dikerjakan oleh guru.&lt;br /&gt;9. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;Adapun kelemahan dari media ini meliputi:&lt;br /&gt;1. Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication)&lt;br /&gt;2. Biasanya siaran disentalisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrolnya.&lt;br /&gt;3. Penjadwalan siaran dengan jadwal pelajaran sering menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Alat Perekam Pita Magnetik&lt;br /&gt;Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau lazimnya orang menyebutnya tape recorder adalah salah satu media penddikan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya.&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan alat perekam sebagai media mendidikan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mempunyai fungsi ganda, untuk merekan, menampilkan rekaman dan menghapusnya.&lt;br /&gt;2. Pita perekam dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume.&lt;br /&gt;3. Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi.&lt;br /&gt;4. Pita rekaman dapat dipakai sesuai dengan jadwal yang ada.&lt;br /&gt;5. Program kaset dapay menyajikan kegiatan-kegiatan/hal-hal diluar sekolah.&lt;br /&gt;6. Program kaset bisa menimbulkan beberapa kegiatan; diskusi, dramatisasi dll.&lt;br /&gt;7. Program kaset memberiklan efesiensi dalam pengajaran bahsa.&lt;br /&gt;Kelemahan program kaset:&lt;br /&gt;1. Daya jangkauan terbatas&lt;br /&gt;2. Dari segi biaya, bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Laboratorium Bahasa&lt;br /&gt;Merupakan alat utnuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Proyeksi Diam&lt;br /&gt;Media proyeksi diam (still proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafik dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Selain itu, bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalma media proyeksi diam. Perbedaan yang jelas antara mereka adalah pada media grafis dapar secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran; terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Beberapa jenis media proyeksi diam beserta karekteristik yang dimilkinya dapat dilihat dalam uraian berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Film Bingkai&lt;br /&gt;Film bingkai adalah suatu film berukuran 35 mm, yang bisanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari karto, atau plastik (dan berbagai ukuran lagi).&lt;br /&gt;Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai:&lt;br /&gt;1. Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kepa siswa secara serentak.&lt;br /&gt;2. Perhatian anak dapat dipusatkan, sehingga menghasilkan keseragaman pengamatan.&lt;br /&gt;3. Fungsi berfikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebes.&lt;br /&gt;4. Film bingkai berada dibawah kontrol guru.&lt;br /&gt;5. Film bingkai baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu, dapat digunakan baik secara kelompok maupun individual, tidak pandang usia.&lt;br /&gt;6. Penyimpanan film bingkai sangat praktis.&lt;br /&gt;7. Film bingkai dapat mengatasi keterbatasa ruang, waktu dan indera.&lt;br /&gt;8. Program film bingkai dapat menjadikan media yang sangat efektif bila dibandingkan dengan media cetak yang berisi gambar yang sama.&lt;br /&gt;9. Program film bingkai bersuara mudah direvisi/diperbaiki, baik visual maupun audionya.&lt;br /&gt;10. Film bingkai adalah media yang relatif sederhana/mudah, baik cara membuatnya maupun menggunakannya dibandingkan media TV atau film. Biayanya pun relatif murah.&lt;br /&gt;11. Program dibuat dalam waktu yang singkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dan keterbatan film bingkai:&lt;br /&gt;1. Seri film bingkai yang terdiri atas gambar-gambar lepas merupakan kelebihan sekaligus merupakan titik kelemahan&lt;br /&gt;2. Hanya menyajikan objek-objek diam (still). Hingga kurang efektif untuk menyajikan tujuan pelajaran yang bersifat gerakan.&lt;br /&gt;3. Bila ruanagn tidak digelapkan, gambar yang diproyeksikan kurang jelas sehingga penyajian film bingaki kurang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Film Rangaki&lt;br /&gt;Bebeda dengan film bingakai, gambar (frame) pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Memiliki ukuran yang sama dengan film bingkai. Jumlah gambar dalam satu rol film rangkai antara 50-75 gambar. Seyogianya film bingkai, film rangkai bisa silent dab bisa pula sound.&lt;br /&gt;Kelebihan yang ada pada media pendidikan film rangkai:&lt;br /&gt;1. Kecepatan penyajian bisa diatur, dapat ditambah narasi dengan kontrol oleh guru.&lt;br /&gt;2. Semua kelebihan non projected still picture dimilki film rangkai.&lt;br /&gt;3. Dapat mempersatukan berbagai media pendidikan yang berbeda dalam satu rangkai, seperti misalnya: foto, bagan, dokumen, gambar, tabel, simbol kartun dll.&lt;br /&gt;4. Cocok untuk mengajarkan keterampilan.&lt;br /&gt;5. Urutan gambar sudah pasti karena film rangkai merupakan satu kesatuan.&lt;br /&gt;6. Penyimpanan muda, cukup digulung, dan dimasukkan dalam tempat khusus.&lt;br /&gt;7. Dapat untuk belajar kelompok dan individu.&lt;br /&gt;Kelemaham pokok film rangkai dibandingkan film bingakaiadalah sulit diedit dan direvisi karena sudah merupakan satu kesatuan, sukar dibuat sendiri secara lokal dan memerlukan peralatan laboratorium yang dapat mengubah film bingkai ke film rangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Media Transparansi.&lt;br /&gt;Media tansparansi (overhead transparency=OHT) seringkali disebut dengan perangkat kerasnya OHP. Media transparansi adalah media visual proyeksi dibuat diatas bahan transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 8 ½ “x11”. Sebagai perangkat lunak, bahan transparan yang berisi pesan-peasan tersebut memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya, yaitu OHP.&lt;br /&gt;Kelebihan media transparansi:&lt;br /&gt;1. Gambar yang akan diproyeksikan akan lebih jelas dibanding gambar dipapan.&lt;br /&gt;2. Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa.&lt;br /&gt;3. Benda yang kecil dapat diproyeksikan.&lt;br /&gt;4. Memungkinkan diskriminasi warna dan menarik minat siswa.&lt;br /&gt;5. Tak memerlukan tenaga bantuan operator, kaena mudah dioperasikan.&lt;br /&gt;6. Lebih sehat dari papan tulis.&lt;br /&gt;7. Praktis digunakan untuk semua ukuran kelas ruangan.&lt;br /&gt;8. Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang.&lt;br /&gt;9. Sepenuhnya dibawah kontrol guru.&lt;br /&gt;Sekalipun banyak kelebihan, media transparansi memilki keleman:&lt;br /&gt;1. Suku cadang projektor media transparansi kadang sulit dicari.&lt;br /&gt;2. Transparansi memerlukan waktu, usaha dan persiapan yang baik.&lt;br /&gt;3. Karena lepas, transparansi menuntut cara kerja yang sistematis dalam penyajiannya.&lt;br /&gt;4. Jika teknik pemanfaatan serta potensinya kurang dikuasai ada kecendrungan OHP dipakai sebagai pengganti papan tulis dan siswa cendrung pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Proyektor Tak Tembus Pandang&lt;br /&gt;Merupakan alat untuk memproyeksikan bahan bukan transparan, tetapi bahan-bahan tidak tembus pandang (opaque). Benda-benda tersebut adalah benda datar, tiga dimensi seperti mata uang, model, serta dan anyaman dapat diproyeksikan.&lt;br /&gt;Kelebihan media proyektor tak tembus pandang:&lt;br /&gt;1. Bahan-bahan cetak pada buku, majalah, foto grafis, bagan, diagram atau peta dapat diproyeksi langsung tanpa ada pemindahan pada transparan.&lt;br /&gt;2. Dapat digunakam pada semua bidang studi&lt;br /&gt;3. Dapat memperbesar benda yang kecl.&lt;br /&gt;Adapun kelemahannya bahwa proyektor tembus pandang tidak seperti OHP yang bisa digunakan diruang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mikrofis (Microfhice)&lt;br /&gt;Adalah lembaran film transparan terdiri dari lamabng-lambang visual (grafis maupun verbal) yang diperkecil sedemikian rupa sehingga tak dapat dibaca dengan mata telanajang. Ukurannya bisa 3x5 inci, 6x8 atau 4x6. Microfis termasuk kelompok media bentuk kecil (microform). Secara fisik gulungan microform tersebut dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu menggunakan film 16 mm atau 35 mm, dalam bentuk kaset atau terbuka; yang berbentuk lembaran yaitu yang kita kenal sebagai microfis.&lt;br /&gt;Keuntungan Microfis:&lt;br /&gt;1. Mudah dicopy cetak, dan diduplikasi dengan biaya yang relatif murah&lt;br /&gt;2. Bisa diproyeksi kelayar lebar&lt;br /&gt;3. Karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat dan praktis untuk dikirim.&lt;br /&gt;4. Informasi kepustakaan yang terletak dibagian atas lembaran mudah untuk diidentifikasi.&lt;br /&gt;Kelemahan microfis yang perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;1. Pembuatan masternya mahal.&lt;br /&gt;2. Mudah hilang.&lt;br /&gt;3. Bila telah banyak, sulit memfilenya sehingga mudah masuk filing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Film&lt;br /&gt;Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar. Ada tiga macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm dan 35 mm. Ukuran yang dipakai untuk sekolah adalah 16 mm.&lt;br /&gt;Sebagai suatu media, film mempunayi beberapa keunggulan:&lt;br /&gt;1. Film merupakan suatu denominator yang umum. Baik anak yang cerdas maupun lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang bisa diatasi dengan menggunakan film.&lt;br /&gt;2. Film sangat bagus untuk menerangkan suatu proses, dengan gerakan lambat, pengulanagn akan memperjelas uraian dan ilustrasi.&lt;br /&gt;3. Film dapat kembali menampilkan masa lalu dan menyajikannya kembali.&lt;br /&gt;4. Film dapat mengembara dengan lincahnya dari suatu negara kenegara yang lain.&lt;br /&gt;5. Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik.&lt;br /&gt;6. Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya dikelas.&lt;br /&gt;7. Film dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna, gerak lambat, animasi dll.&lt;br /&gt;8. Film memikat perhatian anak.&lt;br /&gt;9. Film lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal yang abstrak dapat menjadi jelas.&lt;br /&gt;10. Film dapat mengatasi keterbatasan daya indera kita (penglihatan)&lt;br /&gt;11. Film dapat merangsang dan memotivasi kegiatan anak-anak.&lt;br /&gt;Kelemahan film antara lain; harga/biaya produksi lebih mahal, film tidak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran, penggunaan perlu ruang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Film Gelang.&lt;br /&gt;Film gelang/ film loof (loof film) adalah media yang terdiri dari film berukuran 8 mm dan 16 mm yang ujung-ujungnya saling bersambunga, sehingga film ini akan berputar terus beerulang-ulang kalau tidak dimatikan.&lt;br /&gt;Kelebihan film gelang;&lt;br /&gt;1. Ruang tak perlu digelapkan&lt;br /&gt;2. Dapat berputar terus dan berulang sehingga pengertian yang kabur menjadi jelas.&lt;br /&gt;3. Baik sekali utnuk menunjukan periode yang pendek, yang berisikan gerakan-gerakan tertentu dari suatu objekyagn dipelajari.&lt;br /&gt;4. Film gelang mudah diintegrasikan kepelajaran dan dipakai bersama dengan medium lain.&lt;br /&gt;5. Karena sederhana muridpun bisa memakainya sendiri.&lt;br /&gt;6. Film dapat dihentikan sesaat untuk diselingi penjelasan dan diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Televisi (TV)&lt;br /&gt;Sealin film televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya, televisi tergolong kepada media massa.&lt;br /&gt;Kelebihan media televisi meliputi:&lt;br /&gt;1. TV dapat menerima, menggunkan dan mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikan dengan tujuan yang kan dicapai.&lt;br /&gt;2. TV merupakan medium yang menarik, modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya sebagi kehidupan diluar sekolah.&lt;br /&gt;3. TV dapat memikat perhatian sepenuhnya dari penonton.&lt;br /&gt;4. TV mempunayi realistis dari film tapi juag mempunayi kelebihan yang lain yaitu immediacy (objek yang baru ditangkap kamera dapat segera dipertontonkan).&lt;br /&gt;5. Sifatnya langsung dan nyatadengan TV siswa dapat mengetahui kejadian-kejadian yang mutakhir, mereka bisa mengadakan kontak dengan orang-orang besar/terkenal dalam bidangnya, melihat dan mendengarkan meeka berbicara.&lt;br /&gt;6. Horison kelas dapat diperlebar dengan TV. Batas dan ruang dapat diatasi.&lt;br /&gt;7. Hampir setiap mata pelajaran bisa diTVkan&lt;br /&gt;8. TV dapat meningkatkan pengetahun dan kemampuan guru dalam mengajar.&lt;br /&gt;Beberapa kelemahan TV sebagai meida:&lt;br /&gt;1. Harga pesawat TV relatif murah&lt;br /&gt;2. Sifat komunikasinya hanay satu arah.&lt;br /&gt;3. Jika akan dimanfaatkan dikelas jadwal siran dan jadwal pelajaran disekolah sering kali sulit disesuaikan.&lt;br /&gt;4. Program diluar kontrol guru.&lt;br /&gt;5. Besarnya gambar relatif kecil dibanding denagn film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkannya terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Video&lt;br /&gt;Video sebagai media audio visual yang menmpilakan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta maupun fiktif, bisa bersifat informatif, edukatif maupun intruksional.&lt;br /&gt;Kelebihan video dalam media pendidikan:&lt;br /&gt;1. Dapat menarik perhatian untuk periode-periode singkat dari rangsangan luar lainnya.&lt;br /&gt;2. Denagn lat peekam pita video sejumlah penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis.&lt;br /&gt;3. Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya.&lt;br /&gt;4. Menghemat waktu dan dapat diputar berulang-ulang.&lt;br /&gt;5. Kamera TV lebih dekat dapat mengamati objek yang sedang bergeraka atau objek yang berbahaya seperti harimau.&lt;br /&gt;6. Keras lemah suaru bisa diatur dan disesuaikan bila ada komentar.&lt;br /&gt;7. Gamabr proyeksi bisa dibekukan untuk diamati secara seksama.&lt;br /&gt;8. Ruang tak perlu digel;apkan saat menyajikan.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan seiring denagn penggunaan alat peekam pita video dalam proses menagjar adalah:&lt;br /&gt;1. Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang di praktikan&lt;br /&gt;2. Sifat komunikasinay bersifat satu arah dan ahrus dicari bentuk umpan balik.&lt;br /&gt;3. Kurang mampu menampilkan detail objek yang disajikan secara sempurna.&lt;br /&gt;4. Memerlukan peralatan ayng mahal dan kompleks.&lt;br /&gt;Kriteria media pembelajaran diatas harus dikembangkan selain sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat dan kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesimpulan&lt;br /&gt;1. Dari upaya pengklasifikasian dapat mengungkapkan karakteristik dan kriteria dari suatu media. Misalkan pada media grafis, media audio maupun media proyeksi diam dapat diliahat masing-masing karakteristik dari media tersebut&lt;br /&gt;2. Pengklasifikasian media tidak sama dengan karakteristik dari suatu media karena karakteristik dari suatu media dapat diungkapkan dengan terlebih dahulu mengklasifikasikan dari suatu media.]&lt;br /&gt;3. Pemilihan media dapat dilakukan secara efektif jika kita mengetahui karakteristik dari suatu media baik itu melalui kelebihan maupun kelemahan dari suatu media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saran&lt;br /&gt;1. Diharapkan guru dapat lebih memperhatikan bahwa tidak semua media bisa dipakai dalam setiap mata pelajaran.&lt;br /&gt;2. Kode etik mata pelajaran bisa dipadukan dengan suatu media dengan melihat karakteristik yang dimilikinya. Baik itu pada media grafis, audio atau media proyeksi.&lt;br /&gt;3. Karena adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diharapkan media mampu mengatasi penyakit verbalisme. Dengan ini pula diharapkan kepada pendidik agar mampu menggunakan dan mengembangkan media secara tepat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-3359308530561564541?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/3359308530561564541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/bab-i-pendahuluan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3359308530561564541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/3359308530561564541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/bab-i-pendahuluan-1.html' title='KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-6508905314311683198</id><published>2009-04-10T09:42:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T09:52:13.735+07:00</updated><title type='text'>CRAAGLE SEBAGAI MESIN PENCARI SERIAL NUMBER SUATU PROGRAM</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Halo sobat pecinta program komputer........&lt;br /&gt;Gue pengen berbagi pengalaman. Pengalaman ini terinspirasi dari banyaknya pertanyaan di Yahoo Answer yang menanyakan tentang cara mendapatkan Serial Number, Crack, Keygen, dan Kunci Aktivasi.&lt;br /&gt;Sekarang gak usah bingung lagi karena ada aplikasi yang mudah untuk menemukan hal tersebut. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah Craagle. Kamu bisa download aplikasi tersebut di &lt;a href="http://rapidshare.com/files/27860306/craagle.zip.html"&gt;SINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tip ini, bukan mengajarkan teman-teman menjadi pembajak tapi sekadar info untuk kita belajar. Selamat mencoba.........!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-6508905314311683198?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/6508905314311683198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/craagle-sebagai-mesin-pencari-serial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6508905314311683198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/6508905314311683198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/04/craagle-sebagai-mesin-pencari-serial.html' title='CRAAGLE SEBAGAI MESIN PENCARI SERIAL NUMBER SUATU PROGRAM'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-4259342941985374392</id><published>2009-03-08T16:48:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T11:09:09.199+07:00</updated><title type='text'>The Bridge With Flag Of Election</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SbObbNu4AWI/AAAAAAAAAIg/zM00VHOTtb0/s1600-h/Foto021.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SbObbNu4AWI/AAAAAAAAAIg/zM00VHOTtb0/s320/Foto021.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310759277444989282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelang pesta demokrasi, sudah pasti semua daerah di Indonesia ingin merayakannya. Tidak terkecuali didaerah saya ini (Subi Island). Disini, disekujur bridge (jembatan) tampak bendera dan umbul-umbul partai-partai politik menghiasi dan mebuatnya jadi lebih elegant. Bendera ini dipasang selain untuk memeriahkan PEMILU 2009 juga merupakan pengenalan kepada masyarakat tentang partai politik di negeri tercinta ini (Indonesia)serta suatu metode kampanye yang dipakai masing-masing caleg. Bendera dan umbul-umbul tersebut sengaja dipasang di jembatan ini karena jembatan ini merupakan ikon dari Pulau Subi (Subi Island)dan tempat  dimana masyarakat dari tiap kampung (Meliah, Terayak, Ujung, Aek Melukan,Tanjung Kukup dll)sering melewatinya. Dengan demikian, Masyarakat  secara tidak langsung telah di kenalkan dengan partai politik yang ada di Indonesia. Good luck for my island to celebrate the election of 2009.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-4259342941985374392?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/4259342941985374392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/03/bridge-with-flag-of-election.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4259342941985374392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/4259342941985374392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/03/bridge-with-flag-of-election.html' title='The Bridge With Flag Of Election'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SbObbNu4AWI/AAAAAAAAAIg/zM00VHOTtb0/s72-c/Foto021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-2124010999863775567</id><published>2009-01-19T10:41:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T11:19:08.984+07:00</updated><title type='text'>GANTI BACKGROUND BLOG DENGAN ANIMASI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terima kasih pada sobot yang telah memposting cara bikin background dengan animasi. Kepada teman-teman yang belum ganti background blog dengan animasi bisa datang &lt;a href="http://kolom-tutorial.blogspot.com/2007/05/membuat-foto-animasi.html"&gt;ke blog ini&lt;/a&gt;. Tampilannya, so pasti bagus.........Silahkan di coba...!!!&lt;br /&gt;Thanks.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-2124010999863775567?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/2124010999863775567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/ganti-background-blog-dengan-animasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2124010999863775567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2124010999863775567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/ganti-background-blog-dengan-animasi.html' title='GANTI BACKGROUND BLOG DENGAN ANIMASI'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-8208404798077744760</id><published>2009-01-14T19:51:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T11:18:48.473+07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOALH  SEBAGAI SEORANG SUPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISALAM</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Latar Belakang&lt;br /&gt;Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia   yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepala sekolah sebagai pemimipin pendidikan perannya sangat penting untuk membantu guru dan muridnya. Didalam kepemimpinnya kepala harus dapat memahami, mengatsi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kualitas pendidikan seorang kepala sekolah harus mampu meningkatkan kinerja para guru atau bawahannya. Banyak factor yang dapat mempengaruhi kinerja sesorang, sebagai pemimpin sekolah harus mampu memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak untuk melaksanakan tugasnya secara efektif sehingga kinerja mereka  akan lebih baik.&lt;br /&gt;Sebagai pemimipin yang mempunyai pengaruh, ia berusaha agar nasehat, saran dan jika perlu perintahnya di ikuti oleh guru-guru. Dengan demikian ia dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir, sikap, tingkah laku yang dipimpinnya. Dengan kelebihan yang dimilikinya yaitu kelebihan pengetahuan dan pengalaman, ia membantu guru-guru berkembang menjadi guru yang propesional.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah ahrus melakaukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan yang sangat tergantung pada kemampuannya. Sehubungan dengan itu, kepala sekolah sebagai supervisor berfungsi untuk mengawasi, membangun, mengkoreksi dan mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Disamping itu kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar persona, agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, segala penyelenggaraan pendidikan akan mengarah kepada usaha meningkatkan mutu pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya secara operasional. Untuk itu kepala sekolah harus melakukan supervisi sekolah yang memungkinkan kegiatan operasional itu berlangsung dengan baik.&lt;br /&gt;Melihat pentingnya fungsi kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam, maka usaha untuk meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanl;ah merupakan pekerjaan yang mudah bagi kepala sekolah. Karena kegiatan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. Pada kenyataannya banayak kepala sekolah yang sudah berupaya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu caranya memotivasi para guru-guru akan memilki kinerja lebih baik tapi hasilnya masih lebih jauh dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Masalah dan Sub Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah umum yang timbul adalah “bagaimana hubungan kepemimpinan  kepala sekolah sebagi supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam. Untuk mempermudah menganalisis masalah tersebuh perlu dirinci kedalam sub-sub masalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Bagaiamana kepemimpinan kepala sekolah sebagai seorang supervisor ?&lt;br /&gt;2. Bagaimaan kinerja guru Pendidikan Agama Islam ?&lt;br /&gt;3. Apakah ada hubungan yang signifikan kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam ?&lt;br /&gt;C.  Tujuan&lt;br /&gt;Secara umum pembuatan makalah ini bertujaun untuk mengetahui kejelasan tentang hubungan kepemimpinan  kepala sekolah sebaagi supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam. Sedangakan secara rinci dapat dilihat dalam beberapa point dari tujuan yang hendak diketahuai, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kepemimpinan kepala sekolah dalam bidang supervisi.&lt;br /&gt;2. Kinerja para guru-guru Pendidikan Agama Islam&lt;br /&gt;3. Hubungan kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru Pendidikan Agama Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  Manfaat&lt;br /&gt;Dalam hal ini, dapat dibagai menjadi dua scope dari manfaat yang dapat diambil. Pertama, dapat meningkatkan wawasan keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu. Kedua, sebagai masukan bagi sekolah khususnya kepala sekoalh dan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di sekoalh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOALH  SEBAGAI SEORANG SUPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Kepemimpinan Kepala Sekolah&lt;br /&gt;1. Pengertian Kepemimpinan&lt;br /&gt;Kepala Sekolah sebagai pemimpin pendidikan, di lihat dari status dan cara pengangkatan tergolong pemimpin resmi, formal leader, atau status leader. Status leader bias meningkat menajdi functional leader. Tergantung dari perestasi dan kemampuan didalam memainkan peranannya sebagai pemimpinpendidikan sebagai sekolah yang telah diserahkan pertanggungjawaban kepadanya.&lt;br /&gt;Istilah kepemimpinan pendidikan mengandung dua pengertian dimana kata “pendidikan” menerangkan dalam lapangan apa dan dimaan kepemimpinan itu berlangsung, dan sekaligus menjadi sifatb dan ciri-ciri baagimana yang harus dimilki pemimpin itu. Menurut Hadari Nawawi: kepemimpinan adalah kemampuan menggerakkan, memberiakn motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakuakn tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujaun ((1993:81).&lt;br /&gt;Kepala sekoalh sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah. Ia sebagi pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah, karena itu ia kepala sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah. Pada umumnya kepala sekoalh memilki tanggungjawab sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum, administrasi personali, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, “school Plant” dan perlengkapan serat organisasidi sekolah (W. Soemanto dan Hendiyat; 1982:38). Kepala sekoalh dapat menerima tanggungjawab tersebut namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran.&lt;br /&gt;2.  Tipe Kepemimpinan&lt;br /&gt;Dalam upaya menggerakkan dan memotivasi orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan, seorang pemimpin melakukan dalam beberapa cara. Cara yang ia lakuakn merupakan pencerminan sikap serta gambaran tentang tipe (bentuk) kepemimpinan yang dijalankannya. Adapun gaya atau tipe kepemimpinan yang pokok atau juag disebut ekstrem ada tiga tipe atau bentuk kepemimpinan yaitu:&lt;br /&gt;a. Kepemimpinan Otoriter&lt;br /&gt;Kepemimpinan otoriter adalah kepemimpinan yang bertindak sebagai diktor terhadap anggota-anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Apa yang diperintahnya harus dilaksanakan secara utuh, ia bertindak sebagai penguasa dan tidak dapat dibantah sehingga orang lain harus tunduk kepada kekuasaanya. Ia menggunkan ancaman dan hukuman untuk menegakkan kepemimpinannya. Kepemimpian otoriter hanya akan menyebabkan ketidakpuasan dikalangan guru.&lt;br /&gt;b. Kepemimpinan Laissez Faire&lt;br /&gt;Bentuk kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoriter. Yang mana kepemimpinan laissez faire menitikberatkan kepada kebebasan bawahan untuk melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Pemimpin lasses faire banyak memberikan kebebasan kepada personil untuk menentukan sendiri kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas, tidak ada pengawasan dan sedikit sekali memberikan pengarahan kepada personilnya.&lt;br /&gt;Kepemimpinan Laissez Faire tidak dapat diterapkan secara resmi di lembaga pendidikan, kepemimpinan laissez faire dapat mengakibatkan kegiatan yang dilakuakn tidak terarah, perwujudan kerja simpang siur, wewenang dan tanggungjawab tidak jelas, yang akhirnya apa yang menjadi tujuan pendidikan tidak tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kepemimpinan Demokratis&lt;br /&gt;Bentuk kepemimpinan demokratis menempatkan manusia atau personilnya sebagai factor utama dan terpenting. Hubungan antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpin atau bawahannya diwujudkan dalam bentuk human relationship atas dasar prinsip saling harga menghargai dan hormat menghormati.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan tugasnya, pemimpin demokratis mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik-kritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya. Kepemimpinan demokratis adalah kepemimpinan yang aktif, dinamis, terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil untuk kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Fungsi Kepemimpinan Pendidikan&lt;br /&gt;Kependidikan adalah proses menggerakkan, mempengaruhi, memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dilembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk mewujudkan tugas tersebut seorang pemimpin harus mampu bekerjasama dengan orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus tahu fungsi dan peranannyasebagai pemimpin. Adapun fungsi kepemimpinan pendidikan menurut Soekarto Indrafachrudi (1993:33) adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu:&lt;br /&gt;a. Fungsi yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujaun kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat berkerjasama mencapai tujuan itu.&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi memberi dorongan kepada anggota-anggota kelompok untuk menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan kepemimpinan yang dapat memberi harapan baik.&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi  membantu anggota kelompok dalam memgerikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat.&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi menggunakan kesempatan dan minat khusus anggota kelompok.&lt;br /&gt;b. Fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok.&lt;br /&gt;• Pemimpin berfungsi mengusahakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan, sehingga dapat dipupuk  kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas.&lt;br /&gt;• Pemimpin dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syarat-Syarat Kepemimpinan Pendidikan&lt;br /&gt;Mengenai syarat-syarat kepemimpinan, Tead (1935:31-34) dalam (Soekarna Indrafachrudin) bahwa syarat kepemimpinan pendidikan adalah:&lt;br /&gt;a. Memiliki kesehatan jasmaniah dan rohaniah yang baik.&lt;br /&gt;b. Berpegang teguh pada tujuan yang hendak dicapai.&lt;br /&gt;c. Bersemangat&lt;br /&gt;d. Jujur&lt;br /&gt;e. Cakap dalam memberi bimbingan&lt;br /&gt;f. Cepat serta bijaksana dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;g. Cerdas&lt;br /&gt;h. Cakap dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha mencapainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam&lt;br /&gt;1. Pengertian Kinerja&lt;br /&gt;Kinerja menurut kamus besar bahasa Indonesia (1985:503) adalah segala sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, kemampuan kerja. Sedangkan menurut U. Husna Asmara (1996:3), dalam total Quality Manajemen (TQM) kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penilaian Dan Hasil Kerja&lt;br /&gt;Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam satuan kegiatan, yang mana evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta factor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tersebut. Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana. Oleh karena itu seorang guru perlu mengadakan penilaian cara dan hasil kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan  Kinerja Guru Agama Islam&lt;br /&gt;Keberhasilan seorang pemimpin akan terwujud apabila pemimpin tersebut memperlakukan orang lain atau bawahannya dengan baik, serta memberikan motivasi agar mereka menunjukan performance yang tinggi dalam melaksenakan tugas. Menurut Hadari Nawawi (1983:81) kepemimpinan adalah kemampuan menggerakan, memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepada sekolah sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan  Kinerja Guru akan berahasil jika kepala sekolah memperhatikan hasil yang dicapai serta memperlakukan guru dengan baik, sehingga mereka mampu menunjukan performace yang lebih baik.&lt;br /&gt;Kinerja guru merupakan aktivitas yang dilakukan guru sesuai dengan profesi yang diembannya, untuk dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan profesi yang diembannya sangat terkait dengan ada tidaknya kepuasan dalam bekerja. Kepuasan bekerja berhubungan erat dengan motivasi kerja. Menurut Hamid Darmadi (1994:107) kepuasan kerja timbul dengan baik jika seseorang memiliki motivasi kerja yang baik pula.&lt;br /&gt;Asmara (dalam Hamid Darmadi;1994:118) menjelaskan bahwa tindakan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kematangan kerja guru dan kepuasan kerja guru berkorelasi positif, maksudnya kematangan kerja yang tinggi cenderung diikuti oleh kepuasan kerja yang tinggi pula. Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah  sebagai seorang supervisor dalam pengawasan  kinerja guru sangat dipengaruhi oleh kepemimpinannya yang dapat meningkatkan kepuasan sehingga aktivitas kerja guru meningkat. Kepemimpinan akan terwujud apabila seseorang pemimpin atau kepala sekolah memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahannya, mengadakan pengawasan, motivasi sehigga dapat menimbulkan kepuasan bagi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Kesimpulan&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan beberapa point utama mengenai kepemimpinan kepala sekolah sebgai seorang supervisor, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kepala sekolah adalah pemimpin sekolah yang mengatur dan menetapkan fungsi administrasi termasuk didalamnya fungsi pengawasan (supervisi)&lt;br /&gt;2. Selain kepala sekolah, guru juga mempunyai peran yang sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;3. Kepala Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan arah jalannya pocily yang ada di sekolah dalam rangka pencapaian mutu pendidikan yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Saran&lt;br /&gt;Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan adalah;&lt;br /&gt;1. Sebagai seorang top manager (kepala sekolah) tidak seharunya mencari kesalahan atau kekurangan yang ada di sekolah dalam menjalankan fungsi pengawasan.&lt;br /&gt;2. Guru sebaiknya selalu mencari inisiatif lain untuk menutupi kekurangan yang ada untuk mencapai tujaun pendidikan.&lt;br /&gt;3. Kepala sekolah diharapkan mampu memberi pengaruh yang baik dalam menetapkan fungsi planning, organizing, actuating maupun controlling demi pencapaian mutu pendidikan ayng maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-8208404798077744760?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/8208404798077744760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/kepemimpinan-kepala-sekoalh-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8208404798077744760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/8208404798077744760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/kepemimpinan-kepala-sekoalh-sebagai.html' title='KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOALH  SEBAGAI SEORANG SUPERVISOR DALAM PENGAWASAN KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISALAM'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5637875681570852726</id><published>2009-01-14T19:35:00.000+07:00</published><updated>2009-01-14T19:49:56.660+07:00</updated><title type='text'>MERTODE-METODE MENGAJAR, PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB</title><content type='html'>1. METODE CERAMAH &lt;br /&gt;Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Suasana kelas berjalan dengan lancar karena murid melakukan aktivitas yang sama,sehingga guru dapat mengawasi murd sekaligus secara komprehensif.&lt;br /&gt;• Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yanglama,dengan waktu yang singkat murid dapat menerima pelajaran sekalligus secara bersamaan.&lt;br /&gt;• Pelajaran bisa dilaksanakan dengan cepat,karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak.&lt;br /&gt;• Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga mereka dapat  menangkap dan menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Interaksi bersifat centred (berpusat pada guru)&lt;br /&gt;• Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa telah mengetahui bahan ceramah.&lt;br /&gt;• Mungkin saja siswa memperoleh konsep-konsep  lain yang berbeda dengan apa yang dimaksudkan guru.&lt;br /&gt;• Siswa kurang menangkap apa yang dimaksudkan oleh guru,jika ceramah berisi  istilah-istilah yang kurang/tidak dimengerti siswa dan akhirnya mengerah kepada verbalisme.&lt;br /&gt;• Tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah . karena siswa hanyadiarahkan untuk mengikuti pemikiran guru.&lt;br /&gt;• Kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kecakapan dan kesempatan mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;• Guru lebih aktif sedangkan murid bersifat pasif.&lt;br /&gt;2. METODE PEMBERIAN TUGAS&lt;br /&gt;Pemberian tugas atau resitrasi adalah terjemahan dari bahasa inggris “to cite” yang artinya mengutip,yaitu siswa mengutip atau mengambil sendiri bagian-bagian pelajaran itu dari buku-buku tertentu,lalu belajar sendiri dan berlatih  hingga siap sebagaimana mestinya.pengertian lain dari metode resitrasi adalah cara menyajikan bahan pelajran dimana guru memberikan  sejumlah tugas terhadap muridnya untuk mempelajari sesuatu ,kemudian mereka disuruh untuk mempertanggungjawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaikai,memperdalam,mengecek,mencari infomasi atau menghafal pelajaran yang akhirnya membuat kesimpulan tertentu.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Pengetahuan yang diperole murid baik dari hasil belajra,hasil eksperimen atau penyelididikan,bayak behubungan dengan mineat dan berguan untuk hidup mereka dan akan lebih lama diingat.&lt;br /&gt;• Dapat dilaksanakan dalam berbagai bidang studi.&lt;br /&gt;• Apabila tugas tersebut dalam bentuk kelompok  maka murid dapat saling bekerjasama dan saling membantu.&lt;br /&gt;• Murid berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian berkreatif,berinisiatif,bertanggung jawab dan berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Tugas rumah sering dikerjakan oleh orang lain,sehingga murid tidak tahu apa yang harus dikerjakan.&lt;br /&gt;• Tugas yang sukar dapat mempengaruhi ketenangan mental murid.&lt;br /&gt;• Sukar memberikan tugas sesuai dengan perbedaan individual dan murid suka menyalin pekerjaan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. METODE PENAMPILAN&lt;br /&gt;Metode Penampilan berbentuk pelasanaan paktek oleh siswa dibawah bimbingan dari  dekat oleh  Pengajar.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Memberikan  penjelasan yang cukup kepada siswa selama berpraktek&lt;br /&gt;• Melakukan tindakan pengamana sebelum kegiatan praktek dimulai untuk keselamatan siswa yang menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Membutuhkan waktu yang lama&lt;br /&gt;• Membutuhkan fasilitas dan alat khusus yang mungkin mahal, sulit diperoleh dan dipelihara secara terus menerus&lt;br /&gt;• Membutuhkan pengajar yang lebih banyak&lt;br /&gt;4. METODE PEMBIASAAN &lt;br /&gt;Menurut terminologi,pembiasaan asal katanya adalah biasa. Dalam kamus besar bahasa indonesia adalah yang pertama lazim atau umum.yang kedua seperti sedia kala yang ketiga sudah merupakan  hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dengan adanya prefiks “pe” dan suffiks “an” menunjukkan arti proses. Sehingga pembiasaan dapat diartikan dengan proses membuat sesuatu / seseorang menjadi biasa atau terbiasa.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Dapaat menghemat tenaga dan waktu dengan baik.&lt;br /&gt;• Pembiasaan tidak hanya berkaitan dengan lahiriyah  aspek tetapi juga berhubungan dengan aspek bathiniyah.&lt;br /&gt;• Pembiasaan tercatat dalam sejarah sebagai metode yang paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;a) membutuhkan tenaga pendidik yang benar-benar dapat dijadikan contoh  tauladan didalam menanamkan sebuah nilai kepada anak didik. Pendidik yang mampu menyelaraskan antara pendekatan dengan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. METODE PENEMUAN (DISCOVERY)&lt;br /&gt;Proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud dengan proses mental adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan , serta penguasaan  keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa&lt;br /&gt;• Dapat membangkitkan kegairahan belajar para siswa&lt;br /&gt;• Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan  kemampuannya masing-masing&lt;br /&gt;• Mampu mengarahkan cara siswa belajar , sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar giat&lt;br /&gt;• Membantu siswa untuk memperkuat  dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri&lt;br /&gt;• Berpusat pada siswa tiadk pada guru&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Siswa harus ada kesiapan dankematangan metal &lt;br /&gt;• Bila kelas terlalu besar penggunaan tehnik ini kurang berhasil&lt;br /&gt;• Bagi guru dan siswa yangsudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan metode ini&lt;br /&gt;• Proses mental terlalu mementingkan proses pengertian saja , kurangmemperhatikan  perkembangan / pembentukan sikap dan keterampilann nagi siswa&lt;br /&gt;• Tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. METODE RESITASI (RECITATION METHOD)&lt;br /&gt;Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. &lt;br /&gt;• Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. &lt;br /&gt;• Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. &lt;br /&gt;• Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. METODE KETELADANAN &lt;br /&gt;Keteladanan berasal dari kata dasar teladan yan artinya 9perbuatan atau barang dsb) yang patut ditiru dan dicontoh.  Oleh karena itu keteladanan adalah hal-hal yang dapat ditiru atau dicontoh.Kelebihan dan kekutrangan metode keteladanan&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Akan memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajari nya di sekolah. &lt;br /&gt;• Akan memudahkan guru dalam mengevakluasi hasil belajarnya.&lt;br /&gt;• Agar tujuan pendidikan lebih terarah dan tercapai Dengan baik.&lt;br /&gt;• Bila keteladanan dalam lingkunga sekolah keluarga dan masyarakat baik maka akan tercipta situasi yang baik.&lt;br /&gt;• Terciota hubungan harmonis antara guru dan siswa.&lt;br /&gt;• Secara tidak langsung guru dapat menerapkan ilmu yang diajarkan.&lt;br /&gt;• Mendorong guru untuk seslallu berbuat baik karena akan di contoh oleh siswanya.&lt;br /&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;• Jika figur yang mereka contoh tidak baik ,maka mereka cendderung untuk mengikuti tidak baik.&lt;br /&gt;• Jika teori tanpa praktek akan menimbulkan verbalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. METODE SOCRATES&lt;br /&gt;Metode Socrates (Socrates Method), yaitu suatu cara menyajikan bahan/amateri pelajaran, dimana anak didik/ siswa dihadapkan dengan suatu deretan pertanyaan-pertanyaan, yang dari serangkaian pertanyaan-pertanyaan itu diharapkan siswa mampu/ dapat menemukan jawabannya, atas dasar kecerdasannya dan kemampuannya sendiri&lt;br /&gt;Pada setiap akhir pertanyaan selesai dijawab oleh siswa, guru dapat memberikan ulasan dan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pertanyaan yang terjawab itu.&lt;br /&gt;Pada pelajaran agama, metode Socrates dapat diterapkan dalam menyajikan bahan pelajaran Sejarah Islam, Fiqih, yang memerlukan pemikiran dan penguasaan melalui dalil-dalil dan argumentasi yang kuat&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Membimbing siswa berpikir rasional dan ilmiah&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk aktif belajar dan menguasai ilustrasi pengetahuan&lt;br /&gt;• Menumbuhkan motivasi dan keberanian dalam mengemukakan pendapat dan pikiran sendiri&lt;br /&gt;• Memupuk rasa percaya pada diri sendiri&lt;br /&gt;• Meningkatkan partisipasi siswa dan berlomba-lomba dalam belajar yang menimbulkan persaingan yang dinamis&lt;br /&gt;• Menumbuhkan disiplin&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Metode Socrates dalam pelaksanaannya masih sulit dilaksanakan, pada sekolah tingkat rendah. Sebab siswa belum mampu berpikir secara mandiri&lt;br /&gt;• Metode Socrates terlalu bersifat mekanis, dimana anak didik dapat dipandang sebagai mesin, yang selalu siap untuk digerakkan&lt;br /&gt;• Lebih menekankan dari segi efektif (aspek berfikir) daripada kognitif (penghayatan/perasaan). Padahal pengajaran agama sangat menonjolkan segi perasaan dan penghayatan ini&lt;br /&gt;• Kadang-kadang tidak semua guru selalu siap memakai metode Socrates, karena metode Socrates menuntut dari semua pihak baik guru maupun siswa sama-sama aktif untuk belajar dan menguasai bahan/ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. METODE PEMBERIAN GANJARAN&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan,bahwa ganjaran adalah 1.Hadiah (sebagai pembalas jasa);2.Hukuman ,balasan.dari definisi ini dapat dipahami bahwa ganjaran dalam bahasa indonesia bisa dipakai untuk balasan yang baik maupun balasan yang buruk. &lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Memberikan pengaruh yang cukup ber terhadap jiwa anak didik untuk melakukan perbuatn yang positif dan berssikap progresif.&lt;br /&gt;• Dapat menjadikan pendorong bagi anak didik lainnya untuk mengikuti  anak telah memperoleh pujian dari gurunya,baik dalam tingkah laku,sopan santun ataupun semangat dan motivasinya dalam berbuat yang baik. Proses ini sangat besar kontribusinya dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;• Dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan,sehingga mungkin bisa mengakibatkan murid menjadi merasa bahwa dirinya lebih tinggi dari teman-temannya.&lt;br /&gt;• Umumnya “ganjaran” membutuhkan alat-alat tertentu serta membutuhkan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. UNIT TEACHING&lt;br /&gt;Tehnik ini memberi kesempatan siswa belajar secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai cara belajar secara unit.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Siswa dapat belajar secara keseluruhan yang bulat sehingga hasil pelajarannya menjadi lebih berarti baginya&lt;br /&gt;• Pengajaran menimbulkan suasana kelas demokratis&lt;br /&gt;• Siswa bisa menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas&lt;br /&gt;• Dapat direalisir  prinsip-prinsip psikologi belajar modern&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Untuk merencanakan unti tidak mudah&lt;br /&gt;• Memerlukan seorang ahli  yang betul-betul menguasai masalah&lt;br /&gt;• Memerlukan kecakapan, ketekunan &lt;br /&gt;• Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa&lt;br /&gt;• Kemungkinan pelajaran disajikan tidak mendalam karena terlalu luas sehinga pengetahuan siswa hanya bersifat mengambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. METODE PEMBERIAN HUKUMAN&lt;br /&gt;Hukuman dalam kamus besar bahasa indonesia diartikan dengan :1. siksa dan sebagainya yang dikenakan kepada orang-orang yang melanggar undang-undang dsb.2. Keputusan yang dijatuhkan oleh hakim,3. hasil atau akibat menghukum.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Hukuman akan menjadikan perbaikan-perbaikan terhadap kesalahn murid&lt;br /&gt;• Murid tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;• Merasakan akibat perbuatannya sehingga ia akan menghormati dirinya.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Akan membangkitkan rasa rusuh,takut dan kurang percaya diri.&lt;br /&gt;• Murid akan mersa selalu sempit hati,bersifat pemalas,serta akan meyebabkan ia suka berdusta (karena  takut dihukum).&lt;br /&gt;• Mengurangi keberanian anak untuk  bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. METODE STUDI KASUS&lt;br /&gt;Metode ini berbentuk penjelasan tentang masalah kejadian, atau situasi tertentu , kemudian siswa ditugasi mencari alternative pemecahannya. Metode ini dapat dikembangkan atau diterapkan pada siswa, manakala  siswa memiliki pengetahuan awal tentang masalah ini&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Mendapatkan kasus yang telah ditulis dengan baik sebagai hasil penelitian lapangan dan sesuai dengan lingkungan kehidupan siswa&lt;br /&gt;• Mengembangkan kasus sangat mahal&lt;br /&gt;13. METODE HERBART &lt;br /&gt;Metode Herbart yaitu suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan menghubung-hubungkan antara tanggapan lama dengan tanggapan yang baru sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari siswa&lt;br /&gt;Keunggulan &lt;br /&gt;• Pelajaran disajikan secara beruruta/sistematis&lt;br /&gt;• Pengetahuan anak menjadi utuh dan fungsional&lt;br /&gt;• Siswa dapat mengetahui hubungan dan kaitan dari masing-masing mata pelajaran. Sehingga dapat menentukan urutan stadia (tangga) pelajaran tersebut.&lt;br /&gt;• Pelajaran bernilai praktis, dan dapat diaplikasikan tidak hanya teori &lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Pelajaran biasanya cenderung dipaksa-paksakan&lt;br /&gt;• Pengajaran bersifat mekanik. Dan terlalu menganggap anak sebagai mesin yang siap dibawa dan digerakkan&lt;br /&gt;• Fleksibelitas kurikulum kurang diperhatikan&lt;br /&gt;• Untuk menyusun rencana pengajaran, memakan waktu agak panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. MICRO TEACHING&lt;br /&gt;Mikro teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segala dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :&lt;br /&gt;• Jumlah murid , 5 sampai 6 orang&lt;br /&gt;• Waktu mengajar antara 5 sampai 10 menit&lt;br /&gt;• Bahan pelajaran hanya mencangkup satu atau dua unit kecil yang sederhana&lt;br /&gt;• Keterampilan  mengajar difokuskan pada beberapa keterampilan khusus saja&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Pengalaman Laboratories&lt;br /&gt;• Menunjang pelaksanaan praktek keguruan&lt;br /&gt;• Mengurangi kesulitan /kerumitan dalam pengajaran di kelas&lt;br /&gt;• Memungkinkan ditingkatkannya pengawasan  yang ketat dan evaluasi  yang mantap, teliti dan obyektif&lt;br /&gt;• Mahaiswa dilatih bersifat kritis&lt;br /&gt;• Memupuk percaya diri sendiri bagi mahasiswa&lt;br /&gt;• Mengembangkan mahasiswa untuk aktif, kreatif serta bekerja efektif, produktif , efisien yang disertai penuh tanggung jawab&lt;br /&gt;• Sebagai wadah untuk mencari model keterampilan mengajar yang sesuai &lt;br /&gt;• Menampung proses mengajar ulangan sehingga ada kesempatan untuk memperbaiki secara langsung&lt;br /&gt;• Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan /kebaikan  serta mendorong untuk memperbaikinya&lt;br /&gt;• Tempat yang baik untuk mengembangkan dan mengadakan research dalam kegiatan belajar mengajar&lt;br /&gt;• Merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar&lt;br /&gt;• Menggalang kerjasama mahasiswa/dosen/guru &lt;br /&gt;• Merupakan arena pengabdian masyarakat&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Dapat menimbulkan efek departementalisasi akan keterampilan mengajar&lt;br /&gt;• Dsalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada  keterampilan guru sebagai pengajar bukan sebagai guru dalam arti yang luas yaitu pendidik dam senagai pengajar&lt;br /&gt;• Memerlukan biaya yang banyak , peralatan mahal serta tenaga ahli dalam bidangh teknis maupun bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya&lt;br /&gt;15. METODE TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Metode tanya jawab adalah penyampaian pelajran dengan cara guru mengajukan perrtanyaan dan murid menjwab;cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab,tertama dari guru kepada murid atau sebaliknya.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Situasi kelas hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikirannya denga berbicara /menjawab pertanyaan.&lt;br /&gt;• Melatih anak agar berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan secara teratur.&lt;br /&gt;• Timbulnya perbedaan diantara anak didik  akan menghangatkan proses diskusi dikelas.&lt;br /&gt;• Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh ,dalam artian murid biasanya segan mencurahkan perhatian,maka dengan diskusi sia akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajran.&lt;br /&gt;• Walau agak lambat guru dapat mengontrol pemahaman atau pengertian murid masalah-masalah yang idbicarakan.&lt;br /&gt;• Pertanyaan dapat memusatkan perhatian siswbut,sekalipun ketika siswa sedang ribut,dll. Jadi metode tanya jawab bisa digunakan dalam berbagai kondisi khususnya dalam situasi dimana konsentrasi murid melemah.&lt;br /&gt;• Merangsang  siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir,termasuk daya ingatan.&lt;br /&gt;• Mengembangkan keberanian dan keterampialan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pedapatnya.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi,bisa memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;• Kemungkinan akan terjadi penyimpangan terhadap anak didik,terutama apabila mendapat jawaban yang menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;• Tidak dapat secara tepat merangkum bahan-bahan pelajran.&lt;br /&gt;• Siswa merasa takut apabila guru kurang mampu mendorongsiswanyauntuk berani menciptakan suasanay yanag santai  dan bersahabat.&lt;br /&gt;• Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa.&lt;br /&gt;• Waktu seing terbuang apabila siswa tidak dapatmenjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang.&lt;br /&gt;• Dalam siswa yang banyak tidak mungkin melontarkan pertanyaan kepada setiap siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. METODE PRAKTIKUM&lt;br /&gt;Metode ini dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan , aba-aba petunjuk&lt;br /&gt;17. METODE DISKUSI&lt;br /&gt;Kata diskusi berasal dari bahasa latin,yaitu “discussus” yang berarti “to examine”.discussus terdiri dari kata dis” dan cutur.dis artinya terpisah,sementara cutur artinya menggoncang atau memukul. Secara etimilogi,discuture  berarti suatu pukulan yang memisahkan sesuatu. Atau dengan kata lain membuat segala sesuatu menjadi jelas  dengan cara memecahkan atau menguraikannya (to clear breaking up or cuturing). Dalam pengertian lain,metode diskusi adalahsuatu cara bahan penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan  kepada siswa untuk mengadakan pembicaraan ilmiah.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Suasana kelas lebih hidup ,sebab siswa mengarahkan perthatian atau pikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.&lt;br /&gt;• Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu,seperi sikap toleransi ,demokrasi,berfikir kritis,sistematis,sabar dan sebagainya.&lt;br /&gt;• Kesimpulan diskusi mudah dipahami siswa,karena mereka mengikuti proses berfikir sebelum sampai kepada suatu kesimpulan.&lt;br /&gt;• Sisiwa latih untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib layaknya dalam suatu musyawarah.&lt;br /&gt;• Membantu murid untuk mengambil keputusan yang lebih baik.&lt;br /&gt;• Tidak terjebak kedalam fikiran individu yang kadang-kadang salah,penuh prasangka dan sempit.dengan diskusi  seseorang dapat mempertimbangkan alasan-alasan/pikiran-pikiran orang lain.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Kemungkinan ada siswa yang tidak ikut aktif,sehingga diskusi baginya hanyalah merupakan kesempatan untuk melepaskan tanggung jawab.&lt;br /&gt;• Sulit menduga hasil yang dicapai ,karena waktu yang dipergunakan untuk idskusi cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. METODE INQUIRY&lt;br /&gt;Inquiry yaitu salah satu metode pengajaran dengan cara guru menyuguhkan suatu peristiwa kepada siswa yang menimbulkan teka-teki, dan memotivasi siswa untuk mencari pemecahan masalah. Metode inquiry ditelusuri dari fakta menuju teori. Dengan harapan agar siswa terangsang untuk mencari dan meneliti, serta memecahkan masalah dengan kemampuannya sendiriDalam pelaksanaannya metode inquiry dapat dilakukan dengan cara guru membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus diselesaikan. Kemudian tugas itu mereka pelajari, mereka teliti, serta dibahas bersama-sama dalam kelompoknya. Setelah dibahas, dan didiskusikan, kemudian masing-masing kelompok itu membuat laporan hasil kerja, dengan cara sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Dapat membentuk dan mengembangkan “self-concept’ pada diri siswa sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar dan ide-ide lebih baik&lt;br /&gt;• Membantu dalam menggunaka ingatan dan transfer  pada situasi proses belajar yang baru&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berpikirr dan bekerja atas inisiatif sendiri&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesa sendiri&lt;br /&gt;• Situasi  proses belajar menjadi lebih terangsang&lt;br /&gt;• Memberi kepuasan yang bersifat intrinsic&lt;br /&gt;• Siswa dapat menghindari siswa dari cara-cara belajar yang tradisional&lt;br /&gt;• Dapat memberi waktu siswa scukupnya sehingga  mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang. Bagi guru yang terbiasa dengan cara tradisional, merupakan beban yang memberatkan&lt;br /&gt;• Pelaksanaan pengajaran melalui metode ini, dapat memakan watu yang cukup panjang. Apalagi proses pemecahan masalah itu memerlukan pembuktian secara ilmiah&lt;br /&gt;• Proses jalannya inquiry akan menjadi terhambat, apabila siswa telah terbiasa cara belajar “nrimo” tanpa kritik dan pasif apa yang diberikan oleh gurunya&lt;br /&gt;• Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah. Akan tetapi justru memerlukan pengulangan dan penanaman nilai. Misalnya pada pengajaran agama, mengenai keimanan, ibadah dan akhlak&lt;br /&gt;• Metode inquiry ini baru dilaksanakan pada tingkat SLTA, Perguruan Tingi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. METODE INSIDEN&lt;br /&gt;Metode ini mirip dengan metode studi kasus akan tetapi siswa dibekali dengan data dasar yang tidak lengkap tentang suatu kejadian atau peristiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. METODE SOSOROGAN&lt;br /&gt;Sorogan artinya belajar secara individu dimana seseorang  santri berhadapan dengan seorang guru,terjadi saling berinteraksi salingmengenal di antara keduanya. Sedangkan menurut wahyu utomo ,metode sorogan adalah sebuah sistem belajar dimana para santri meju satu persatu untuk membaca dan menguraikan isi kitab dihadapan seorang guru atau kiyai.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Terjadi hubunga yang erat dan harmonis antara guru dengan murid.&lt;br /&gt;• Memungkinkan bagi seorang guru utnuk mengawasi,menilai dan membimbing  secara maksimal kemampuan seorang murid dalam menguasai bahsa arab.&lt;br /&gt;• Murid mendapatkan penjelasan yang pasti tanpa harus mereka-reka tentang interpretasi suatu kitab karena berhadapan dengan guru secara langsung yang memungkinkan terjadinya tanya jawab.&lt;br /&gt;• Guru dapat mengetahui seacara pasti kualitas yang telah dicapai muridnya.&lt;br /&gt;• Santri yang IQ-nya tinggi akan cepat menyelsaikan pelajaran (kitab),sedangkan yang IQ-nya rendah ia membutuhkan waktu yang cukup lama.&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;• Tidak efisien karena hanya menghadapi beberapa murid 9tidak lebih dari 5 orang),sehingga kalau manghadapi murid yang banyak metode kurang begitu tepat.&lt;br /&gt;• Membuat murid ceapt bosan karena metode ini menuntut  kesabaran,kerajinan,ketaatan dan kedisiplinan pribadi.&lt;br /&gt;• Murid kadang hanya menangkap kesan verbalisme semata terutama mereka yang tidak mengerti terjemahan tertentu.&lt;br /&gt;21. METODE INSERSI (SISIPAN)&lt;br /&gt;Metode lampiran (insersi), merupakan metode yang baru diperkenalkan belakangan ini. Sehingga metode ini belum begitu dikenal dan populer, tetapi telah sering terlaksana dalam berbagai media dan berdaya guna. Metode lampiran (insersi), yaitu cara menyajjikan bahan/materi pelajaran dengan cara; inti sari ajaran-ajaran Islam atau jiwa agama/emosi religius diselipkan/disisipkan di dalam mata pelajaran umum (ilmu-ilmu yang bersifat sekuler). Sifat penyisipan jiwa agama ke dalam mata pelajaran umum, seperti bidang studi hukum, ilmu sosial, ilmu pasti, ilmu sjarah dan bidang-bidang ilmu-ilmu lainnya itu hendaknya disajikan secara halus, sehingga hampir tidak terasa/kentara, bahwa sesungguhnya siswa/mahasiswa telah mendapat suntikan atau santapan rohaniah (agama).&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Dalam pelaksanaannya, melalui metode ini, tidak banyak memakan waktu. Sebab dengancara menyisipkan secara halus terhadap jiwa agama dalam vak umum, guru hanya memerlukan waktu berkisar, 2 sampai 3 menit saja.&lt;br /&gt;• Siswa dengan tanpa disadari, telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berupa agama berupa santapan rohaniah&lt;br /&gt;• Merupakan selingan yang bermanfaat, dan bernilai ibadah.&lt;br /&gt;• Tidak memerlukan saran/peralatan yang memadai&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Penyajian pelajaran agama tidak mendalam, karena materi pelajaran agama hanya diberikan sambil lalu&lt;br /&gt;• Dapat mengaburkan persepsi anak didik terhadap agama, bila guru tidak pandai membawa murid/siswa kepad pengertian yang jelas. Sebab guru tidak memiliki jiwa agama dan pengetahuan yang cukup. Semestinya sang guru memiliki jiwa agama/motivasi keagamaan yang kuat.&lt;br /&gt;• Memerlukan kemahiran dan kejelian dalam membaca situasi kelas, jangan sampai kentara, namun mengena.&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang. Hal ini merupakan tantangan bagi guru-guru umum, agar dapat memberi napas agama pada tugas-tugas mengajar mereka.&lt;br /&gt;22. METODE BANDONGAN&lt;br /&gt;Secara metodologi ,dalam kamus besar bahsa indonesia,bendongan diartikan dengan “pengajaran dalam bentuk kelas (pada sekolah agama)secara teminologi,metode bendongan adalah kiyai menggunakan bahasa daerah setempat,kiyai membaca ,membaca,menterjemahkan ,menerangkan kalimat-demi kalimat kitab yang dipelajarinya,santri secara cermat mengikuti penjelasan yang diberikan oleh kiyai dengan memberikan catatan-catatan tertentu  pada kitabnya masing-masing sehingga kitabnya disebut kitab jenggot karena banyaknya catatan yang menyerupai jenggot seorang kiyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Lebih cepat dan praktis untuk mengajar santri yang jumlahnya banyak.&lt;br /&gt;• Lebih efektif bagi murid yang telah mengikuti sistem sorogan secara intensif.&lt;br /&gt;• Materi yang diajarkan sering di ulang-ulang sehingga memudahkan anak untuk memahaminya.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Metode ini dianggap lamban dan tradisional,karena dalam meeneyampaikan materi sering berulang-ulang.&lt;br /&gt;• Guru lebih kreatif daripada siswa karena proses belajarnya berlangsung satu jalur.&lt;br /&gt;• Dialog anatara guru dan murid tidak banyak terjadi sehingga murid cepat bosan.&lt;br /&gt;• Kurang efektif bagi murid yang pintar karena materi yang disampaikan sering diulang-ulang  sehingga terhalang kemajuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. METODE MUDZAKARAH&lt;br /&gt;Secara umum,mudzakarah berarti suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas masalah diniyah seperti ibadah (ritual) dan Aqidah (teologi) sertamasalah agama pada umumnya. Metode mudzakarah ialah suatu cara yang dipergunakandalam menyampaikan bahan pelajaran dengan jalan mengadakan suatu pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas persoalan-persoalan yang bersifat keagamaan. Metode ini biasanya digunakan untuk memecahkan masalah-masalahkemasyarakatan yang berhubungan dengan konteks masa sekarang ditinjau dari analisa kitab-kiatab islam klasik.tujuan penggunaan metode mudzakarah adalah untuk melatih santri agar lebih terlatih dalam memecahkan masalah  dengan menggunakan kitab-kitab klasik yang yang ada.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Santri lebih terdorong untuk mempelajari kitab-kitab islam klasik secara lebih mendalam.&lt;br /&gt;• Santri lebih terlatih dalam memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan kitab-kitab yang tersedia.&lt;br /&gt;• Kemampuan santri dapat di ukur dan dinilai oleh seorang kiyai.&lt;br /&gt;• Pemahaman santri terhadap kitab-kitab islam klasik dapat dievaluasi.&lt;br /&gt;• Kiyai dapat mengetahui santri-santrinya  yang dianggap kompeten sehingga santri tersebut dapat di angkat menjadi pengajar kitab-kitab islam klasik.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Pelaksanaan metode ini waktunya tidak tetap,disamping memang ada waktu-waktu  tertentu yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;• Bahan-bahan yang dijadikan acuan  sangat terbatas pada kitab-kitab islam klasik.&lt;br /&gt;• Sempitnya ruang lingkup yang dibahas ,hanya terbatas pada masalah-masalah keagamaan keagamaan saja.&lt;br /&gt;• Adanya kecemburuan diantara santri-santri  sebab hanya santri yang berkompeten saja yang diberikan keempatan untuk menjadi juru bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. METODE BERMAIN PERAN&lt;br /&gt;Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Metode yang melibatkan interaksi antara dus siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi. Siswa melakukan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka.&lt;br /&gt;25. METODE KISAH&lt;br /&gt;Metode kisah mengandung arti secara dalam menyampaikan materi-materi pelajran dengan menuturkan secarakronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi dari dua sumber yang dapat dipercaya ,sehingga kisah yang disodorkan terjamin keshahehan dan keabsahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Kisah dapat mengaktifkan dan membangkitkan semangat siswa. Karena setiap anak didik akan senang tiasa merenungkan makna dan mengikuti berbagia situasi kisah ,sehingga anak didik terpengaruh oleh toko-toko dan topik kisah tersebut.&lt;br /&gt;• Mengarahkan semua emosi sehingga menyatu pada satu kesimpulan yang menjadi akhir cerita.&lt;br /&gt;• Kisah selalu memikat,karena mengundang pendengaran untuk mengikuti peristiwanya dan merenugkan maknanya.&lt;br /&gt;• Dapat mempengaruhi emosi,seperti takut,perasaan diawasi,rela,senang ,dungkan atau benci sehingga bergelora dalam lipatan cerita.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Pemahaman siswamenjadi sulit ketika kisah itu telah terakumulasi oleh masalah lain.&lt;br /&gt;• Bersifat monolog dan dapat menjenuhkan siswa.&lt;br /&gt;• Sering terjadi ketidak selaran isi ceritadengan konteks yang dimaksud sehingga pencapaian tujuan sulit diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. METODE MENYELUBUNG (WRAPPING)&lt;br /&gt;Metode membungkus (wrapping method) maksudnya ialah: cara menyajikan bahan/materi pelajaran agama atau hikmah keimanan dan sebagainya, sengaja dibungkus atau diselubungi dengan bentuk-bentuk lain, misalnya kisah cerita atau dengan ilmu-ilmu lain seperti sejarah, ilmu-ilmu skuler yakni vak umum yang ada disekolah atau diperguruan tinggi. Yakni nilai norma agama diselubungu vak umum.&lt;br /&gt;Jadi, untuk menyampaikan pelajaran agama, sengaja dicari materi pelajaran lain bidang umum sebagai pembungkusnya sehingga agama disajikan terselubung dalam pelajaran umum itu. Hal ini dilakukan karena di lembaga sekolah umum tertentu sangat sulit dimasuki pelajaran agama. Maka seorang guru/dosen agama, hanya dapat menempuh dengan cara seperti ini.&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Mealui metode membungkus/wrapping, ini berarti guru dituntut disamping menguasai vak agama, sebaga itugas pokkoknya, juga harus menguasai vak umum. Hal ini memungkinkan wawasan guru menjadi luas dan integral.&lt;br /&gt;• Pengetahuan siswa menjadi luas, sebagai konsekuensi dari point pertama diatas&lt;br /&gt;• Bila guru trampil dan simpatik dalam menyajikan materi pelajaran, dengan sendirinya citra agama dan guru agama yang tadinya dianggap remeh/rendah akan menjadi disenangi/dicintai, bahkan ada keinginan untuk memperdalam ajaran-ajaran agama tersebut.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Penyajian materi agama biasanya tidak jelas, bahkan tersamar dengan vak umum yang merupakan sandaran / pembungkusnya&lt;br /&gt;• Kebanyakan guru agama Islam/dosen agama, lemah dalam menguasai pelajaran vak umum. Akibatnya kesulitan dalam meramu / menyajikan pelajaran agama itu kedalam vak umum. &lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang. Disini setiap saat akan mengajar guru/dosen agama, bukan saja harus menyiapkan dan menguasai pelajaran agama. Akan tetapi juga harus menyiapkan dan menguasai pelajaran vak umum. Dan unu berarti tugas guru / dosen agama menjadi tidak ringan.&lt;br /&gt;• Tidak semua pelajaran agama reliabel dengan pelajaran vak umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. METODE SEMINAR&lt;br /&gt;Merupakan  kegiatan belajar sekelompok siswa untuk membahas topik, masalah tertentu. Setiap anggota kelompok seminar dituntut  agar berperan aktif dankepada mereka dibebankan tanggungjawab untuk mendapatkan solusi dari topic, masalah yang dipecahkannya. Guru bertindak sebagai nara sumber. Tidak jarang seminar melahirkan rekomendasi dan resolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. METODE KARYA WISATA &lt;br /&gt;Menurut H.Zuhairini dkk.,metode karya wisata adalah suatu metode pengajaranyang dilaksanakan dengan jalan mengajak anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau peristiwa yang berhubungan dengan pelajaran. Tim didaktif metodek kurikulum menjelaskanbahwa metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dimanasiswa dan guru pergi meniggalkan sekolah menuju kesuatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Siswa dapat menyaksikan secara langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan ditempat kunjungan.&lt;br /&gt;• Siswa mendapatkan pemantapan teori-teori yang pernah merekapelajari disekolah dengan kenyataan aplikasi yang diterapkan pada objek yang mereka kunjungi. Dalam hal ini bisa juga mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dan ikut serta atau mencoba dan membuktikan secara langsung.&lt;br /&gt;• Siswa dapat menghayati pengalaman praktek suatu ilmu yang telah diperolehnyadi sekolah.&lt;br /&gt;• Sisiwa bisa memperoleh informasi yang akurat dengan jalan mengadakan wawancara atau mendengarkanceramah yanf diberikan oleh petugas setempat.&lt;br /&gt;• Dalam karya wisata berbagai mata pelajaran dapat dipelajari sekaligus  dan integral,dan tidak hanya terbatas pada satu mata pelajaran.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Waktu yang diperlukan cukup panjang apalagi persiapan ataupun pelaksanaan acara tersebut tidak diatur denganbaik.&lt;br /&gt;• Pembiayaan dalam sebuah karya wisata merupakan beban tambahan yang akan memberatkan siswa yang orangtuanya kurang mampu.&lt;br /&gt;• Karya wisata akan berubah jadi piknik karena persiapan yang tidak matang.&lt;br /&gt;• Beberapa acara inti sering terabaikan karena pelaksanan acara tidak tepat pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. METODE SIMPOSIUM&lt;br /&gt;Metode yang memaparkan suatu seri pembicara dalam berbagai kelompok topik dalam bidang metri tertentu. Materi-materi tersebut disampaikan oleh ahli dalam bidangnya, setelah itu peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan sebagainya kepada pembicara.&lt;br /&gt;Sebuah simposium hampir menyerupai panel, karena simposium harus pula terdiri  atas beberapa pembicara sedikitnya dua orang. Tetapi symposium berbeda dengan panel didalam cara pembahasan persoalan. Sifatnya lebih formal. Seorang anggota symposium terllebih dahulu menyiapkan pembicaraannya menurut satu titik pandangan tertentu. Terhadap sebuah persoalan yang sama diadakan pembahasan dari berbagai sudut pandangan dan disoroti dari titk tolak yang berbeda-beda&lt;br /&gt;30. METODE EKSPERIMEN&lt;br /&gt;Zakiyah Daradjat mendefinisikan bahwa metode eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya dilakukandalam mata pelajaran tertentu. Sedangkan menurut departemen agama,memberikan definisi bahwa metode eksperimen adalah praktek pengajaran yang melibatkan anak didik padapekerjaan akademis,latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti shalat,puasa,haji,pembangunan masyarakat dll.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Menambahkan keaktifan untuk berbuat dan memcahkan sendiri sebuah masalah.&lt;br /&gt;• Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;• Murid yang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. METODE LATIHAN (DRILL)&lt;br /&gt;Metode drill adalah suatu  metode dalam pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan yang sudah diajarkan/ berikan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Dalam waktu yang relatif singkat,dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan.&lt;br /&gt;• Para murid akan memiliki pengetahuan yang siap pakai.&lt;br /&gt;• Akan tertanam pada setiap pribadi anak kebiasaanbelajar secara rutin dan disiplin.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Bisa menghambat perkembangan daya inisiatif  murid.&lt;br /&gt;• Kurang memperhaitkan relevansinya dengan lingkungan.&lt;br /&gt;• Membentuk pengetahuan verbalis dan mekanis.&lt;br /&gt;• Membentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. METODE AUDIO VISUAL&lt;br /&gt;Metode audio visual yaitu : suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat-alat media pengajaran yang dapat memperdengarkan, atau memperagakan bahan-bahan tersebut sehingga siswa / murid-murid dapat menyaksikan secara langsung, mengamat-amati secara cermat, memegang / merasakan bahan-bahan peragaan itu. Pada setiap kali penyajian bahan pelajaran semestinya guru menggunakan media pengajaran, seperti lembaran balik, papan planel, proyektor, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Metode audio visual dikenal dengan keharusan penggunaan audio visual aids atau audio visual material&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Siswa dapat menyaksikan, mengamati serta mengucapkan langsung sekaligus&lt;br /&gt;• Dengan memeragakan bendanya secara langsung tersebut, hal ini sangat menarik perhatian siswa&lt;br /&gt;• Pengetahuan siswa menjadi inegral, fungsional dan dapat terhindar dari pengajaran verbalisme&lt;br /&gt;• Pengajaran menarik minat dan perhatian siswa&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang&lt;br /&gt;• Tugas guru menjadi berat, sebab disamping harus merencanakan materi pelajaran yang akan disajikan juga harus menguasai berbagai alat sarana peragaan / media pengajaran berbagai alat sarana peragaan serta alat komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;• Pengadaan alat sarana peragaan memerlukan biaya dan pemeliharaan yang cukup memadai&lt;br /&gt;• Kecenderungan menganggap bahwa pengajaran melalui berbagai macam alat / media pengajaran bersifat pemborosan, bahkan memakan / menyita waktu yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. METODE TUTORIAL&lt;br /&gt;Merupakan cara menyapaikan bahan pelajaarn yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri. Siswa dapat mengkonsultasikantentang masalh-masalah dan kemajuan yang ditemui secara periodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. METODE DEDUKTIF&lt;br /&gt;Metode deduktif merupakan pemberian penjelasan tentang prinsip-prinsip isi pelajaran, kemudian dijelaskan dalam bentuk penerapannya atu contoh-contohnya dalam situasi tertentu. Metode ini menjelaskan teori ke bentuk realitas atau menjelaskan hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.&lt;br /&gt;Metode ini tepat dipergunakan :&lt;br /&gt;• Siswa belum mengenal pengetahuan yang sedang dipelajari&lt;br /&gt;• Isi pelajaran meliputi terminology, teknis dan bidang yang kurang membutuhkan proses berpikir kritis,&lt;br /&gt;• Pengajaran mengenai pelajaran tersebut mempunyai persiapan yang baik dan pembicara yang baik&lt;br /&gt;• Waktu yang tersedia sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. METODE INDUKTIF&lt;br /&gt;Metode induktif dimulai dengan pemberan berbagai kasus , fakta , contoh atau sebab yang mencerminkan suatu konsep atau prinsip. Kemudian sswa dibimbing untuk berusaha keras mensitesiskan, merumuskan atau menyimpulkan prinsip dasar dari pelajarn tersebut . Metode ini disebut metode discovery atau Socratic&lt;br /&gt;Metode ini tepat digunakan:&lt;br /&gt;• Pengajar mempunyai keterampilan fleksibel, terampil mengajukan pertanyaan , terampil mengulang pertanyaan dan sabar&lt;br /&gt;• Waktu yang tersedia cukup panjang&lt;br /&gt;36. METEODE SOSIODRAMA&lt;br /&gt;Sosio drama terdiri dari dua kata,yaitu “sosio”  yang artinya masyarakat dan “drama” artinya keadaan seseorang. Metode sosio drama adalah bentuk metode mengajar dengan mendramakan atau memerankan tingkah laku didalam  hubungan sosial. Prinsip dasar metode ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 27-31.&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;• Melatih anak untuk mendaramatisasikan sesuatu serta melat h keberanian.&lt;br /&gt;• Metode ini akan lebih menarik perhatian anak,sehingga suasana kelas lebih hidup.suati &lt;br /&gt;• Anak-anak dapat menhayati suatu peristiwa,sehinggam udah mengambil kesimpulan berdasaran penghayatan sendiri.&lt;br /&gt;• Penyaluran perasaanperasaan  atau keinginan-keinginan yang terpendam karena memperoleh kesempatan untuk belajar mengekspresikan (mencurahkan) penghayatan mereka mengenai suatu problem didepan orang banyak (murid-murid).&lt;br /&gt;• Untuk mengajar anaknya supaya ia bisa menempatkan dirinya diantara orang lain.&lt;br /&gt;Kelemahan &lt;br /&gt;• Situasi sosial yamg diciptakan dalam suatu lakon teretntu,tetap hanya merupakan situasi yang memilki kekurangan kualitas emosional dengan situasi sosia; sebenarnya.&lt;br /&gt;• Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak cemerlang untuk memecahkan sebuah masalah.&lt;br /&gt;• Perbedaan adat istiadat kebiasaan dan kehidupan dalam masyarakat akan mempersulit mengaplikasikan setode ini.&lt;br /&gt;• Kadang-kadang anak-anak tidak mau memerankan sesuatu adegan karena malu.&lt;br /&gt;• Metode ini memerlukan waktu cukup panjang.&lt;br /&gt;• Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjadi pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. METODE BERCERITA&lt;br /&gt;Ialah suatu cara mengajar dengan bercerita. Pada hakekatnya metode bercerita sama dengan  metode ceramah. Karena informasi disampaikan melalui penuturan atau penjelasan lisan dari seseorang kepada oaring lain&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Guru mudah menguasai kelas&lt;br /&gt;• Guru dapat meningkatkan kosentrasi siswa dalam waktu yang relative la,a&lt;br /&gt;• Mudah menyiapkannya&lt;br /&gt;• Mudah melaksanakannya&lt;br /&gt;• Dapat diikuti  oleh siswa dalam jumlah banyak&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Siswa terkadang terbuai dengan jalannya cerita sehingga tidak dapat meengambil intisarinya&lt;br /&gt;• Hanya Guru yang pandai bermain kata-kata atau kalimat&lt;br /&gt;• Menyebabkan siswa pasif karena guru aktif&lt;br /&gt;• Siswa lebih cenderung  hafal isi ceita daripada sari cerita yang dituturkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)&lt;br /&gt;Problem solving, adalah uatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan dimana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang sederhana, menuju kepada masalah yang sulit/muskil. Pada pelajaran agama melalui penerapan metode problem solving ini, misalnya menyajikan bahan pelajaran fiqh, yakni masalah yang mengandung problematik dan khilafiah para ulama, serta topik lain yang justru mengandung problem bagi siswa untuk kemudian dipecahkan. Tujuan metode ini adalah agar anak-anak terbiasa berlatih menghadapi berbagai masalah, sebagai calon pemimpin ia berkemampua tinggi dan siap mental menghadapi / memecahkan berbagai masalah.&lt;br /&gt;Kebaikan&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk berfikir aktif dan kreatif dalam mencari bentuk-bentuk pemecahan masalah sepenuh hati dan teliti. Meskipun harus melalui trial and error (terus mencoba, meskipun mengalami kesalahan).&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk belajar sambil bekerja (learning by doing)&lt;br /&gt;• Memupuk rasa tanggung jawab&lt;br /&gt;• Mendorong siswa untuk tidak berfikir sempit, fanatik.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Tidak semua pelajaran dapat mengandung masalah / problem, yang justru harus dipecahkan. Akan tetapi memerlukan pengulangan dan latihan-latihan tertentu. Misalnya pada pelajaran agama, mengenai cara pelaksanaan shalat yang benar, cara berwudhu, dan lain-lain&lt;br /&gt;• Kesulitan mencari masalah yang tepat/sesuai dengan taraf perkembangan dan kemampuan siswa&lt;br /&gt;• Banyak menimbulkan resiko. Terutama bagi anak yang memiliki kemampuan kurang. Kemungkinan akan menyebabkan rasa frustasi dan ketegangan batin, dalam memecahkan masalah-masalah yang muskil dan mendasar dalam agama.&lt;br /&gt;• Kesulitan dalam mengevaluasi secara tepat. Mengenai proses pemecahan masalah yang ditempuh siswa.&lt;br /&gt;• Memerlukan waktu dan perencanaan yang matang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. METODE SIMULASI&lt;br /&gt;Simulasi berasal dari kata “simulate” yang memiliki arti pura-pura atau seolah-olah. Pengertian operasional dari metode simulasi adalah suatu usaha untuk memperoleh pamahaman akan hakikat dari suatu konsep atau prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Aktivitas simulasi menyenangkan siswa sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi.&lt;br /&gt;• Mengglakkan guru untuk mengembangkan aktivitas-aktivitas semulasi sendiri tanpa bantuan siswa.&lt;br /&gt;• Memungkinkan eksperimen  tanpa memerlukan lingkungan sebenarnya.&lt;br /&gt;• Mengurangi hal-hal yang terlalu abstrak sebab dikerjakan dalam bentuk aktivitas.&lt;br /&gt;• Tidak memelukan skill komunikasi yang pelik dalam hal banya ksiswa dapat berbuat dengan pengarahan yang simple.&lt;br /&gt;• Interaksi antara siswa memungkinkan timbulnya keakraban.&lt;br /&gt;• Strategi ini menimbulkan respon yang positif bagi siswa yang lamban,kurang cakap dan kurang motivasinya.&lt;br /&gt;• Simullasi melatih siswa agar berfikir kritis.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Efektivitasnya dalam memajukan proses belajar mengajar belum terbuktikan oleh riset.&lt;br /&gt;• Terlalu mahal,misalnya ;membuat simulasi hanya untuk memotivasinya.&lt;br /&gt;• Dalam simulasi sering tidak terikutkan elemendapatkan kritik dari orang tua karena aktivitas ini melibatkan permainanan-eleman penting.&lt;br /&gt;• Simulasi menhendaki hubungan yang inovatif antar guru dan murid.&lt;br /&gt;• Simulasi menghendaki imaginasi dari guru dan siswa.&lt;br /&gt;• Simulasi menghendaki hubungan yang inovatif antara guru dan murid.&lt;br /&gt;• Sering mendapatkan kritik dari orang tua karena ktivitas ini melibatkan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. METODE KERJA LAPANGAN&lt;br /&gt;Metode kerja lapangan merupakan suatu cara mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi anak didik diluarkelas (dimana saja bisa). Secara pedagogis ini merupakan latihan untuk membiasakan anak didik dengan suatu kegiatan ilmia dan melatih mereka agar selalu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Kemungkinan siswa melihat kegiatan secara langsung.Siswa akhirnya akan mendapatkan pengalaman baru yang lebih mampu menjawab permasalahan dengan jalan melihat ,mendengar mencoba,dan membuktikan secara langsung,dan ini tak pernah mengenal akta final.&lt;br /&gt;• Siswa lwbih mudah mengangkap pelajaran karena ditempuh dengan langsung bertanya ( wawancara) dengan tutor ataupun staf ahli.&lt;br /&gt;• Dengan metodce ini memungkinkan menggabungkan bebrapa mata pelajaran .&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Siswa yang mempunmyai kemampuan kurang akan semakin jauh tertinggal.&lt;br /&gt;• Diluar pendidikan kejuruan,dengan metode ini siswa mustahil untuk mendapatkan /memperoleh pengalaman  yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. METODE DEMONSTRASI &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan menggunakan peragaa ntunuk memperjelas suatu pengertian atau memperlihatkan bagaimana jalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa. Metode demonstrasi dapat digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fiqih,misalnya bagaimana caraberwudlu yang benar.&lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Dapat merangsang siswwa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses pelajaran.&lt;br /&gt;• Dapat membantu siswa untuk mengingat lebih lama tentang materi pelajran yang disampaikan karena siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat bahkan mempraktekkannya secara langsung.&lt;br /&gt;• Dapat memfokkuskan pengertian siswa terhadap materi pelajran dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br /&gt;• Dapat memusatkan perhatian anak didik.&lt;br /&gt;• Dapat menambah pengalaman anak didik.&lt;br /&gt;• Dapat mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran menjadi lebih jelas dan kongkrit.&lt;br /&gt;• Dapat menjawab semua masalah yang timbul didalam fikiran setiap siswa karena merekas ikut serta berperan langsung.&lt;br /&gt;Kekurangan &lt;br /&gt;• Memerlukan waktu yang cukup banyak. Namun hal ini dapat ditanggulangi dengan menyediakan waktu yang khusus yang cukup memadai untuk melaksanakan metode demonstrasi.&lt;br /&gt;• Apabila terjadi kekurangan media,metode demonstrasi menjadi kurang efektif. Oleh karena itu perlu melengkapi semua alat yang diperlukan dalam menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;• Memerlukan biaya yang cukup mahal,terutama untuk pembelian alat-alat.oleh karena itu,pihak sekolah perlku merencanakan pembelian alat-alat tersebut.&lt;br /&gt;• Memerlukan tenaga yang tidak sedikit. Oleh karena itu guru dan siswa perlu persiapan fisik,disamping penguasaan teori.&lt;br /&gt;• Bila siswa tidak aktif maka metode demoinstrasi menjadi tidak efektif. Oleh karena itu setiap siswa harus diikutsertakan dan melarang mereka berbuat kegaduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. METODE MENGAJAR SESAMA TEMAN (PEER TEACHING METHOD)&lt;br /&gt;Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. METODE BAGIAN (TEILEREN METHOD) &lt;br /&gt;Yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. METODE BAGHDADIYAH. &lt;br /&gt;Metode ini disebut juga dengan metode “ Eja “, berasal dari Baghdad masa pemerintahan khalifah Bani Abbasiyah. Tidak tahu dengan pasti siapa penyusunnya. Dan telah seabad lebih berkembang secara merata di tanah air. Secara dikdatik, materi-materinya diurutkan dari yang kongkrit ke abstrak, dari yang mudah ke yang sukar, dan dari yang umum sifatnya kepada materi yang terinci (khusus). Secara  garis besar, Qoidah Baghdadiyah memerlukan 17 langkah. 30 huruf hijaiyyah selalu ditampilkan &lt;br /&gt;secara utuh dalam tiap langkah. Seolah-olah sejumlah tersebut menjadi tema central dengan  berbagai variasi. Variasi dari tiap langkah menimbulkan rasa estetika bagi siswa (enak didengar) karena bunyinya bersajak berirama. Indah dilihat karena penulisan huruf yang sama. Metode ini diajarkan secara klasikal maupun privat. &lt;br /&gt;Kelebihan &lt;br /&gt;• Bahan/materi pelajaran disusun secara sekuensif. &lt;br /&gt;• 30 huruf abjad hampir selalu ditampilkan pada setiap langkah secara utuh sebagai tema  sentral. &lt;br /&gt;• Pola bunyi dan susunan huruf (wazan) disusun secara rapi. &lt;br /&gt;• Ketrampilan mengeja yang dikembangkan merupakan daya tarik tersendiri. &lt;br /&gt;• Materi tajwid secara mendasar terintegrasi dalam setiap langkah. &lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Qoidah Baghdadiyah yang asli sulit diketahui, karena sudah mengalami beberapa modifikasi  kecil. &lt;br /&gt;• Penyajian materi terkesan menjemukan. &lt;br /&gt;• Penampilan beberapa huruf yang mirip dapat menyulitkan pengalaman siswa. &lt;br /&gt;• Memerlukan waktu lama untuk mampu membaca Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. METODE GLOBAL (GANZE METHOD)&lt;br /&gt;Yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. METODE KERJA KELOMPOK &lt;br /&gt;Metode kerja kelompok adalah penyajian materi dengan cara pembegian tugas-tugas untuk mempelajari suatu keadaan kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;• Melatih dan menumbuhkan rasa kebersaman,toleransi dalam sikap dan perbuatan.&lt;br /&gt;• Ditinjau dari segi didaktik,bahwa anak-anak yang pandai dalam kelompoknya dfapat membantu teman-temannya yang kurang pandai terutama dalam rangka memenagkan kompetensi dalam ke4lompok.&lt;br /&gt;• Menumbuhkan rasa ingin maju dan mendorong anggota kelompok untuk tampil  sebagai kelompok yang terbaik.&lt;br /&gt;• Timbul rasa kesetiakawanan sosial antar kelompok yang dilandasi motivasi kerja sama utnuk kepentingan dan kebaikan bersama.&lt;br /&gt;• Anak-anak yang pemalu akan lebih aktif.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Metode kelompok memerlukan persiapan yang agak rumit dan perencanaan yang matang.&lt;br /&gt;• Persaingan tidak sehat akan terjadi manakala guru tidak dapat memberikan pengertian kepada siswa. Behwa tugas yang diberikan bukanlah untuk membedakan antara satu sama lain dalam arti luas. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya persaingan negatif antar kelompok hendaknya seorang guru lebih cekatan dan ltransparan dalam menjelaskan maksud pembelajrana ini.&lt;br /&gt;• Bagi siswa yang tidak mempunyai disiplin diri atau malas teruka kemungkinan untuk tetap pasif dan kemungkinan besar bisa mempengaruhi dan menggangu kelompoknya sehingga kelompok tersebut mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;• Sifat dan individualitas kadang-kadang terasa terabaikan.&lt;br /&gt;• Tugas guru akan menjadi lebih berat.&lt;br /&gt;• Jika tugas yang diberikan kepada siswa masinh-masing kelompok tidak dibatasi dengan waktu tertentu maka tugas tersebut cenderung terabaikan.&lt;br /&gt;• Tugas akan terbankalai jika tidak memperhatikan timbangan segi psikologis dan didaktris anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. METODE MENGAJAR BEREGU (TEAM TEACHING METHOD)&lt;br /&gt;Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. METODE PROYEK (PROJECT METHOD)&lt;br /&gt;Kata proyek berasal dari bahasa latin, yaitu proyektum yang berarti maksud tujuan, rancangan, rencana. Jadi memproyeksikan berarti : merancang, merencanakan dengan maksud dan tujuan tertentu. Mempunyai perencanaan yang baik (planning) di dalam kegiatan-kegiatan tahunan dan sebagainya. Dengan kata lain, metode proyek yaitu cara mengajar dengan jalan memberikan kegiatan belajar kepada siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih, merancang dan memimpin pikiran serta pekerjaannya. Anak-anak dilatih agar berencana di dalam tugas-tugasnya.&lt;br /&gt;Keunggulan&lt;br /&gt;• Dengan pengajaran royek, dapat membangkitkan dan mengaktifkan siswa, dimana masing-masing belajar dan bekerja sendiri&lt;br /&gt;• Melalui metode proyek memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari&lt;br /&gt;• Melalui metode proyek memperhatikan segi minat, perbedaan serta kemampuan masing-masing individu siswa&lt;br /&gt;• Dapat menumbuhkan sikap sosial dan bekerja sama yang baik&lt;br /&gt;• Dapat membentuk siswa dinamis dan ilmiah dalam berbuat/berkarya&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;• Memerlukan perencanaan yang matang &lt;br /&gt;• Tidak smua guru merencanakan/terbiasa dengan metode proyek. Sebab dengan metode proyek guru dituntut untuk bekerja keras dan mengorganisir pelajaran yang menjadi proyek secara terencana&lt;br /&gt;• Bila proyek diberikan terlalu banyak, akan berakibat membosankan bagi siswa&lt;br /&gt;Bagi sekolah tingkat rendah (SD dan SLTP), metode proyek masih siulit dilaksanakan. Sebab metode proyek menuntut siswa untuk mencari, membaca, memikirkan serta dapat memecahkan masalahnya sendiri&lt;br /&gt;• Dilihat dari segi aktivitasnya, organisasi sekolah menjadi tidak sederhana. Disamping memerlukan banyak fasilitas, tenaga dan finansial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Dalam memberikan pelajaran baik itu diawal (evaluasi awal) maupun diakhir (evaluasi akhir) sering kita jumpai bentuk pertanyaan yang dilontakan guru kepada muridnya ataupun sebaliknya. Adapun pertanyaan itu dapat dikelompokkan dalam beberapa domain utama yang menunjukkan perbedaan penggunaannya, baik itu pre test, appersepsi, post test maupun tanya jawab. Perbedaannya dapat dilihat dengan ciri dan penjelasan sebagai berikut;&lt;br /&gt;A. PRE TEST&lt;br /&gt;Yaitu suatu bentuk pertanyaan, yang dilontarkan guru kepada muridnya sebelem memulai suatu pelajaran. Pertanyaan yang ditanya adalah materi yang akan diajar pada hari itu (materi baru). Pertanyaan itu biasanya dilakukan guru diawal pembukaan pelajaran. Pre test diberikan dengan maksud apakah ada diantara murid yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. APPERSEPSI&lt;br /&gt;Appersepsi mempunayi kemiripan arti lebih dekat dengan pre test. Appesrsepsi juga merupakan pertanyaan guru kepada muridnya, hanya saja appersepsi penggunaannya dalam bentuk pertanyaan materi ajar yang telah diberikan sebelumnya (telah diajar). Dengan appersepsi seorang guru bisa mengetahui sejauh mana pemahaman murid-murid mengenai mataeri yang telah diajar sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. POST TEST&lt;br /&gt;Post test merupakan  bentuk pertanyaan yang diberikan  setelah pelajaran/materi telah disampaikan. Singkatnya, post test adalah evalausi akhir saat materi ajar pada hari itu telah diberikan yangmana seorang guru memberikan post test dengan maksud apakah murid sudah mengerti dan memahami mengenai materi ajar yang baru saja diberikan pada hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. TANYA JAWAB&lt;br /&gt;Yaitu semua bentuk pertanyaan antara murid dan guru maupun sebaliknya, baik itu diwal, ditengah maupun diakhir pelajaran. Tanya jawab mencakup semua materi ajar bab, sub bab ataupun lainnya yang telah diberikan maupun yang sedang berlangsung. Tanya jawab diberikan untuk meliahat seberapa jauh pemahaman murid tanggap terhadap materi yang telah diberikan.&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5637875681570852726?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5637875681570852726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/mertode-metode-mengajar-pre-test.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5637875681570852726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5637875681570852726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2009/01/mertode-metode-mengajar-pre-test.html' title='MERTODE-METODE MENGAJAR, PRE TEST, APPERSEPSI, POST TEST DAN TANYA JAWAB'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-68251552591310308</id><published>2008-12-05T20:59:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T21:01:06.678+07:00</updated><title type='text'>EPISTEMOLOGI DAN AL-WAHDAH AL-WUJUD</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 48pt; text-align: left; text-indent: -21pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Epistemologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ibn Arabi nama lengkapnya Muhyiddin Ibn Arabi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lahir di Murcia, Spanyol ( 560/1164 M ) dari suku al-Taiy, serumpun Arab al-Hatimi yang pada umumnya terdiri dari keluarga yang saleh. Ornga tuangnya adalah seorang Sufis yang gemar berkelana. Pada usia 8 tahun Ibn Arabi sudah merantau ke Lissabon unutk belajar agama dari seorang ulama, Syekh Abu Bakar bin Khalafselesai belajar Ulumul Qur'an dan Hukum Islam. Kemudia pindah ke Sevilla tempat pertemuan para sufi di Spanyol dan menetap selama 30 tahununtuk memperdalam hukum Islam dan Ilmu Kalam serta belajar Ilmu Tasawuf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Yang di makasud dengan Epistemologi dalam pandangan Ibn Arabi menurutnya Epistemologi harus diartikan sebagai tiori tentang bagaimana ia memperoleh ilmu pengetahuan didalam dan melalui mistik, bagaiman isi pengetahuan itu serta bagaimana gambaran jiwanya yang mengahayati pengalaman seperti itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ibn Arabi membedakan pengetahuan dalam dua tipe:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1 . Al-Ma'rifat artinya pengetahuan dengan pengenalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Al-Ilmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;artinya sebagai pengetahuan intelektual atau pemahaman luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam Epistemologi Ibn Arabi penilaian dikelompokkan kepada dua kelas utama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proposisi wajib meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua penilaan knseptual tampa dimasuki unsur pemahaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Penilaian Apriori dari logika formal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.25in; text-align: justify; text-indent: 0in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Penilaian Esoterik ( Berawal dari indra )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proposisi kontingensi yaitu penilaian yang berdasarkan pemahaman dan indra-indra secara serempak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan demikian nampaknya agak mudah untuk memahami al-Wahdatul Wujud menurut Ibn Arabi penyatuan mistik dengan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: left; text-indent: -0.25in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Al-Wahdah Al-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;Wujud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Al-Wahdah al-Wujud artinya kesatuan wujud faham ini adalah lanjutan dari faham Hulul ( pada pembahasan ke&lt;span style="" lang="IT"&gt;lompok 6 ) dan dibawa oleh Muhyiddin Ibn Arabi, menurut Ahmad Amin dalam kitab Zubr al-Islam, 1969:162. arti istilah wahdah al-Wujud adalah sesungguhnya alam dan Allah adalah sesuatu yang satu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kemudian Ibrahim Hilal, Hlm 203. mengatakan arti dari wahdah al-wujud ialah sesungguhnya yang ada ini hanyalah satu, meskipun banyak ragam dan bentuknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Alam dan Allah adalah dua bentuk dalam satu hakikat, Allah SWT. Alam adalah Allah dan Allah adalah alam. Dan Muhammad Yusuf Musa membuat batasan wahdah al-wujud dengan, "tidak ada yang wujud selain wujud Allah dan sesungguhnya sekalian yang mungkin adalah manifestasi-Nya yang terdapat padanya sekalian yang mungkin adalah manifestasi-Nya yang terdapat pada seluruh alam ini tidak pada bagian atau sebagian yang lain. Maka tidaklah ada sekalian yang mungkin ini melainkan manifestasi Allah SWT. Seandainya Dia tidak ada. Maka tidaklah ada alam ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari keterangan ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;wahdah al-wujud adalah suatu faham yang mengakui hanya ada satu wujud dalam semesta ini yaitu satu wujud Tuhan. Tuhan adalah alam dan alam adalah Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam faham Wahdah al-Wujud yang ada dalam faham hulul diubah oleh Ibn Arabi menjadi &lt;i&gt;Khalq&lt;/i&gt; / ciptaan ( makhluk dan alam ) dan &lt;i&gt;al-Haqq&lt;/i&gt;/ kebenaran ( Tuhan ) adalah dua aspek bagi tiap-tiap sesuatu. Aspek yang luar disebut &lt;i&gt;al-Haqq&lt;/i&gt;. Dan aspek dalam &lt;i&gt;Khalq &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faham ini timbul dari kenyakinan bahwa Allah – sebagaiman dterangkan dalam urian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang hulul ingin melihat diri-Nya diluar diri-Nya, untuk itu dijadika-Nya alam ini, untuk itu. Alam ini adalah cermin bagi Tuhan. Kala Ia ingin melihat diri-Nya. Dia melihat pada alam, pada benda-benda yang ada pada alam, karena yang ada pada tiap-tiap benda itu terdapat sifat ketuhan. Dari sinilah timbul faham kesatuan atau al-wahdah al-wujud. Hal ini tak ubahnya sebagai orang yang melihat dirinya dalam beberapa cermin yang diletakkan disekelilingnya. Didalam tiap cermin itu ia melihat dirinya kelihatan banyak tetapi dirinya yang sebenarnya hamya satu, Ibn Arabi sebagaimana digambarkan tersebut didalam kitabnya Fusus al-Hikam,1967:68. mengatakan: "Wajah sebenarnya satu tetapi jika engkau perbanyak cermin ia menjadi banyak. " dalam bentuk keterangan lain, faham ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Makhluk dijadikan dan dan wujudnya tergantung pada wujud Tuhan sebagai sebab dari segala yang berwujud selain Allah. Yang berwujud selain Allah tidak akan mempunyai berwujud sekirany Allah tidak ada. Allahlah yang sebenarnya yang mempunyai wujud yang hakiki, ynag dijadikan hanya mempunyai wujud yang bergantung pada wujud diluar diri-Nya, yaitu Allah. Dengan demikian yang mempunyai wujud yang sebenarnya hanyalah Allah sedangkan wujud yang dijadikan ini pada hakikatnya tergantung pada wujud Allah, jadi yang dijadikan sebanarnya tidak mempunyai wujud dan yang mempunyai wujud mempunyai wujud senarnya hanyalah Allah. Dengan demikian pada hakikatnya hanya ada satu wujud yaitu wujud Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ringkasnya kata Taftazani, Ibn Arabi berpendapat bahwa wujud " hal yang wajib " adalah wujud Allah semata sedangkan keanekaragaman dan pluralisme hal yang ada tidak lain hanyalah hasil indera-indera lahiriyah dan akal budi manusia yang terbatas yang tidak mampu memahami ketunggalan zat segala sesuatu. Sebenarnya, substansi dan esensi segala sesuatu itu satu, yang menyebabkan jama' dalam sifat dan nama-Nya tampa bilangan ( yang tidak terhitung ) hanyalah karena wawasan, pandangan dan kecenderungan karena itu jika dipandang dari sudut esensinya, maka hal itu adalah Tuhan jika dipandang dari sudut sifat-sifatnya, maka hal itu adalah makhluk ( &lt;i&gt;alam&lt;/i&gt; ) atau faham ini juga di kenal sebagain faham Al-Wahdah Al-Syuhud ( &lt;i&gt;Kesatuan Penyaksian&lt;/i&gt; ) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-68251552591310308?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/68251552591310308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/12/epistemologi-dan-al-wahdah-al-wujud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/68251552591310308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/68251552591310308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/12/epistemologi-dan-al-wahdah-al-wujud.html' title='EPISTEMOLOGI DAN AL-WAHDAH AL-WUJUD'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-2249221248966372291</id><published>2008-12-05T20:55:00.000+07:00</published><updated>2008-12-05T20:57:46.082+07:00</updated><title type='text'>METODE TAZKIYAH AN-NAFS, NAFS MUTHMAINNAH DAN PROSES PEMBUDAYAAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;METODE TAZKIYAH AN-NAFS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Seperti di uraikan terdahulu, bahwa esensi ibadah dalam islam bertujuan peningkatan kualitas rohaniyah secara gradual dan kumulatif. Dalam hal ini masyarakat sufi memiliki pandangan yang khas, dimana mereka memiliki kesadaran yang lebih dalam tentang betapa pentingnya kesucian rohaniyah bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran yang demikian, maka dalam upaya “tazkiyah an-nafs” ini, dalam sufisme dikenal berbagai teori dan system sesuai dengan aliran dan tujuan masing-masing antara lain adalah apa yang disebut dengan takhalli-tahalli meningkat pada tahap tajalli.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;1. Takhali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Dalam proses penyucian jiwa, decara psikologis ada dua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;macam ketidaksadaran, yang pertama berasal dari hawa nafsu atau “nafs ammarah” . ketidaksadaran dalam hati manusia, menurut sufisme adalah cermin ilahi yang didalamnya termuat rahmat. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Cermin tersebut harus terus dibersihkan dari godaan alamiyah dan dua materi, sehingga benar-benar bersih dan dapat memancarkan cahaya kebenaran. Sedangkan yang berasal dari ”nafs al-ammarah” yang berisi segala macam naluri agresifitas dan destruktifitas manusia, harus ditransformasikan menjadi &lt;i style=""&gt;”nafs al-lawwamah”&lt;/i&gt; yang pada gilirannya meningkat menjadi &lt;i style=""&gt;”nafs al-muthmainnah”&lt;/i&gt;. Proses transforasi &lt;i style=""&gt;”nafs”&lt;/i&gt; yang rendah ketingkat yang lebih tinggi inilah yang disebut ”takhalli”, proses pengosongan jiwa dari segala kecenderungan yang jelek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berangkat dari paradigma sufisme,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah yang maha suci, maka agar dapat berada dekat atau bersama-sama dengan-Nya haruslah yang suci pula. Minyak tidak bisa meyatu dengan air, demikian pula dengan jiwa manusia yang kotor tidak mungkin bisa bersama dengan . Maka langkah awal yang harus dilakukan adalah mengosongkan diri atau membebaskan diri dari rasa ketergantungan terhadap kenikmatan materi dan keasyikan kehidupan duniawi, yang disebut sebagai zuhd, duniawi. Untuk dapatnya tercapainya sikap ”zuhd”, menurut sufisme adalah dengan cara menekan dan bila mungkin mengunci mati ”nafs al-ammarah”. Sebab, &lt;i style=""&gt;”nafs al-ammarah”&lt;/i&gt; adalah sumber dari segala ketikbaikanm, sehingga ia menjadi penghalang utama bagi kedekatan (taqqarub) dengan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seberapa jauh sikap ”zuhd duniawi” itu, terdapat beda penafsiran dalam sufisme, ada yang moderat dan ada yang ekstrim. Aliran moderat berpendapat, bahwa ”zuhd duniawi” itu adalah sebatas tidak sampai lupa terhadap tujuan hakiki dari hidupnya, tidak perlu meninggalkan kehidupan duniawi secara total. Persoalan kehidupan sosial kemasyarakatan tetap dapat digeluti secara aktif, asal jangan mengurangi perhatian terhadap tujuan akhir kehidupan. Demikian juga halnya dengan masalah ”hawa nafsu”, tidak harus dikunci mati, tetapi sudah cukup apabila dapat dikendalikan melalui disiplin kehidupan. Oleh karena itu, manusia harus bersikap hati-hati (wara’) dalam menjalani hidup dan kehidupan duniawi dalam memanfaankan karunia . Melalui pola hidup serasi-sederhana, menurut aturan ini akan dapat ditemukan kebebasan untuk merealisir tujuan hidup yang hakiki, yakni agar selalu berada bersama dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam hal segala situasi. Berbeda dengan aturan sufisme yang bersikap ekstrim dalam ”zuhud duniawi” berpendapat, bahwa kehidupan duniawi ini benar-benar menjadi penghalang bagi perjalanan spritual menuju tuhan. Oleh karena itu, &lt;i style=""&gt;”nafs”&lt;/i&gt; yang selalu cenderung pada kenikmatan hidup duniawi, dimatikan agar perjalanan taqqarub illa ’llah tidak terganggu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menguasai dan mengendalikan hawa nafsu atau &lt;i style=""&gt;”nafs al-ammarah”&lt;/i&gt; bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh sebab itu perlu didukung oleh berbagai sikap mental yang disebut sebagai al-maqomat, seperti &lt;i style=""&gt;al-faqr, al-shabr, al-wara’, al-ridha&lt;/i&gt;, dan lain-lain. &lt;i style=""&gt;Al-faqr&lt;/i&gt; adalah satu sikap yang paling mendukung dalam upaya pengendalian hawa nafsu, karena dengan sikap ini orang akan merasa tidak memiliki harta dan tidak memiliki siapapun, sekalipun ia memiliki harta kekayaan. Artinya, walaupun ia memiliki sesuatu yang bersifat bendawi, tetapi dianggapnya sebagai titipan dari , bukan sebagai alat kenikmatan atau alat pemuas hawa nafsu yang cenderung merusak. Untuk itu seorang harus memiliki kekuatan dan kemantapan batin (&lt;i style=""&gt;al&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;shabr&lt;/i&gt;) dalam menapaki risiko dan kemungkinan cobaan dari pilihannya. Dengan dukungan sikap sifat dasar tadi yang dilakukan secara lonsekuen dan konsisten, maka seseorang itu akan mampu membebaskan dirinya dari semua instink yang selalu mengarahkan kejahatan. Sebab, induk dari segala sifat jelek adalah ”nafsu”, karenanya harus dikendalikan dan kalau mungkin dimatikan. Inilah yang dimaksud dengan ”&lt;i style=""&gt;takhalli&lt;/i&gt;”, yaitu membersihkan diri dari sikap dan sifat memperturutkan dorongan ”nafsu”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Tahalli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan selesainya proses pembersihan diri dari cengkraman ”hawa nafsu”, maka tahap berikutnya adalah pengisian kembali jiwa yang bersih itu dengan sifat-sifat terpuji. Kebiasaan lama yang telah lama ditinggalkan, diganti dengan kebiasaan baru yang baik melalui latihan yang berkesinambungan, sehingga terciptanya kepribadian baru. Salah satu yang disukai sufi dalam rangka tahalli ini adalah melalui dzikir yang disebut Al Ghazali sebagai ”pelarutan qalb dengan selalu mengingat Alla”. Dzikir adalah gerbang utama menuju perjumpaan dengan . Bahkan menurut Al-Qusyair, tidak ada jalan terbaik bagi orang yang ingin berjumpa dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecuali melalui dzikir. Sebab, dzikir adalah tiang utama dan sekaligus gerbang utama menuju .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Athaillah, dzikir dapat dibedakan kepada 3 macam, yakni:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikri      lisan atau dzikir jali, yaitu yang diucapkan secara lisan dan terdengar      dengan jelas sesuai lafazyang disukai, apakah &lt;i style=""&gt;nafi-isbat&lt;/i&gt; atau tahlil tasybih, tahmid dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikir      qalbi atau dzikir &lt;i style=""&gt;khafi,&lt;/i&gt; yakni      yang dilakukan dalam hati saja, tanpa lisan dan tanpa suara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikir      haqiqi, yakni dzikir yang dilakukan seluruh jiwa dan raga, dzikir yang      disatukan dengan segenap ekspresi manusia sehingga seluruhnya terpusat      hanay kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila di kaiatkan dengan orang yang berzikir, maka dzikir dibedakan kepada tiga kualias, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dzikir      mubtadi, dzikir pemula atau yang baru mulai berlatih. Secara teknis      pelaksanaannya adalah, pada saat mengucapkan lafaz dzikir secara lisan,      maka hati mengiringnya dengan kalimat ”ia ma’bud illa’llah”;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dzikir mutawassith,      dzikir tingkat menengah, yakni dzikir lisan dengan iringan dzikir qalb      dengan bacaan ”la maksud illa’llah”, tiada yang ku cari kecuali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semata;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dzikir      muntahi, dzikir pemucak yaitu dzikir yang dilakukan secara simultan oleh      seluruh daya dan ekspresi manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tiada detik tanpa dzikir, tiada denyut nadi dan nafas tanpa dzikir. Seluruh gerak hidupnya sudah terkondisi hanya untuk dzikiru’llah, tiada yang dirasakan kesuali kebersamaan dengan alllah. Situasi yang demikian, dalam bahasa sudisme diisebut fana fi’llah, sehingga kualitas kepahamannya mengenai tuhan disebut ma’rifat, yakni pengetahuan yang diperoleh melalui ”mata hati” (ainul bashirah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikir memilki dua fungsi uatama, yakni memperdalam dan memperluas penghayatan keimanan, dan merupakan perisai dri dari pengaruh ”nafs al-ammarah”. Dengan membudayakan dzikir dalam kepribadian seseorang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka akan tercipta rasa keakraban dan kebersamaan dengan , yang pada gilirannya melahirkan sikap sabiqun bi’ikhairat, keranjingan berbuat kebaikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk sekedar contoh tentang teknik dzikir yanglebih rinci, dapat dilihat dari apa yang biasa dilakukan oleh tharekat naqsyabandiyah. Menurut tharekat ini, pelaksanaan dzikir sebagai metode ”tazkiyah an-nafs” banyak ragamnya, sesuai dengan kualitas dan sasaran yang ingin di capai. Secara keseluruhan ada tujuh belas macam pelajaran dzikir. Pelajaran pertama sampai pelajaran keenam belas dilakukan secara sirr secara rohaniyah saja, sedangkan pelajaran ketujuh belas dilakukan secara simultan dzikir lisan dan dzikir rohaniyah dengan lafaz la ilaha illa’llah. Dalam pendangan tarejat ini, bahwa secara ana tomi tubunh manusia memiliki fungsi ganda, yakni fungsi biologis dan fungsi spritual. Atas dasar paradigma ini, maka pengucapan kalimat dzikir harus disejajarkan serta disesuaikan dengan fungsi masing-masing organ tubuh, yang mereka sebut sebagai daerah dzikir. Misalnya, pada saat mengucapkan kalimat ”la illaha illa’llah” nafas dihimpun dan ditahan dalam perut persis dibawah pusat, dan disinilah dimulai ucapan ”la”. Sambil mengucapkan dan menghayati kata ”la” nafas diangkat lurus ke ubun-ubun, kemudian dilepas ke arah bahu kanan diarahkan lurus ka hati (qalb) seraya menyebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;”illa’llah”, tetapi kata ”illa” diletakan di ulu hati dan ”” ’ditembakan ’ kedalam qalb sehingga menimbulkan getaran diseluruh tubuh dan darah terasa panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikir yang paling di gemari dalam tharekat naqsyabandiyah adalah apa yang mereka sebut DZIKIT LATHIFAH TUJUH . disebut lathifah tujuh karena dziir ini terdiri dari tujuh macam dan tujuh lapisan, dengan kalimat dzikirnya ””.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      qalb, dzikir hati nurani yang dilakukan sebanyak 5.000 kali dalam sehari      semalam. Lathifah qalb ini adalah fungsi spritual jantung, karena itu      dzikir disini merupakan iringan denyut jantung. Apabila lathifah ini telah      bersih dari pengaruh ” nafs al-ammarah” , maka seseorang akan dapat      menerima ilham dari , bahkan akan dapat melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melalui ”ain al-bashirah” atau mata      hati. Oleh karena itu, lathifah ini juga disebut ” lathifah rabbaniyah”,      induk dari semua lathifah. Apabila seseorang telah berhsil dalam lathifah      ini, maka ia akan bisa menghubungkan langsung dengan alllah, seperti      halnya yang pernah dialami para nabi, terutama nabi musa As.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      ruh, tempatnya berada diparu-paru yang dilambangkan sebagai wadah ”nafs al-hayawaniyah”      dengan simbol cahaya merah. Tujuan dzikir pada lathifah ini adalah untuk      melenyapkan pengeruh nafsu hayawani sehingga manusia ia terbebas dari      sifat-sifat kebinatangan. Dzikir lathifah ini sebanyak 1000 kali dan      disebut sunnah ibrahim-nuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      sirr, yang bertempat dihati biologis dan merupakan wadah ” sifat sabi      ’iyah” atau sifat binatang buas. Oleh karena itu, fungsi dzikir pada      lathifah ini adalah untuk melumpuhkan segala sifat yang mirip dengan      kekerasan binatang buas, yang diucapkan sebanyak 1000 kali dan disimbolkan      dengan warna cahaya putih. Manfaat dzikir lathifah ini adalah membukakan      jalan untuk dapat merasakan kebersamaan dengan , tidak ada lagi yang      dilihat dan dirasakan selain . Dzikir ini disebut sebagai sunnah nabi      musa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      khafi, yang bertempat pada limpa jasmani dengan lambang warna hitam      sebagai simbol sifat-sifat syaithoniyah dan sifat-sifat destruktif      lainnya. Dengan demikian maka dzikir lathifah ini bertujuan utama untuk      mengikis habis pengaruh-pengaruh syetan dari dir manusia, dengan      mewiridkan dzikir sebanyak 1000 kali. Apabila dzikr lathifah ini telah      berhasil dilaksanakan, maka seseorang akan merasakan ”fana fi’s-shifat      assalbiyah” yang menumbuhkan sifat sabar, ridha dan tawakal.lathifah ini      disebut sebagai sunnah nabi isa As&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      ahkfa, yang bertempat diempedu dengan lambang cahaya hijau. Dalam lathifah      ini bersarang sifat ”rabbaniyah”, yakni sifat-sifat yang menyebabkan      seseorang berlagak hebat seperti tuhan, seprti sifat sombong, takabur, mau      menang sendiri, dan lain-lain. Kearah sifat-sifat ”rabbaniyah” inilah      dzikir lathifah diarahkan sejumlah 1000 kali. Lathifah ini disebut sebagai      sunnah nabi mahammad SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      nafs an-natiqah, bertempat di otak dengan lambang cahay gilang-gemilang      sebagai simbol ”nafs al-ammarah” atau ”instik”, yang merupakan penghalang      yang amat kuat bagi orang yang ingin mencari keridhaan ilahi. Nafs ini      selalu merangsang orang untuk berbuat jahat, karena itu kearah benak      inilah dzikir diarahkan sebanyak 1.000 kali sampai sifat jahat itu      terbakar dan berganti dengan tumbuhnya ketentraman dan ketenangan fikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;lathifah      kullu jasad, yakni lathifah yang meliputi seluruh tubuh ragawi, dengan      lambang cahaya yang indah gemilang. Dalam lathifah ini bersarang sifat      ”jahil” dari sifat ”ghaflat” , sifat kebodohan dan kelalaian. Apabila      seseorang mengamalakan dzikir lathifah ini secara terus menerus,      mengalirlah jiwa dzikir pada seluruh tubuhnya, menyelusup keseluruh      badannya,menyirami sekujur ragawinya sehingga berbaurlah dzkir itu dengan darah      dagingnya, mencair bersama nafasnya. Inilah kebahagiaan yang tiada      taranya, karena itu telah berada di ”hadirat illahi rabbi”. Oleh karena      itu, dalam bahasa sufisme lathifah ini disebut sulthan al-azkar,      maharajanya dzikir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam pelaksanaannya bukan berarti harus berturut sesuai dengan nomor urut diatas, kecuali nomor tujuh memang harus merupakan tahapan terkhir atau dzikir muntahi. Sebab, apabila telah dapat diselesaikan lathifah yang enam, maka lathifah kullu jasad adalah semacam pengintegrasian seluruh lathifah yang dilaksanakan secara simultan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Tajalli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari seramgkaian latihan yang dilakukan secara sungguh-sungguh pada dua tahap terdahulu, diharapkan jiwa seseorang telah terbebas dari pengaruh ”nafs al-ammarah” dan telah mengisi ”nafs al-lawwmah” dengan sifat-sifat kesempurnaan, sehingga orang itu telah berada setidaknya diambang gerbang ”nafs al-muthmainah”. Kalau tahap takhalli dan tajalli dapat disebut sebagi tahap penciptaan suasana yang kondusif bagi pengembangan spritual ketingkat perfection, maka tahap tajalli adalah tahap penghalusan dan penyuburan rasa ketuhanan melelui pendalaman spritual dengan pendekatan esoteris. Untuk tujuan itu diperlukan pemeliharaan kontak langsung dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secar terus menerus, sehingga segala perhatian dak aktivitas diorentasikan untuk mencapai tujuan dasr tadi, yakni&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;” dziki ru ’llah ’ala’ddawana”, selalu bersama dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semasa di dunia dan akhirat nanti. Suatu pengalaman hidup ”bersama” , tidak substansial apabila tidak dilandasi oleh keyakina akan adanya perjumpaan yanglebih riil dan hakiki dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kehidupan sesudah mati, sesuai dengan grand design tuhan bagi segenap ciptaannya. Oleh karena itu, salah satu yang sangat dianjurkan sufisme dalam rangkaian tajalli ini adalah dzikrul maut, selalu ingat kematian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Munajat, juga adalah metode lain dalam rangka tajalli, mengisi diri dengan sifat-sifat kesempurnaan ilahi. Munajat peling baik dilakukan pada keheningan malam sesuai shalat malam atau shalat tahajud. Inti dari munajat pelaporan diri kehadirat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas segala laku perbuatan, baik yang diyakini sebagai amal saleh apalagi yang dirasakan sebagai kealpaan. Dengan demikian munujat pada hakikat adalah pengakuan dan penyerahan diri seraya mohon hidayah dan taufiknya, diiringi do’a dan tasbih –tahmid kepada . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila hati sudah bersih dari noda dan sifat tercela, berarti manusia telah kembali pada kemanisiaannya yang hakiki sehingga ia akan merefleksikan kebenaran sebagaimana adanya. Situasi yang demikian ini sering seseorang bicara hal-hal yang irasional dan bahkan seakan ”diluar” etika teologis, yang disebut sathahat. Tetapi karena telah terjadi transperensi, maka yang berbicara itu pada hakikatnya adalah tuhan melalui lisan orang yang munajat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;NAFS MUTHMAINAH, PROSES PEMBUDAYAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Semua aliran sufisme sepakat, bahwa dzikir yang dilaksanakan secara teratur dan benar akan membuahkan rasa ketenangan dan kebahagian. Tampaknya pendapat ini sesuai dengan penegasan al-qur’an yang menyatakan,”......hendaklah kamu terus dzikru llah agar kamu falah (bahagia). Sikap lalai dzikir kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat mengakibatkan keimanan seseorang melemah, dan akan memperkuat pengaruh hawa nafsu. Dzikir dalam bahasa sufi seperti telah diupayakan menjelaskannya –yakni, melenyapkan kebiasaan lupa dan lalai dengan selalu ingat kepada , dapat meningkatkan daya nalar dan meluruskan runtut fikir yang pada gilirannya akan mempertajam rasionalits seseorang dalam membaca sunnatullah di alam semesta ini, sehingga dziir merupkan sifat dasar dari cendikiawan muslim yang disebut ulul albab”. Untuk membudayakan sikap dan perilaku dalam kondisi dzkru’llah dapat dimulai dari &lt;i style=""&gt;tafakur&lt;/i&gt; atau kotemplasi saat-saat tertentu dengan konsentrasi terhadap tiga hal :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah yang maha kuasa dan mengtur segala      ciptaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manusia diciptakan      adalah untuk mengabdi kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah tuhan yang maha pengasih dan      penyayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kotemplasi      dengan meresapi makna ketiga hal ini, akan memperkuat optimisme dalam      upaya pencapaian tujuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dzikir akan memperpendek jarak antara hamba dengan khalik, maka melalaikan dzikir berarti akan menjauhkan manusia dari karunia-Nya. Dzikir memberikan pengaruh positif bagi orang yang terbiasa melakukannya, akan menghidupkan rasa kenikmatan yanghakiki, karenanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memerintahkan hambanya agar selalu dalam keadaan dzikir. Ketenangan dan ketentraman jiwa memenuhi segenap relung kehidupan, badan ragawi terasa ringan, pikiran bebas merdeka tiada beban. Kenikmatan spiritual seperti ini tidak dapat diinformasikan secara rasional, karena itu bersifat amr al illahiya. Dalam suasana kebatinan yang demikian, terbuka sudah hubungan langsung antara hanba dan khalik sehingga ia merasa yakin telah bersua dengan .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dalam rangka upaya menjadikan dzikir sebagai kebutuhan hidup dan kehidupan dn pembinaan suasana yang kondusif untuk mengabdikan ”nafs muthmainah” dalam diri, maka diperlukan sikap disiplin dan istiqamah dalam lima hal, yakni :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Mu’ahadat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yakni selalu ingat dan sadar akan janji yang telah diikrarkan kepada . Setiap muslim berulang kali mengucapkan janji dirinya pribadi pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas berbagai hal. Sejak dalam arwah, manusia telah mengikat janji bahwa ia akan taat dan setia kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai stu-satunya tuhan yang layak dan dan wajib disembah. Dalam setiap shalat, janji yang sama diulang-ulang lagi atas kesiapan dan kesediaanya menempatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai motif tujuan akhir dari segala pikir dan kreatifitas aktifnya. Kesadaran dan penghayatan terhadapa janji-janji itu akan memperkuat kotivasi untuk menepati setiap kewajiban kepada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai konsekuensi dari pengakuan dan janji itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. &lt;b style=""&gt;Muhasabah&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yakni memikirkan, menganalisis dan memperhitungkan secara teliti dan jujur segala apa yang sudah dan akan dilakukan. Membiasakan dengan sikap teliti, menilai diri, menimbang dan mengukur apa yang telah dan akan dilakukan, adalah sikap yang akan menghindarkan orang dari kelalaian akan hak dan tanggungjawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;c. &lt;b style=""&gt;Mu’aqabah&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yakni pemberian sanksi kepada diri sendiri apabila &lt;i style=""&gt;muhasabah&lt;/i&gt; menunjukan nilai kurang walau sekecil apapun. Keberanain menghukum diri sendiri tidak cukup dengan taubat atau penyesalan diri, tetapi harus dalam bentuk nyata. Misalnya saja, seorang yang sudah berpuasa senin kamis satu hari terlupa karena keasyikan duniawi, maka ia harus mengganti kelalainnya itu dengan berpuasa seminggu penuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;d. &lt;b style=""&gt;Muraqabah&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adalah kesadaran rohaniayah tentang ”kebersamaan”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam segala suasana. Artinya diamana saja berasda, dalam suasana dan kondisi yang bagimanapun, ”kebersamaan” dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus dihidupkan dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;e. &lt;b style=""&gt;Mujahadah&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yakni kemauan dan kemampuan menggerakkan segala daya dan upaya secara sungguh-sungguh untuk melawan goadaan hawa nafsu. Dalam sufisme &lt;i style=""&gt;mujahadah &lt;/i&gt;dibedakan dalam dua kualitas, yakni &lt;i style=""&gt;mujahadah &lt;/i&gt;orang awan dan &lt;i style=""&gt;mujahadah&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;khawas&lt;/i&gt;. &lt;i style=""&gt;Mujahadah &lt;/i&gt;awam adalah dalam rangka meningkatkan kualitasdan kuantitas amal saleh sehingga tercapai tingkatan &lt;i style=""&gt;muttaqin.&lt;/i&gt; Sedangkan &lt;i style=""&gt;mujahadah khawas &lt;/i&gt;atau istimewa adalah rangkaian upaya meningkatkan atau menyempurnakan kualitas &lt;i style=""&gt;muttaqin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seperti telah diupayakan pencerahannya dalah pembahasan terdahulu, bahwa proses penyucian jiwa itu panjang dan berat, jauh lebih berat dari kelahiran pertama. Sebab, apabila kelahiran pertama justru menyongsong kehidupan yang asyik dan serba bebas, tetapi pada kelahiran kedua ini justru meninggalkan kehidupan duniawi. Oleh karena sulit dan beratnya perjalanan safari itu dibutuhkan mental pejuang, yakni &lt;i style=""&gt;mujahadah fii sabiilillah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-2249221248966372291?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/2249221248966372291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/12/metode-tazkiyah-nafs-nafs-muthmainnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2249221248966372291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/2249221248966372291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/12/metode-tazkiyah-nafs-nafs-muthmainnah.html' title='METODE TAZKIYAH AN-NAFS, NAFS MUTHMAINNAH DAN PROSES PEMBUDAYAAN'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5176544794612049594</id><published>2008-11-22T17:14:00.000+07:00</published><updated>2008-11-22T17:21:03.540+07:00</updated><title type='text'>Goresan Hati (Puisi)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Duduk ku sendiri dengan suasana sunyi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Menenangkan hati yang begitu sedih.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Apa yang aku pikirkan hanya untuk masa depan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Yang selalu ku impikan dan yang akan ku banggakan.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Harus................!!!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Aku harus melangkah...............&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Lihatlah malam yang cerah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;seakan memberikan kehidupan yang lebih indah.............&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;By: Sandra (Cacha)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5176544794612049594?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5176544794612049594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/11/goresan-hati-puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5176544794612049594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5176544794612049594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/11/goresan-hati-puisi.html' title='Goresan Hati (Puisi)'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-9037906013930840870</id><published>2008-11-12T15:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-12T15:59:22.949+07:00</updated><title type='text'>AQIDAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SRqazYAR1HI/AAAAAAAAAG0/4IBQANPFdWk/s1600-h/Foto012.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SRqazYAR1HI/AAAAAAAAAG0/4IBQANPFdWk/s320/Foto012.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267692921570841714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;A. Pengertian Aqidah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Aqidah berasal dari kata “’aqada-ya’-qidu-aqdan yang berarti simpul, ikatan, dan perjanjian yang kokoh. Secara terminologis terdapat beberapa definsi aqidah antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hasan Al-Banna&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;‘Aqaid (bentuk jama’ dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, medatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur sedikitpun dengan keraguan.&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut      Abu Bakar Jabir Al-Jazairy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;’Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu (yang didengar), dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan didalah hati. Dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memahami aqidah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap      manusia memilki fitrah untuk mengakui kebenaran dengan potensi yang      dimilikinya. Maksudnya setiap manusia memiliki akal yang dapat membedakan      mana yang baik dan mana yang buruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keyakinan      itu harus bulat dan penuh, tidak berbaur dengan kesamaran dan keraguan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aqidah      harus mampu mendatangkan ketentraman jiwa kepada orang yang meyakininya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila      seseorang telah meyakini kebenaran, maka konsekuensinya ia harus sanggup      membuang jauh-jauh segala hal yang bertentangan dengan kebenaran yang      diyakininya itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;B. Istilah Aqidah dalam Al-Qur’an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1. Iman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada yang menyamakan istilah iman dengan aqidah dan adapula yang membedakannya. Bagi yang membedakannya, beralasan bahwa aqidah hanyalah bagian dalam/aspek hati berupa keyakinan, sebab iman menyangkut aspek dalam dan luar berupa pengakuan lisan dan pembuktian dengan amal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Tauhid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tauhid artinya mengesakan Allah. Ajaran tauhid adalah tema sentral aqidah Islam. Aqidah dengan iman juga diidentikkan dengan tauhid. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;C. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut Hasan Al-Banna ruang lingkup pembahsan aqidah meliputi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ilahi      (berhubungan dengan ilah/Tuhan) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nubuwwah      (berhubungan dengan nabi, rasul, kitab-kitab Allah dan mu’jizat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ruhaniyah      (berhubungan dengan alam metafisik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sam’iyah      (dapat diketahaui melalui sami’, yakni Al-Qur’an dan As-Sunah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebagaian ulama berpendapat bahwa pembahasan pokok aqidah Islam harus terumus dalam rukun iman yang enam. Yaitu iman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada nabi dan rasul-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada akhir dan iman kepada qada dan qadar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;D. Sumber Aqidah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Sumber aqidah Islam adalah Al-Quran dan As-Sunah. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Sedangkan akal fikiran bukanlah merupakan sumber Aqidah. Firman Allah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;”...dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) sebagai penjelas atas segala sesuatu petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (an-Nahl,16:89)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;E. Tingkatan Aqidah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tingkatan taqlid berarti menerima sesuatu kepercayaan dari orang lain tanpa diketahui alasan-alasanya. Tingkatan ini dapat diibaratkan tingkatan orang awam. Sikap ini dilarang agama Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tingkat ’ilmu al-yaqin maksudnya suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu yang bersifat teoritis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tingkat ’ainul yaqin maksudnya suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tingkat haqq al-yaqin maksudnya suatu keyakinan yang dipeoleh melalui pengamatan dan penghayatan, pengalaman (empiris).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-9037906013930840870?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/9037906013930840870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/11/aqidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/9037906013930840870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/9037906013930840870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/11/aqidah.html' title='AQIDAH'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5JVsc0ZjH-s/SRqazYAR1HI/AAAAAAAAAG0/4IBQANPFdWk/s72-c/Foto012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-5901378330750070073</id><published>2008-10-29T17:05:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T17:11:38.860+07:00</updated><title type='text'>TUJUAN PENGAJARAN AGAMA ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;1. Pengertian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tujuan artinya suatu yang dituju, yaitu yang akan dicapai dengan suatu kegiatan atau usaha. Sesuatu kegiatan akan berakhir, bila suatu tujuan telah dicapai. Kalau tujuan itu bukan tujuan akhir, kegiatan berikutnya akan langsung dimulai untuk mencapai tujuan tujuan selanjutnya dan terus begitu sampai tujuan akhir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Tujuan pendidikan Islam adalah keribadian muslim, yaitu suatu kepribadianyang seluruh aspeknya dijiwai oleh ajaran Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang berkepribadian Islam dalam Al-Qur’an disebut juga “muttaqin”. Karena itu Pendidikana Islam berarti juga pembentukan manusia yang bertaqwa. Ini sesuai benar dengar pendidikan nasional kita yang dituangkan dalam tujuan pendidikan nasional yang akan membentuk manusia Pancasilais yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;Meskipun lingkungan umum dan alam sekitar yang tidak diorganisir dapat mendidik orang, namun orang sangat membutuhkan pendidikan formal melalui sekolah, karena pendidikan formallah yang mempunyai tujuan yang jelas. Dalam pendidikan formal direncanakan dan diatur segala sesuatu yang berhubungan dengan tujuan, cara dan alat utnuk mencapai tujuan itu, waktu dan tempat mencapai tujuan itu. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena itu tujuan pendidikan Islam dapat dicapai dengan pendidikan formal. Sedangkan pendidikan formal itu dicapai dengan pengajaran. Ini berarti bahwa tujuan pengajaran adalah untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pengajaran Islam adalah untuk mencapai tujuan pendidikan Islam, yaitu kepribadian muslim. Membicarakan pengajaran Islam berarti juga membicarakan pendidikan Islam. Pendidikan Islam itu sulit dicapai kalau bukan dengan pengajaran Islam. Sedangkan Pendidikan Islam tidak ada artinya kalau tidak mencapai tujuan pendidikan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;2. Fungsi Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kegiatan pengajaran harus mempunyai tujuan, karena setiap kegiatan yang tidak mempunyai tujuan akan berjalan meraba-raba, tak tahu arah tujuan. Tujuan yang jelas dan berguna akan membuat orang lebih giat, terarah dan sungguh-sungguh. Semua kegiatan harus berorientasi pada tujuannya. Segala daya dan upaya pengajaran harus dipusatkan pada pencapaian tujuan itu. Karena itu tujuan pengajaran harus berfungsi sebagai:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Titik      pusat perhatian dan pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengajaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penentu      arah kegiatan pengajaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Titik      pusat latihan dan pedoman dalam menyusun rencana kegiatan pengajaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahan      pokok yang akan dikembngkan dalam memperdalam dan memperluas ruang lingkup      pengajaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pedoman      untuk mencegah atau menghindari penyimpangan kegiatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;3. Sumber Tujuan Pengajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan pengajaran ialah rumusan keinginan yang akan dicapai dengan pengajaran. Rumusan ini bukanlah didapat sambil lau, tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan kepentingan. Yang jelas tujuan pengajaran ini ialah pengembangan dan penjabaran dari tujuan pendidikan; dalam tulisan ini tentu tujuan pendidikan Islam. Ini berarti bahwa tujuan pendidikan Islam itu bersumber pada ajaran Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunah Nabi. Pengertian sumber disini juga mengandung arti sesuai dengan. Bagi orang Islam, ajaran Islam merupakan filsafat dan pandangan hidup. Selaku warga negara Indonesia, maka pancasilalah yang menjadi filsafat dan pandangan hidup itu dan dari sinilah bersumber tujuan pendidikan nasional kita yang dirumuskan dalam TAP MPR dan UU Pendidikan. Dengan demikian berarti bahwa secara tegas tujuan pengajaran agama Islam di negara kita ini bersumber pada Al-Qur’an dan Sunah Nabi yang didukung oleh Pancasila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;4. Prinsip dan Ciri Tujuan Pengajaran Agama Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berbagai jenis lembaga pendidikan Islam dengan tingkat yang berbeda, dapat merumuskan tujuan pendidikan dan pengajarannya dengan berpedoman kepada kedua filsafat dan pedoman hidup tadi. Dalam merumuskan tujuan pendidikan pengajaran itu orang tidak boleh menyimpang atau menentang prinsip pokok ajaran Islam yang terkandung dalam maksud-maksud syari’at yang dalam istilah syari’at Islam &lt;i style=""&gt;”muqashid as syari’ah”&lt;/i&gt; .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Muqashid as syari’ah &lt;/i&gt;itu ialah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memelihara      kebutuhan pokok hidup yang &lt;i style=""&gt;daruri&lt;/i&gt;      (vital); yaitu sesuatu yang mestia ada dalam kehidupan yang normal; dalam      arti bila semua atau salah satunya saja tidak ada atau rusak, akan      rusaklah kehidupan. Sesuatu yang harus itu ialah; agama, jiwa raga,      keturunan, harta serta akal dan kehormatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyempurnakan      dan melengkapi kebutuhan hidup, sehingga yang diperlukan mudah didapa,      kesulitan dapat diatasi dan dihilangkan. Untuk itu digunakan istilah&lt;i style=""&gt; haji&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; (&lt;i style=""&gt;haji, hajat&lt;/i&gt; = kebutuhan).&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mewujudkan      keindahan, keberesan dan kesempurnaandalam suatu kebutuhan. Untuk itu      digunkan istilah &lt;i style=""&gt;tahsini&lt;/i&gt; (&lt;i style=""&gt;tahsini &lt;/i&gt;= membuat lebih baik, lebih      indah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Demikianlah prinsip pokok ajaran Islamyang juga harus menjadi prinsip tujuan pendidikan dan pengajaran Islam. Ini berarti bahwa dalam tujuan pengajaran agama Islam harus berisi pemeliharaan yang &lt;i style=""&gt;daruri &lt;/i&gt;mewujudkan yang &lt;i style=""&gt;haji &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan &lt;i style=""&gt;tahsini.&lt;/i&gt; Tujuan ini harus berisi sesuatu yang menumbuhkan, menyuburkan dan mengmbngkan keyakinan beragam, mengamalkan ajarannya, memelihara dan menyalurkan pertumbuhan dan perkembangan rohani dan jasmani, membina dan menjaga kesejahteraan jiwa dan raga menurut norma-norma yang digariskan oleh ajaran Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Adapun ciri tujuan pendidikan dan pengajaran secara pada umumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mudah      dipahami, dapat dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memperkuat iman, isi      dan caranya harus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bersifat      manusiawi; sesuai dengan kodrat manusia menurut umur dan tingkatannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak      bertentangan dengan logika dan pertumbuhan rasa keimanan seseorang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sesuai      dengan umur dan kecerdasan dan tingkat perkembangan keyakinan terhadap      ajaran Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mendukung      terlaksananya ajaran Islam yang &lt;i style=""&gt;amaliah,&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk mencapai      tujuan itu tidak menggunkan alat atau penjelasan yang merusak atau      mengurangi citra kesucian Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;5. Kandungan Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan pengajaran agama Islam harus berisi hal-hal yang dapat menumbuhkan dan memperkuat iman serta mendorang pada kesenangan mengamalkan ajaran agama Islam. Proses pencapaian itu hendaknya sekaligus membina keterampilan mengamalkan ajaran islam itu. Untuk itu diperlukan usaha pembentukan materiil yang akan memperkaya murid dengan sejumlah pengetahuan, membaut mereka dapat menghayatidan mengembangkan ilmu itu, juga membuat ilmu yang mereka pelajarai itu berguna bagi mereka. Tujuan ini hendaknya mengandung sifat pemberian dan penanaman ilmu agama (kognitif) dan keterampilan mengamalkan ajaran agama (psikomotor). Untuk itu tujuan pengajaran agama Islam itu harus mengandung bahan pelajaran yang bersifat;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menumbuh      dan memperkuat iman,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membekali      dan memperkaya ilmu agama,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membina      keterampilan beramal,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menuntun      dan mengembangkan potensi yang dibawa sejak lahir sebagai manusia secara      utuh (individual),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menumbuhkan      dan memupuk rasa sosial dan sifat-sifat terpuji, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemberian      pengetahuan dan keterampilan yang dapat diamalakan dan dikembangkandalam      berbagai lapangan pekerjaan untuk mencari nafkah (tenaga profesional).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara umum dan ringkas dapat dikatakan bahwa tujuan pengajaran agama Islam itu harus mengandung berbagai aspek pembinaan manusia seutuhnya, sehingga nantinya ia dapat hidup dengan baik sebagai manusia Pancasilaias yang bertaqwa kepada Allah dalam ajaran Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6. Jenjang Tujuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan dan pengajaran itu secara utuh dan lengkap tidak dapat dicapai dengan dengan pengajaran sekaligus dalam waktu yang singkat, tetapi harus melalui tahap-tahap periodisasi, sesuai dengan kondisi, situasi dan umur kecerdasan, yang perwujudannya dikembangkan dalam tingkatan-tingkatan pendidikan (pra-sekolah, rendah (dasar), menengah, tinggi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penjenjangan tujuan ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan formal yang berlaku dinegara kita. Setiap tahap dari jenjang tujuan itu harus berisi unsur yang meliputi kandungan tujuan secara penuh dengan bobot dan mutu yang semakin meningkat sesuai dengan tingkatan pengajaran. Setiap orang yang telah menyelesaikan satu tahap tingkatan pengajaran, hendaknya ia dapat hidup di tengah masyarakat dengan baik, sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah menurut ajaran Islam, sebagai warga negara yang Pancasilais, punya pekerjaan yang pantas untuk tingkatan dengan penghasilan yang cukup. Untuk itu ia harus berilmu, harus punya keterampilan, baik untuk mencari nafkah atau untuk mengabdi kepada Allah sebagai hamba Allah yang taat, punya sikap mental setia kepada negara dan yakin kepada ajaran Islam yang dianutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;7. Tujuan Bidang Studi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tujuan bidang studi artinya sesuatu yang akan dicapai setelah mempelajari sejumlah materi pelajaran yang tergabung dalam satu bidang studi itu. Agama Islam itu sebenarnya bukanlah suatu mata pelajaran, bukan suatu bidang studi. Agama Islam itu adalah suatu kepercayaan. Dari segi ini kita lihat bahwa agama Islam itu bukan suatu ilmu yang materinya dikelompokan dalam bidang studi; tetapi ajaran itu dapat dipelajari dan diamalkan. Karena itu pengajaran agama Islam itu berarti kegiatan mempelajari ajaran agama Islam. Tujuannya tentu saja supaya orang mempunya pengetahuan tentang ajaran Islam itu untuk diyakini dan diamalkan sehingga ia menjadi seorang muslim dan selanjutnya berkepribadian muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk memudahkan mempelajarinya, orang membagi dan memperinci pelajaran agama itu kedalam beberapa bidang studi, sesuai dengan sifat dan ruang lingkup bahan (materi) yang akan dipelajari. Materi pelajaran yang berisi ajaran tentang tingkah laku atau adab sopan santun dirumuskan dalam bidang studi akhlak. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Materi pelajaran yang berisi ajaran tentang ibadah; bila digabungkan dengan masalah muamalat, munakahat, jinayat dan sebagainya, dikumpulkan dalam bidang studi ibadah-syari’ah atau Fiqih. Begitulah selanjutnya pengembangan kelompok bahan mata pelajaran itu disusun dalam berbagai bidang studi yang sesuai dengan materi pelajarannya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Masing-masing bidang studi itu mempunyai tujuan pengajaran tersendiri. Tujuan ini merupakan pengembangan dan penjabaran dari butir-butir tujuan pengajaran agama secara umum yang dituangkan dalam rumusan tujuan instruksional khusus, inilah yang harus dicapai dengan proses kegiatan belajar mengajar dalam satu pokok bahasan. Perpaduan keseluruhan dari tujuan instruksional khusus inilah yang diusahakan untuk mencapai tujuan bidang studi. Bila tujuan bidang studi tidak tercapai, sebab utamanya mungkin kekeliruan merumuskan tujuan instruksional khusus atau ketidakmampuan pengajar melaksanakan proses belajar-mengajarnya; dan juga mungkin disebabkan kondisi dan situasi proses pelaksanaan kegiatan itu dan mungkin juga lingkungan hidup anak dan sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4419018152387816340-5901378330750070073?l=fikrinatuna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/feeds/5901378330750070073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/10/tujuan-pengajaran-agama-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5901378330750070073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4419018152387816340/posts/default/5901378330750070073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fikrinatuna.blogspot.com/2008/10/tujuan-pengajaran-agama-islam.html' title='TUJUAN PENGAJARAN AGAMA ISLAM'/><author><name>ZULFIKRI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01080088360484653586</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-OoHUv-8sKTk/TaKxx3dSlAI/AAAAAAAAAOU/6pNf0fdSl8U/s220/100731-142054.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4419018152387816340.post-3943574957344686234</id><published>2008-07-04T17:26:00.001+07:00</published><updated>2009-06-18T11:23:26.607+07:00</updated><title type='text'>ULUMUL QUR'AN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="Section1"&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4419018152387816340#_Toc201362466"&gt;&lt;span style="display: none; text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span style="'display:none;mso-hide:screen;text-decoration:none;color:windowtext;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="'display:none;mso-hide:screen;text-decoration:none;color:windowtext;"&gt; PAGEREF _Toc201362466 \h &lt;/span&gt;&lt;span style="';color:windowtext;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-separator'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="display: none; text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;20&lt;/span&gt;&lt;span style="display: none; text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:data&gt;08D0C9EA79F9BACE118C8200AA004BA90B02000000080000000E0000005F0054006F0063003200300031003300360032003400360036000000&lt;/w:data&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;span style="';color:windowtext;"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;ASBABUN-NUZUL&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:_Toc201362431'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:"&gt;ASBABUN-NUZUL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;1&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362431"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Pengertian Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;Pengertian Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;2&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362432"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;Ungkapan asbabun-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur’an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Bentuk-Bentuk Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;Bentuk-Bentuk Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;2&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362433"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;Bentuk peristiwa, maka turunlah ayat Quran mengenai peristiwa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Hal itu seperti diriwayatkan dari Ibn Abbas, yang mengatakan : &lt;span class="gensmall"&gt;Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. naik ke Bukit Shafa sambil berseru: "Mari berkumpul pada pagi hari ini!" Maka berkumpullah kaum Quraisy. Rasulullah bersabda: "Bagaimana pendapat kalian, seandainya aku beritahu bahwa musuh akan datang besok pagi atau petang, apakah kalian percaya kepadaku?" Kaum Quraisy menjawab: "Pasti kami percaya." Rasulullah bersabda: "Aku peringatkan kalian bahwa siksa Allah yang dahsyat akan datang." Berkata Abu Lahab: "Celaka engkau! Apakah hanya untuk ini, engkau kumpulkan kami?" Maka turunlah ayat ini (Q.S Al-Lahab:1-5) berkenaan dengan peristiwa yang melukiskan bahwa kecelakaan itu akan terkena kepada orang yang memfitnah dan menghalang-halangi agama Allah. Maka turunlah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG38Jm15szI/AAAAAAAAAEs/Nqkptwbv-Vc/s1600-h/1.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG38Jm15szI/AAAAAAAAAEs/Nqkptwbv-Vc/s320/1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219104785167921970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. 2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. 3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. 4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu baker. 4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=""&gt;Bentuk pertanyaan tentang sesuatu hal, maka tutunlah ayat Quran menerangkan tentang hukumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Hal itu seperti ketika Khaulah binti Sa’labah dikenakan Zihar oleh suaminya Aus bin Samit. Lalu ia datang kepada Rasulullah SAW mengadukan hal itu. Aisyah berkata: Maha suci Allah yang pendengarannya meliputi segalanya` aku mendengar ucapan Khaulah binti Sa’labah itu, sekalipun tidak seluruhnya, ia mengadukan suaminya kepada Rasulullah SAW, katanya: Rasulullah SAW suamiku telah menghabiskan masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku menjadi tua, dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepdaku! Ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu` Aisyah berkata: ` Tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini : Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya yakni Aus bin Samit.`&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG39UoS22_I/AAAAAAAAAE0/d3HwvmIPYqo/s1600-h/2.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG39UoS22_I/AAAAAAAAAE0/d3HwvmIPYqo/s320/2.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219106074047994866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ADMINI~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\11\clip_image001.png" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: -1;"&gt;&lt;span style="position: absolute; left: 108px; top: -72px; width: 344px; height: 40px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/11/clip_image002.jpg" shapes="_x0000_s1026" height="40" width="344" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat &lt;/i&gt;(Q.S Mujadalah: 1)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Tetapi hal itu tidak berarti bahwa setiap oranag harus mencari sebab turun setiap ayat, karena tidak setiap Quran diturunkan karena timbul sutu peristiwa dan kejadian. Atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada diantara ayat Qur’an diturunkan sebagai permulaan, tanpa sebab, mengenai akidah iman, kewajiban Islam dan syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Penetapan Hukum Dengan Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:_Toc201362434'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;Penetapan Hukum Dengan Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;2&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362434"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Pentingnya ilmu asbabun nuzul dalam ilmu Al-Qur'an adalah guna mempertegas dan mempermudah dalam memahami ayat-ayatnya, dapatlah kami katakan bahwa diantara ayat Al-Qur'an ada yang tidak mungkin dapat dipahami atau tidak mungkin diketahui ketentuannya/hukumnya tanpa ilmu Asbabun Nuzul. Sebagai contoh firman Allah SWT:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG3-D0soV7I/AAAAAAAAAE8/xZtdTvr-Dzk/s1600-h/3.gif"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_5JVsc0ZjH-s/SG3-D0soV7I/AAAAAAAAAE8/xZtdTvr-Dzk/s320/3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219106884831172530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas rahmat-Nya lagi Maha Mengetahui&lt;/em&gt;. (QS. Al-Baqarah: 115). &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Dari ayat tersebut dapat dipahami bolehnya melakukan shalat menghadap ke selain kiblat. Pemahaman seperti ini adalah salah, karena menghadap kiblat adalah salah satu syarat sahnya shalat. Dengan ilmu asbabun nuzul dapatlah dipahami secara jelas, dimana ayat di atas turun sehubungan dengan kasus seseorang yang ada dalam perjalanan dan tidak mengetahui kiblat serta arah, karena itu ia boleh berijtihad untuk memilih arah dan selanjutnya ia melakukan shalat. Ke mana saja ia menghadap dalam shalatnya maka shahlah shalatnya. Ia tidak harus mengulangi kembali disaat ia mengetahui arah yang sebenarnya andaikata salah. Dengan demikian maka ayat di atas tidaklah bersifat umum tetapi bersifat khusus bagi seseorang yang tidak mengetahui kiblat dan arah. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Perhatian Para Ulama terhadap Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:_Toc201362435'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:"&gt;Perhatian Para Ulama terhadap Asbabun Nuzul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;2&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362435"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penyelidik ilmu-ilmu Qur’an menaruh perhatian besar terhadap pengetahuan tentang Asbabun Nuzul. Untuk menafsirkan Qur’an ilmu ini diperlukan sekali, sehingga ada pihak yang mengkhususkan diri mengenai pembahasan dalam bidang itu. Yang terkenal diantaranya ialah Ali bin Madini, Guru Bukhari, kemudian al-Wahidi dalam kitabnya Asbabun Nuzul, kemudian al-Ja’bari yang meringkaskan kitab al-Wahidi dengan menghilangkan isnad-isnadnya, tanpa menambahkan sesuatu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Menyusul Syaikhul Islam Ibn Hajar yang mengarang satu kitab mengenai Asbabun Nuzul. Satu juz dari naskah kitab ini didapatkan oleh As-Suyuti. yang mengatakan tentang dirinya : ` Dalam hal ini, aku telah mengarang satu kitab lengkap, singkat dan sangat baik serta dalam bidang ilmu ini belum aad satu kitab pun menyamainya. Kitab itu aku namakan Lubabul Manqul fi Asbabin Nuzul.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 27pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Redaksi Sebab Nuzul&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-begin'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; TC &amp;quot;&lt;span style="'mso-bookmark:"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;Redaksi Sebab Nuzul&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&amp;quot; \f C \l &amp;quot;2&amp;quot; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;!--[if !supportNestedAnchors]--&gt;&lt;a name="_Toc201362436"&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[if supportFields]&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'mso-element:field-end'"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Bentuk redaksi yang menerangkan sebab nuzul itu terkadang berupa pernyataan tegas mengenai sebab dan terkadang pula pernyataan yang hanya mengandung kemungkinan mengenainya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Bentuk pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Adalah jika perawi mengatkan: Sebab nuzul ayat ini adalah begini. Atau menggunakan fa ta’qibiyah (kira-kira sepeerti `maka` yang menunjukkan urutan peristiwa) yag dirangkaikan dengan kata `turunkan ayat` , sesudah ia menyebutkan peristiwa atau pertanyaan misalnya , ia mengatakan; `Telah terjadi peristiwa begini` atau ` Rasulullah ditanya tentang hal begini, maka turunlah ayat ini.`&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Dengan demikian, kedua bentuk diatas merupakan pernyataan yang jelas tentang sebab, contoh-contoh untuk kadua hal ini akan kami jelaskan lebih lanjut.` Bentuk kedua yaitu, redaksi yang boleh jadi menerangkan sebab nuzul atau hanya sekedar menjelaskan kandungan hukum ayat ialah bila perawi mengatakan ` Ayat ini turun mengenai ini`. Yang dimaksud dengan ungkapan ( redaksi ) ini terkadang sebab nuzul ayat dan terkadang pula kandungan hukum ayat tersebut. Demikian juga bila ia mengatakan` Aku mengira ayat ini turun mengenai soal begini` atau ` Aku tidak mengira ayat ini turun kecuali mengenai hal yang begini` dengan bentuk redaksi demikian ini, perawi tidak memastikan sebab nuzul. Kedua bentuk redaksi tersebut mungkin menunjukkan sebab nuzul dan mungkin pula menunjukkan hal lain.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 27pt;"&gt;Contoh pertama ialah apa yang diriwayatkan dari Ibn Umar, yang mengatakan : Ayat (isteri-isteri kamu adalah ibarat tanah tempat kamu bercocok tanam) (al-Baqarah: 223) turun ber hubungan dengan masalah menggauli isteri dari belakang.`&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;   
